Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
nyidam dimalam hari


__ADS_3

Wek ...uweekkk...uweeekkk


Sesampai dirumah niken langsung berlari ke kamar mandi perutnya mual dan memuntahkan isi dalam perutnya.


" Nona .. nona ..". Bi Ina mengikuti Niken di belakangnya dan membantu Niken memuntahkan semua isi perutnya dengan memijat pelan di tengkuk lehernya .


Erik yang melihat nya sedikit kuatir " ada apa Bi ?". Tanya Erik kepada Bi Ina setelah keluar dari kamar mandi


"Bi tolong ganti pewangi lantainya jangan aroma ini dan ganti semua aroma didalam kamar mandi juga karena aku tidak suka aroma ini membuatku mual". Sambil menutup mulutnya tidak tahan dengan aroma lantai yang barusan Bi Ina pakai untuk mengepel ,kemudian Niken lari ke kamarnya menghindari aroma yang membuat ingin memuntahkan isi perutnya.


Erik yang melihatnya heran " kenapa dia bi kenapa ingin muntah mencium aroma ini. Aromanya enak kok ".


" Begitulah orang hamil tuan," sambil tersenyum


"Oh serumit itu ya orang hamil ?".


"Iya tuan belum lagi kalau nyidam ".


" Nyidam ?. Ya udah lah Bi kalau begitu bibi temani dia dulu malam ini Jangan pulang aku kuatir dia tidak ada yang menjaga kalau malam tunggu sampai suaminya pulang baru bibi tidak usah menginap disini ".


"Baik tuan ".


Ting ...tong. .Ting. ..tong ...


Suara bel rumah berbunyi Bi Ina langsung bergegas membuka pintu .


"Oh Non Nadia , silahkan masuk ,non". Mempersilahkan Nadia masuk kedalam


" Bagaimana keadaan Niken Bi?".

__ADS_1


" Baik non barusan saja baru muntah - muntah dan sekarang sedang istirahat di dalam kamar nya ".


"Baiklah nanti biar aku periksa ". Sambil memasuki ruang tengah .


"Erik, kamu disini ?. " Nadia terkejut Erik duduk diruang tengah


" Iya aku sedang membicarakan rencana acara Minggu depan , tiba-tiba dia muntah-muntah untung kamu datang kesini coba cek keadaan nya ".


"Ok " Nadia kemudian menuju kamar Niken yang di tunjukan Bi Ina


" Niken gimana keadaan Bu ". Nadia sambil memegang Niken


"Agak pusing dikit ", Niken beringsut mencoba bangun dari tempat tidur nya


" Sudah gak usah bangun ,biar aku periksa dulu ". Sambil mengeluarkan alat medisnya kemudian memulai meriksa bagian perut dan tangannya


"Semuanya normal kamu cukup istirahat aza makan-makanan yang bergizi. Ini aku kasih resep obat untuk mengurangi rasa mual, pusing dan vitamin ya ". Sambil memberikan obat ke Bi Ina untuk disimpan .


" Terimakasih Nadia lain kali aku akan periksa ke tempatmu bersama Bi Ina , kamu tidak usah repot-repot datang kemari ".


" Tidak usah sungkan Niken aku mulai kemarin kuatir baru hari ini bisa melihat keadaan mu , baiklah kalau begitu aku pulang dulu kamu istirahat saja ya ".


" Baiklah ".


Kemudian Nadia berada diruang tengah bersama Erik berbincang sebentar sambil memakan beberapa camilan yang dihidangkan Bi Ina .


" Aku pulang dulu Bi Ina, tolong jaga baik-baik Niken ya , kalau ada apa-apa tolong langsung beritahu saya ". Erik berpesan ke Bi Ina


"Baik tuan ".

__ADS_1


"Aku juga pamit dulu Bi salam buat Niken ya ".


"Baik Nona ". Bi Ina Sambil mengantar mereka kedepan pintu .


***


Tengah malam Niken terbangun karena merasa perutnya lapar


kerucuk ...kerucuk ... kerucuk


Niken menuju ke dapur untuk mencari makanan namun makanan didalam dapur tidak membuat dia berselera makan .


Bi Ina yang mendengar suara di dapur terbangun dan menuju ke dapur .


"kenapa nona apa anda lapar".


suara Bi Ina mengejutkan Niken , karena langkah kaki Bi Ina yang pelan tidak terdengar di telinga Niken .


"Ahh .. Bi Ina ". sambil mengelus dada nya


"Iya Bi lapar , tapi makanan di dapur tidak membuatku berselera ".


" Nona ingin makan apa biar bi Ina buatkan ".


"Aku ingin makan bakso ".


"waduh malam-malam begini mana ada bakso nona ".


"Iya Bi,tapi aku ingin sekali makan bakso".

__ADS_1


"Nona lagi nyidam ?".


__ADS_2