
Niken berjalan menuju ruang tengah ketika dia sampai di ruang tengah disambut dengan Erik , Nadia dan juga karyawannya di toko .
selamat ulang tahun ...selamat ulang tahun
lagu ini bergema di ruangan dingin ini memecah kehampaan dan kesunyian setelah beberapa tahun membisu tanpa kebisingan.
tiup lilinnya ...tiup lilinnya
lagu ini membuat dia bahagia selama beberapa tahun dia menantikan lagu ini. kemudian meniup lilin itu dengan sangat bahagia. karyawannya menembakkan plastik warna-warni ke atas dan jatuh berserakan diatas kepala Niken. mereka mengucapkan selamat bergantian dan tertawa bersama-sama.
mereka duduk diruang tengah sambil memakan hidangan yang disiapkan Bi Ina.
karyawannya memberikan kado kepada Niken kado yang sangat besar entah apa isinya.Nadia juga memberikan sebuah kado untuk Niken.
Giliran Erik memberikan kado untuk Niken .
"sebentar ya aku ambilkan kado untuk mu ," sambil berjalan mundur kemudian berlari keluar menuju mobil membawa sesuatu .
__ADS_1
Niken penasaran kado apa yang diberikan sampai disembunyikan di dalam mobil .
" apa dia akan memberikan ku bunga, atau jam tangan mewah atau tas mewah atau ...? ". pikirin Niken penuh dengan kado-kado mewah karena setiap kali dia ulang tahun pasti akan memberikan kado yang sangat spesial dan tentunya mewah apalagi sekarang bisnisnya pun mulai berkembang pesat .
"ahhh... sungguh matre aku ini dia mau merayakan ulangtahun ku saja aku sudah senang". Niken menepis pikirannya yang penuh dengan kado mewah
Erik masuk dengan membawa sebuah kado besar. "Niken selamat ulang tahun ya ". sambil memberikan kado itu
semua orang disitu memandangi mereka dan memandang kado tersebut penasaran juga dengan isinya .
"buka ...buka...buka ..." Nadia men teriaki mereka yang dari tadi saling berpandangan sayu penuh dengan kasih dan cinta
Niken tersenyum sambil membuka kadonya
meong ...meong ...
suara itu terdengar dari dalam kado , Niken segera membuka . ternyata sebuah kucing kecil yang lucu dengan bulunya yang panjang menggemaskan . Niken langsung mengambil kucing itu dan memeluknya serta menciumnya.
__ADS_1
"Aku tahu kamu suka kucing, tapi aku melihat dirumah mu tidak ada satupun kucing ".
" Ya aku suka sekalian kucing ,tapi suamiku melarang ku memelihara kucing karena dia tidak suka memelihara hewan ". sambil mengelus-elus kucing kecil menggemaskan
"Niken setia, berbakti,dan penurut memang kewajiban sebagai seorang istri terhadap suami, tapi ingat Niken kebahagiaan mu adalah milikmu. Hidup dan bahagia mu adalah pilihan mu bukan ditentukan oleh orang lain. cintai dirimu dulu sebelum kamu mencintai orang lain. bahagia mu adalah seutuhnya tanggung jawab mu dan sepenuhnya milikmu bukan milik orang lain ". Erik sambil mengelus-elus kucing pemberian nya
"Iya benar Niken love yourself". Nadia menambahkan perkataan Erik sambil mengelus punggung Niken.
Niken tersenyum mendengar perkataan mereka berdua setidaknya ada angin segar di pikiran Niken . walaupun Niken tidak pernah curhat masalah rumah tangganya tapi mereka seperti merasakan yang Niken rasakan .
" terimakasih ya ". Niken tersenyum kepada Nadia dan Erik
kemudian mereka kembali duduk di sofa ruang tengah sambil memakan camilan dan bercanda gurau. Gelak tertawa mereka memenuhi ruangan yang selama ini bungkam tentang semua keadaan.
waktu sudah menunjukkan tengah malam mereka berpamitan satu persatu untuk meninggalkan rumah Niken yang semakin dingin.
"Mpusss kamu disini ya jaga majikan mu, jangan membuat dia menangis ya buat dia selalu bahagia dan tersenyum manis ". Erik berpamitan kepada kucing kecilnya sambil mengelus-ngelus bulunya .
__ADS_1
meong..
kucing itu mengeong seakan dia mengerti perkataan Erik.