Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
bercerai


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama pembukaan pabrik baru Niken dan juga kantor baru nya.


Sesampainya di kantor seperti biasa Niken menyapa para pegawainya dengan ramah dengan senyum lebarnya dan semangatnya .


Biasanya setiap kali ke kantor dia langsung keruangan nya namun hari ini dia berkeliling dulu ketempat produksi mengecek produk barunya dan juga melihat suasana pabrik barunya.


Suara deru mesin dan aroma bahan baku pembuatan produk sangat khas , namun Niken tidak merasa terganggu ataupun risih . Dia menatap dan mencium aroma ini dengan kepuasan dan rasa bangga karena mampu mewujudkan semua ke inginnya, yang terpenting lagi bagi Niken bisa menjadi orang bermanfaat menciptakan lapangan pekerjaan baru di samping rencananya balas dendam .


Niken kembali keruangan dengan perasaan yang bahagia ,sambil tersenyum lebar ketika bertemu dengan pegawainya.


Sesampainya di ruangan Niken terkejut karena dia tidak sendiri di ruangan itu ada sebuah kepala bersandar di balik kursinya yang menghadap ke arah belakang tidak terlihat penampakan nya.


klek..


suara pintu terbuka


" Maaf anda siapa ? mengapa ada di ruangan saya ?".


Kursi itu memutar dan berbalik penampakan yang selama ini sudah berbulan-bulan dia tidak pernah tahu kabarnya dan tidak memberi kabar.


"Hai.. sayang ". Andika dengan senyum nya yang lebar beranjak dari kursi menghampiri Niken .


Niken terkejut dan merinding seperti melihat penampakan malaikat maut yang seakan mencabut nyawanya perlahan . Tubuh Niken tak mampu bergerak ,mulutnya tak mampu berkata-kata ada rasa benci,ketakutan,dan tidak percaya.


Perasaannya berbeda dulu Niken melihat sosok ini begitu bahagia , penuh kerinduan dan rasa hormat sebagai seorang istri . Sekarang jauh berbeda yang dia rasakan ketika menatap sosok ini sebuah kebencian dan ketakutan.


Suasana sedikit horor di ruangan ini , Niken merasa merinding bulunya bertambah berdiri ketika Andika mendekatinya. Andika mendekat kan tubuhnya ingin mencium keningnya namun Niken menghindar dan beranjak menuju kursi yang dari tadi di duduki Andika .


"Kamu kenapa sayang ? aku kesini ingin mengucapkan selamat karena sekarang kamu sudah sukses mempunyai kantor sendiri ,ya walaupun tidak sebesar kantor ku ". Andika dengan nada dan raut wajah memuji namun terakhirnya dengan nada meledek dan mimik mukanya yang masih meremehkan dan bibirnya yang mencibir .


Niken menatap Andika tajam kebencian nya semakin memuncak . Andika mendekati Niken dan berdiri disampingnya memutar kursi dan menghadapkan nya pas didepannya. Andika membungkuk sehingga tatapan mereka searah.


"Sayang aku bangga padamu, aku rindu padamu. Nanti malam tunggu aku dirumah ya ?. Ini untuk mu sayang ". sambil memberikan rangkaian bunga yang berada di depan meja Niken .

__ADS_1


"Maaf mas, aku sedang sibuk hari ini bisa kah kamu tidak mengganggu ku ! ". Niken menepis bunga itu kemudian memutar kursinya menghadap meja menghidupkan komputernya.


"Sayang kamu kenapa ? aku suamimu yang sedang sibuk juga menyempatkan datang ketempat mu hanya untuk memberi mu selamat , kenapa perlakuanmu seperti ini ? " . Merasa kecewa dan menaruh bunga itu di meja kembali .


Niken masih tidak perduli dia sibuk dengan komputernya.


"Niken hargai dong suamimu ini yang menyempatkan waktunya untuk mu !. " Andika dengan nada yang sedikit keras dan mengusap rambutnya dengan kasar dengan nafasnya yang panjang .


Hati Niken sesak penuh dengan letupan-letupan amarah tangan nya mengepal matanya melotot kebencian dan amarahnya mulai tidak terbendung . Dia memutar kursinya dan beranjak mendekati Andika .


"Apa kamu bilang menghargai ?". Dengan tatapan yang melotot mendekatkan tubuhnya ke depan Andika .


" Mas dulu kamu meremehkan ku membandingkan ku dengan wanita lain tidak pernah sedikitpun kamu menghargai perasaan ku dan sekarang kamu menuntutku untuk menghargai mu mas?". Dengan nafasnya yang sedikit tidak beraturan tangan nya sedikit gemetar menahan rasa amarah nya.


Andika masih diam terpaku tak mampu berkata-kata.


"Dengar mas dimana kamu saat aku membutuhkanmu ,membutuhkan dukungan mu dan bimbingan mu , kamu ada dimana mas ? ". nada suara Niken mengeras namun tiba-tiba melemah seiring dengan tetesan air mata yang jatuh di pipinya . Ada luka yang kembali bangkit yang Niken rasakan saat teringat di masa dia membutuhkan Andika namun dia tidak pernah ada .


Niken mendorong Andika hingga pelukan terlepas ,Niken sudah tidak ingin menyentuh dan berkata apapun karena hal itu membuat luka di hatinya semakin menganga.


"Tolong pergilah mas aku tidak ingin bicara lagi ! ". Niken membalikkan badannya sambil mengusap air matanya tidak ingin berkata apapun


"Sombong sekali kamu Niken baru sukses sebentar saja sudah sangat sombong ".Dia membalikkan badan Niken dengan kasar dan memaksa menatap matanya .


" Dengar aku sudah bosan dengan mu Niken ,kamu pikir dengan sukses begini bisa meluluhkan hatiku dan kembali padamu tidak Niken .. aku akan menceraikan mu Niken ". dengan menunjuk-nunjuk kan jarinya ke wajah Niken


"Tidak usah repot-repot mas !.Aku yang akan menceraikan mu dulu ". Dengan senyum sinis tersungging di bibir Niken


" kamu ..". Sambil menunjuk jarinya dengan tatapan yang seram penuh kemarahan seperti seseorang yang sedang mengancam , kemudian beranjak pergi meninggalkan Niken dan menutup pintunya dengan kasar


braakkk....


Niken terkejut mendengar suara keras pintu. Dia masih terpaku tidak percaya dengan kejadian tadi satu kata yang dia benci dia ucapkan begitu yakin dan sangat lantangnya yaitu perceraian.

__ADS_1


padahal kata-kata itu dulu sangat tidak ingin dia dengar namun sekarang kata-kata itu menenangkan hati Niken .


Niken beranjak dari posisinya menuju kursi sofa menenangkan hatinya menata pikirannya kembali dan mengusap wajahnya kasar kemudian menyandarkan tubuhnya di bantalan sofa Niken merasa sangat lelah.


Tiba-tiba ada yang masuk keruangan Niken tanpa permisi . Niken kembali terkejut dan ketenangan nya terusik kembali.


" Maaf Bu saya sudah melarangnya masuk namun dia memaksa untuk masuk ". sekretaris Niken masuk dengan seseorang yang tak asing lagi yang membuat luka nya bertambah parah.


Niken menatap sosok itu dengan tatapan sinisnya . Niken sebenarnya sudah muak dengan sosok ini dan tak ingin melihat nya namun sosok ini muncul kembali dihadapannya dengan penuh tatapan arogan .


"Baiklah, keluarlah ! " . Niken menyuruh sekretaris nya keluar,dan menyisakan mereka berdua.


" Apa mau mu Cita?".Niken malas menatapnya dan masih tetap duduk di sofanya.


"Oh jadi ini kantor baru mu ? lumayan , tapi kecil ya tidak semewah kantor ku." Cita menatap sekeliling dengan tatapan mengejek .


" Jika tidak ada keperluan lain pergilah aku sedang sibuk !". Sambil beranjak dari sofa menuju kursi kerjanya dan tidak mempedulikan cita yang masih berkeliling di ruangan melihat sekeliling dengan tatapan mengejek dengan mulutnya yang mencibik-cibik.


" Wah bos baru mengusir ku , dasar orang kaya baru tidak tahu diri ". Cita menatap Niken penuh kebencian dengan menlipat kan tangan nya di perut penuh arogan


" Kumohon pergilah aku sedang tidak ingin bicara dengan mu dan tidak ingin membuat masalah dengan mu ". Niken menoleh ke arah cita dengan tatapan tajam penuh amarah .


" Baik lah aku pergi wahai orang sombong , dan dengar aku bisa meruntuhkan bisnismu kembali dengan waktu sekejap ". Cita mengangkat telunjuknya dan menunjuk Niken penuh ancaman sambil beranjak pergi.


****


Bersambung


bagaimana para reader sudah membuat readers darah tinggi 😁😁


Semoga tidak darah tinggi beneran ya semoga hanya emosi sesaat membaca cerita hari ini 😁😁


salam sehat selalu untuk kalian 😘😘

__ADS_1


__ADS_2