Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Kritis


__ADS_3

Batin Andika sambil duduk di kursi rumah sakit tidak jauh dari mereka sambil terus memperhatikan mereka .


Didalam ruangan terlihat kecemasan semua perawat dan dokter berada disana ,dokter Tania terlihat sangat lelah dengan keringatnya yang bercucuran di keningnya dan satu perawat membantu nya untuk mengusap keringat tersebut.


.Maisya yang berada di ruangan pun juga sangat kuatir dan cemas melihat suasana ruangan dia hanya bisa berdoa dan berpasrah ketika melihat keadaan Niken .


Alat medis pun sudah terpasang namun Niken masih belum sadarkan diri ,masa kritisnya masih berlanjut hingga dokter Nadia memutuskan untuk memindahkan Niken ke tempat ICU dengan alat bantu medisnya.


Dokter Tania keluar dari ruangan dengan peluh nya dan raut wajah yang terlihat putus asa. Erik dan yang lain menghadangnya di depan pintu dengan penuh harap mereka langsung berdiri ketika terlihat dokter Tania keluar .


" Bagiamana dokter ? ". tanya Erik penuh harap .


Dokter Tania menghela nafasnya panjang beberapa detik dia terdiam untuk mengatur nafasnya kemudian menghela nafas lagi.


" Maaf tuan Erik kita sudah melakukan yang terbaik namun Nona Niken harus berada di masa kritisnya dan belum sadarkan diri dan saya memutuskan untuk memindahkan keruang ICU untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Kita hanya bisa berdoa dan pasrah semoga diberi keajaiban. Tolong jangan patah semangat dan dukung dia untuk bertahan ". Tutur dokter Tania dengan sedikit kecewa tentang hasil hari ini .


Erik mundur satu langkah sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan dia merasa tubuhnya sudah tidak bisa berdiri dengan baik . Semuanya terasa lemah di sudut matanya pun tidak terasa mengeluarkan cairan putih bening .


Sedangkan Bi Ina yang mendengar dokter Tania lemas dan menjatuhkan dirinya di kursi sambil menutup mulutnya dan tak mampu menahan tangisnya . Nadia pun sama dia tidak mampu menahan dirinya namun dia masih menguasai dirinya dan menenangkan Bi Ina .


Andika yang melihat kejadian itu dari jauh panik dia berpikir aneh - aneh tentang keadaan Niken . Dia mondar-mandir sambil melipat tangannya di perut yang satunya sambil memegang dagunya , kemudian segera meraih ponselnya menelepon pengawal nya menyuruh mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi .


Dari ruangan terdengar roda didorong terlihat sosok Niken yang terbaring tak sadar keluar dari ruangan dengan di ikuti perawat dan juga Maisya yang membantu mendorong . Kemudian Erik ikut mendorong mengikuti langkah mereka menuju ruang ICU .


Bi Ina dan Nadia masih tidak mampu beranjak dari tempat duduk itu mereka masih syok melihat keadaan Niken yang belum sadar .

__ADS_1


Perawat menata ruangan dengan banyak peralatan medis di dalamnya . Erik masih tetap disana dengan setia menunggu Niken sadar dengan memegang tangannya begitu erat .


" Niken kumohon bangunlah , jangan seperti ini Niken ". kata Erik pelan sambil terus memegang tangan Niken dan menciuminya.


Maisya yang melihat keadaaan ini sudah tidak tahan dia bergegas keluar ruangan dan melampiaskan tangisannya di luar ruangan ICU.


Andika yang mengetahui Niken di pindahkan ke tempat ICU mencoba lebih dekat ke ruangan itu di rasa sepi diluar dia berusaha mengintip keadaan di dalam dengan diam-diam dan terlihat Niken yang terbaring belum sadar ditemani Erik yang sangat setia menunggu nya dan beberapa alat medis di sebelahnya.


Hati Andika terasa teriris melihat keadaan ini dan membenci dirinya sendiri yang tidak mampu mendekat lebih dekat dan menunggu Niken didekatnya . Dia merasa menjadi seorang pengecut yang tidak mampu dan tidak berusaha apapun untuk berada disisi Niken dan untuk meminta maaf padanya.


Langkahnya terasa berat saat dia ingin mendekat dan meminta maaf kepada Niken . Dia juga ingin meminta maaf kepada Erik atas kesalahpahaman nya namun dia juga merasa sangat berat dan merasa takut untuk melakukan nya . Langkahnya tersendat-sendat saat dia ingin melakukannya. Terdengar suara langkah kaki menuju ruangan Andika terperanjat dan kemudian segera pergi dari pengintaian nya .


langkah kaki itu ternyata langkah kaki Bi Ina dan Nadia menuju ruangan .Bi Ina mendapati Erik yang masih setia menunggu Niken .


" Erik kamu istirahat dulu makan dulu biarkan kami yang akan menjaga Niken ". Suruh Nadia


" Tidak bi biar saya saja aku masih belum lelah dan lapar biarkan aku menunggu dia disini ". jawab Erik dengan masih tangan nya yang memegang tangan Niken .


" Baiklah tuan , nanti saya akan antar makanan dan keperluan tuan kesini ya ". Bi Ina


" Baik Bi ,makasih ya ".


" Iya tuan". Bi Ina dan Nadia berpamitan kemudian meninggalkan ruangan ICU .


***

__ADS_1


Bi Ijjah langsung menyambut Bi Ina dan Nadia dari rumah sakit dan di cecar banyak pertanyaan.


" Bi Ina bagaimana keadaan non Niken?". tanya bi Ijjah ketika Bi Ina masuk kedalam rumah.


Bi Ina masih terlihat capek dan masih enggan menjawab pertanyaan Bi Ijjah , Bi Ina langsung masuk kedalam rumah dan menenangkan dirinya di kursi ruang tamu . Terlihat wajah lelah kusut dan kecewa dari mereka berdua sedangkan Bi Ijjah masih menunggu jawaban mereka.


" Non Niken masih belum sadar ". jawab Bi Ina .


" Astaghfirullah hal adzim ... semoga segera di beri kesembuhan untuk non Niken. ". Jawab Bi Ijjah sambil menutup mulutnya.


" Baiklah kalian istirahat dulu saya akan menyiapkan makanan dan juga menyiapkan keperluan untuk tuan ". Bi Ijjah kemudian bergegas menuju dapur.


Bi Ina dan Nadia masih terlihat lelah dan memutuskan untuk beristirahat dan selanjutnya berangkat lagi ke rumah sakit.


Suasana di rumah sakit masih seperti tadi dan Erik masih dengan setia duduk di sebelah Niken sambil memegang tangan Niken hingga tak terasa kantuknya mulai tak tertahan hingga dia tertidur di pinggir Niken.


Andika tetap siaga disana ketika sepi pun dia mengintip ruangan dari jendela kaca dan kemudian dia duduk di kursi depan dan berdiri lagi mengintip keruangan begitu seterusnya hingga Erik pun merasa aneh dia terbangun dari tidurnya dan merasa ada orang yang mengintai di jendela.


Dia menoleh ke arah jendela namun tidak mendapatkan sesuatu apapun. Dia kembali ke posisi nya karena kantuknya benar-benar tak mampu dia tahan namun kemudian terlihat sosok lagi mengintai di jendela Erik menoleh lagi namun tidak mendapatkan lagi .


Akhirnya dia merasa penasaran siapa yang mengintainya , dia beranjak dan mendekati jendela dengan berhati-hati namun tidak ada orang dan sekelebat ada sosok berlari dari bawah jendela . Erik langsung keluar dan mengejar sosok itu namun dia tidak mendapatkan apapun dia menebar pandangan nya ke seluruh sudut rumah sakit namun tidak menemukan apa pun.


" Aneh ..? aku melihat seseorang berlari kesini , namun kenapa aku tak melihat apapun disini ? ". Erik bergumam sendiri dan kemudian kembali keruangan ICU .


###

__ADS_1


😁😁SELAMAT MEMBACA OARA READERS😘


__ADS_2