
" Pagi .."Niken menyapa pegawainya dengan senyum lebar .
Para pegawai di toko juga membalas dengan senyuman manis dan sambil menundukkan badan sopan.
"La , tolong bawakan aku berkas-berkas hari ini dan aku ingin tahu perkembangan toko dan penjualan produk ya ". Niken memerintah pegawai kepercayaan nya Lala
"Siap Bu ".
Kemudian Lala masuk kedalam ruangan Niken dengan berkas-berkas ditangannya . Niken memulai memeriksa satu persatu berkas tersebut. Setelah selesai memeriksa Niken memeriksa keadaan di toko di lanjut ke gudang dan ke tempat produksi produk di ikuti oleh Lala di belakang sambil membawa buku catatannya.
Niken terlihat sibuk di sepanjang dia berjalan dia udah berhenti beberapa kali untuk sekedar memeriksa dan memberi arahan ke pegawai . Serta memberi instruksi ke Lala untuk membenahi ini dan itu hingga sudah tidak sempat memikirkan masalah rumah tangganya.
Namun kesibukannya masih belum bisa mengobati luka kehilangan calon baby nya yang dia nantikan , setiap pulang dari toko dia masih melihat baju-baju calon baby nya dan memeluk erat sambil menangis begitu seterusnya hingga beberapa hari sedangkan Andika hingga beberapa hari ini tidak pulang kerumah.
"Bi aku ingin baju-baju ini di buang saja atau berikan kepada orang membutuhkan ". sambil memeluk baju itu untuk terakhir kalinya
"Baik non ". tanpa banyak pertanyaan Bi Ina langsung membenahi baju-baju itu dan membawanya keluar dari kamar.
Niken masih termangu menatap keluar jendela.Dia menatap lekat awan yang berada di langit tanpa sadar menetes air matanya.
"maafkan mama nak ! maafkan mama yang tak mampu mempertahankan mu ".
***
__ADS_1
Aktivitas pagi seperti biasanya, Niken pergi ke toko nya . Sepeti biasa dia sibuk di dalam ruangan membuat desain - desain produknya dan terkadang merangkai bunga dengan Lala .
Tiba-tiba ada pegawainya masuk dengan tergesa .
"ada apa ?". Niken bertanya kepada pegawainya penasaran karena dia seperti orang kebingungan
" Maaf Bu , di depan ada wanita cantik mencari ibu dengan marah-marah agar segera di panggilkan ". jawab pegawai itu sedikit gemetar ketakutan
Niken segera bergegas keluar melihat siapa wanita tersebut.
" Hai Niken , aku kesini cuma mau bilang bahwa suami mu berada di tempatku dan aku ingin kamu segera menceraikan nya ". ternyata wanita itu adalah Cita si wanita licik
" apa ???". dengan tatapan melotot tidak percaya bahwa Cita mengatakan hal yang terang-terangan di depan para pegawai nya
"Iya aku ingin kamu menceraikan dia dan biarkan dia bersamaku !". sambil melipat tangannya diperut penuh arogan
Niken tidak mempedulikan nya dan membalikkan badan menuju ruangan nya lagi .
" Hai tunggu aku bicara padamu " sambil memegang tangan Niken mencegahnya
Niken melepas tangan Cita dengan kasar
" Maaf ya Cita ini adalah rumah tangga ku dan aku tidak ada urusannya dengan mu , paham !". sambil menunjuk jari ke dadanya
__ADS_1
Cita mundur satu langkah karena telunjuk Niken yang menekannya kuat.
" Apa kamu bilang ? bukan urusanku ... hahaha hahaha .. suami mu sudah tidak mencintaimu Niken dan ingat dia menganggap bahwa baby nya kamu yang telah membunuhnya". cita tertawa dengan arogan
Kemudian Niken mengangkat telunjuk nya lagi
" Dengar Cita aku masih ingat siapa yang menjatuhkan ku di depan kantor , dan ingat aku akan mencari buktinya kemudian akan aku sampaikan ke suamiku, hahaha... kamu pasti tau kan bagaimana reaksi nya ". Sambil menunjuk cita dengan telunjuk dan kemudian tertawa dengan sinis
Cita terlihat pucat , ketakutan , namun si wanita licik ini punya banyak cara mengatasi keadaan.
"haha.. haha ...kamu pikir suami mu akan percaya begitu saja Niken kita lihat saja nanti siapa pemenang nya ".
" Baiklah aku akan membuktikan bahwa aku lebih baik dari pada kamu Cita".
"Jadi mau bersaing nih!. Baiklah aku akan menantikan persaingan hebat ini ha..haha...". lagi-lagi dengan tawanya yang arogan
Niken tidak mempedulikan nya dia membalikkan badan dan kembali keruangan .
sedangkan Cita pergi meninggalkan toko Niken .
***
Hai readers selamat membaca 😘
__ADS_1
salam sehat selalu