
" Aku juga masak kesukaan non Niken ". kata Bi Ina sambil membawa makanan kesukaan Niken .
" Terimakasih Bi ". jawab Niken sambil mencicipi masakan tersebut
" Setelah ini bibi gak usah kuatir sama Niken aku akan merawat Niken jadi bibi bisa tenang sekarang ". kata Erik sambil melahap makanan di meja
" Alhamdulillah tuan saya sangat bahagia". Jawab Bi Ina dengan raut wajah yang sangat bahagia.
Hari ini mereka makan bersama Erik pun bermalam di rumah Niken .
***
Rutinitas pagi Niken dia selalu menghirup udara segar di depan rumah sambil bermain ayunan .
" Wah udara disini segar sekali ya apalagi kalau pagi ". Kata Erik sambil menekuk-nekuk tangan dan pinggangnya senam pagi .
" Kamu sudah bangun ? ". tanya Niken sambil menoleh ke arah Erik
" Sudah dong !, oh iya aku sudah mengurus semua kebutuhan kita untuk menikah besok ". sambil tersenyum manis ditujukan kepada Niken yang sedang melongo mendengar perkataan Erik
" Maksud kamu kita akan menikah besok ? ". tanya Niken
" Iya besok kita menikah ".
" Memang tidak terlalu cepat ?, apa kamu sudah memikirkan nya lagi? , menikahi seorang wanita yang sedang sakit keras tidak akan mudah ? apa kamu sudah siap ? ". tanya Niken sedikit ragu dan terkejut dengan niat Erik yang tulus
" sayang ...". Erik sambil tersenyum dan menghampiri Niken
" Sayang ..? sejak kapan kamu memanggil ku sayang ?". Niken tersenyum sinis
" sejak hari ini aku akan memanggil mu sayang ". sambil tersenyum manis lagi di hadapan Niken dan merangkul pundak Niken .
"Hihihi .. kamu ada-ada aja". Niken tersenyum malu dan bahagia mendengar ucapan Erik .
"Kamu juga harus memanggil ku sayang dong karena besok kita akan menikah !".
" Benar nih kita akan menikah besok ? apa kamu benar - benar siap dengan resikonya ? ". Niken masih bertanya karena ragu dengan niat Erik .
" Sudah gak usah tanya lagi yang penting besok kamu bersiap-siap jadi pengantin ku dan besok kita menikah ". Sambil tersenyum dan mencium kening Niken .
__ADS_1
Niken hanya tersenyum mendengar perkataan Erik . Ada rasa bahagia di dalam hatinya karena dia akan menjadi istri orang yang dia cintai dan mencintai dia tulus juga apa adanya , sedangkan disisi lain dia bersedih karena dia takut jika dia tidak bisa bersama nya dan menjadi istri yang baik untuknya .
****
Hari pernikahan pun telah tiba , Erik menyiapkan semuanya dengan baik . Mereka hanya mengundang orang terdekat saja dan juga keluarga dekat untuk menjadi saksi kebahagiaan mereka .
Baju pengantin pun sudah di siapkan oleh Erik dengan warna violet yang indah dihiasi Payet dan juga mutiara yang indah.
" Non Niken cantik sekali non ". kata Bi Ina sambil melihat bayangan Niken di kaca kamar Niken dengan tatapan yang berkaca-kaca penuh haru .
Niken tersenyum mendengar perkataan bi Ina .
" Apa pengantinnya sudah siap ?". kata Nadia ketika masuk kedalam kamar Niken .
" Wah kamu cantik sekali Niken ". kata Nadia ketika melihat Niken sudah siap dengan riasan dan juga baju pengantin nya
Niken lagi - lagi tersenyum mendengar sanjungan mereka .
" Baiklah ayo kita kedepan penghulu dan semuanya sudah siap ! " . ajak Nadia sambil menuntun Niken kedepan , air mata Nadia tidak terasa jatuh karena terharu dengan kisah mereka berdua .
Di depan kamar di sambut oleh Maisya yang membantu menuntun Niken .
Ketika Niken sudah memasuki ruangan depan suasana haru yang terasa . Mereka melihat Niken dengan tatapan yang berkaca-kaca apalagi ketika Niken dan Andika Melakukan prosesi pernikahan dan mengatakan sah .
Banyak saudara dan juga sahabat dekat mereka menitihkan air mata karena terharu akan kisah mereka yang setelah lama berpisah dan kini di satu kan lagi namun dengan keadaan Niken yang sedang sakit parah.
Mereka membicarakan Erik yang begitu tulus dan setia menunggu Niken hingga hari ini . Pengorbanan dia , kasih sayang dia dan segala-galanya yang ada di diri Erik membuat orang kagum .
Mereka semua memberikan selamat kepada kedua mempelai dan tak jarang mereka menangis sambil memeluk mereka berdua karena terharu dengan kisah mereka.
Tak luput juga orang yang dekat dengan niken dan Erik mereka menangis melihat mereka bersanding . Bi Ina , Bi Ijjah,Maisya , Lala ,Nadia dan semua orang terdekat dan juga saudara .
Niken pun juga ikut menangis.
" kenapa kamu menangis sayang ?". tanya Erik dengan senyuman yang sebenarnya menahan perih di hatinya namun dia abaikan karena Erik ingin melihat Niken tersenyum.
" Tidak aku sangat bahagia, terimakasih karena kamu telah menerima ku apa adanya , aku berjanji akan berjuang dan akan menjadi istri yang baik untuk mu ". Jawab Niken lirih sambil mencium punggung tangan Erik .
Kemudian Erik mengelus puncak kepala Niken. " Mulai hari ini janji jangan menangis lagi dan jangan kuatir apa-apa lagi, andalkan aku saja ya !".
__ADS_1
" Baik bos ". jawab Niken sambil mengangkat tangan nya memberi hormat .
Pesta pernikahan mereka sederhana namun sangat terkesan , terlihat lampu terang menerangi halaman rumah Niken dan dipenuhi oleh sahabat dan keluarga dekat mereka .
Andika hanya mampu menatap acara tersebut dari luar halaman. Dia tak mampu untuk melangkah kan kakinya masuk kedalam hati nya terasa berat dan tak terasa air matanya jatuh.
" Niken maafkan aku Niken ! aku tak mampu menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab ". kata Andika lirih sambil mengusap matanya yang di basahi oleh air matanya.
Kemudian dia masuk kedalam mobil dan menyuruh pengawal nya untuk meninggalkan tempat ini .
"Kita pergi , dan tetap cari informasi tentang Niken!". perintah Andika
" Baik tuan ". jawab pengawal nya .
Andika pergi dengan memendam penyesalan yang tak kunjung usai , di perjalanan dia hanya mampu menatap ke luar jendela mobil dengan perasaannya yang hancur. Dan tak terasa air matanya jatuh dan tak mampu dia tahan dia sudah tidak perduli walaupun pengawal nya melihat dia menangis . Karena dia tidak tahu harus bagaimana dan melampiaskan kepedihan nya kepada siapa .
Sejak Andika mengetahui penyakit Niken dia sedikit berubah dia menjadi orang yang lebih sabar dan tidak sewenang-wenang . Dulu jika dia sedih atau marah dia akan melampiaskan kepada pengawal nya namun sekarang dia lebih banyak menahan dan terdiam .
" Maaf tuan kita kemana ? ". tanya pengawal Andika
"Antar aku kerumah Niken yang lama aku ingin menginap di sana ".
" Baik tuan ".
Dan tanpa ragu pengawalnya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Setelah sampai di rumah Niken Andika masuk kedalam rumah yang dulu dia tinggali dengan Niken namun sekarang sudah menjadi kenangan . Andika menatap foto pernikahan mereka berdua yang terpajang di ruang tamu dia menatap nya dengan uraian air matanya dan mengelus wajah Niken yang di foto .
" Niken aku sungguh menyesal , hukumlah agar aku bisa tenang Niken !". kata Andika sedikit keras sambil terus mengusap foto Niken dengan berurai air mata.
***
Bersambung
hai reader selamat membaca dan ikuti terus melanjutkan 😘😘
Pasti penasaran dong apakah Niken. bisa sembuh dan bisa bahagia dengan Erik ??
Xixixi makanya terus ikutin kelanjutannya dan kasih komentar dukungan ya biar author semakin semangat up nya 💪💪
__ADS_1