
" Baiklah aku akan membuka oksigennya sayang sebentar ya ". kata Erik sambil mengusap puncak kepalanya dan mengusap wajah Niken dengan lembut...
Erik membuka oksigen yang menutupi mulut Niken . Mulut Niken pelan mengatakan sesuatu namun sangat pelan hingga Erik tak mendengar nya .
" Maaf sayang aku tidak mendengar nya ". kata Erik dan mendekatkan telinganya lebih dekat ke bibir Niken .
Niken terlihat sangat berusaha keras untuk mengatakan itu hingga sampai terdengar di telinga Erik .
Dan lirih terdengar Niken mengatakan " terimakasih". Niken sambil memegang tangan Erik erat dan tangan satunya mengelus puncak kepala Erik.
Erik terharu mendengar kan kata -kata itu hingga dia berurai air mata menatap Niken dan mengelus puncak kepala Niken , terlihat di sudut mata Niken mengalir air mata Niken , Erik mengusap lembut air mata yang mengalir di sudut mata Niken .
Perlahan Niken mulai melemah dan perlahan genggaman tangan Niken melepas dengan sedikit dan sentuhan tangan Niken di puncak kepala Erik merosot sedikit demi sedikit hingga terjatuh di ranjang ber sprei putih . Mata Niken mulai terpejam sedikit demi sedikit ,suara alat medis berbunyi ( maaf author tidak mengerti soal alat medis jadi kita sebut saja alat medis ya π)
Tut...Tut...Tut...
Erik panik dia meraih wajah Niken dan mengguncangkan nya .
." Sayang ...sayang...sayang ...". kata Erik panik dengan berurai air mata
Namun Niken tidak bereaksi sama sekali dia masih setia dengan diam dan lemahnya .Erik semakin panik mendapati keadaan Niken yng seperti itu .
". Niken ..Niken ..." Erik mengguncangkan tubuh Niken sedikit keras sambil berteriak.
Erik semakin panik karena Niken masih tidak. bereaksi sama sekali .
" Dokter . .. dokter ... ". Teriak Erik sambil memeluk tubuh Niken yang sudah melemas .
Maisya ,Nadia dan Bi Ina yang mendengarkan itu tersentak ,kemudian Maisya dan Bi Ina berlari keruangan mengecek keadaan, sedangkan Nadia langsung berlari keruangan dokter Tania .
" Dokter Tania tolong segera ke ruang ICU sekarang ! ". Kata Nadia panik tanpa permisi dia langsung masuk saja keruangan dokter Tania karena paniknya .
__ADS_1
Dokter Tania terkejut dan segera mengenakan baju dinas nya dan mengambil beberapa peralatan dan bergegas ke ruang ICU.
Sementara Maisya dan Bi Ina syok melihat Niken yang lemah dan suara alat medis yang begitu kencang di ruangan itu. Maisya langsung mengecek denyut nadi dan juga alat medis terlihat dua perawat masuk kedalam ruangan dengan tergesa karena mendengar teriakkan Erik .
Erik terlihat syok dia masih berada di sisi Niken sambil memegang tangan Niken dengan air mata yang memenuhi wajahnya .
Dokter Tania berlari kecil menuju ruangan di ikuti oleh Nadia .
" Tolong beri kami ruangan ". kata dokter Tania menatap mereka semua Yang ada di ruangan kecuali perawat dan Maisya.
Kemudian Bi Ina , Erik dan Nadia keluar dari ruangan . Erik masih syok dia duduk di kursi sambil menundukkan kepalanya, dia terlihat sangat sedih dengan berurai air mata . Nadia yang melihat Erik bersedih menenangkan nya dengan mengelus punggung Erik .
Andika juga mendengar teriakkan itu tadi dia juga panik namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.Dia hanya mampu menatap kejadian itu dari jauh dan terlihat sangat cemas.
Sudah hampir 10 menit dokter Tania dan perawat ada didalam ruangan mereka terlihat sibuk dan tegang dengan keadaan Niken . Hingga akhirnya sudah tidak ada harapan lagi Niken benar - benar tidak bisa tertolong , dokter Tania sudah berusaha sekuat tenaga namun Tuhan sudah berkehendak lain .
dokter Tania keluar dengan raut wajah yang sangat sedih hingga dia tak mampu melangkahkan kaki nya meghadapi keluarga pasien adalah hal yang paling sulit bagi dokter Tania.
Dokter Tania langsung disambut oleh Erik , Nadia dan juga bi Ina " bagiamana dokter ?".
Dia mencoba dengan sangat berat menatap wajah mereka " maaf aku tidak bisa menyelamatkan nya , kuharap kalian semua bisa tabah dan menerima semuanya dengan sabar dan lapang dada". kata dokter Tania dengan berat .
" Maksud dokter ..?". jawab Erik sambil menggelengkan kepalanya
" Tidak ..tidak dokter ..". Erik menangis sambil menerobos masuk kedalam ruangan Meraih tubuh Niken dan memeluknya dengan erat
" Niken tolong bangun ...jangan tinggalkan aku .!" teriak Erik sambil memeluk tubuh Niken.
Maisya ,Nadia dan semua yang berada di ruangan sangat sedih melihat keadaan ini hingga mereka ikut meneteskan air mata .
Bi Ina terlihat syok hingga dia terjatuh kelantai . Dan langsung ditangkap perawat yang lain dan membopongnya keruangan lain . Nadia segera menghampiri Erik dan menenangkannya.
__ADS_1
" Sabar rik... ikhlaskan Rik agar dia tenang". kata Nadia sambil mengelus rambut Erik .
" Nadia ... Niken Nadia ..". Erik menangis sambil memeluk Nadia .
Andika yang mendengar kabar duka itu langsung syok dia berlari hingga dia tidak perduli orang disekitar dia berlari meninggalkan rumah sakit dan menuju mobilnya di dalam mobil dia melampiaskan kepedihannya dengan menumpahkan semua air matanya.
Suasana duka menyelimuti ruangan ini dan sesuai permintaan Niken dia ingin mendonorkan jantungnya kepada yang membutuhkan yaitu Maisya .Dia berharap dengan kepergiannya dia menjadi berguna bagi orang lain bisa membuat orang lain menemukan hidupnya kembali .
Erik dan juga yang lain mau tidak mau harus merelakannya karena itu adalah permintaan terakhir Niken.
####
bersambung
π₯Ίπ₯Ίπ₯Ίsedih banget ya , maaf ya jika author membuat Niken meninggal karena sesuai dengan judul ya readers terbayang kenangan mantan jadi harus ada salah satu peran utama harus meninggal . Sedangkan peran utama yang satunya harus mengenang kenangan nya dan hidup dalam bayang -bayang mantanππ
Tapi masih belum End ya para readers tercinta ikutin terus kelanjutan nya ,pasti penasaran dong bagaimana dengan kehidupan Erik dan Andika selanjutnya ??
makanya jangan sampai kelewatan ya untuk up berikutnya ππ
Oh iya sedikit cerita tentang kenapa author memilih penyakit kanker darah , karena author ingin memberi semangat kepada penderita kanker darah jangan putus asa lakukan yang terbaik dalam hidup dan lakukan hal yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain .
Setidaknya kita bisa di kenang orang dengan amal baik kita kepada semua orang .Bukan hal yang buruk yang ada didalam diri kita . jangan lupa tetap berdoa dan beribadah karena keajaiban Tuhan akan datang di manapun sesuai keinginan-Nya.
Dan sedikit cerita dua bulan lalu keluargaku tepatnya pamanku baru saja meninggal karena kanker darah , namun dia tetap menjadi orang yang tegar tidak pernah mengeluh dan melakukan aktifitas nya sebagai kepala rumah tangga sebagai tanggung jawabnya hingga detik terakhir.
Jadi untuk para penderita kanker darah semangat ya jangan menyerah πͺπͺ
salam sehat selalu dari author π
peluk hangat untuk para readers setia dan tercinta ππ
__ADS_1
ketemu lagi di episode selanjutnya ya ππ
jangan sampai ketinggalan ya , tunggu in author up ya heheheheπππ€ͺ