
" sedang apa dia disini ? ". kata Erik pelan penuh penasaran sambil matanya menatap ke arah Andika .
" Saya dengar tuan Andika sudah jarang bergelut dengan bisnisnya tuan , Asistennya dan managernya yang sering mengatur bisnisnya tuan ". sahut Asisten Erik .
Apakah dia jadi perawat dirumah sakit ini ? atau ..?
pikir Erik bertanya -tanya
" Benarkah ? ". jawab Erik
" Benar tuan ".
Erik terdiam mendengar jawaban Asistennya dia masih bertanya tentang Andika yang berpakaian perawat tadi . Kemudian dia teringat bahwa dia mendapat donasi dari seseorang dan diatas namakan Niken ,Erik penasaran siapa yang telah berdonasi dengan nominal yang sangat besar tersebut.
" Oh iya apa kamu bisa mencari tahu siapa yang telah berdonasi ke yayasan ku dengan nominal yang lumayan sangat besar dan diatas namakan Niken ? , tolong Carikan informasi nya untuk ku ! ". perintah Erik kepada asisten nya .
" Baik tuan ". jawab asistennya Erik sambil menatap Erik dari spion depan .
Didalam perjalanan Erik hanya terdiam dia masih memikirkan soal Andika yang menjadi perawat dan seseorang yang berdonasi atas nama Niken , dua hal itu membuat Erik terlihat serius.
Sesampai di kantor Erik segera mengikuti rapat dengan dewan pemegang saham . Di ruangan rapat nampak begitu tegang dan Erik mengikuti rapat dengan serius hingga akhirnya rapat usai Erik menuju ruangannya. Dia mengecek beberapa pekerjaan di komputernya dia merasa asing dengan ruangan ini walaupun interiornya sama dan tidak ada yang berubah namun dia merasa asing karena sudah lama dia tidak ke kantor nya .
Erik menginap beberapa hari di sini dan hari ini setelah dia kekantor dan mengecek beberapa pekerjaan dia berniat untuk mengunjungi rumah Niken di kota.
Sesampai dirumah Niken ,Erik masih termangu menatap rumah ini masih sama seperti dulu dan masih terawat dengan bersih tapi dia merasa bingung siapa yang merawat rumah ini karena Niken tidak menyuruh orang untuk merawat rumah ini .
Apakah Andika yang merawat rumah ini ? atau kah Niken menyuruh orang lain tanpa sepengetahuan ku ?
Pikir Erik masih termangu menatap rumah Niken. Ketika langkah kaki Erik melangkah menuju rumah ini , ponselnya berdering dia mengambil ponsel dari sakunya kemudian mengusap layarnya untuk menerima telepon.
📞 Tuan saya sudah mendapatkan informasi tentang donasi itu : kata asisten Erik dalam telepon
__ADS_1
📞Ok ,bagus. Aku akan segera kesana : jawab Erik kemudian menutup telepon.
Erik membalik kan badannya dan tidak jadi masuk kedalam rumah Niken dia segera memegang kemudinya dan pergi menghampiri asistennya yang masih berada dikantor.
Erik melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tidak sampai tiga puluh menit dia sudah sampai di kantor nya . kemudian dia segera menuju ruangannya . Di ruangan Erik sudah ditunggu oleh Asistennya yang duduk di sofa .
" Baiklah siapa orangnya ? ". tanya Erik tidak sabar ketika dia masuk ke dalam ruangan .
" Dia adalah tuan Andika , tuan ". jawab asistennya sambil menyodorkan beberapa bukti dan juga memperlihatkan laptopnya yang berisikan berkas tentang Andika .
" Andika ?". Kata Erik merasa terkejut
" Iya benar tuan , yang mendonasi kan uang tersebut adalah tuan Andika dia menjual beberapa asetnya untuk berdonasi dan dia juga menjadi relawan di rumah sakit Nona Niken meninggal tuan ". Kata asistennya sambil menjelaskan beberapa berkas penjualan aset Andika.
Erik terdiam dia masih berpikir lagi terlihat bola matanya yang naik keatas kemudian tangannya yang menyentuh bibir dan juga keningnya mengisyaratkan dia benar - benar tidak mengerti yang sebenarnya di rencanakan oleh Andika .
Apa benar itu Andika ? jika itu benar kenapa dia tidak pernah menjenguk Niken apalagi datang saat dia meninggal , dia seperti orang yang tidak perduli dengan keadaan Niken . Apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh Andika ?
Pikir Erik . Dia masih mengamati berkas - berkas yang di perlihatkan oleh Asistennya dan mencoba berpikir mencari sebuah jawaban . Kemudian dia putus asa dengan pikirannya karena dia tidak menemukan jawaban yang tepat hingga Erik memutuskan untuk ke rumah sakit dimana dia bertemu dengan Andika dan juga tempat dimana Niken meninggal .
"Rumah sakit mana tuan ?". tanya asistennya masih belum paham apa yang dimaksud dengan Erik .
" Rumah sakit dokter Tania , rumah sakit dimana Niken meninggal ".
" Sekarang tuan ? ". tanya asistennya masih belum paham dengan keinginan Erik karena dia pikir Erik masih akan menginap beberapa hari lagi disini karena sudah sekian lama dia tidak berada disini .
" Iya sekarang , kamu pikir tahun depan! ". jawab Erik sedikit ketus
" Baik tuan " jawab asistennya sedikit takut dan menundukkan kepalanya.Kemudian dia beranjak dari ruangan menuju tempat parkir untuk mengambil mobilnya.
Asisten nya memarkir mobilnya di depan lobi kantor terlihat Erik sudah menunggu disana. sesegera mungkin Asistennya membuka kan pintu untuk tuannya .
__ADS_1
cepat ..cepat... daripada kena semprot lagi
Batin Asistennya karena. dia tidak ingin di marahi lagi sama Erik.
" Silahkan tuan ". Asisten Erik membuka pintu mobil dan mempersilahkan masuk .
Erik masih terlihat serius dan tak mengatakan apapun dan sesegera mungkin dia masuk kedalam mobil .Setelah Erik masuk asistennya segera mungkin menutupnya dan berlari kecil menuju kemudinya dan melajukan mobilnya sesuai tujuan Erik .
Diperjalanan terlihat wajah Erik yang masih serius dia tidak berkata sepatah kata pun dia lebih senang menatap keluar jendela mobil .
Asistennya sedikit tegang berkali - kali dia melirik kaca spion depan melihat wajah Erik yang sedang cemas dan serius .
Setelah beberapa jam berkendara akhirnya mereka sampai di depan rumah sakit tujuannya , Erik segera turun tanpa menunggu asistennya membukakan pintu. Dia terlihat tergesa - gesa dan berjalan sedikit cepat menuju ruangan dokter Tania .
Di perjalanan dia melirik ke seluruh penjuru rumah sakit siapa tahu dia menemukan seseorang yang di carinya , namun hasilnya nol besar dia tidak menemukan sosok yang dia cari ,hingga membuat Erik mempercepat langkahnya menuju ruangan Dokter Tania .
Sesampainya di depan ruangan dokter Tania Andika harus menunggu beberapa menit karena masih ada pasien yang sedang di periksa. Dengan kecemasan dan rasa penasaran nya Erik sabar menunggu hingga tiba waktunya dia masuk kedalam ruangan .
" silahkan masuk ". kata dokter Tania .
" Iya dokter ". jawab Erik sambil duduk di tempat yang disediakan..
" Anda tuan ?, mohon maaf ada keperluan apa ya tuan datang kemari ? apa tuan sedang sakit ?. Tanya dokter Tania heran karena tiba - tiba saja Erik datang tanpa memberi kabar dulu karena biasanya kalau dia sedang sakit atau yang lain sakit dia tinggal mengabari dokter Tania saja .
" Tidak dokter , saya hanya ingin menanyakan sesuatu kepada dokter ". Erik
" Baiklah tuan, silahkan ". Dokter Tania .
"Apakah di rumah sakit ini ada perawat yang bernama Andika ?". tanya Erik sedikit serius pandangannya tajam dahinya mengernyit menunggu jawaban .
" Andika.. Andika ". Dokter Tania mengernyitkan dahinya bola mata hitamnya berada diatas mengingat sesuatu.
__ADS_1
####
bersambung