
Niken tidak bisa tidur hingga menjelang pagi.
Panas nya cuaca dan terangnya cahaya membuat dia terbangun dari tidurnya yang baru saja tertidur setelah malam tadi dia tidak bisa tidur bergulat dengan pikirannya yang tidak karuan.
Niken meraba-raba dimana tempat suaminya tertidur namun dia tak menemukan tubuh itu, dia terus meraba di sekitar dan tidak menemukan juga dia mencoba membuka matanya walaupun sangat berat perlahan dia membuka namun yang dia temukan adalah bantal guling dan selimut kemudian dia bergegas bangun dan melihat sekitar dia pun tidak menemukan suaminya. Kemudian dia meraih ponselnya melihat layar ponsel dan tenyata jam menunjukkan jam 10 pagi.
Niken teringat aroma yang di cium nya di tubuh suaminya yang bukan miliknya ataupun milik suaminya dia bergegas menuju kamar mandi mencari baju yang dipakai suaminya namun dia tidak menemukan nya. Dia mencari disudut kamar mandi namun tidak menemukan
tok..tok... tok
suara pintu kamar di ketuk, kemudian Niken bergegas membuka pintu.
"Oh Bi Ina ,"
" Iya Nona mau ngasih ini tadi tuan menitip kan ke saya karena Nona masih tidur ," sambil menyerahkan bungkusan plastik besar
" Apa ini Bi?". Niken sambil membuka bungkusan besar itu tenyata bungkusan itu berupa barang-barang keperluan ibu hamil seperti susu , vitamin dll. Niken menatap dengan sayu dia terharu melihat bungkusan ini ternyata suaminya masih peduli padanya hingga dia melupakan gigitan nyamuk tadi malam di leher suaminya. Niken memang wanita yang polos ,baik dan setia, diberi perhatian sedikit saja dia akan luluh apalagi suaminya yang memberikan karena Niken selalu ingat pesan orangtuanya untuk berbakti kepada suaminya .
" Apa tadi suamiku sarapan Bi?,"
"Tidak non, tuan langsung berangkat kerja setelah menitipkan bungkusan ini dan bajunya untuk di cuci".
__ADS_1
"baju?" . Niken teringat lagi tentang aroma yang dicium nya tadi malam
" mana bajunya Bi? ". sambil berjalan menuju dapur mencari baju itu..
" Ini non, belum bibi cuci". sambil mengambil baju itu
Niken langsung mengambil nya dan mencium aroma di baju itu . " Benar aroma ini bukan milik ku atau milik suamiku ".
"Bi tolong bantu aku menyiapkan makan siang buat suami ku ya aku mau antar makan siang ke kantor suamiku ". perintah Niken , dia ingin mencari tahu kegiatan suaminya saat dikantor apa benar dia sibuk atau ???..
***
Sesampai kantor Niken langsung masuk saja keruang suaminya namun tiba-tiba sekretaris nya melarang.
" Siapa tamunya , ini kan waktu makan siang ?".
Andika yang mendengar keributan itu terkejut dan mendorong Cita yang sedang duduk dipangkuan nya dan sedang mencicipi buah ceri merah segar milik Andika .
bruk ...
Cita terjatuh "auw...". sambil memegang lututnya kesakitan
__ADS_1
Andika segera membenahi bajunya dan rambutnya kemudian membuka pintu . sedangkan Cita segera bangkit dari lantai membenahi kancing bajunya yang tadi terbuka dan diremas oleh Andika .
klek...
bunyi pintu dibuka Niken yang sedang mengobrol dengan sekretaris langsung menoleh ke arah pintu.
" Sa..Sayang, kenapa ada disini ?". Andika dengan suara agak gugup
"Mas, aku kesini cuma mau ngantar makan siang mas karena tadi pagi kamu tidak sarapan dirumah ". sambil tersenyum manja dan mencium tangan Andika
"makasih sayang ". sambil mencium kening Niken
" tidak biasanya kamu ke kantor aku jadi terkejut " . Andika sambil membuka pintu mempersilahkan Niken masuk .
"Iya mas dari tadi tidak sabar ingin ketemu mas,mungkin baby nya yang pengen ketemu mas ". sambil mengusap-usap perutnya .
Andika tersenyum dan ikut mengusap perut Niken.
Cita sudah duduk di sofa ruangan Andika dengan rambut sedikit berantakan karena dia lupa membenahi nya . Niken terkejut melihat Cita berada disana dengan rambut yang sedikit berantakan hingga memunculkan pikiran curiga Niken .
"kamu disini ? , " Niken dengan tatapan tajam penuh curiga memandang Cita
__ADS_1
" Iya kenapa? aku lagi membicarakan bisnis dengan Andika". jawaban Cita yang sinis namun matanya penuh dengan ketakutan .