Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Erik tahu semua


__ADS_3

Niken nanti siang bisa kita bertemu di cafe J bersama temanku yang akan ber investasi di tempat mu.


Apa aku jemput atau kamu berangkat sendiri ?


#Erik mengirim pesan singkat kepada Niken


Baik


Aku berangkat sama Lala dan diantar pak Kadir


#Niken membalas pesan singkat Erik


ok aku tunggu


#Erik


Niken dan Lala berangkat diantar pak Kadir ke cafe tersebut. Disana dia bertemu dengan Erik dan rekannya Albert .Dia adalah pebisnis muda bergerak di furniture dan properti.


"Hai saya Niken dan ini asisten saya Lala ". Niken memperkenalkan diri .


"Ok , saya Albert . Senang bertemu dengan kalian ". Albert juga memperkenalkan diri.


Mereka membicarakan tentang bisnis mereka dengan serius mulai dari kelebihan dan kelemahannya hingga keuntungan yang di dapat masing-masing.


Tak terasa mereka berbincang sudah hampir 4 jam .

__ADS_1


"Ok ,terimakasih . semoga kerjasama kita bisa sukses dan bisa berlanjut kedepannya". Albert sambil berjabat tangan dengan Niken setelah menandatangani beberapa berkas kerjasama mereka.


"Baik , sama-sama." Niken sambil menjabat tangannya juga.


"Kalau begitu saya pamit dulu karena masih ada acara lain ". Albert berpamitan dengan sopan menundukkan badan kemudian bersalaman dengan Erik juga.


Tinggal mereka bertiga berada di cafe itu Lala merasa canggung hingga dia berpamitan dulu


" Bu saya pulang dulu ya , untuk di toko biar saya urus ibu dan pak Erik silahkan lanjut untuk ngobrol " Lala berpamitan kepada mereka berdua seakan dia tahu bahwa mereka butuh ngobrol berdua .


" Tunggu ,La!". Niken


Namun Lala tidak menghiraukan Niken dan segera bergegas meninggalkan mereka .


"kamu baik-baik saja ? ". tanya Erik karena melihat kaki Niken gemetar dan wajahnya yang gelisah tangan nya yang tidak bisa diam memainkan apa saja yang dia sentuh


"Hehehe... baik, aku baik kok ". sedikit gugup


Erik tersenyum melihat kelakuan Niken .


"Baiklah apa kita perlu jalan-jalan agar kamu bisa rileks?".


" Oh... hehehe... tidak perlu aku sudah rileks kok ". mencoba menguasai diri dan mencoba tenang


Erik tersenyum lagi melihat salah tingkah wanita di depannya.

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu sudah rileks,boleh aku bertanya sesuatu" . Erik sedikit serius


"Boleh.. ". sambil tersenyum dan mengambil segelas minuman didepannya


"Apa kita dituduh berselingkuh ? ". Erik menatap Niken serius dan tidak basa-basi lagi .


Niken yang mendengar itu tersedak dia berpikir bagaimana dia tahu bahwa suaminya menuduh mereka berselingkuh sedangkan dia tidak pernah bercerita dan Niken pun masih belum mengetahui kejadian di rumah sakit saat Erik dan Andika baku hantam.


uhuk..uhuk... uhuk


Erik langsung mengambil kan segelas air putih dan tisu. kemudian mengelus punggung Niken berlahan .


" Maaf , tidak sengaja ". Niken sedikit malu dengan pipinya yang memerah


Erik hanya tersenyum melihat tingkah Niken lagi. Erik benar-benar tenang dan sabar menghadapi Niken .


"Bagaimana kamu tahu kalau suamiku menuduh kita berselingkuh ? , bukan itu saja dia menuduh kita bersekongkol menggugurkan kandungan ku ". Niken mulai sedikit terbuka setelah sekian lama dia diam tidak ada yang di ajak bicara tentang masalah ini .


" Aku tahu semua ". Erik tersenyum lagi


" Dari mana kamu tahu ?. Apa kamu tahu juga kalau Cita dan suamiku berhubungan?." Niken sedikit serius mengerutkan kedua alisnya penasaran siapa yang memberitahunya


apakah Nadia ? ah bukan ? Nadia tidak tahu kalau suamiku menuduhku berselingkuh dan bersekongkol dengan Erik. kalo hubungan suami ku dengan Cita jelas dari Nadia karena dia yang mencari bukti . lalu siapa yang memberitahu Erik apa wanita licik itu ?


pikiran Niken bertanya-tanya siapa yang telah memberi tahu Erik begitu dalam tentang rumah tangganya.

__ADS_1


__ADS_2