
Hari-hari Niken dilalui nya dengan bahagia semenjak menikah dengan Erik. Mereka berdua bersama - sama membantu Maisya merawat anak - anak panti asuhan.
" Dokter bagaimana keadaan istriku ? ". tanya erik saat mengantar Niken untuk kontrol.
" Maaf tuan setiap hari keadaan nona Niken semakin memburuk dan kami masih belum menemukan sumsum tulang yang cocok untuknya ". jawab dokter Tania sedikit kecewa dengan hasil pemeriksaan.
" Apa tidak ada cara lain dokter ? apa saya harus membawa keluar negeri untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik ? Atau aku harus bagaimana ? tolong berikan yang terbaik buat Niken dokter jangan kuatir kan biayanya aku akan melakukan apapun demi istri saya ". Erik sambil melipat tangan nya ke depan memohon pertolongan kepada dokter Tania
" Maaf tuan kondisi Nona Niken tidak memungkinkan untuk perjalanan jauh apalagi ke luar negeri , saya sudah usahakan ke seluruh rumah sakit nasional bahkan kami mengajukan ke beberapa rumah sakit internasional namun masih belum ada hasil yang memuaskan .Saya kira kita harus berpasrah diri , berdoa dan berusaha semoga ada ke ajaiban untuk Nona Niken ". Jawab dokter Tania mencoba menenangkan Erik .
Erik terdiam mendengar perkataan dokter Tania dia merasa putus asa namun dia tetap berusaha untuk kesembuhan Niken ,mulai dari obat kimia,herbal dan pengobatan alternatif dia mencoba nya demi melihat Niken sembuh kembali.
Erik melangkah kan kakinya dengan berat dan malas meninggalkan ruangan dokter Tania hampir dia merasa putus asa. Ada sosok yang berlari menghampiri nya, ketika Erik keluar dari ruangan dan berjalan pelan di lorong rumah sakit .
" Sayang aku sudah selesai terapinya kita pulang ya ". ajak Niken sambil melingkarkan tangannya di lengan .
" Baiklah". Sambil tersenyum kepada niken namun hatinya sangat galau karena dia tidak ingin kehilangan orang yang di cintainya.
Dia menatap Niken nanar penuh dengan kepedihan dia melihat tubuh Niken yang dulu segar kini mulai sedikit kurus karena penyakit yang dideritanya. Erik benar -benar merasa sedih dan kasihan melihat keadaan Niken . Namun rasa cinta nya membuat Niken bertahan hingga dia mampu bertahan hingga saat ini .
" Non Niken sudah pulang?". tanya bi Ina saat Niken dan Erik masuk kedalam rumah.
" Iya Bi .. capek .. pingin istirahat. Oh iya baju pengantin ku yang kemaren bibi simpan dimana ya ?". Tanya Niken
" Ada non di lemari , memang buat apa? ". jawab Bi Ina heran
" Tidak ada bi cuma ingin pake aja". jawab Niken sambil menuju kamarnya dan terlihat raut wajah nya yang lelah seperti terlihat Niken kurang sehat tidak seperti biasanya.
Bi Ina melihat Niken dari belakang dengan heran dan sedikit kuatir karena keadaannya yang terlihat kurang sehat .
" Tuan bagiamana keadaan non Niken ?". Tanya Bi Ina kepada Erik
Erik sedikit lemas menjawabnya kemudian dia duduk diruang tamu " Kata dokter masih belum menemukan sumsum tulang yang cocok bi ".
" Oalah .. kasihan non Niken semoga cepat mendapatkan sumsum tulang dan bisa sembuh ". bi Ina sambil mengusap wajah nya.
__ADS_1
" Mau minum apa tuan ? ". tanya Bi Ina
" Air putih yang dingin ya Bi ". jawab Erik
" Baik tuan ".
" Bi tunggu , siapkan minuman dan makanan kesukaan niken ya aku ingin menyiapkan makan malam di halaman nanti malam dan minta tolong sama pak Imam untuk menyiapkan di depan ya Bi ".
" Baik tuan ". jawab Bi Ina kemudian undur diri ke dapur.
***
Malam yang indah Erik menyiapkan makan malam di halaman di temani dengan terang cahaya bulan dan bintang suasana romantis tambah lengkap dengan lampu-lampu yang di pasang pak imam dan juga lilin di meja makan.
Erik ingin Niken bahagia dan menambah semangat nya untuk terus bertahan walaupun penyakitnya sedikit demi sedikit telah menggerogoti tubuhnya.
Niken memakai baju pengantin yang di pakai saat menikah dengan Erik dengan riasan yang sederhana namun tetap cantik . Erik melongo ketika Niken keluar dari rumah dan menuju tempat makan .
" Kamu masih cantik seperti yang dulu Niken ". gumam Erik pelan mengagumi wanita yang dia cintai
"Sayang apa kamu senang malam ini ?". tanya Erik dengan senyum lembutnya
" Tentu saja aku senang , wanita mana yang tidak akan senang dan bahagia bersama laki-laki yang romantis,perhatian ,pengertian seperti kamu ". jawab Niken dengan senyuman yang paling manis
" Yang benar sayang ?". Erik menggoda Niken
" Benar dong , ayo kita makan masakan Bi Ina pasti lezat sekali ". Niken sambil melahap makanan yang di hidangkan di meja .
Niken mencicipi makanan satu persatu dengan lahap
"Pelan-pelan nanti kamu tersedak ". kata Erik sambil menatap Niken yang melahap makanannya
" Hihihi.. Masakan ini enak sih , aku sendiri gak tahu kapan lagi bisa makan makanan ini ". Niken tidak menatap Erik tapi dia masih tetap melahap makanan itu .
" kamu bisa makan setiap hari sayang , Bi Ina akan aku suruh masak masakan kesukaan mu tiap hari sayang ". sambil mengambil tisu membersihkan sisa makanan yang blepotan di bibir Niken.
__ADS_1
Erik benar - benar merasa sedih melihat Niken bertingkah seperti itu.
" Habis makan temani aku main ayunan ya aku ingin main ayunan di temani bintang-bintang ". kata Niken sambil melahap makanan nya tanpa menatap Erik
" Baiklah sayang ".
Setelah selesai makan Niken langsung menuju ayunan nya .
" Sayang sini dorong aku !". ajak Niken sambil melambaikan tangan nya .
" Oke sayang ". dengan tersenyum dia datang menghampiri Niken dan mendorong ayunan itu dengan pelan .
" Malam ini aku sungguh bahagia ". kata Niken sambil menghirup udara malam dan menatap bintang-bintang di langit.
" Sayang sini duduk di sampingku ". ajak Niken sambil memegang tangan Erik .
Erik mengikuti keinginan Niken dan duduk disampingnya. Niken menaruh kepala di pundak Erik sambil tersenyum dan menatap langit .
" Sayang terimakasih ya atas semua perhatian mu , kasih sayangmu dan cinta tulus mu kepadaku. " kata Niken sambil melingkarkan tangannya di lengan Erik .
Hembusan malam menyibak rambut Niken dan berhembus sepoi-sepoi di tubuh Erik.
Erik tidak menjawab perkataan Niken namun dia memegang tangan Niken yang melingkar di lengannya dengan erat .
" Sayang jika nanti aku tidak ada aku boleh meminta sesuatu padamu ?". Sambil menoleh ke arah Erik
" jangan bilang seperti itu aku yakin kamu pasti sembuh , dokter Tania dan aku sudah mengusahakan yang terbaik untukmu , jadi kumohon jangan katakan itu lagi di hadapan ku ". sambil meraih wajah Niken dan mengusapnya
Niken tersenyum dan melepaskan tangan Erik yang mengusap wajahnya.
" Sayang aku tidak akan pernah kuatir jika kamu ada di dekatku dan aku tidak akan menyesal bersamamu ,aku tidak pernah takut menghadapi semuanya karena kamu ada di samping ku ". Jawab Niken sambil menatap bintang-bintang dilangit.
###
bersambung
__ADS_1