
Niken sangat marah mendengarkan kata-kata mereka berdua . Niken masih duduk di kursi dengan nafasnya yang tidak beraturan tangan nya mengepal menahan amarah matanya merah ingin membakar semua orang yang dia lihat.
Dasar brengsek mereka benar-benar tidak tahu malu mereka datang cuma ingin menghina ku lihat saja kalian akan membayar semua hinaan ini , brengsek ...
Niken berbicara sendiri dengan penuh amarah , dengan nafasnya yang tidak beraturan . Dia melempar rangkaian bunga yang dibawa Andika .
Dia mondar-mandir memikirkan cara untuk membalas semua penghinaan ini pikirannya kalut hatinya pun tak tenang jiwanya sudah di penuhi amarah dan dendam.
kemudian dia keluar dari ruangan sikap nya sudah tidak terkontrol. Dia tidak memperdulikan pegawai yang menyapanya tatapannya tajam penuh amarah . Dia berjalan-jalan di area produksi ketika ada pegawai yang sedang melakukan kesalahan Niken langsung marah-marah tidak terkontrol.
Niken berubah menjadi monster kejam para pegawainya tidak berani mendekati nya .
" La kenapa dengan ibu Niken sikapnya berubah ?". sekretaris Niken berbisik-bisik membicarakan Niken.
" Entahlah aku juga tidak tahu ". Lala menjawab dengan sedikit ragu.
Niken seperti orang kebingungan dia masuk lagi kedalam ruangan dan meneguk air di mejanya . Otaknya serasa mendidih dia sudah tidak bisa berpikir jernih lagi , Niken masih mondar-mandir di ruangan nya.
Kemudian merebahkan tubuhnya di sofa hingga kantuk menjemput nya dan membuat Niken tertidur pulas.
Erik datang ke kantor Niken dengan membawa
makanan siang untuk Niken.
" La dimana Niken ?". Erik bertanya pada Lala
" Ada di ruangan pak ". sambil menunjuk ruangan Niken
" Kamu kenapa La kok terlihat gelisah ? ".
"Hmm ... tidak apa-apa pak ". jawab Lala sedikit ragu
"yang benar La , tapi mukamu berkata lain La ? ". menatap wajah Lala teliti sambil mengernyitkan dahi nya
" Begini pak ..".Lala berkata lirih dan sedikit berbisik karena dia takut Niken mendengarkan perkataan Lala.
Lala menceritakan kejadian tadi pagi hingga sikap Niken berubah , Erik mendengarkan cerita Lala dengan seksama dan serius . Dia memegang dagu nya seperti orang yang berpikir dan mengernyitkan dahinya sambil mendengar cerita Lala.
" Oh begitu ceritanya, mungkin Niken butuh ketenangan La,biarkan dia sejenak beristirahat dan berpikir jernih La!."
__ADS_1
" Baik pak ".
" Baiklah kalau begitu aku ajak Niken keluar untuk menghirup udara segar dan ada sedikit kepentingan yang ingin aku bicarakan dengan dia. Sementara kamu bantu pekerjaan Niken ya ". perintah Erik kepada Lala .
" Baik pak ".
Foto visual Erik yang menggemaskan ðð
Erik masuk ke dalam ruangan Niken dan mendapati Niken tertidur lelap. Erik menatap Niken dengan tatapan sayu dan penuh kasih sayang dia ingin menyentuh wajah Niken yang mulus namun tangannya tak sanggup meraihnya.
Erik dengan sabar menunggu Niken bangun di sebelah sofa dan pada akhirnya Niken terbangun dan terkejut melihat Erik di depannya.
"kamu ..." sambil mengusap matanya dan memaksa tubuhnya bangun dari tidurnya .
Erik tersenyum manis melihat Niken terbangun .
" Apa kamu mau menemani ku jalan-jalan di sebuah taman? ". ajak Erik
" Aku sedang tidak ingin kemana-mana?". Niken menjawab Erik dengan malas
"Ish... kamu ini ". sambil tersenyum melihat kelakuan Erik yang menggemaskan sehingga Niken tidak mampu menolak ajakan Erik .
Mereka berdua berangkat menuju ke sebuah taman yang di penuhi dengan bunga-bunga , kupu - kupu yang berkeliaran di bunga-bunga menambah indahnya taman ini . Teduhnya pohon yang rindang setidak nya mampu mendinginkan otak Niken yang mendidih .
Mereka duduk di sebuah bangku ditengah taman . Niken menghirup udara ini dengan panjang serasa dia menemukan sesuatu yang hilang. Pikirannya yang tadi kalut sekarang lebih tenang.
"Niken apa kamu masih ingin balas dendam?". Erik memulai pembicaraan nya dengan hati-hati .
Niken masih terpaku dan tidak menjawab pertanyaan Erik . Tatapannya mulai menajam di penuhi amarah nafasnya mulai tidak beraturan menahan amarah ketika dia ingat kejadian tadi pagi.
Erik tidak berani berkata-kata lagi ketika melihat raut wajah Niken marah . suasana hening hanya ada suara kicauan burung dan hembusan angin .
"Iya aku ingin membalas mereka ". dengan mantap Niken menjawab pertanyaan Erik.
Erik sedikit lega dengan jawaban Niken yang menandakan dia sudah mengontrol emosinya dan bisa di ajak berbicara dengan baik.
" Begini Niken , apa kamu masih ingat dengan Albert orang yang pertama berinvestasi di perusahaan kamu ".
__ADS_1
"Tentu saja aku ingat, memangnya kenapa dengan Albert?".
" Albert sedang mencari partner bisnis untuk projects baru nya dan projects itu bernilai sangat besar dan banyak perusahaan -perusahan besar sedang memperebutkan projects ini ".
" Lalu.?". Niken mengerutkan keningnya mengisyaratkan dia masih belum mengerti perkataan dari Erik
" Apa kamu tidak ingin ikut andil untuk memperebutkan projects ini? ".
Niken termenung dia terlihat masih berpikir dengan perkataan Erik .
" Keuntungan nya apa jika aku ikut andil dalam perebutan projects ini ? Dan apakah kamu yakin aku mampu bersaing dengan mereka yang sudah mempunyai pengalaman ? ". Niken balik bertanya kepada Erik dan masih meragukan kemampuan nya .
Erik tersenyum dengan kata-kata Niken yang masih belum sadar kemampuan dia berbisnis.
"Niken keuntungan nya kamu ikut andil dalam projects ini yang pertama perusahaan kamu akan semakin terkenal di kalangan para pebisnis ,kedua jika perusahaan kamu terkenal maka mempermudah pemasaran produk -produk perusahan kamu , ketiga Jika presentasi mu bagus itu akan menarik investor perusahaan lain untuk ber investasi di perusahaan kamu . Jika kamu menang dalam perebutan projects ini sudah pasti keuntungan nya berlipat ganda perusahaan kamu akan melejit dan omset akan melebihi perusahaan-perusahaan besar yang lain dan ini adalah kesempatan kamu untuk menjadikan perusahaan mu semakin besar sehingga membuat perusahaan lain berpikir dua kali untuk menghancurkan nya. " Erik menjelaskan semua dengan sabar .
Niken masih terdiam terlihat dia berpikir lagi dengan kata-kata Erik .
"Yang aku pikirkan apakah aku mampu ? dan apa hubungannya projects ini dengan rencana balas dendam ku? ". Niken masih merasa ragu dengan kemampuan nya ..
" Ini baru pertanyaan yang aku tunggu Niken ". Erik tersenyum manis mendengar perkataan Niken yang begitu polos dan penuh perhitungan
"Maksudnya..?". Niken masih belum mengerti dengan perkataan Erik
Erik tersenyum lagi
" Ini adalah projects yang sangat besar Niken jadi sudah pasti perusahaan-perusahaan besar bersaing memperebutkan nya begitu pula dengan Perusahaan Andika dan Cita ".
" oh begitu ... aku sedikit mengerti dengan kata-kata mu . Jika aku ikut andil dalam projects ini dan aku bisa memenangkan nya otomatis aku bisa membalas dendam terhadap mereka berdua dan membuktikan bahwa perusahaan yang aku bangun bukan lah perusahaan kecil yang Abal - Abal ". Niken sambil menjentikkan jarinya mengisyaratkan dia mulai paham dengan permainan Erik
" Iya betul sekali ". Erik mengangkat jempolnya membenarkan perkataan Niken .
***
xixixi... penasaran nih dengan rencana Erik dan Niken ðĪŠðĪŠ
yuk ikutin terus ya keseruannya ððð
jangan lupa kasih like komen dan dukung terus ya ðð
__ADS_1
biar tambah semangat ðð