
" Aneh ..? aku melihat seseorang berlari kesini , namun kenapa aku tak melihat apapun disini ? ". Erik bergumam sendiri dan kemudian kembali keruangan ICU .
Erik masih setia di sana menunggu Niken hingga dia tertidur lagi di pinggir Niken sampai menjelang pagi.
Pagi-pagi sekali bi Ina dan Bi Ijjah sudah menyiapkan makanan untuk Erik dan juga perlengkapan nya.
" Non Nadia kita berangkat sekarang ke rumah sakit ? " Tanya bi Ina
"Iya Bi , kita berangkat sekarang kerumah sakit kasihan Erik mungkin dia lelah Bi ". jawab Nadia .
" Baik non ,saya sudah siapkan makanan dan keperluan tuan Erik ".
" Ok bi".
Bi Ina dan Nadia pergi kerumah sakit,disana mereka mendapati Erik yang sedang tertidur sambil duduk di samping Niken dan dengan tangannya yang masih memegangi tangan Niken.
Mendengar ada suara pintu terbuka dan langkah kaki Erik terbangun dari tidurnya. Sayup -sayup dia membuka mata dan menoleh ke arah sumber suara.
" kalian ". Erik sambil mengusap matanya dan kemudian beranjak dan duduk di sofa panjang .
" Kamu pulang dulu deh , pasti kamu capek menunggu Niken semalaman biar kamu bugar kembali ". Suruh Nadia sambil membenahi bantal Niken dan beberapa barang yang terlihat berantakan .
" Tidak apa- apa aku tidak lelah , aku ingin disini menunggu Niken Nadia ". Jawab Erik sambil meneguk air dingin yang dibawa Bi Ina .
" Sebaiknya tuan makan dulu , bibi udah bawakan makanan . Jika tuan gak mau pulang paling tidak jaga kesehatan tuan biar kita juga gak kuatir , tuan ". kata Bi Ina sambil menata makanan yang dibawa nya di atas meja depan Erik .
" Iya benar kata Bi Ina kamu harus jaga kesehatan biar semua tidak kuatir ". sahut Nadia sambil menghampiri mereka berdua .
" Baiklah , aku makan ". Jawab Erik sambil megambil makanan di meja
Bi Ina tersenyum melihat Erik yang mau makan karena dari kemaren dia belum makan apapun.
Ceklek ...
Perawat masuk kedalam ruangan, dan memeriksa alat medis dan juga keadaan Niken . Erik dan yang lainnya memperhatikan perawatan itu memeriksa Niken .
"Bagiamana apa ada perkembangan suster?". Tanya Nadia sambil mendekati perawat yang memeriksa .
__ADS_1
Perawat tadi belum sempat menjawab pertanyaan Nadia terdengar suara pintu dibuka .
" permisi ". Perawat yang satunya masuk di ikuti oleh dokter Tania dan Maisya .
" Pagi dokter Tania ". sapa Erik
" Pagi tuan " . jawab dokter Tania kemudian mendekati Niken.
Maisya tersenyum kepada semua orang dan mengikuti dokter Tania memeriksa keadaan Niken .
" Bisa kah kalian tinggal kan kami biar kami bisa leluasa memeriksa pasien !". Pinta dokter Tania
" Baik dokter ". jawab Erik kemudian keluar dari ruangan di ikuti oleh Bi Ina dan Nadia .
Mereka duduk di kursi di depan ruangan ,terlihat wajah Erik yang tegang dan cemas . Begitupun bi Ina dan juga Nadia .
Didalam ruangan dokter Tania mulai meriksa mulai dari tubuh Niken hingga alat medis yang berada di ruangan . Nampak wajahnya terlihat cemas dan sedikit putus asa. Maisya yang melihat raut wajah dokter Tania seperti itu Maisya langsung memanjatkan doa untuk Niken .
Ya Tuhan semoga Kaka Niken bisa di selamatkan dan tidak terjadi apapun yang tidak di inginkan , jagalah dia Tuhan .Aku mohon pada-Mu!. ..
Batin Maisya sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan .
Klek..
Suara pintu terbuka membuat Erik dan yang lain terperanjat dan berdiri berharap mereka menyambut berita yang baik .
" Bagaimana dokter apa ada kemajuan ? ". tanya Erik menyambut dokter Tania yang keluar dari ruangan .
Dokter Tania menghela nafas " maaf tuan masih belum ada perkembangan saya harap anda jangan putus asa dan tetap memberi semangat kepada pasien , semoga Tuhan memberi kekuatan untuk pasien dan juga ke ajaiban ". kata dokter Tania sambil menepuk bahu Erik .
Dokter Tania menghela nafas lagi dan mengembangkan senyum manisnya kesemua orang " Baiklah saya pamit dulu ya".
" Baik dokter ". jawab Nadia dan Bi Ina .
Wajah Erik masih terlihat cemas dia masuk kedalam ruangan dengan sangat berat dia mendekati Niken dan mencium dahinya .
" Niken kumohon sadarlah jangan tinggalkan aku !".
__ADS_1
.
Kemudian dia duduk di pinggir Niken sambil tersenyum mengelus puncak kepala Niken dan tangan satunya menggenggam erat tangan Niken . Bi Ina yang melihat kondisi ini sungguh tak tega hingga dia harus menitihkan air mata sambil membereskan meja makanan .
Nadia masih berada di luar dia tidak masuk kedalam dia memutuskan jalan-jalan di rumah sakit ini . Di perjalanan dia berbincang dengan Maisya .
" Hai Maisya " sapa Nadia .
" Hai Kakak". jawab Maisya .
Mereka duduk di kursi di ruang tunggu rumah sakit tidak jauh dari ruangan Niken dan masih terlihat dari ruang tunggu itu. Mereka mengobrol banyak hal tentang Niken dan juga Erik. Maisya sangat kagum terhadap perjuangan cinta mereka berdua hingga saat ini .
Bi Ina terlihat sedih melihat mereka berdua hingga dia memutuskan keluar ruangan . Bi Ina melihat Maisya dan Nadia sedang asyik ngobrol hingga Bi Ina berniat menghampiri mereka .
Mereka bertiga sedang asyik ngobrol di ruang tunggu. Sedangkan Andika masih memantau ruangan Niken dari kejauhan . Nampak dia begitu kuatir dan cemas tentang keadaan Niken namun dia tak berani melangkah kan kakinya menatap langsung Niken yang terbaring lemah .
Erik masih dengan posisinya , dan dia merasa tangan Niken bergerak sedikit demi sedikit , Erik terkejut hingga dia memfokuskan pandangan nya ke tangan Niken yang bergerak. Lama kelamaan tangan Niken bergerak lebih kuat dia membalas pegangan Erik .
Erik terkejut dan terharu raut wajah nya terlihat sedikit ceria dia tersenyum sedikit kemudian memegang tangan Niken yang bergerak dengan kedua tangan nya .
" Sayang tolong sadarlah ". sambil mengangkat tangan Niken dan mencium tangan nya .
Nampak Mata Niken sayup - sayup terbuka perlahan hingga terbuka lebar dan Niken menangkap sosok didepannya dan mencoba berjuang mengangkat tangan yang satunya untuk meraih kepala Erik yang sedang menciumi tangan Niken . Erik masih belum sadar jika mata Niken terbuka dia masih asyik dengan memegang tangan satunya
Sedangkan tangan satunya sekuat tenaga meraih kepala Erik hingga akhirnya dia berhasil meraihnya dan mengusap lembut puncak kepala Erik .
Erik sungguh terkejut dan terharu dia langsung mengangkat wajahnya dan memegang tangan yang berada di atas kepalanya dan menciumi tangan tersebut ,dia sangat terharu ketika menatap mata Niken sudah terbuka hingga dia meneteskan air mata kebahagiaan.
" Sayang kamu sudah bangun ". Erik sambil mengusap puncak kepala Niken sambil menitihkan air mata kebahagiaan.
Terlihat niken tersenyum dan ingin mengatakan sesuatu .
" Sayang kamu ingin mengatakan sesuatu ?". Erik ketika melihat bibirnya bergerak sedikit demi sedikit .
Niken hanya mengedipkan matanya .
" Baiklah aku akan membuka oksigennya sayang sebentar ya ". kata Erik sambil mengusap puncak kepalanya dan mengusap wajah Niken dengan lembut...
__ADS_1
****
bersambung