Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Ditinggal keluar kota


__ADS_3

Niken tersenyum - senyum sendiri di dalam kamarnya perasannya berbunga -bunga seperti remaja habis berkencan . Tiba-tiba ponsel berbunyi Niken mendapat pesan singkat.


"Kamu sudah tidur ".


Niken melihat nama kontak tidak ada di kontaknya . Kemudian dia melihat kartu nama yang berikan Erik tenyata nomor itu adalah nomor ponselnya Erik .


Niken senyum - senyum sendiri sambil membalas pesan singkat itu" ini mau tidur".


Beberapa menit kemudian Erik langsung membalasnya " baiklah , cepat tidur istirahat semoga mimpi indah. Good night ".


Niken tersenyum sendiri dan membalas nya " good night". Niken tidak berani membalas terlalu banyak mengingat dia masih bersuami.


Terdengar bunyi mobil di luar rumah kemudian mulai membuka pintu dan melangkah menuju kamar Niken .


Niken langsung mematikan lampu dan menarik selimut nya menutupi tubuhnya.


"Sayang kamu sudah tidur". Andika sambil membuka pintu kamar

__ADS_1


Niken tidak menjawab dan berpura - pura tertidur padahal dia mendengar suara suaminya .


" Aku cuma mau berpamitan kalau malam ini aku mau keluar kota ada urusan pekerjaan yang harus aku selesaikan besok pagi , mungkin aku akan agak lama disana 5 hari paling cepat paling lama seminggu ". Sambil mengguncang - guncang kan tubuh Niken


"Baiklah ".jawab Niken sambil menguap


" Bisa bantu aku mengemasi barang ku ".


"Baiklah ".


" Sudah , aku sudah menyiapkan keperluan mu dari obat-obatan ,alat mandi sampai bajumu sudah siap semua ". Niken sambil menunjukan tempat dimana dia menyimpan perlengkapan di kopernya.


"Baiklah kalau begitu aku berangkat dulu ya ". Sambil menyeret kopernya


" Baiklah hati - hati dijalan ," sambil berjalan dibelakang nya mengantar sampai depan rumah berharap dia mau berpamitan dengannya atau membiarkan tangan nya untuk di cium Niken . Tapi ternyata Andika berlalu begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih dan membiarkan Niken mencium tangan nya.


***

__ADS_1


Pagi yang cerah Niken bangun dan beraktivitas seperti biasanya,dan Erik pun seperti biasa sudah menunggu Niken dan berpura - pura kebetulan lewat disitu dan mengantar Niken sampai toko.


Niken pun sama tiap pagi dia berharap Erik di depan rumah mengantarnya berangkat ke toko . Hari - hari berikutnya pun sama dengan harapan yang sama dan menjadi kebiasaan mereka tiap pagi .


Mereka sudah terlihat sangat dekat apalagi dengan adanya projects bersama mereka semakin dekat. Berkomunikasi lewat pesan dan panggilan itu hampir tiap malam mereka lakukan. Sehingga menjadi rutinitas mereka mengucapkan selamat tidur .


Niken dan suaminya jarang berkomunikasi, mereka berkomunikasi jika sedang ada keperluan saja. Sehingga membuat jarak diantara mereka. Niken pun sudah terbiasa tiap malam tanpa suaminya dia merasa lebih nyaman tanpa suaminya dirumah.


Andika belum mengetahui kalau toko Niken semakin berkembang pesat , yang dia tahu hanya toko kecil yang tidak berguna .


" Aku masih lama di luar kota mungkin satu atau dua Minggu lagi aku pulang. Besok asisten ku akan mengambil kebutuhan ku. Kamu siapkan kebutuhan yang aku perlukan ya ". pesan singkat dari suaminya .


Perasaan Niken hampa membaca pesan singkat dari Andika. Dulu Niken merasa kesepian dan sedih jika suaminya keluar kota namun tidak dengan saat ini dia merasa biasa saja dan hampa.


" Baiklah " . Niken membalas pesan singkat Andika


setelah pulang dari toko Niken menyiapkan keperluan Andika saat dia berada di luar kota.

__ADS_1


__ADS_2