
Bi Ina langsung menelepon Erik memberitahu yang terjadi sebenarnya
"Baik ,tenang Bi aku segera kesana ".sambil menutup teleponnya dan menenangkan Bi Ina Erik melajukan mobilnya ke rumah Niken
Diperjalanan dia menghubungi Nadia agar segera kerumah Niken untuk memeriksa keadaan nya.
" auw... sakit . ..auw sakit..." rintih Niken sambil memegang perutnya
"sabar non ". Bi Ina panik namun dia tetap mencoba menenangkannya Niken, memegangi perut Niken dan ber alih memijat kaki Niken .
keringat dingin bercucuran di kening Bi Ina , ada rasa takut, kasihan dan kuatir.
"Auw sakit ...". rintih Niken lagi sambil meringis kesakitan
Bi Ina mengambil tisu mengelap keringat yang juga bercucuran di kening Niken menahan rasa sakit.
" Ada apa Bi? apa dia baik-baik saja ?".Erik yang datang langsung menanyakan keadaannya.
Bi Ina berdiri menyambut Erik dengan wajah gelisah dan kuatir " anu tuan ". dengan tangan yang gemetar
__ADS_1
Erik langsung menghampiri Niken dan memegang tangan nya " apa kamu baik-baik saja ".
"sakit ..". Tangan Erik di pegang erat Niken seakan dia mencari kekuatan untuk menahan sakit begitu erat hingga tangan Erik terasa sakit hingga terluka sedikit. namun Erik membiarkan nya sambil mengusap-usap keningnya menenangkan Niken
"sabar ya sebentar lagi Nadia datang ". dengan tatapan sayu menatap Niken ada rasa kasihan , sedih dan kuatir dari tatapan Erik
Nadia datang semua mata tertuju padanya penuh harap,Nadia tak banyak bicara langsung menghampiri Niken dan mulai memeriksa . kemudian menancapkan jarum suntik ditangannya untuk cairan infus biar bisa masuk.
Kemudian memberi obat pereda sakit dan obat tidur agak Niken. bisa tertidur dan tidak merasa sakit.
Beberapa saat kemudian setelah di periksa dan minum obat Niken langsung tertidur genggaman yang menggenggam Erik terlepas.
"Dia sudah tidur ? bagaimana keadaannya ? ." Tanya Erik tanpa memperdulikan luka kecil di tangannya karena genggaman tangan Niken
" maksud mu ?". Erik dengan tatapan kuatir menghampiri Nadia
"Kandungan nya sehat tapi jika dia terjatuh lagi mungkin kandungannya tidak bisa di selamatkan lagi " sambil memainkan tangan nya untuk lebih menjelaskan perkataan nya.
Erik bernafas lega mendengar kandungan sehat namun juga sedikit kuatir " Bi tolong jaga Niken baik-baik ya ! dan bila ada apa-apa langsung telepon saya". perintah Erik kepada Bi Ina
__ADS_1
"Baik tuan ". sambil memainkan ujung kukunya sedikit ada rasa takut dan kuatir
***
Keesokannya harinya Niken sudah bangun dia meraba-raba di samping tempat tidurnya seperti biasa aktivitas pagi sebelum Niken bangun pasti mencari suaminya dulu.Namun dia tidak menemukan yang dia cari. Ada rasa sakit di tangannya dan membuat Niken tidak nyaman, ternyata jarum infus yang ditancapkan Nadia .
Niken segera melepaskan jarum itu kemudian bangkit dari ranjangnya mencari Bi Ina
"Bi ..Bi Ina ..".
"iya non," Bi Ina berlari menghampiri Niken
"ada apa non? ,apa non baik-baik saja? atau butuh sesuatu".sambil melihat keseluruhan tubuh Niken dan memegang nya
"Apa tadi malam tuan tidak pulang ?". setelah kejadian tadi malam Niken malah mengkhawatirkan suaminya dan lupa akan keadaan dirinya, karena dia masih ingat pesan ibunya untuk berbakti kepada suami apalagi suaminya sedang salah paham dengan nya .
"Tidak non". bi Ina sambil menggelengkan kepalanya
"Baiklah aku akan mencarinya ke kantor ".
__ADS_1
" Tunggu non ,tapi non kan masih sakit lebih baik istirahat dirumah ". Bi Ina melarang Niken karena teringat pesan Erik untuk menjaga baik-baik
Namun Niken keras kepala tetap ngotot untuk pergi , untuk menyelesaikan ke salah pahaman dengan suaminya. " Tidak bi aku harus pergi menyelesaikan permasalah an ini".