Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
sikapnya berubah


__ADS_3

Sesampai dirumah Andika memberikan kalung yang dibeli saat berlibur dengan Cita.


"Sayang aku beli sesuatu buat kamu waktu aku berada di luar kota aku melihat nya di tempat pengrajin tangan ,aku ingat kamu suka yang unik-unik ". sambil menyodorkan sebuah kotak berhiaskan pita yang isinya adalah kalung


Niken tersenyum dan mengambilnya kotak yang di sodorkan Andika " makasih mas ".


Perlahan Niken membuka kotak dengan melepas pita yang menghiasnya. Niken sangat bahagia karena baru kali ini suaminya ingat membelikan sesuatu untuk nya saat pergi keluar kota biasanya dia tidak pernah ingat dan tidak pernah membelikan sesuatu untuknya .


Kotak terbuka Niken megambil isi dalam kotak


" kalung ..?". dia memegang kalung itu sedikit aneh memperhatikan nya dengan teliti seperti dia tidak asing dengan kalung tersebut


"seperti pernah lihat kalung ini dimana ya ?..". pikir Niken sambil memegang kalung itu bola mata hitamnya ke atas seakan mengingat-ingat dimana dia pernah melihat kalung ini


" Gimana kamu suka ..? , ini kan warna favorit mu ". Andika tersenyum dengan penuh harap istrinya menyukai pemberian nya


Niken masih bingung dan masih memegang kalung itu.Dia terus menyuruh otaknya berpikir keras dan menggugah ingatan nya untuk lebih keras mengingat, otak dan ingatan nya bekerja dengan baik akhirnya Niken bisa mengingat bahwa kalung itu adalah Kalung yang sama yang di pakai Cita waktu tadi dia berpapasan .


jantung Niken berdetak dengan kencang serasa dia sakit jantung 💓 tangannya bergetar. Suhu tubuhnya panas dingin .

__ADS_1


Dia menggenggam erat kalung itu serasa dia ingin menghancurkan batu-batu alam ini. Dia ingin marah, dia ingin menampar laki-laki di depannya karena memberikan hadiah yang sama kepada kedua wanita yang berbeda .Nafas Niken tersengal-sengal menahan amarah.


"mas ..kalung ini??..".


Tok ...tok ...


bunyi pintu di ketuk menghentikan pertanyaan Niken . Andika menoleh ke arah pintu penasaran siapa yang mengetuk pintu kamar apa ada orang lain. di dalam rumah ini.


Andika segera berdiri kemudian membuka pintu dengan hati-hati.Pintu di buka terlihat seorang ibu-ibu paruh baya .


"siapa ..? " tanya Andika penasaran dengan tatapan tajam


"makasih Bi Ina ". sahut Niken


"Baik nona ". Bi Ina sambil kembali menuju dapur


"Dia pembantu baru dirumah ini ?.. sejak kapan kamu punya pembantu ?". tanya Andika penasaran karena sesibuk apapun istrinya dia pasti melakukan pekerjaan rumah tangga nya sendiri


Pertanyaan Andika dan kemunculan Bi Ina mengalihkan amarah Niken yang akhirnya dia tidak jadi marah terhadap Andika terlebih dia tidak punya bukti kuat atas hubungan suaminya dengan Cita teman SMA Niken yang dulu sering membully Niken . Terlebih dia sedang hamil, Niken lebih peduli kesehatan nya dan kesehatan bayinya daripada harus marah terhadap Andika yang belum tentu benar dugaannya.

__ADS_1


" sudahlah ...sudah cukup aku harus positive thinking aku harus mencari tahu dulu dan mencari buktinya ". pikir Niken menghibur dirinya sendiri .


***


pagi yang cerah matahari yang terbit terang sudah memberikan cahaya dan rasa panas di balkon ruang tidur Niken .


Niken segera bangun dan menyiapkan sarapan untuk suaminya. Andika yang bangun pun segera membersihkan diri dan bersiap-siap ke kantor.


" selamat pagi sayang ". tidak biasanya dia bersikap manis kepada Niken namun hari ini dia sangat bahagia karena dia mendapatkan seorang baby dari rahim istrinya hingga sifat dinginnya berubah jadi hangat .


Andika sambil memeluk tubuh ramping Niken dan mencium masakan yang dibuat oleh Niken .kemudian dia duduk di kursi meja makan itu sambil menghirup masakan lezat didepannya


" pasti enak ini " sambil mencicipi masakan di depan nya..


Bi Ina tersenyum mendengar ucapan tuannya sambil menata makanan di meja.


"Hari ini Bi Ina yang masak mas , aku hanya membantu saja karena setiap aku mencium bau bawang aku ingin muntah ". jawab Niken sambil membawa minuman yang dia siapkan untuk suaminya


" Oh iya sayang kamu kan lagi hamil harus beristirahat ya, ya udah apa nanti kita perlu ke dokter untuk mengetahui bayi kita sehat sayang?, aku akan mengantarmu ". Andika sambil mengelus perut Niken

__ADS_1


"Baiklah nanti kita ke dokter". Niken sambil tersenyum bahagia melihat suaminya berubah menjadi hangat dan perhatian sehingga Niken lupa atas hubungan suaminya dengan Cita si wanita licik dan ****** .


__ADS_2