
Sore ini cuacanya sedikit mendung Niken sengaja tidak pergi ke toko hari ini ingin menunggu suaminya mengantar dia ke dokter .
" Non makan dulu non ". ajak Bi Ina kepada Niken yang sedang santai nonton TV sambil memainkan ponselnya
" Iya Bi , bentar tunggu suamiku datang "
kemudian Bi Ina duduk menemani Niken yang sedang bersantai, baru saja Bi Ina duduk ponselnya berbunyi
" Sebentar non angkat telepon dulu ".
Niken hanya mengangguk
" halo tuan ". jawab Bi Ina tenyata yang telp adalah Erik dia selalu menelepon Bi Ina untuk bertanya keadaan Niken .Dia tidak berani langsung telepon kepada Niken karena dia tahu diri bahwa dia sudah bersuami , setelah panjang lebar Bi Ina melaporkan keadaan Niken kemudian Andika menutup teleponnya dan Bi Ina kembali ke ruangan tengah bersantai dengan Niken .
Niken menunggu suaminya lama hingga malam menjelang , dia berkali-kali melihat ponselnya siapa tahu suaminya memberi kabar , namun ponselnya tak berdering sama sekali. Niken ingin menelepon nya namun dia tidak berani karena tiap kali dia telepon pasti dia sedang sibuk atau sedang meeting akhirnya niat nya pun dibatalkan
"Non sudah malam makan dulu non, ". ajak Bi Ina lagi
__ADS_1
namun lagi-lagi Niken menolak dengan jawaban yang sama
Niken tetap menunggu hingga malam sampai Bi Ina ketiduran di sofa
" Bi masuk aja tidur kamar biar saya saja yang menunggu ". sambil membangunkan BI Ina menyuruh Bi Ina masuk kedalam kamar
Bi Ina dengan lunglai setengah sadar masuk kedalam kamar sedangkan Niken masih tetap menunggu suaminya.
Bunyi mesin mobil terdengar Niken segera kedepan melihat siapa yang datang dia membuka jendela , tenyata suaminya baru pulang. Niken membukakan pintu untuk suaminya. Andika yang baru pulang dan terlihat lelah langsung masuk kedalam rumah. jam menunjukkan jam 11 malam . Andika mencopot sepatu dan melonggarkan dasinya dan membanting badannya ke sofa
"Baru pulang mas , " tanya Niken sambil membantu melepaskan dasi dan bajunya.
"apa sudah makan mas ?".
" sudah , aku capek mau tidur dulu ya ". sambil berjalan malas memasuki kamar
" mandi dulu mas !". namun Andika tidak mempedulikan Niken dan tetap saja berjalan dengan malas masuk kedalam kamar .
__ADS_1
Andika melupakan janji pentingnya bersama Niken untuk ke dokter dan tidak menanyakan Niken sudah makan apa belum sedangkan Niken sudah dari tadi belum makan menunggu suaminya untuk makan bersama dengannya dan Andika lupa mengabari Niken kalau dia pulang terlambat.
Niken hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah laku suaminya yang berubah lagi jadi pekerja keras hingga dia lupa kepada istrinya. Niken menyusul suaminya ke kamar membenahi selimut dan membantu melepaskan bajunya , ada sesuatu yang aneh di leher Andika merah seperti di gigit nyamuk , Niken penasaran dia mendekatkan wajahnya ke leher Andika namun Andika segera menarik bajunya, dan Niken juga mencium parfum yang tidak biasanya dia pakai ataupun yang Andika pakai .
"kamu kenapa ?" sambil menjauhkan lehernya dari wajah Niken dan mendorong Niken
kemudian Andika masuk kedalam kamar mandi , dia mengganti pakaian di dalam kamar mandi dan sekalian dia mandi
Bunyi air yang mengalir di dalam kamar mandi membuat pikiran Niken semakin bising. entah banyak pertanyaan di dalam benaknya
" apa benar di dalam kantor ada nyamuk , sepertinya nyamuk itu besar hingga membekas merah di leher suamiku". pikir Niken dengan polosnya
"atau..ah .. aku tidak boleh berpikiran negatif" .gumam Niken sambil mengetuk-ngetuk kepalanya dengan tangan untuk menyadarkan pikirannya yang bising dan tidak karuan .
Niken tidak bisa tidur pikirannya terganggu dengan gigitan nyamuk di leher suaminya diam diam dia memeriksa leher suaminya.
Tangan Niken mulai meraba selimut yang menutupi suaminya dan mencoba membuka kaos berkerah yang menutup lehernya, tiba -tiba tangan Niken di pegang oleh Andika membuat Niken terkejut keringatnya jatuh dari kening nya sedikit gemetar.
__ADS_1
" Ah.. aku mau lagi ... lagi dong ..". ternyata suaminya mengigau sambil tersenyum manja