
Niken mencium aroma yang tadi malam , kemudian dia mendekat ke tempat duduk dimana cita duduk dan aroma itu semakin tercium .
"bagiamana kalau kamu ikut makan bersama aku membawa makan siang lumayan banyak ". ajak Niken sambil menaruh makanan di meja sambil mendekatkan diri ke tubuh Cita .
" benar aroma ini yang aku cium tadi malam ". pikir Niken sambil mengendus aroma tubuh Cita
" Apa an sih , " Cita sambil memundurkan tubuhnya.
"maaf , aku mencium bau bangkai tikus makanya aku mengendus-endus". Sambil tersenyum meledek
Andika yang melihatnya hanya bisa terdiam dan masih berdiri termangu, entah dia harus melakukan apa kepada dua wanita di depannya.
" mas sini duduk ". sambil menarik tangan Andika dengan manja
"oh iya tadi malam kamu berjanji mengantarku ke dokter apa kamu lupa?. malam ini jangan sampai lupa ya kalau kamu lupa aku akan menjemputmu ke kantor". Sambil menggandeng tangan Andika dengan genitnya . Niken sengaja melakukannya di depan Cita agar dia terbakar gosong dengan api cemburu agar Niken semakin yakin dengan hubungan keduanya .
" Ba..baiklah aku akan pulang cepat hari ini ". sambil tersenyum kecut penuh kebingungan
" satu lagi mas aku sudah mendaftar untuk kelas hamil jadi setiap sore mas Harus menemaniku, dan setiap makan siang aku akan mengantar makanan ke kantor karena jika makan tidak ditemani mas perut ku ingin muntah ". Niken lebih erat menggandeng Andika penuh manja sambil mengusap perutnya .
"iya.. iya ..". Andika benar-benar kebingungan
__ADS_1
Cita yang melihat kemesraan mereka berdua suhu tubuhnya naik darahnya mendidih, telinga memerah , pipinya ikut merah seperti kepiting rebus, rupanya dia telah termakan oleh hasutan Niken.
"Baiklah aku pulang dulu ". dengan nada sedikit keras dengan raut wajah masam dengan tangan yang dari tadi mengepal melihat adegan di depannya . ingin dia menarik tangan Andika dan melarang nya menggandeng Niken namun apa daya. Dia bukan lah wanita yang berhak ...
Cita meninggalkan ruangan dengan kesal dengan rasa cemburu.
Niken memandang Cita dan tersenyum penuh kepuasan .
sejak kejadian hari ini tiap hari Niken mangantar makan siang dan makan bersama suaminya dikantor dan setiap sore mengantar Niken ke kelas hamil atau terkadang setiap sore mengajak Niken belanja keperluan baby nya, hingga tidak.ada kesempatan untuk Cita dan Andika bertemu .
Dengan seiringnya waktu Andika mulai terbiasa dengan keadaan ini dan menikmati kebersamaan dengan istri dan calon baby nya sehingga dia melupakan Cita.
***
Suatu hari ketika Andika sedang mangantar Niken ke kelas hamil ponselnya berdering hingga beberapa kali namun Andika tidak menghiraukan nya
Ting.. ting . Ting
Bunyi pesan masuk di ponsel Andika beberapa kali namun Andika masih tidak peduli.
setelah selesai kelas Niken sedang mengobrol dengan teman sekelas nya . Andika menunggu Niken diluar ruangan sambil duduk di kursi dan membuka ponselnya
__ADS_1
aku kangen
kapan kita bisa bertemu
kamu sudah janji untuk tidak mengabaikan ku tapi kenapa aku telepon tidak pernah di angkat aku ajak ketemu tidak pernah bisa
bunyi pesan itu yang ternyata dari Cita
maaf aku lagi sibuk
balasan Andika
sibuk dengan istrimu ?
kamu kan sudah berjanji jika aku menepati janji maka kamu akan menepati janji pula
apa kamu lupa ?
balasan pesan dari Cita
Namun Niken keburu keluar sehingga Andika tidak sempat membalas pesan singkat itu hingga keesokan harinya Andika lupa membalas pesan itu
__ADS_1