
"Entahlah Bi, tapi aku ingin sekali sekarang makan bakso tiap kali mengingat bakso aku terus menelan ludahku Bi".
"Benar nona sedang nyidam, baiklah aku lihat kedepan dulu apa ada orang jual bakso".
"Tidak usah Bi ,ini sudah malam pasti sudah pulang penjualnya ". menghentikan langkah Bi Ina
"coba lihat di jual online saja non siapa tahu ada yang buka ".
Niken langsung mengambil ponselnya melihat barangkali ada penjual bakso online yang masih buka.
"sudah tutup semua Bi". dengan wajah kecewa
" Bagaimana kalau kita telepon tuan Erik untuk mencarikan bakso ?".
" tidak usah Bi merepotkan saja ". Niken sambil berbalik badan menuju kamar dengan rasa lapar dan rasa kecewa
Bi Ina yang melihat kekecewaan Niken kasihan melihatnya "gimana nanti kalau anaknya suka ngiler ". bi Ina berbicara sendiri
"Apa sebaiknya aku telepon tuan Erik saja ya ?".
bi Ina dengan cepat mengambil ponselnya dan menelepon Erik . Deringan Ke tiga langsung di angkat .
"Ada apa Bi ? apa dia baik-baik saja ?". dari suara Erik terdengar dia sangat kuatir terhadap Niken
" iya tuan dia baik-baik saja, tapi..". suaran Bi Ina di pelan kan takut Niken mendengar dan memarahinya
" Tapi.. tapi kenapa bi ?.
__ADS_1
"Non Niken lagi nyidam bakso tuan ".
"bakso malam begini ?".
"iya tuan , saya takut kalau tidak dapat nanti pas lahir anaknya suka ngiler tuan".
"memang kalau tidak kesampaian makan bakso bisa ngiler anaknya Bi?".
"iya tuan ".
"baiklah coba saya cari keluar Bi". sambil menutup teleponnya
" malam-malam begini kemana cari bakso ?". Erik bergumam sendiri bingung mau mencari kemana?
"apa aku telepon pak Imam saja ya siapa tahu dia tahu tempat bakso yang buka pada malam hari. Tapi ini sudah malam apa tidak menggangu , ah sudah lah aku keluar saja siapa tahu melihat tukang bakso masih buka ".
Erik mengambil kunci mobil dengan setengah masih ngantuk dia bergegas menuju mobil dan menyalakan mobilnya mencari bakso .
"pak bakso". sambil turun dari mobil dan menghampiri tukang bakso
" iya pak , bakso nya tinggal dikit mungkin tinggal satu bungkus saja ".
" baiklah pak, "
Erik merasa senang karena pencariannya ditengah malam membuahkan hasil . dia segera mengantar bakso itu kerumah Niken .
sesampainya di depan rumah Niken,Erik menelepon BI Ina untuk keluar mengambil baksonya. Dia tidak berani masuk rumah Niken nanti yang ada Niken pasti marah karena malam- malam kerumahnya.
__ADS_1
Bi Ina bergegas mengambil bungkusan bakso yang dibawa Erik , seperti orang yang sedang transaksi barang-barang terlarang mereka. berbisik-bisik. setelah mendapatkan baksonya bi Ina segera masuk kedalam rumah dan memberikan kepada Niken.
"Non ini baksonya ". sambil mengetuk pintu kamar Niken ..
" apa bakso ", mendengar kata bakso Niken segera bergegas keluar kamar "hemmm ... pasti enak ". sambil menciumi aroma bakso yang dibawa Bi Ina
" tapi dari mana Bi Ina dapat ? ".
" Anu.., nona tadi ada tukang bakso lewat depan rumah ".
" yang benar Bi , tapi aku tidak mendengar bakso lewat depan rumah ".
Bi Ina terdiam merasa bersalah karena membohongi Niken " anu nona , itu dari tuan Erik ". sambil memelintir baju nya takut Niken marah
" Apa Bi Erik? , malam-malam begini ".
"iya non, maaf non bibi yang telepon karena kuatir nona tidak mau makan ".
"lain kali tidak usah menelepon Erik malam-malam Bi karena dia orang sibuk Bi aku tidak mau merepotkan dia lagi ".
" iya non maaf , "sambil menunduk kan kepalanya
" ya sudahlah ayo makan bakso sama aku bi ". sambil tersenyum dan mengajak Bi Ina ke meja makan
" bakso nya cuma satu non , biar nona saja yang makan Bi Ina bisa makan yang lain nona ".
"Benar Bi Ina gak mau makan bakso ? kelihatannya enak Lho Bi ".sambil menciumi aroma bakso dan menelan ludah beberapa kali
__ADS_1
" iya non ". bi Ina meyiapkan mangkuk buat Niken
Niken begitu lahap memakan bakso nya hingga habis tidak tersisa. dan berkali-kali bilang bakso nya enak.