
Sayang aku pulang Minggu depan,aku mampir dulu ke acara Erik dan mungkin pulangnya larut kamu tidak usah menungguku
bunyi pesan singkat dari suami Niken . suami Niken belum tahu kalau Niken juga terlibat dalam acara Erik. suami Niken belum tahu juga kalau Niken hamil Niken berniat akan memberitahu suaminya disaat hari ulang tahunnya namun ternyata suaminya tidak akan pulang di hari ulang tahun Niken .
Niken kemudian menelepon suaminya .panggilan pertama tidak diangkat kemudian dia menelepon lagi dan panggilan ke dua diangkat
" halo , ada apa aku sedang sibuk ".
"mas besok ulang tahun ku kenapa pulangnya Minggu depan,apakah kamu tidak ingin merayakan ulangtahun ku sekali saja". pinta Niken
"kamu seperti anak kecil saja minta dirayain segala kamu tahu kan aku lagi sibuk kerja cari uang. kamu mau kado apa tinggal bilang nanti aku transfer".
"aku gak mau kado mas aku ingin mas bersama ku di malam ulang tahunku ".
" ah sudahlah,kamu manja sekali sih . pengertian dikit lah ke suaminya aku kan lagi di luar kota mana bisa seenaknya pulang cuma nemenin kamu ulang tahun . udah lah nanti aku transfer kamu beli hadiah yang kamu mau ". sambil menutup teleponnya
Niken kecewa lagi terhadap suaminya dia tidak pernah ingat ulang tahunnya terlebih lagi dia tidak pernah merayakan ulangtahun nya bersama-sama. Niken membanting ponselnya tak terasa buliran air mata jatuh di pipi Niken dia bersandar di tembok dan berangsur turun kebawah sambil menekuk lututnya menundukkan kepalanya.
suara tangisan Niken terdengar lirih karena tertutup oleh kedua lututnya.
Bi Ina mengambil ponsel Niken yang tadi dibanting Niken dan menghampiri Niken dan duduk disampingnya, mengelus-elus kepala Niken. Bi Ina merasa kasihan melihat Niken seperti itu.
__ADS_1
"Nona ".
Niken mengangkat kepalanya. mengusap air mata dia tidak ingin orang lain kasihan padanya . cukup dia saja.
" oh iya .. bi Ina makasih ya ". sambil mengambil ponsel yang di pegang Bi Ina dia berdiri dan meninggalkan Bi Ina
bi Ina memandangi Niken dari belakang merasa kasihan dan sedih melihat dia seperti itu.
***
Malam ulangtahun Niken terasa sepi tidak ada satu pun yang mengucapkan selamat untuk nya. suaminya pun tidak menelepon nya atau mengirim pesan singkat untuknya. Niken merasa sendiri terlebih orang tua Niken sudah tidak ada . ayahnya meninggal setelah Niken menikah setahun kemudian ibunya meninggal saudara Niken tinggal jauh dari tempat tinggalnya jarang berkomunikasi jika tidak ada keperluan. saudara Niken sama seperti suami Niken mereka hanya sibuk bekerja tanpa peduli keadaan saudara yang lain.
"Non, coba cicipi kue ini non. Bi Ina khusus buatkan di hari ulang tahun Nona semoga Nona tidak bersedih lagi ".sambil membawa kue ulang tahun ke kamar Niken yang mulai pagi Niken berada di kamarnya.
"makasih Bi ". sambil tersenyum
" selamat ulangtahun ya Nona , tiup kue nya nona !".
Niken tersenyum kemudian meniup lilin.
prokkk...prokkk ...
__ADS_1
tepuk tangan Bi Ina mengisi ruang hampa di dalam hati Niken dan mengisi ruang kamar yang sepi tanpa suara.
Ting tong .. Ting tong....
Tiba-tiba Suara bel berbunyi
Bi Ina berlari kecil membuka pintu depan .
"Tuan , nona ,..?".
Erik ,Nadia dan pegawai di toko bunga Niken berada di depan sambil membawa kue tart untuk Niken .
"ssst...jangan bilang-bilang Niken Bi, bawa dia keruang tengah Bi ". suruh Erik
"Baik tuan".
Bi Ina bergegas ke kamar Niken .
"Nona , ada Non Nadia diruang tengah ".
" baiklah bi , aku kesana ". Niken bergegas turun dari ranjangnya kesedihan nya sedikit berkurang karena ada sahabat nya yang masih ingat padanya .
__ADS_1