Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
pergi ke luar kota


__ADS_3

"Maafkan aku masih belum bisa menerima ini ". Niken sambil mendorong cincin yang disodorkan untuk nya, dengan senyum manis tersungging di bibirnya agar Erik tidak begitu kecewa.


" Baiklah kamu tidak perlu menjawab nya hari ini aku akan menunggu mu karena aku tahu begitu cepat aku meminta mu sedangkan masalahmu belum selesai , maafkan aku yang terlalu tergesa-gesa dan tidak bisa memikirkan perasaan mu Niken ". Erik sambil menutup kotak cincin itu .


Niken makin berkaca - kaca ingin dia memeluk laki - laki di depannya dengan erat dan seerat mungkin hingga tidak akan lepas lagi namun Niken begitu bergetar tubuhnya pun bergetar hati nya pun bergetar benar-benar tidak sanggup.


" Baiklah aku masuk dulu ya! ". jawab Niken menyembunyikan kepedihannya sambil merekah kan senyuman nya lagi


" Baiklah aku akan menunggu jawaban mu Niken ". Erik sambil membalas senyuman itu dengan sangat tulus .


Niken segera turun dari mobilnya agar air matanya tidak tumpah dihadapan Erik . Niken. langsung masuk kedalam rumah tanpa menunggu Erik pergi.


Niken langsung bersimpuh di balik pintu sambil menekuk lututnya dia menaruh kepalanya di lutut dan tumpah lah air mata nya .


Tuhan kuatkan aku ! sungguh aku tak sanggup menghadapi Erik yang begitu aku cintai . Sungguh aku tak sanggup !


Batin Niken sambil meronta-ronta sambil berdoa.


Bi Ina yang melihatnya tidak mampu menahan air matanya kemudian menghampiri Niken dan memeluknya erat dia mengangkat kepalanya mengusap air matanya dan mencium i keningnya dan memeluknya dengan erat.


" Yang tabah ya non, yang kuat non , bibi yakin nona bisa menjalani semua ini ". Bi Ina sambil mengelus puncak kepalan Niken


Niken masih menangis tersedu-sedu dan mencoba menerima keadaannya. Kemudian dia mengusap air matanya dan beranjak dari posisinya.


" Bi tolong siapkan semua keperluan,kita berangkat malam ini dan tolong telp pak Imam untuk antar kita ke kota M ". Niken sambil beranjak dan menuju kamarnya dan mencoba untuk tegar


" Jadi berangkat malam ini non ? ".


" Iya Bi , kita berangkat malam ini ".


Malam ini Niken menyiapkan barang - barang keperluan di kota M , dia menatap sekeliling kamarnya dengan tatapan yang sayu penuh kepedihan karena dia akan meninggalkan ruangan nya yang selama ini menjadi saksi bisu suka dan dukanya. Dia menyentuh barang - barang nya satu persatu seakan dia berpamitan kepada semua barangnya .


" Non semua sudah siap dan pak Imam sudah di depan non". Bi Ina


" Baik Bi sebentar lagi aku akan ke bawah ". jawab Niken


Dia menatap semua ruangan yang ada dirumah dia merasa berat meninggalkan rumah ini , dia menenteng tas nya dan juga koper yang di geretnya, langkahnya sangat berat dia tak sanggup meninggalkan rumahnya hingga di depan dia menatap rumah itu dengan penuh kesedihan .


Bi Ina mengambil koper dan tas yang dibawa Niken dan menyuruh pak imam memasukkan ke bagasi sedangkan Niken masih mematung memandangi rumah itu dengan penuh kepedihan .


" Non sudah semua , apa jadi berangkat sekarang ?". bi Ina membuyarkan lamunan Niken

__ADS_1


" Baik Bi ". Niken sambil memasuki mobil nya .


Diperjalanan Niken hanya memandang keluar jendela menatap di setiap pinggir jalan dengan penuh kepedihan dia menghitung detik -detik perpisahan dengan orang-orang yang dia sayangi. Sedangkan Bi Ina menatap Niken dengan sayu penuh rasa keprihatinan ingin tangan bi Ina menggenggam jemari Niken namun dia tak sanggup karena hal itu akan membuat dia lebih sedih dan akan menangis di hadapan Niken .


###


Keesokan paginya ..


Ponsel Erik berbunyi dia segera mengambilnya dan mengangkat nya


📞**Hallo : Erik


📞 Hallo bapak Erik , ini saya Albert . Bisa ke kantor saya sekarang pak ? karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan : Albert


📞 Baik saya usahakan secepat mungkin kesana pak : Erik


📞 Terimakasih , saya tunggu ya : Albert


📞 siap :Erik


Kemudian mereka memutuskan sambungan telepon nya dan Erik segera bergegas ke kantor Albert


ada apa ya ? apa ada Masalah dengan projects Niken ?.


Sedang kan Andika juga menerima telepon dari Albert yang menyuruhnya segera kekantor Albert . Andika pun bergegas ke kantor Albert .


Di lobi mereka saling bertemu dengan tatapan tajam mereka seperti kucing dengan anjing ketika bertemu tapi ini tanpa gonggongan.


Kemudian mereka di tuntun oleh asisten Albert ke suatu ruangan .


" Silahkan duduk ". asisten Albert mempersilahkan duduk


Mereka duduk di kursi masing -masing tanpa ada sepatah kata pun dan masih tetap dengan tatapan tajam mereka.


Albert kemudian memasuki ruangan bersama Asistennya.


" Selamat pagi ". sapa Albert kepada dua laki -laki ini


pagi : Meraka menjawab serentak .


" Mohon maaf jika pemberitahuan nya mendadak karena ini juga sangat mendesak dan urgent " . Albert membuka pembicaraan

__ADS_1


" Baik pak tidak apa -apa ". jawab Andika..


" Baik pak ". jawab Erik


" Sebelumnya saya ucapkan terimakasih karena anda berdua sudah menyempatkan hadir di kantor saya. Saya hanya ingin menyampaikan amanah dari ibu Niken ".


"Niken ? ". Andika


" maksud bapak ". Erik


" Maksud saya ibu Niken kemaren menolak projects itu dan meminta saya untuk memberikan kepada kalian berdua alasannya untuk bapak Erik ibu Niken ingin bapak Erik bisa membimbing teamnya untuk melakukan projects ini dan bekerja sama dengan bapak Andika karena ibu Niken ingin membantu bapak Andika dari keterpurukan perusahaan nya". tutur Albert kepada kedua laki - laki disampingnya


" Maksud bapak Niken ingin kita berdua berkerja sama dalam projects ini ". tanya Erik


" iya benar sekali pak , alasan ibu Niken karena dia ingin pergi ke luar kota untuk jangka waktu yang panjang hingga tidak bisa fokus kepada pekerjaan nya". jawab Albert


" Maksud bapak Niken ingin membantu saya dari kebangkrutan , dan kalau boleh tahu kemana dia pergi pak? ". tanya Andika


" Benar pak dia ingin membantu bapak Andika , untuk tempatnya saya tidak tahu kemana, demikian atas pemberitahuan saya semoga kalian berdua bisa bekerja sama dengan baik di dalam projects ini ". Jawab Albert sambil menjabat tangan mereka berdua dan kembali keruangan nya .


" Untuk pembahasan lebih detail lagi nanti kita hubungi lagi tempat dan waktunya " . asisten Albert sambil berpamitan dan menyusul Albert.


Pergi kemana dia ? kenapa dia tidak bilang soal rencana ini , kenapa begitu mendadak , ada apa ini sebenarnya?


Batin Erik bertanya-tanya dan mulai curiga


Niken apa maksud mu kenapa kamu membantu ku setelah apa yang aku lakukan padamu, sungguh maaf kan aku Niken aku sangat menyesal.


Batin Andika


Andika tanpa sepatah katapun dia beranjak dari kursinya dan ingin meninggalkan ruangan itu.


" Tunggu ". Erik menghentikan Andika


Andika berhenti kemudian membalikkan badannya. Erik memberi tahukan sebuah video kepada Andika .


" Lihat ini ! semoga setelah kamu melihat ini kamu bisa melihat kebenaran nya bahwa yang membunuh calon baby mu bukan aku atau Niken dan mampu membersihkan namaku dengan Niken dan satu lagi aku dan Niken tidak pernah ada hubungan melebihi teman dan rekan kerja semoga kamu juga bisa memahaminya ". Erik sambil menyodorkan sebuah video saat Niken terjatuh dari tangga dan yang menyebabkan nya adalah Cita .


Mata Andika membelalak menatap video itu dia terkejut dan raut wajahnya menjadi sangat marah, belum puas dia melihatnya dia mengambil rekaman video itu dan memutarnya kembali hingga air matanya jatuh menyesali semua tuduhan yang tidak benar terhadap Erik dan Niken .


###

__ADS_1


bersambung


__ADS_2