
Sementara Andika sudah terlepas dari macetnya dia sudah memasuki jalan ke rumah Niken . Dia melajukan mobilnya kencang tidak perduli dengan pemandangan kanan kiri yang di pikir dalam benaknya hanya ingin segera sampai dan bertemu dengan Niken dan bersimpuh dihadapan nya memohon maaf .
**
Niken masih asyik dengan ayunannya sambil menikmati pemandangan dan udara yang segar. Namun tiba - tiba dia menoleh seperti punya firasat bahwa ada orang di belakangnya.
Dan benar saja sosok yang dia rindukan sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan yang sayu setia menunggu di belakang nya .Niken terkejut dia langsung berdiri dan membalikkan badannya .
" Erik ...". suara yang lembut muncul dari mulut Niken .
Tanpa banyak bicara Erik menghampiri Niken dengan mata nya yang berkaca-kaca dan butiran air yang mengalir di pipinya. Sedangkan Niken terpaku di posisi hatinya perih sehingga membuat air matanya pun mengalir juga .
Erik langsung menabrakkan tubuhnya ke tubuh Niken. Erik memeluknya erat tanpa sebuah kata hanya uraian air mata dan isak tangis dari mereka berdua.
Erik melepas pelukannya dan meraih wajah Niken ,menghapus air matanya dan membenamkan bibirnya di bibir Niken yang merah seperti buah ceri , dan ******* buah ceri tersebut.
Niken masih terpaku namun kelamaan karena rasa rindunya juga tak mampu dia bendung lagi sehingga dia membalas ciuman Erik dengan hangat. Di saksikan oleh burung - burung yang berterbangan di pohon dan kupu-kupu yang berkeliaran di taman.
Diwaktu bersamaan Andika sudah sampai di depan rumah Niken . Dia membuka mobilnya dan menghampiri pengawalnya.
" Apa ini tempatnya ? ". Tanya Andika ke salah satu pengawal nya
" Benar tuan ". jawab pengawal nya
" baiklah". Andika
Kemudian dia mulai berjalan masuk ke halaman rumah Niken tidak beberapa langkah seperti ada yang menunjukkan ke arah Niken dan Erik. Andika menoleh ke arah mereka sedangkan posisi Erik dan Niken sedang berciuman .
Andika langsung menghentikan langkahnya ada yang menusuk jantung nya dengan sangat sadis hingga menembus hatinya hingga dia tak mampu menahan langkahnya lagi. Dia memegang dadanya yang sudah berdetak kencang ingin copot dari posisinya namun dia coba untuk menahan dengan tangannya.
Dia sudah tidak tahan melihat adegan tersebut hingga akhirnya dia membalikkan badannya sambil memegang dadanya yang sudah ingin berlari dari posisinya. Langkah nya terlihat malas dan berat namun dia mencoba melangkahkannya sedikit demi sedikit hingga mencapai mobilnya. Dia masuk kedalam mobilnya dan menyuruh pengawal nya untuk putar balik .
Sedangkan pengawalnya hanya mengikuti semua perintahnya dengan tatapan kosong .
__ADS_1
Didalam mobil Andika hanya terdiam menatap ke luar jendela mobil dengan matanya yang berkaca-kaca ingin meneteskan air matanya namun dia tahan karena dia tidak ingin pengawal nya tahu bahwa dia menangis. Namun di dalam hatinya sudah meronta-ronta dengan peluhnya.
Erik yang masih ******* ceri itu kemudian menghentikan nya dan berlutut dihadapan Niken merogoh sakunya mengeluarkan kotak cincin yang masih dia simpan untuk melamar Niken .
" Niken, aku menanti jawaban mu ?". Erik dengan senyum nya dan masih dengan posisi berlutut sambil menyodorkan kotak cincin di hadapan Niken .
Niken terlihat bingung ada rona bahagia dan juga kepedihan.
aku harus bagaimana dan jawab apa ? batin Niken.
Dia masih terpaku memandang Erik dan kemudian memandang cincin itu kemudian dia membalikkan badannya .
" Maafkan aku Erik!, Aku tidak mampu menerima nya". Niken berkata sambil membalikkan badannya tak mampu dia bertatap muka dan mata dengan Erik , karena tatapan membuat hatinya merasa sedih.
Erik berdiri dari berlutut nya dia membalikkan badan Niken .
" Kenapa Niken? apa karena penyakitmu ? ". tanya Erik
Erik tersenyum dan mengangkat wajah Niken dengan lembut dan mengusap air matanya .
" Niken aku tidak peduli dengan penyakit mu Niken , karena tujuan ku adalah kamu , harapan ku adalah menikah dengan mu , aku akan menerima mu apa adanya Niken. Izinkan aku mencintaimu dengan tulus dan merawat mu dengan sepenuh hati dan biarkan aku menjadi suamimu yang baik yang bertanggung jawab terhadap istrinya bagaimanapun keadaannya. Jangan biarkan aku hidup dengan penyesalan karena membiarkan dirimu dalam kesepian dan kesendirian ". Kata Erik dengan lembut sambil menatap Niken penuh sayu .
Niken tak mampu berkata-kata apapun lagi dia hanya bisa tersenyum dan memeluk Erik dengan erat. Burung - burung berterbangan dan berkicauan kupu- kupu berterbangan di samping mereka berdua seakan mereka menari merayakan kebahagiaan dua insan tersebut .
Semilir angin yang sepoi-sepoi berhembus ramah di rambut dan baju mereka . Erik memeluk erat Niken sambil menikmati keindahan pemandangan alam dengan sangat bahagia.
Erik mengambil jari Niken dan memasangkan cincin untuk Niken yang selama bertahun-tahun dia simpan untuk Niken dan baru hari ini dia bisa memakaikan cincin itu di jari manis Niken . .
Erik mencium tangan Niken yang sudah memakai cincin itu, terlihat sangat cantik dan indah cincin itu melingkar di jari manis Niken . Tak henti - hentinya Erik memeluk Niken dengan erat dan mencium i keningnya dan tangannya sambil duduk di ayunan itu berdua.
Bi Ina dan Bi Ijjah yang melihat pemandangan di depannya itu menangis dengan haru sambil saling memegang i tangan mereka .
Bi Ina kemudian kembali ke dapur memasak masakan kesukaan mereka berdua dan bi Ijjah melanjutkan membersihkan rumah .
__ADS_1
Niken mengajak Erik masuk ke dalam rumah .
" Ayo kita masuk , di rumah ada Bi Ina yang baru pulang dari kota ". ajak Niken
" Aku sudah tahu , karena aku tahu keberadaan mu karena aku mengikuti Bi Ina ". jawab Erik sambil tersenyum
" Jadi bukan Nadia yang memberi tahu semuanya?".
" Nadia tidak akan pernah bilang apapun padaku tanpa seizin mu walaupun aku keluarganya karena dia sangat menghargai mu Niken ".
" Benar Sekali aku beruntung punya sahabat seperti dia ".
" Kamu tahu Niken kamu sungguh menyiksaku Niken aku mencarimu kemana- mana dan semua karyawan kantor mu bungkam tidak mau berbicara tentang keberadaan mu , dan Bi Ina juga seperti di telan bumi . Hingga aku harus membayar orang untuk mengintai rumahmu dan kantormu Niken ". Kata Erik dengan tatapan yang manja kepada Niken
" Baiklah.. baiklah aku minta maaf !". sambil tersenyum dan mengelus puncak rambut Erik dan menarik tangannya untuk masuk kedalam rumah .
Di dalam rumah sudah di sambut bi Ina yang sedang menyiapkan makanan.
" Tuan Erik .. sini tuan silahkan duduk saya masak juga masakan kesukaan tuan ". Bi Ina menyambut mereka dengan wajah yang sangat bahagia .
" Andalan .. Bi Ina memang mengerti banget kalau aku kangen masakan Bi Ina ..". Erik menjawab Bi Ina dengan sedikit candaan sambil mengangkat jempolnya.
####
bersambung
yuhu apa kabar para readers tercinta ðð
penasaran dong gimana hubungan Erik dan Niken selanjutnya dan bagaimana dengan Andika .
Pasti penasaran juga dong apakah Niken bisa sembuh ððððĪŠ
ikutin terus ya kelanjutannya dan jangan lupa dukung dan komentar ya biar author semangat up ðŠðŠðŠ
__ADS_1