
keesokan harinya dokter memeriksa Niken dan diperbolehkan untuk pulang . Bi Ina langsung memberitahu asistennya Andika seperti yang di pesan kan Andika jika ada apa-apa atau masalah administrasi untuk menghubungi asistennya. Bi Ina kali ini tidak memberitahu Erik karena setelah kejadian tadi malam saat Andika pergi dari rumah sakit Bi Ina tidak berani memberi kabar ke Erik karena takut nanti bertambah salah paham.
"Anu non nanti kita di jemput sama asisten tuan ." kata Bi Ina sambil membereskan barang-barang Niken
" Apa suamiku tidak ikut menjemput Bi?". tanya Niken sedikit agak kecewa karena apa yang dialami itu cukup membuat dia terguncang dan sebenarnya butuh support dari suaminya , sedangkan Niken belum tahu kejadian saat Erik dan Andika saling hantam.
" Mungkin lagi sibuk non. Tapi tadi malam saya melihat tuan kemari non menjenguk nona , tapi nona sudah tidur". bi Ina berbohong tetapi setidaknya kebohongan itu sedikit melegakan Niken .
Yang sebenarnya Andika datang saat Erik memeluk Niken dan membuat Andika semakin salah paham .
"Oh kenapa tidak memberitahu ku Bi".
" maaf non karena nona sudah terlelap ".
" Baiklah ".
Erik yang menginap di ruangan sebelah pagi-pagi udah membelikan makan dan bubur untuk Bi Ina dan Niken .
" pagi, bagaimana keadaan mu Niken?". sambil membuka pintu dan memberikan makanan itu ke Bi Ina
Niken tersenyum, dia merasa tidak sendirian karena Erik selalu memberi dukungan dan semangat untuk Niken. Begitupun juga dengan Nadia sahabat nya dia selalu menelepon nya dan bila ada waktu santai dia pasti mengunjungi Niken dan mengajak ngobrol Niken agar dia tidak terlalu larut dalam kesedihan.
__ADS_1
"Hari ini sudah boleh pulang tuan ". Kata Bi Ina sambil memberikan bubur ke Niken .
"Bagus dong berarti kamu sudah sehat " . sambil tersenyum bahagia menatap Niken
Niken tersenyum sangat bahagia walaupun dalam hatinya sangat hampa karena dia kehilangan seseorang yang dia nanti .
" Baiklah karena hari ini kamu boleh pulang aku mau kekantor dulu ya ? "
" Apa nanti di jemput suami kamu Niken ? ". tanya Erik
" Tentu saja ". jawab Niken berbohong sambil tersenyum manis penuh kepalsuan
Erik sangat bahagia melihat Niken sudah bisa tersenyum lagi dan terlihat lupa dengan kepedihan nya sehingga ke kuatirannya sedikit berkurang.
Asistennya sudah mengurusi administrasi kemudian pergi keruangan Niken untuk menjemput nya.
" Maaf nona saya asisten tuan Andika. apakah sudah siap untuk pulang ke rumah ? ". Tanya asisten Andika sangat sopan .
"Sudah siap Bi?".
" sudah nona ". bi Ina sambil menenteng tas yang berisi barang-barang Niken
__ADS_1
kemudian asisten itu membawakan kursi roda untuk Niken dan membantu Niken naik kursi roda. Asistennya mengawal hingga masuk kedalam mobil . Di perjalanan pun asistennya tidak banyak bicara hanya fokus mengemudi.
Sedangkan Bi Ina dan Niken hanya memandang keluar jendela melihat sisi samping jalan dengan pikiran nya masing -masing .
Sesampainya di rumah Asistennya pun mengawal Niken sampai kedalam rumah dan berpamitan dengan sangat sopan .
Niken memasuki rumah dia melihat sekeliling rumah dia merasa ada yang hilang hatinya sangat hampa. Dia memasuk kamarnya melihat sekeliling , dan menatap barang-barang yang di beli bersama suaminya untuk keperluan Baby nya .
Dia menghampiri barang itu merengkuhnya dan memeluk nya dan tak terasa air matanya terjatuh entah dia harus bagaimana dengan barang-barang ini. Dan entah harus bagaimana dia dengan kehidupannya, serasa dia tidak ingin melanjutkan kehidupannya.
Dia benar-benar terjebak dalam dilema kehidupan . Disisi lain kepedihan nya sudah tak mampu dia bendung lagi di sisi lain mau tidak mau dia harus melanjutkan hidupnya.
\=\=\=\=\=
hai readers selamat membaca 😘
terimakasih dukungannya untuk para pembaca setia "terbayang kenangan mantan ".
Apalah artinya sebuah karya tanpa seorang pembaca.
Dan ucapan terimakasih yang sangat tulus saya ucapkan untuk para pembaca "terbayang kenangan mantan " semoga kalian terhibur dengan ceritanya dan selalu di beri kesehatan oleh Allah SWT .
__ADS_1