Terbayang Kenangan Mantan

Terbayang Kenangan Mantan
Di remehkan


__ADS_3

Di rumah


Setelah beraktivitas di toko Niken pulang kerumahnya . Dia melakukan pekerjaannya seperti biasa membersihkan rumah . Ketika dia mencuci piring dia teringat lagi perkataan Cita kalau tadi malam suaminya bermalam dengannya .


Mengingat hal itu membuat Niken sangat marah , sedih , dan kecewa. Dia merasa suaminya yang sangat dia cintai selama ini telah berkhianat padanya . Padahal Niken sudah berusaha menjadi istri yang baik mengurusnya dengan sepenuh hati dan memutuskan untuk meninggalkan pacarnya Erik beserta keluarganya hanya untuk mengabdikan diri kepada suaminya . Namun semua itu terasa sia - sia dengan perlakuan suaminya yang selalu saja membandingkan dia dengan wanita lain terlebih dengan Cita teman SMA nya yang selalu mem bully nya di sekolah dan selalu menggangu hubungannya dengan Erik . Dan sekarang dia mengganggu rumah tangganya .


" Dasar wanita ****** ". Niken merasa kesal bila dia ingat Cita sambil ******* - ***** kain busa untuk mencuci piring .


Kemudian terdengar bunyi pintu terbuka sehingga membuat lamunan Niken buyar .


" Sayang.. sayang .. " suara Andika sedang mencari keberadaan Niken .


Niken menyambut dia dengan tatapan kesal namun Niken mencoba menguasai diri . Dia tidak mau terlalu gegabah marah - marah kepada suaminya karena dia tahu benar siapa Cita terlalu banyak drama . Dia berusaha mengorek kebenaran nya pelan - pelan .


" Hai mas .. sudah pulang " . Mencoba mengendalikan amarahnya sambil tersenyum manis


"Iya , aku beli makanan kesukaan kamu nih ". Andika mencoba mencairkan suasana setelah kejadian kemaren dan setelah malamnya dia tidak pulang dengan membawakan makanan kesukaan Niken.


" Hmm .. pasti enak nih "


" Ya udah aku mandi dulu ya , bentar lagi kita makan bareng ya " .


" Ok siap ". Niken sambil mengambil bungkusan makanan itu dan menyiapkan nya diatas meja


Mereka duduk bersama di meja makan dan menikmati makanan mereka.


" Tadi malam tidur dimana ? ". Niken mulai menyelidiki

__ADS_1


" Hmm... Sebenarnya tadi malam aku ke klab malam ini. "


" Oh ya .., lalu ?".


" Lalu aku mabuk ?".


" Kamu pergi dengan siapa ?".


" Sebenarnya aku pergi sendiri. Kemudian aku bertemu dengan Cita ".


" Cita... ? ". Niken terkejut tenyata apa yang dikatakan Cita di tokonya benar.


" Iya aku tidak sengaja bertemu dengan nya di klab ".


" Kenapa kamu tidak bersama dengan pak Edi asisten mu ?".


" Anaknya lagi sakit jadi aku suruh dia pulang dulu".


" Aku mabuk dan pingsan kemudian aku tidak tahu kejadian selanjutnya".


" Jadi sebenarnya kamu tidur dimana ? ".


" Ketika aku sadar dan ternyata aku sudah berada di apartemen Cita , mungkin Cita tidak tahu rumahku jadi dia membawa ku ke apartemen nya ".


" Oh jadi begitu ya , setelah kejadian tadi siang kemudian bertemu di klab berdua dan menginap dirumah nya ..". Dengan sinis dan dengan nada sedikit marah dengan mengangguk - anggukan kepala.


" Sudah aku bilang aku tidak sengaja bertemu dengan nya ". Kenapa sih kamu curiga dan sepertinya kamu sangat membenci Cita padahal dia teman sekolah mu ".

__ADS_1


" Karena aku tahu seberapa liciknya Cita itu mas ".


" Licik seperti apa?. Seharusnya kamu berterimakasih kepadanya karena telah merawat aku saat mabuk dan membawa ke apartemen nya. Dia wanita baik , smart ,dan cantik . Dia juga seorang wanita hebat yang sukses tidak seperti kamu hanya wanita biasa yang mengurus rumah tangga ". Erik sambil meninggalkan tempat duduknya tidak berselera lagi untuk makan. pertanyaan - pertanyaan Niken membuat dia tidak berselera untuk makan .


" Mas kenapa kamu selalu membandingkan ku dengan Cita atau wanita yang punya karir sedangkan kamu melarang ku untuk bekerja keluar rumah tapi kamu selalu memandang ku rendah karena aku cuma mengurus rumah tangga ? . Kenapa mas ... ? ". Niken mulai menitikkan air mata


" Memangnya kenapa kalau aku membandingkan mu dengan wanita yang sukses memang kenyataannya seperti itu. Wanita lain bisa sukses walaupun tidak bekerja mereka mempunyai bakat sebagi pelukis , designer ,dan lain sebagainya . Tapi mereka masih tetap bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik . Bisa menjaga penampilan nya terlihat elegan . Sedangkan kamu ..." . Dengan tatapan mengejek


" Mas ... Kamu yang tidak pernah mendukungku mas . Aku bisa mengelola toko bunga ku menjadi lebih baik . Tapi kamu melarang ku pergi ke toko lebih baik dirumah. Aku ingin ke salon kamu melarang ku takut aku terlihat cantik dan diambil orang, aku pengen pergi belanja membeli kebutuhan untuk ku kamu selalu tidak mau mengantarku . Terus bagaimana aku bisa maju mas kalau kamu membatasi aku ".


" Memang kamu mampu membuat toko bunga kecilmu sukses ? . Memang kalau aku tidak membatasi mu ,kamu bakalan sukses ? ". Dengan nada nya yang meremehkan


" Terus mau kamu apa mas ? ".


" Sudah lah , capek ngomong sama kamu memang kamu tidak berguna membantu pekerjaan kantor ku saja mungkin kamu tidak mampu". Sambil melangkah keluar merasa tidak betah tinggal dirumah .


" Mas .. kamu mau kemana ? ". Teriak Niken ingin menghentikan langkahnya keluar rumah


Tapi Andika tidak perduli sama sekali dan tetap melangkah masuk ke mobilnya dan membawa mobilnya pergi meninggalkan rumahnya .


Niken yang merasa dia selalu dibandingkan dan direndahkan oleh suaminya tidak bisa berbuat apa - apa selain menangis didalam kamarnya sambil meratapi nasibnya.


" Mas apa kamu tidak ingat dulu waktu pertama kita menikah kamu menyuruhku berhenti bekerja , menyuruhku tidak boleh sibuk mengurusi toko bungaku yang kecil . Kamu menginginkan aku sebagai ibu rumah tangga yang baik . Namun setelah kamu sukses jabatan naik kamu jadi berubah menganggap aku sebagai bebannya. Kenapa mas ? ?? Kamu selalu membatasi ruang gerak ku tidak boleh bertemu teman tidak boleh ini tidak boleh itu sehingga aku kehilangan semua teman ku dan koneksi ku ". Dia berkata sendiri didalam kamar sambil menangis tersedu - sedu .


Setelah kejadian tadi malam Niken bertekad untuk menjadi orang yang berguna dia mencoba mempelajari rangkaian bunga terbaru di sosial media dengan menambahkan ide - idenya .


Malam ini terasa dingin dan hampa bagi Niken karena suaminya tidak berada disampingnya entah tidur dimana lagi dia malam ini .

__ADS_1


Cahaya matahari yang terbit yang menyelinap lewat sela - sela jendela kamar membangunkan Niken dengan cahaya nya yang menyilaukan.


Niken bergegas bangun . Dia melihat ponselnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi . Dan melihat kotak pesan dan histori panggilan ternyata tidak ada pesan dan panggilan dari orang yang dia harapkan yaitu suaminya .


__ADS_2