Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bonus Chapter 12


__ADS_3

Aku kembali🥰🥰


...***...


Masih diruang kerja Alvaro,masih dengan suasana saling haru,kini suasana menjadi hangat karena Vano dan Alaska menceritakan apa yang mereka mau.


Alvaro dan Arisha mendengarkan apa yang mereka ceritakan,saling bercanda mereka lakukan,suasana yang dulu kaku dan canggung,kini berubah hangat dan menyenangkan.


Vano dan Ska seakan sudah menemukan sesuatu yang baru,bercerita dengan sang Papi adalah sesuatu yang baru untuk mereka.Mereka kini menganggumi sosok seorang Alvaro sosok seorang Papi.Perubahan Alvaro membuat keduanya menjadi bahagia.


Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau mereka akan seperti ini,kalau Alvaro akan seperti ini,menjadi sosok Papi yang hangat.


"Baiklah,nanti liburan akhir semester kita piknik,Ok.Tapi karena pasti ada tiga pilihan tempat pastinya,Papi belum tanya Zio dia mau kemana,jadi Papi harus pilih salah satu dulu,Ok"


Mereka juga jadi bisa blakblakan meminta untuk pergi liburan bersama,dan Alvaro menyetujuinya.


"Ah,pokoknya Ska mau ke Paris" rengek Alaska.


"Gak Pi,ke Jepang aja dulu" sergah Vano.


"Eitssss tunggu,kalian punya pilihan,Mami juga punya pilihan dong.Mami juga pengen ke Turki,Pi" kali ini Arisha yang minta.


Alvaro,Vano dan Ska menatap pada Arisha "Mami jangan ikut ikutan" tegas keduanya.


"Iya Mami nanti aja berdua sama Papi,Honeymoon sekian kali" Alvaro berkata sambil menaik turunkan alisnya genit dan Arisha sedikit mencebik.


"Nah itu,buat adik baru buat kita,iyakan Pi ?" Vano yang berkata dengan tampang menggoda Arisha dan Alvaro mengiyakan itu,keduanya bertos ria.


Arisha jadi mencak mencak sendiri,"Emang gampang melahirkan itu !!" gerutunya dan membuat ketiganya tertawa kencang.


Para Art dan pengawal yang ada dibawah saja bisa mendengar apa yang terjadi di atas sama,bahkan mereka terus saling bertanya tanya.Ini hal baru yang ada dirumah itu yang biasanya selalu canggung dan menyeramkan.


Untuk finalnya mereka mau bertanya dulu pada Zio,bagaimana pun dia harus ikut andil dan nanti akan ditentukan kemana dulu mereka pergi liburan bersama.


Alvaro terus menyakinkan kedua anaknya,kalau dia tak akan melarang larang lagi,selama itu baik.Dan kalau mereka berbuat salah,maka mereka harus menerima konsekuensinya.


Alvaro juga tak akan menuntut anak anaknya lagi harus selalu belajar dan belajar,membiarkan mereka berekspresi sendiri.

__ADS_1


Hati Alvaro jadi terasa lega,tenang dan damai,dia pun merasa sangat bahagia.Andai sedari dulu dia begitu.Namun tak ada yang terlambat,kini dia akan menjadi Papi yang terbaik untuk anak anaknya,dan jadi suami yang baik pula untuk sang istri.


Vano dan Alaska pun merasa lega,meski dibebaskan namun mereka masih punya aturan sendiri.Tetap melakukan yang terbaik untuk Kedua Orang tuanya dan tak melakukan hal yang mereka benci.Tetap taat pada mereka,dan jadikan mereka motivasi untuk jadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik.Tak akan mengecewakan mereka.


Waktu sudah menjelang malam,kini Alvaro mengakhiri pembicaraannya dan mempersilahkan kedua putranya untuk tidur.


"Kalian tidur,istirahat yang cukup,dan belajar secukupnya saja.Papi tau kemampuan kalian masing masing,jangan terlalu dipaksakan ya" tutur Alvaro sebelum mereka pergi dari sana.


"Iya Pi,terima kasih ya Pi.Vano akan selalu memberikan yang terbaik untuk Papi,terima kasih sudah memberikan kita pilihan kita.Vano sayang Papi"


Vano memeluk sang Papi haru begitu dengan Alaska.


"Terima kasih juga Pi,Ska janji gak akan berbuat aneh aneh yang membuat Papi dan Mami kecewa.Ska sayanh Papi juga"


"Papi lebih sayang kalian,jaga kesehatan kalian juga ya"


Setelah selesai Arisha mengantarkan keduanya sampai ke kamar,setelah mereka membersihkan dirinya masing masing,baru mereka akan terlelap.


...***...


Setelah memastikan ketiga anaknya terlelap,Arisha segera menghampiri lagi Alvaro yang nyatanya masih diruang kerjanya.


Alvaro yang sedang menyoret nyoret kertas mengalihkan atensinya pada Arisha.


"Cuma tanda tangan aja Sayang,ini dua lagi selesai" ujarnya,lalu dia mengasih kode supaya Arisha mendekat.


Dan Arisha mendekat,ditariknya tangan Arisha sampe Arisha duduk dipangkuan Alvaro.


"Mas.." pekik Arisha karena merasa kaget.


Alvaro terkekeh keciln"Sebentar lagi selesai ya" tuturnya ,sambil melampirkan rambut Arisha kebelakang telinganya.


Arisha tersenyum,dia pun merubah menjadi manja,kedua tangannya melingkar ke leher Alvaro dan wajahnya dia tenggelamkan dibahu Alvaro.


"Selesai" Alvaro merapihkan berkas berkas itu dengan masih Arisha yang dipangkuannya.


Dia mencium kening Arisha dan Arisha mendongkak kini keduanya jadi saling tatap.

__ADS_1


"Makasih ya Mas,aku bahagia banget hari ini,kamu jadi luar biasa"


cup


Arisha mengecup pipi Alvaro dan membuat pipi Alvaro bersemu.


"Aku juga bahagia,hati aku jadi lega banget Sha,terima kasih juga selalu dukung aku"


Alvaro mengecup balik Arisha ,tapi bukan di pipi melainkan dibibir,dan nyatanya bukan hanya kecupan namun ******* ******* kecil yang berangsur menjadi ******* kasar dan saling memainkannya.


Keduanya sama sama sudah terhanyut dalam buaian asmara dan nafsu,keduanya sama sama merasakan panasnya gairah yang menggelora.


Namun saat sudah dipuncak tertinggi,Arisha tersadar dan menyadarkan alam bawah sadarnya,kalau ini tempat yang salah.


"Mas,jangan disini" tuturnya,dan Alvaro pun menyadari itu,buat apa ada kamar kan.


Alvaro tersenyum dan keduanya berjalan menuju kamar mereka berdua,kamar yang selalu menjadi saksi akan cinta mereka.


Setelah pintu kamar tertutup,Alvaro melanjutkan yang tadi,keduanya sama sama terhanyut dalam indahnya surga dunia.


Meski usia makin bertambah,namun keduanya tak memungkiri masih membutuhkan itu,itu adalah kebutuhan lahir mereka.


Dari pada Alvaro jajan diluar yang aneh anehkan,mending Arisha kasih yang terbaik.Jiwa gairahnya masih sama sama berkobar besar.


Tidak akan ada masalah dan ujian dalam hidup,semua pun juga pasti merasakannya,karena jalanpun tak selamanya menjadi lurus,akan ada belokan belokan di depan,dari yang rendah sampai belokan tajam,belum lagi pasti akan melewati jalanan berbatu dan penuh kerikil.


Begitupun dengan kehidupan berrumah tangga,godaaan godaan akan datang,ujian ujian kecil pula akan datang.


Seperti halnya kemarin,namun kembali kepada kita.Bagaimana cara kita menyikapinya,bagaimana cara kita menyelesaikannya,pasti kita punya cara masing masing.


Alvaro dan Arisha masih belajar untuk menjadi pasangan satu sama lain yang terbaik,dan tak luput pula ingin menjadi Orang tua yang selalu bijak dan terbaik.


Keduanya akan sama sama belajar akan hal,belajar dari hal terkecil dahulu.


Melihat ketiga anaknya sehat,bahagia membuat mereka bahagia pula,tidak ada hal lain yang membuat mereka bahagia.


***

__ADS_1


Hayo yang laiinnya bayangin aja ya sendiri🤣🤣🤣🤣,


__ADS_2