
Tok tok tok
"Iya.." Sahut Arisha dari dalam kamar,Arisha baru saja akan siap siap untuk pergi ke kampusnya.
"Iya,ada apa Bu ?"
"Nona,ada Nyonya besar dibawah" Seru Bu Ema.
"Nyonya besar ?ah Mom Ambar maksudnya ?"
"Iya Nona,beliau nunggu di bawah"
"Baiklah,aku kebawah sekarang Bu,makasih ya"
Bu Ema kembali ke bawah setelah memberitahu Arisha,dan Arisha segera menyusul.
"Mom.." Serunya pada Mom Ambar.
"Hai,Sayang.." Mom Ambar memeluk Arisha,dan memberikan kecupan dikedua pipi Arisha.
Mereka pun duduk disofa ruang keluarga " Kamu betah disini ?Varo memperlakukan kamu dengan baik kan ?"
"Betah Mom,tapi masih takut juga,hihih" Arisha menyengir "Baik kok Mom,selalu baik".
"Kadang nyebelin,suka seenaknya" Batinnya dalam hati.
"Bagus kalau begitu,ini Mom bawa contoh undangan kalian nanti,terus nanti hari minggu besok,Mom dan Varo akan berkunjung ke rumah Orang tua kamu" Jelas Mom Ambar ,sambil mengeluarkan beberapa desain kartu undangan pada Arisha.
"Hah,mau apa Mom ?"
"Ya mau berdiskusi dong,bagaimana pun menikah itu menyatukan dua keluarga,bukan hanya dua pasangan sayang,jadi Mom dan Varo akan datang kesana,dan berdiskusi juga dengan mereka,mereka mau bagaimana,dan Mom juga kan ingin bertemu dengan besan Mom dong"
Jelas Mom Ambar lagi begitu antusias.
"Tapi Mom,Mom tau lingkungan disana tidak sama seperti disini"
Arisha menunduk,karena dia tau seperti apa kehidupan Mom Ambar yang berbeda dengan keluarganya.Mom Ambar meraih tangan Arisha dan mengelusnya perlahan.
"Sayang,Mom tau apa yang kamu pikirkan ,bagi Mom itu bukan masalah,Mom tau siapa kamu jauh sebelum kalian bisa bersama seperti ini.Mom gak pernah mempermasalahkan semua itu,bisa lihat Alvaro menikah saja Mom sudah senang
Kamu tau saat Alvaro bilang kalau kalian menikah,Mom sangat senang sekali,Mom itu sempat khawatir kala Alvaro bilang tidak mau menikah,katanya menikah itu ribet,dia bilang punya perusahan,rumah dan punya uang itu jauh lebih dari cukup,makanya saat itu Mom senang sekali,dan Mom tak mempermasalahkan soal status pasangan Alvaro,satu saja Mom hanya mau wanita itu baik baik
Dan Mom tau siapa kamu,Mom tau kamu anak baik,dan akan membawa perubahan pada diri Alvaro,termasuk soal pendiriannya dulu,Kamu mau kan bantu Mom untuk merubah pendirian dia itu ?tapi kalau dia berbuat tak baik sama kamu,bilanglah sama Mom
Mom tau juga kalian menikah karena keadaan dan tanpa rasa saling cinta,tapi yakinlah seiring berjalan waktu kalian pasti akan saling menerima,kamu mau kan bertahan dengan dia ?"
Mom Ambar panjang lebar menjelaskan semua pada Arisha,bahkan mengutarakan juga keinginannya itu.Arisha begitu serius mendengarkannya,bahkan dia sempat kaget saat Mom Ambar bilang kalau Alvaro sempat tak menginginkan menikah.
"Insya Allah Mom,Sebisa mungkin akan Risha lakukan,baiklah selanjutnya gimana Mom aja" Sahut Arisha kemudian.
"Gitu dong ,jangan merasa rendah ya,kita semua sama ciptaan Tuhan yang sama,kamu tau dulu Alvaro tuh tidak seperti sekarang,sikap Arrogant muncul saat kejadian itu,jadi Mom harap kamu bisa membalikan Alvaro yang dulu"
"Iya Mom,Insya Allah ya" Jawab Arisha.
"Baiklah..Mom mau pergi dulu ya,sepertinya kamu juga akan pergi ke kampus kan ?hati hati ya"
Mom Ambar berpamitan pada Arisha ,setelah sebelumnya mencium kedua pipi Arisha lagi.Arisha pun kembali bersiap siap untuk pergi ke kampusnya.
*
*
*
Drtttdrttt
Suara ponselnya Arisha berdering ,dia buka ponselnya dan chat dari Alvaro baru masuk.
__ADS_1
"Kamu datang kesini,bawakan aku makan siang di restoran xxx,cepat ya" Isi chat dari Alvaro.
Arisha membeliak saat membaca itu,kenapa selalu memerintah seenaknya,kenapa gak meminta orang kantornya sendiri saja yang belikan,kenapa harus dia yang sedang jauh lokasinya.
Ah,percuma merutuki juga ,toh dia tak bisa membantah apa kata suami,beruntung jam kelasnya cuma ada 1 jadi di bisa langsung pulang.
Dengan diantaf supir dia pun bergegas menuju ke kantornya Alvaro dan sebelumnya membeli makanan apa yang Alvaro pinta.
"Selamat siang Mbak,maaf mau ke ruangan Pak Alvaro " Sapa Arisha kebagian resepsionis.
Dua resepsionis di depannya memandangi Arisha dari atas sampai bawah "Maaf,anda sudah buat janji ?" Tanyanya kemudian.
Arisha bingung harus jawab apa,tapi sebelum dia menjawab ada telepon masuk ke mereka berdua,lalu mempersilahkan Arisha untuk naik lift dan langsung keruangan Alvaro.
Di depan lagi lagi dia disambut Neli,Arisha menelan ludah saat melihat penampilan Neli,rok spam diatas lutut,baju atasan yang ketat,dan dia menatapi diri sendiri yang tidak ada apa apanya.
"Selamat siang Nona" Sapa Sam,saat Arisha baru masuk ke dalam ruangannya Alvaro.
"Siang Samsul.." Celetuknya lagi,dan Sam hanya diam.
"Kamu gak sapa aku,aku suami kamu" Alvaro berdiri dari tempatnya dan menghampiri Arisha.
Arisha sedikit mendengus kesal "Aku lagi kesal sama kamu" Rajuknya,dan dia terkekeh.
Sam membulatkan matanya melihat Alvaro seperti itu,setelah dua tahun baru dia lihat lagi tawa tulus dari seorang Alvaro.Lalu Alvaro menyuruh Sam untuk keluar.
Alvaro menarik tangan Arisha dan mereka sudah duduk disofa yang ada disana "Jangan ngambek dong,kamu kan istri aku jadi harus nurut saa suami"
"Ya kira kira saja Tuan,perjalanan ke kampus sampai kesini tuh jauh" Rajuknya lagi dengan bibir cemberut dan itu berhasil membuat Alvaro menelan ludahnya.
Alvaro menarik lagi Arisha dan kini dia sudah ada dipangkuan Alvaro "Hei,Mas..turunin aku,ini kantor kamu bagaimana kalau ada yang masuk coba !!"
"Tidak akan ada yang masuk,aku sudah menguncinya,hanya ada kita berdua" Alvaro membelai wajah Arisha secara perlahan,dan membuat Arisha gugup.
"Aku kangen sama kamu" Kini wajahnya sudah ada dibahu Arisha,menghirup wangi sabun strawberry yang begitu menenangkan dirinya.
"Mas,geli..katanya mau makan,itu udah aku belikan" Arisha berusaha melepaskan itu.
Tanpa sadar Arisha mendesah "Emmmbbhhh" Alvaro menggigit kecil lehernya itu dan sebuah tanda tersemat disana.
"Mas..aisshhh,nanti aku malu" Rutuknya dan menjauhkan wajah Alvaro,dan Alvaro hanya terkekeh.
"Kamu tau itu apa ?itu tanda cinta dari aku" Ujarnya kemudian.
"Jangan bercanda deh,ini gimana coba pake apa nutupinnya" Arisha kembali cemberut,lalu Alvaro pun tak tahan dia kembali ******* bibir berona merah itu.
Awalnya Arisha kaget akan Alvaro yang tiba tiba,tapi lama lama dia menikmati itu.Alvaro memanggut bibirnya lembut,dan memaksa Arisha untuk membalasnya,Arisha pun terbuai dia membalas panggutannya Alvaro.
Tangan Alvaro sudah merayap dipunggung Arisha dan tangan Arisha sudah melingkar dileher Alvaro,mereka sama sama saling memberi kecupan,******* dan hi*apan.
Mereka baru melepaskan saat sama sama saling mengantur nafas,dan mencari oksigen.Keduanya sama sama terengah.
"Datang bulannya masih lama ?" Tanya Alvaro,dengan penuh damba,dia sudah terbakar gairah.
"Baru dua dua hari," Jawab Arisha malu malu dan kini dia sudah turun dari pangkuan Alvaro,dia masih sangat gugup,entah kalau boleh jujur dia menyukai itu.
Alvaro mendesah pelan dan menyenderkan punggungnya di sofa "Baiklah ayo makan aku lapar"
Arisha membuka box makanan yang dia bawa "Ini alasan kamu menyuruh aku kesini ?untuk mencari kesempatan seperti tadi ?"
"Ya,aku kangen sama kamu" Jawab Alvaro tanpa basa basi dan membuat Arisha tersipu malu.
"Suapi aku " Ujarnya lagi
"Hah,kamu bukan anak kecil Mas,masa mau disuapi" Arisha kembali cemberut.
"Ayo Sayang,suapi aku..aku masih harus baca ini" Jawab Alvaro sambil menunjukan berkasnya pada Arisha.
__ADS_1
Blusshhh
Panggilan sayang dari Alvaro sukses membuat rona merah pekat muncul dipipi Arisha,dia serasa terbangke awan saja.
"Sha,ayo..aku lapar" Perintahnya lagi.
"Ck,selalu ada saja yang membuat aku kesal sama dia,kenapa selalu memerintah sih" Batin Arisha.
Tapi tak urung dia lakukan,Alvaro tersenyum menang,dan dia menikmati makan siangnya itu walau melihat Arisha yang cemberut.
"Tadi Mom Ambar kerumah,katanya minggu besok mau ke Bandung kerumah Orang tua aku"
"Iya Mom juga sudah berbicara,kita kesana nanti"
"Iya"
Tok tok tok
Suara ketukan pintu di depan,Alvaro membuka otomatis kuncinya dan menyuruh untuk masuk.
"Maaf menggangu Pak,ini harus segera anda tanda tangani" Ujar Neli ,dia membungkuk saat memberikan berkas itu dan itu memperlihatkan belahan kedua buah dadanya.
Arisha merasa risih akan itu,dan itu benar sangat jelaz sekali terlihat,dia terus memandang Alvaro yang masig sedang serius.Yang ada dipikiran Arisha,mungkin tiap hari Alvaro akan mendapatkan tontonan seperti itu.
Dia pun mendengus kesal,entah tau kenapa,Alvaro melirik sebentar ke Arisha,dengusan itu sangat kentara ditelinga Alvaro,telihat Arisha bersidekap dan masih cemberut.
Alvaro pun menatap Meli,dan melihat pandangan yang mungkin akan membuat beberapa Pria tergoda,tapi tiba tiba dia tersenyum geli.Lalu dia memerintahkan Neli untuk keluar.
"Kamu kenapa ?" Tanyanya pada Arisha.
Arisha menggeleng tapi masih cemberut,Alvaro tertawa lagi,lalu mendekat pada Arisha.
"Aku tak tergoda padanya,aku lebih tergoda pada kamu" Ujarnya di depan wajah Arisha.
Arisha lagi lagi mengerjap cantik,Alvaro suka itu.
Cup
Alvaro kembali mengecup bibir Arisha itu "Jangan cemberut begitu,sungguh aku tak tergoda"
"Aisshhh,kamu bicara apa sih ?gak jelas banget deh,udah ah..aku pulang ya" Pamit Arisha.
Tapi Alvaro menahannya dan kembali memanggut bibir Arisha,memanggut,mel*mat ,menghi*ap nya dengan penuh gairah,Arisha sampai kewalahan tapi dia membalasnya.
Dan
"Pak,maaf sudah pu..."
Alvaro lupa tidak mengunci pintunya lagi,dan nampaklah Sam disana,dia langsung membalikan badannya.
Sedangkan Arisha langsung mendorong Alvaro,dia pun jadi malu saat itu kepergok Sam.
"Sam.." Tegur Alvaro.
"Maaf Pak,saya tidak tau kalau..."
"Sudahlah,ada apa tadi ?"
Sam kembali berbalik " Maaf Pak sudah pukul dua,meeting akan segera dimulai" Ujarnya.
"Kalau gitu aku pulang ya " Sela Arisha.
"Aku tak bisa mengantar kamu ke bawah" Alvaro menatap arlojinya.
"Gak apa,aku pulang ya Mas"
Alvaro tersenyum ,dia mengecup kening Arisha singkat ,lagi lagi Arisha tersipu malu dia pun pamit keluar ,dia juga pamit pada Sam.
__ADS_1
****
...Bersambung...