Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bonus Chapter 08


__ADS_3

"Vano.."


Revano baru sampai di sekolahnya,setelah sang supir pergi setelah mengantarkannya sampai gerbang sekolah.


Alvaro memang sudah memberikan ketiganya kendaraan untuk masing masing mereka pakai,namun beliau masih belum mengijinkan untuk dipakaikan langsung selama mereka sudah cukup umur atau sudah bisa membuat KTP.


Dan kini usianya memang sudah 17 tahun,namun Alvaro masih belum memperbolehkan dirinya,tunggu waktunya saja katanya.


Revano tak memaksa,dia tivikal anak yang penurut apalagi tau bagaimana watak Papinya itu.


"Hai,Ra" sapanya balik pada Inara,gadis cantik sederhana yang dia sukai.


"Nanti jadikan anter aku Van ?"


Inara mengingatkan kembali janji yang mereka buat beberapa waktu lalu,kalau mereka akan tepatnya Vano mengantar Inara cari buku kepustakaan kota.


"Jadi dong Ra,aku udah minta ijin kok sama Papi,Mami dan mereka ijinkan" sahut Vano dengan girangnya.


"Syukur deh,maaf ya ngerepotin kamu Van"


"Siapa juga yang direpotin,aku malah suka mengantar kamu,Ra"


Vano memberikan senyuman paling manis dan tampannya,siapapun yang melihat itu pasti akan terpesona dengannya.Pesona Revano emang gak tanggung tanggung.


Anak pertama Alvaro dan Arisha ini memang punya aura yang berbeda dari dua anaknya yang lain,mungkin anak pertama.


Inara pun sama terhanyut dalam pesonanya Revano,matanya berkedip kedip cantik.


"Hei" Vano sampai menepuk bahu Inara,dan Inara baru tersadar lantas dia jadi merasa canggung.


"Ah,yuk ke kelas" Inara berjalan lebih dulu dari Vano,wajahnya sudah memerah,sedangkan Vano tertawa tawa kecil dibelakangnya.


Inara adalah cewek yang dia kenal sejak bersekolah disana,Inara yang selalu membuat moodnya selalu menjadi baik dikala dia selalu dituntut lebih oleh sang Papi.Inara selalu siap sedia untuk menemaninya, begitupun sebaliknya.


Kalau boleh akui Vano memang menyukai Inara sejak lama,namun dia masih belum punya keberanian penuh untuk menyatakannya,bila waktunya sudah tiba dia tidak akan menyianyiakan saat itu.


"Hei,Nara pelan pelan tunggu aku" teriak Vano pura pura.


Sedangkan Inara semakin mempercepat laju langkahnya,dia tak mau Vano melihat pipinya yang sudah merona.


...***...


"Risha.." suara serak terdengar memanggil Arisha yang sedang melamun seperti biasa diruang perpustakaan mininya.

__ADS_1


"Mom,kapan datang ?" Arisha segera berdiri dan memapah Mom Ambar yang jalannya sudah sedikit tertatih.


Lalu Arisha mendudukannya disofa yang ada disana.


"Baru saja datang,diantar supir..kata pelayan kamu sedang disini,hampir setiap hari kamu diam disini terus" jelas Mom Ambar.


"Risha,lagi seneng disini saja Mom"


"Mom tau apa yang terjadi dirumah ini,CCTV rumah ini tak bisa membohongi Mom,Risha"


Arisha menatap Mom dengan tak percaya,pertengkarannya beberapa waktu lalu diketahui Mom Ambar.


"Sha,biar Mom yang bicara sama Alvaro ya,dia memang sudah sangat keterlaluan menjadikan anak anaknya harus seperti apa yang dia mau"


Mom Ambar pun tak menyetujui akan obsesi anaknya,itu suatu kesalahan menjadikan anak sebagai robotnya,kini dia jadi merasa sifat Alvaro benar benar sama dengan Dad Ronald,dulu Dad juga memperlakukan Alvaro seperti itu,menginginkan Alvaro untuk jadi apa yang dia mau.


Untuk kali ini Mom Ambar tak akan membiarkan itu terjadi,ketiga cucunya punya keinginan masing masing,mereka berkah berekpresi apa yang mereka inginkan.


Mom akan menjadi penentang pertama setelah Arisha,dia akan bantu Arisha untuk membela ketiga cucunya.


"Mom,biar Risha yang menyelesaikan ini semua,Mom jangan banyak pikiran.Risha gak mau loh Mom sakit lagi,biar masalah ini jadi urusan Risha dan Mas Varo"


Arisha hanya tak mau membuat darah tinggi Mom Ambar kambuh karena harus memikirkan masalah ini.


Kecewa jelas sangat kecewa yang Mom Ambar rasakan.


"Tapi Risha gak mau Mom sakit lagi"


"Insya Allah gak Sha,sekarang Mommy mau ke kantor Varo,ingin membahas soal ini"


"Tidak sekarang Mom,Mas Varo sedang perjalanan bisnis ke kota Solo,dia pulang setelah dua hari"


Mom Ambar terlihat lesu,alhasil dia memilih tinggal dulu disana sampai Alvaro pulang.


...***...


"Alaska,mau makan apa,aunty siapin"


Alaska sudah berada dirumah Alexa,tepatnya rumah Sam dan Anin,seperti janji keduanya kalau mereka akan belajar bersama disana.


"Apa aja Aunty,tak usah repot repot" tutur Alaska.


Anin dan Alexa tak membiarkan begitu saja,keduanya bergegas membuat camilan untuk mereka belajar bersama dan Anin membuat makan siang untuk bersama.

__ADS_1


Alaska juga sudah ijin pada Arisha dan Alvaro perihal dirinya ada dirumah Anin,namun tak mengatakan akan belajar.


"Kamu yakin Ska,mau belajar ?kamu tidak terpaksa ?memaksakan kehendak apa yang sesuai dengan hati gak akan baik Ska"


Alexa sudah kembali membawa camilan yang dia buat tadi bersama Anin,mereka sudah berada diruang keluarga.


Rumah Sam dan Anin memang tak sebesar rumah Alvaro dan Arisha,namun rumah itu sangat terlihat asri,Anin penyuka tanaman,maka rumah itu dikelilingi berbagai tanaman,ada kolam kecil dan taman bunga kecil juga disana,tepatnya disebelah ruang keluarga,membuat mereka berkumpul disana jadi adem.


Alaska merenungi apa yang Alexa katakan tadi,benar apakah dia terpaksa ?tapi...


"Aku akan mencobanya Al,terlepas terpaksa atau tidak aku tidak tau,yang pasti aku ingin memberikan yang terbaik setidaknya untuk Mami"


Alexa mendesah "Baiklah,jadi anak baik" Alexa menepuk bahu Alaska.


Mereka sudah bersama sedari kecil,jarak keduanya pun tak begitu jauh,hanya berselisih bulan saja.Arisha dan Anin sudah terbiasa membuatnya bersama,apalagi Arisha juga sangat menyayangi Alexa seperti anaknya sendiri.


Pertemanan nya dengan Anin akan di teruskan oleh Alaska dan Alexa,mereka percaya keduanya akan saling menyayangi satu sama lain.


Alaska tersenyum "Terima kasih Al," Dia mengelus rambut Alexa dengan lembut,membuat pipinya merona merah.


Dan kini keduanya memulai belajar,Alexa memang sudah pintar sedari kecil,maka tak diragukan lagi akan hasil prestasinya selama ini.Maka dari itu Alaska percayakan pada Alexa untuk memintanya mengajarkannya,karena mereka memang dekat disisi lain karena Alaska juga merasa nyaman.


"Al.." Alexa yang merasa terpanggil mengalihkan atensinya ke Alaska.


"Apa ?" jawab Alexa.


"Boleh minta sesuatu gak sama kamu ?" ujar Alaska agak serius.


"Minta apa Ska,kalau mau minta uang gak punya" celetuknya membuat Alaska sedikit tersenyum.


"Tenang aku tidak akan meminta yang aneh apalagi minta Bintang dan Bulan sama kamu"


"Apaan sih aneh kamu,lagian mana bisa aku kasih kamu Bintang sama Bulan,gimana cara ambilnya coba " Alexa menepuk Alaska dengan buku yang ada di depannya.


Alaska kini tertawa jail,dan itu sukses membuat Alexa terdiam kaku,ya dia merindukan tawa jail Alaska yang seperti ini,sungguh.


"Gak aku cuma minta sama kamu,cukup temani aku selamanya dibawah cahayanya"


Deg


Kali ini pernyataan Alaska mampu membuat jantungnya berdebar debar,itu tuh sebuah gombalan namun membuat hati Alexa begitu berbunga bunga.


...***...

__ADS_1


Wah wah Alaska mulai lagi tuh🙈🙈


__ADS_2