Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 44. Menyempurnakan


__ADS_3

Usia dibawah 18 dilarang baca ya😁


Dan akhirnya Arisha pun ikut Alvaro ke Jogya bersama Sam juga,sebenarnya juga Arisha merasa senang,karena ini pertama kalinya dia menginjak kota jogya. 


Melakukan perjalanan yang tidak sebentar membuat Arisha jetlag perjalanan,dia muntah muntah setelah pesawat mendarat,malunya bulan kepalang,meski Alvaro banyak menggerutu tapi dengan sigap dia membantu Arisha. 


"Aku malu maluin ya ?" Ujarnya merasa bersalah.  


"Emang" sahut Alvaro datar. 


"Maaf"


Alvaro tak menjawab dia merangkul Arisha dan membawa keluar dari bandara.


Kini mereka sudah berada disalah satu vila yang Alvaro punya diJogya.Vila itu terasa sangat nyaman dan teduh,terasa sekali nuansa adat jogyanya 


Arisha terlelap tidur setelah merasa tenang,Alvaro sudah ijin pula untuk melakukan survei ke tempat resort yang akan dibangun nanti disana bersama Sam tentunya. 


Arisha terbangun kala sinar mentari sudah terganti dengan cahaya bulan,dia pun merasa lapar kala itu,dia beranjak ke dapur dan melihat adakah makanan disana,dan alhamdulillah ada makanan disana.Arisha merasa itu dimasak oleh penjaga Vila disini,yang sempat tadi siang menyapa dia 


Sampai waktu menunjukan pukul 22.00 malam pun Alvaro belum pulang juga ke Vila mereka. 


"Duh ,dia kemana sih !!ditelepon gak diangkat angkat"Rutuknya dan diluar sana terlihat hujan deras mengintai dengan suara petir menggelegar disana. 


Arisha masih menanti kedatangan Alvaro disana,dan tepat pukul 23.00 malam Alvaro baru sampai disana. 


"Mas..kamu dari mana saja ?" Desisnya Arisha saat baru saja Alvaro masuk,terlihat bajunya badah kuyup. 


"Sorry,tadi terjebak sesuatu dan membuat aku harus kehujanan begini" Sahut Alvaro sambil melangkah ke kamar mandi 


Arisha membantu Alvaro membuka pakaiannya dan menyiapkan air hangat untuk mandi. 


"Kamu sudah makan kan " Ujar Alvaro yang baru selesai mandi. 


"Iya sudah ,kayanya tadi Bi Inah yang memasak" 


"Baguslah,karena tadi aku yang menyuruh beliau memasak untuk kamu" 


"Aku takut tau disini sendirian" Keluh Arisha 


"Takut ?apa karena nungguin aku,sini aku peluk"  


"Aisshhh mesum" Dengus Arisha kesal. 


Setelah sedikit berdebat masalah itu,kini mereka sudah terlelap tidur bersama sama,tapi saat dini hari Arisha terbangun karena mendengar lenguhan dari orang sebelahnya yang tak lain adalah Alvaro. 


"Mas.." Tegurnya pada Alvaro,dia merasai sesuatu, badan Alvaro hangat. 


Dia pun memegang keningnya dan benar saja itu terasa panas,Alvaro terus melenguh dia menahan rasa panas ditubuhnya. 


Arisha kebingungan harus bagaimana,maka pertolongan pertamanya mengkompres Alvaro,dia berusaha supaya panasnya tidak semakin tinggi. 


Dia juga berusaha menelepon Sam,tapi tak diangkat angkat,dia mencari cari keberadaan Bi inah atau pak Suta penjaga Vila,tapi tak ada juga. 


Akhirnya dia mengetuk pintu kamar Sam yang berada dibawah. 


"Sam..Sam buka pintunya" Dua kali ketukan belum ada sahutan disana. 


"Sam..Samsulllll bukaaaa" Teriaknya dan akhirnya muncul Sam disana dengan muka bantalnya. 


"Ada apa Nona ?" 


"Kamu di panggil baik baik gak nyahut,giliran dipanggil Samsul malah nyahut,kayanya benar nama kamu Samsul kan ?" Celotehnya,dan sedikit lupa apa tujuan dia membangunkan Sam. 


Sam hanya memutarkan bola matanya merasa jengah akan kekonyolan Arisha  


"Aduh lupa,gara gara kamu sih !!ayo bantuin aku cari obat" 


"Obat buat siapa Nona ?" 


"Buat kamu,biar cepat sadar dari dunia mimpi !!buat bos kamu,ayo iih cepat" Paksa Arisha. 


"Tunggu Nona,emang Pak Varo sakit apa ?" 


"Aduh kamu banyak nanya deh,dia demam tubuhnya menggigil,ayo cariin obat" 


Sampun bergegas mencari cari obat ,kali saja menemukannya disana,namun nihil tidak ada,para penjaga pun juga tak ada. 

__ADS_1


"Anda kompres aja Nona" 


"Udah Sam,tapi masih demam" Arisha begitu khawatir harus bagaimana. 


Sam duduk dikursi dia sedang berpikir harus bagaimana,memanggil dokter dini hari begini tidak mungkin,dia pun mencari tahu di internet.


"Sam,ayo iih..gimana ini,demamnya makin tinggi" 


Tak ada sahutan lagi dari Sam 


"Sam.." 


"Sam.." 


"Samsul !!" Pekik Arisha lagi,hampir menulikan telinga Sam. 


"Tenang Nona,aku sedang mencari cara ini" Kali ini Sam agak kesal pada Arisha,Arisha cemberut. 


Dan hening    


"Nona,ada cara yang bisa menurunkan demam Pak  Alvaro" Seru Sam sesaat tadi hening. 


"Apa..apa Sam ?" Sahut Arisha penasaran. 


"Lakukan skin to skin,karena disini tidak ada obat,para penjaga vila juga gak ada,maka lakukan saja itu Nona,itu bisa menurunkan demam Pak Varo nanti" 


"Skin to skin,maksudnya apa?kaya gimana ?" 


"Lakukan pendekatan kulit ke kulit Nona,anda harus membuka bajunya Pak Varo,begitu juga dengan anda"


"Hah !!" Otaknya langsung berputar pada kemesuman.


"Gak..gak,kamu aja sana yang lakukan" Desisnya dan menahan malu pada Sam.


"Ya gak bisa Nona,masa saya yang harus melakukannya ,nanti pikiran orang lain bagaimana ?"


"Terus harus aku ?"


"Iya Nona,anda kan istri Pak Alvaro,anda yang lebih berhak"


Dia pun menelepon sang Ibu,dan akhirnya terangkat kemungkinan beliau sedang melakukan shalat malam,,dan saran sang ibu pun sama seperti Sam,dia harus melakukannya.


"Ya sudahlah,masa bodo soal nanti" Pikirnya dia pun membuka pakaiannya sendiri ,karena sudah kebiasaan Alvaro yang sudah tanpa pakaian atas.


Kini hanya tersisa baju da*aman Arisha saja,dia pun peluk Alvaro,dan mendekapnya.


Rasa hangat menjalar disekujur tubuh Arisha,jantungnya berdebar cepat,walau Alvaro sedang tidak sadar,tapi dia merasa malu dan sangat gugup sekali.


Dia juga merasa tegang,karena ini pertama kali baginya bersentuhan dengan lawan jenis,tapi saat ini dalam pikirannya adalah membuat demam Alvaro sedikit turun,karena dia khawatir takut tambah semakin parah.


Dan Arisha pun terlelap juga tidurnya,setelah memastikan Alvaro sudah tak melenguh lagi dan panas ditubuhnya juga sudah sedikit menurun.


***


Mentari pagi telah masuk ke jendela kamar Vila ,menyinarkan sinarnya dan memberi tahu para penghuni bumi untuk segera bangun dan beraktivitas.


Arisha sudah melewatkan ibadah wajibnya karena hampir subuh dia baru benar benar terlelap menjaga Alvaro.


Dua pasang manusia masih bergelung dibawah selimut dan masih saling berpelukan satu sama lain,dengan masih saling menempelkan kulit mereka.


Panas Alvaro benar benar reda kala itu,dia terbangun lebih dulu,walau rasa pusing menjalar.Perlahan dia membuka matanya.


Saat dia benar benar sudah sadar ,dia merasai aneh pada tubuhnya,gesekan kulit dari tubuh Arisha begitu kentara dia rasakan.Dia pun menyibakkan selimut yang menutupi keduanya,dia terbelalak saat melihat Arisha yang hanya memakai da*aman saja.


Arisha menggeliat tanpa sadar dan dia merentangkan tangannya,"Hoaammmm,Mas kamu sudah bangun juga"


Dia terduduk dan mengikat rambutnya asal ,lalu dia menempelkan tangannya dikening Alvaro.


"Alhamdulillah udah reda ,benar apa kata Sam ,skin to skin mampu meredamkan demam" Ujarnya masih tidak sadar saat ini Alvaro yang sedang menatapnya penuh nafsu dan gairah.


Beberapa kali terlihat Alvaro menelan salivanya ,mencoba menahan gairah panas ditubuhnya.Melihat tubuh Arisha yang menggoda itu membuat adiknya meronta,ditambah dua gundukan dibalik branya,benar benar menggoda iman.


"Mas,kamu masih baik baik saja kan ?"


Entah lupa atau memang polos,Arisha benar benar masih belum sadar akan dirinya yang tanpa pakaian.


"Aku kenapa ?" Tanya Alvaro

__ADS_1


"Semalam kamu demam tinggi,dan semalaman aku bingung,tidak ada obat,maka aku coba mengkompres kamu,dan melakukan skin to sk.." Dia baru tersadar setelah itu.


"Astagfirllah" Pekiknya,lalu menarik selimut untuk menutupinya ,malu bukan main kala itu,wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


Alvaro tertawa sarkas dia langsung menarik tangan Arisha dan menyibakkan selimut itu.


"Kamu sengaja kan untuk menggoda aku pagi pagi begini ?" Ujarnya menyeringai.


"Eh,Gak..gak seperti itu ya,harusnya kamu berterima kasih tau sama aku,aku hanya sedang melakukan pertolongan sama kamu" Jelasnya membenarkan apa yang dia lakukan.


Alvaro masih menyeringai,dan dengan gerakan cepat dia merebahkan tubuh Arisha ditempat tidur dan dia ada diatas Alvaro.


Alvaro semakin menelan salivanya,saat melihat keseluruhan tubuh Arisha ,walau masih tertutup da*amannya.


"Mas,lepas..aku mau mandi lihat itu udah siang" Desis Arisha,mencoba menghalau Alvaro supaya tidak berbuat yang tidak tidak.


"Kamu cantik,dan kamu sudah membangunkan adik kecil ku,maka kamu harus bertanggung jawab akan itu" Ujar Alvaro dengan tatapan mendamba.


Kini Arisha yang menelan salivanya ,haruskah hari ini dia memberikannya,melihat raut wajah Alvaro yang sudah mendamba dan penuh kilat gairah itu,membuatnya kasihan.


"Kamu bisa bilang berhenti ,kalau merasa belum bisa" Desis Alvaro lagi ,lalu dia memanggut bibir Arisha.


Memanggutnya,mel*matnya secara lembut dan perlahan,satu tangannya dia pakai untuk menyangga dan kedua lututnya berada dikedua sisi kaki Arisha.


Arisha pun berusaha memberontak,tapi lagi lagi tubuhnya tidak bilang seperti itu,justru menginginkan lebih,setelah puas dibibir Arisha,kini turun ke ceruk leher Arisha.


"Erghhhh" De*ahnya saat Alvaro memberi tanda merah disana.


Tangannya Alvaro kini sudah berada diatas perut Arisha,merabanya lembut dan beralih keatas ke kedua gundukan yang tadi begitu menggoda.


Dia r*mas salah satunya masih dibalik b*anya,dan perlahan dia membuka pengait kedua itu dibalik punggung Arisha,Arisha begitu merespon dia menaikan sedikit tubuhnya supaya Alvaro bisa leluasa.


Dan terbukalah dia tarik paksa dan melemparkannya asal,Ah..keduanya begitu sangat menggoda ,dia r*mas lagi dan mengh*s*p salah satunya.


Arisha melenguh dan mend*sah hebat kala itu,begitu menikmati sentuhan lembut Alvaro,lagi lagi dia begitu terbuai sangat terbuai.


"Kamu mau berhenti ?" Tanyanya sebelum melakukan hal yang lain.


Arisha menggigit bibir bawahnya,dan dia menggeleng.


"Jadi mau aku teruskan ?"


"Emmmm,ya..tapi Mas,kamu gak akan meninggalkan aku kan setelah mendapatkan itu ?" Tanyanya gugup ,dia kembali mengigit bibir bawahnya


Alvaro membelai wajah Arisha dan mengecup kening Arisha lama " Tidak,aku tidak akan meninggalkan kamu,janjiku pada Ayahmu tidak bisa aku anggap sepele,kamu masih ragu ?"


Arisha terdiam dan menggelengkan kepalanya "Jadi mau berhenti apa lanjut ?" Ujarnya lagi kembali memelas pada Arisha.


"Ya.."


"Ya apa ?"


"Ya lanjut.." Arisha menutup wajahnya malu malu,Alvaro tersenyum cerah dia meraih tangan Arisha dan menurunkannya dari wajahnya.


Alvaro kembali memanggut bibir Arisha,memberikan rangsangan padanya dan memberi kenyamanan juga padanya,menyentuh bagian bagian yang dia sukai.


"Mas..emmmmm" Arisha mend*sah lagi,saat Alvaro bermain lagi dikedua gundukan milik Arisha.


setelah sama sama saling menikmati ,dan setelah sama sama polos,Alvaro pun memulai penyatuan itu.


"Sabar Sayang,sedikit lagi"


"Sakit,arrghhhhh"


Terdengar teriakkan dari Arisha saat Alvaro memasuki adik kecilnya pada miliknya,hingga teriakkan itu berganti menjadi de*ahan dan er*ngan dari keduanya.


Alvaro semakin memacu kecepatannya saat merasakan ularnya akan menyemburkan bisanya,dan


"Arghhhh..." Er*ngan terakhir dari Alvaro,,


Dia pun terjatuh dipelukan Arisha dengan nafas yang terasa ngosngosan dan tubuh keduanya bermandi keringat.


***


...Bersambung...


Info : Baca baca ya gaes,baca sekarang..nanti akan aku edit soalnya,mau bulan ramadhan,hahahah.

__ADS_1


__ADS_2