Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 27. Jodoh ?


__ADS_3

Selama tiga hari Arisha meringkuk demam,dan dia jadi ijin kuliahnya karena badannya terus menggigil. 


"Istirahat dan minum obatnya Sha,bisa kan ?" Anin masih mengkhawatirkan Arisha begitu juga dengan Dita. 


Yang sama khawatirnya setelah Anin menceritakan semuanya pada Dita,Dita juga sama tak menyangkanya akan Fian seperti itu,padahal dia menaruh hati pada Fian. 


"Hmmm..pergilah kalian,nanti pada terlambat" Ujar Arisha. 


Anin dan Dita mengiyakan,dan mereka segera pergi ke kampusnya.Arisha kembali bergelung dengan selimutnya. 


Plak .. Plak 


"Ini pembalasan dari Arisha,aku gak nyangka ya kamu seperti ini pada Arisha,kamu tau aku udah percaya banget sama kamu Fian !!" Pekik Anin,amarahnya meledak saat Fian terlihat dikampus kala itu. 


Fian terdiam 


Masih terlihat bekas lebam diwajahnya dan sekarang ditambah tamparan dari Anin. 


"Jangan pernah menampakan wajah kamu lagi di depan kami terutama Arisha,kamu benar benar sudah sangat mengecewakan" 


Anin hampir menangis menahan sesak ,dia ingat pertemanannya dulu bersama Fian,sungguh tak terlihat Fian seperti itu. 


Begitu juga dengan Dita,yang sempat menyukainya dan bahkan berharap,kini dia teramat kecewa.


Fian masih terdiam membisu,beberapa anak kampus sedang menyaksikan adegan mereka.Anin masih berusaha mencaci maki,dan mengumpat pada Fian,betapa sangat kecewanya dia kala itu. 


Setelah puas mengumpat ,dan mengeluarkan unek uneknya ,Anin dan Dita beranjak dari sana,.  





"Pak sepertinya itu teman temannya Nona Arisha "  


Alvaro dan Sam sedang berada di depan kossan Arisha,sudah tiga hari ini selalu seperti itu mengintai keadaan Arisha,tapi tak mau menemuinya secara langsung. 


"Apa dia sedang sakit,kenapa selalu tidak terlihat" gumamnya dalam hati. 


"Jalan Sam.." Titahnya pada Sam. 


"Tidakkah anda bertanya pada mereka Tuan ?" Sam tau Alvaro penasaran akan keberadaan Arisha. 


"Tidak,jalan Sam" Titahnya lagi. 


"Baik pak.." Sam pun mengiyakan saja,walaupun tau Alvaro sangat penasaran akan keberadaannya Arisha. 


*** 


Satu bulan berlalu

__ADS_1


Seperti biasa Alvaro akan melakukan pertemuan dengan rekan bisnisnya disalah satu restoran yang mewah di Jakarta. 


Keadaan Arisha sudah membaik,dia sudah kembali melakukan aktivitas seperti biasa,kuliah bersama kedua sahabatnya,meskipun dia kadang malas atau takut untuk bertemu dengan Fian,tapi nyatanya Fian tidak pernah ke kampus,Arisha bisa bernafas lega. 


Selepas pulang dari kampus mereka bertiga berniat pergi jalan jalan kesebuah Mall yang terkenal diBandung,mencari buah tangan.Anin mencoba membuat Arisha untuk ceria kembali,meski tak secerah dulu tapi setidaknya Arisha bisa terlihat tersenyum lagi. 


Anin tau itu tak gampang untuk Arisha,bahkan sekarang sifatnya penuh waspada,terutama pada seorang laki laki,dia jadi tidak mau berteman dengan makhluk berjenis laki laki. 


"Nin,aku kesana dulu" Tunjuknya pada tempat distro baju yang ada disebrang mall itu,mereka sudah selesai berbelanja atau sekedar menintip barang yang ada diMall. 


Anin bertelepon entah dengan siapa,dan Dita sedang memainkan ponselnya,jadi mereka tak fokus pada apa yang Arisha katakan,dengan tergesa Arisha mencoba menyebrang karena dia melihat baju yang dia inginkan. 


Hari sore itu begitu padat oleh kendaraan,namun ada saja yang masih mengebut,dan itu pelakunya pemotor yang selalu salip menyalip berburu dan berebut jalanan. 


Karena saking semangatnya Arisha tak sadar ada motor yang sedikit ngebut disamping mobil yang sudah dia berhentikan. 


"Argghhhhh...." Teriaknya,kala pemotor itu sudah hampir mendekat padanya,namun secepat kilat dia sudah ditarik seseorang. 


"Kenapa kamu selalu ceroboh sih !!" Umpatnya pada Arisha yang kini ada dalam pelukannya,dan kini mereka sudah dipinggir jalan. 


Semua mata tertunjuk pada keduanya,tak lebih Anin dan Dita yang kaget dan baru sadar itu Arisha. 


Arisha mendongkakkan kepalanya,matanya mengerjap dan mencoba menelisik siapa di depannya ini,dan siapa yang sudah menolongnya. 


"Lepasin aku.." Arisha sedikit menyentak dan melepaskan pelukan Alvaro. 


"Bisakah kamu tidak ceroboh dan lihat lihat jalan Nona Arisha,kamu sudah mengganggu pengguna jalan dengan ketidaktelitian kamu saat menyebrang !!"


Alvaro baru keluar dari restoran yang berada disebelah mall yang Arisha kunjungi,dan dia melihat keberadaan Arisha sedang menyebrang. 


Alvaro menaikkan satu alisnya "Tidak kah kamu sadar atas kesalahan kamu sendiri Nona ?" Decak Alvaro. 


"Tidak,karena saya tak merasa salah,salah mereka saja sudah tau saya mau menyeberang,kenapa masih terus jalan saja,dan anda kenapa bersusah payah membantu saya,saya tidak minta itu" Ucapnya masih dengan nada sinis.


Sikap Arisha benar benar dingin,tidak ada Arisha yang ceria lagi. 


"Menyesal aku menyelamatkan anda Nona" Alvaro berbalik dan meninggalkan Arisha dengan raut wajah kesal disana diikuti dengan Sam. 


Anin dan Dita mengampiri Arisha dan mencoba menenangkan Arisha 


*** 


Hari ini jadwal pulangnya Arisha pulang ke Bandung,karena sang ibu juga sudah memintnya untuk cepat pulang. 


Karena pagi dan siangnya dia disibukkan dengan kegiatan kuliahnya,maka dia pergi saat sore hari tepatnya pukul 16.00 dia baru berangkat,dan seperti biasa memakai motor kesayangannya. 


Dia mengendarai motor maticnya dan melaju dijalan yang sering dia lalui,meski lelah tapi dia lebih enak pakai kendaraan sendiri. 


Waktu sudah lewat magrib,setelah istirahat dulu untuk melakukan ibadah,dia meneruskan perjalanannya dan ditengah perjalanan tiba tiba motornya mati. 


"Duh,kamu kenapa hei pink..jangan mati dong" Arisha pun terpaksa menepi kepinggir,disana sangat sepi,tidak ada rumah warga,hanya ada rumah kosong disana.

__ADS_1


Dia merutuki kebodohannya,kenapa harus sore hari dia pergi,kenapa tidak menunggu besok pagi saja !! bodoh memang.


"Aduh,,pake mati segala kamu !! Kamu gak lihat kondisi iih masa ditempat seperti ini matinya" Gerutunya kesal. 


Rasa takut mulai menyelimutinya kala jalanan makin sepi saja,padahal jam masih menunjukan pukul 19.00 malam,masih belum menjelang terlalu malam pikirnya. 


Dan lagi lagi entah kebetulan atau memang mereka memang ditakdirkan bersama,sebuah mobil mewah menepi dibelakang Arisha. 


Arisha jelas waspada,dia mengambil botol penyemprot cabe yang dia bawa,namun saat bersama Fian dia menyesal tak membawanya. 


Turunlah Alvaro dengan masih memakai setelan jasnya dia menghampiri Arisha,Arisha membeliak kala yang datang adalah Alvaro. 


Kenapa,kenapa disetiap dirinya kesulitan selalu ada Alvaro disana,matanya masih belum terkedip saat Alvaro semakin mendekat. 


"Stop !! Anda jangan mendekat,jangan berani berani mendekati saya " Arisha dengan penuh waspada ,padahal dia tau siapa Alvaro,tapi tetap dia merasa takut. 


Alvaro tak menggubris,dia masih terus melangkah dan berjongkok di depan motor Arisha,dan jasnya dilampirkan distang motor Arisha,Arisha terkesiap dan sedikit malu kala yang Alvaro hampiri bukan dirinya ,tapi motor Arisha. 


Arisha masih mematung disana melihat Alvaro yang sedang mengotak atik motornya,lalu terlihat Alvaro sedang melakukan panggilan telepon. 


"Motor kamu perlu perbaikan,dan membutuhkan waktu lama,terserah kalau kamu mau menunggu disini " Jelas Alvaro,setelah melakukan panggilan tadi dia menghampiri Arisha. 


"Ma..maksud anda apa Tuan ?" 


"Satu kali saya mengajak,mau ikut saya apa mau diam disini,dan menunggu montir datang kesini?" Tegasnya sambil melampirkan kemejanya yang sudah kotor. 


Arisha masih mencerna apa yang dikatakan Alvaro,apakah itu penawaran atau perintah,tidak dia tidak mau lagi menerima penawaran itu. 


"Saya mau disini saja" Jawabnya tegas 


Alvaro menggidikan bahunya "Okay,terserah..tunggu saja sampai montir itu datang,mungkin dua jam an lagi mereka akan datang " Alvaro berbalik dan kembali pada mobilnya. 


Arisha mematung,dua jam ?dua jam dia harus menunggu disini ?ditempat asing ini ,sendiri ?dia merinding. 


"Tuan tunggu,.memangnya ada apa dengan motorku ?" Tanyanya 


Alvaro menjelaskan kerusakan yang ada pada motornya dan kemungkinan membutuhkan waktu lama untuk memperbaikinya. 


Arisha menunduk cemberut dan dia bingung harus bagaimana,situasinya sungguh sangat sulit,ikut Alvaro atau diam disana menunggu. 


Tiba tiba hujan datang dan perlahan mengguyur mereka,Alvaro segera menepikan motor Arisha di depan sebuah rumah kosong yang ada disana. 


Alvaro menatap jamnya,dia sudah sangat terlambat untuk mendatangi sebuah acara pesta rekannya yang tak jauh dari sana. 


"Apakah kamu masih mau disini ?aku sudah tak punya banyak waktu" Alvaro menatap Arisha yang sudah kedinginan diguyur air hujan. 


Arisha masih terdiam "Terserah.." Alvaro beranjak disana ,namun kemejanya ditarik oleh Arisha. 


Arisha terlihat menggigil,wajahnya sudah pucat pasi,dengan gerakan cepat Alvaro membawa Arisha kedalam mobilnya. 


*** 

__ADS_1


...Bersambung...


Dimana pun Arisha berada disitu ada Alvaro,pertanda jodoh bukan sih ?


__ADS_2