Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 58. Rindu


__ADS_3

Seriusan baca pas malam aja😊,kemarin kalian aku bikin kesel sekarang yang manis manis dulu ya.


***


"Kamu belum sembuh bener loh Sayang"


"Mas,kok aku geli ya kamu panggil aku Sayang" Dia terkekeh,benar benar merasa geli akan panggilan itu.


Beberapa hari kemudian keadaan Arisha udah lebih membaik,segalanya sudah pulih kembali.Mereka baru saja selesai mandi masing masing.


Alvaro meraih pinggang Arisha dan memeluknya posesif "Kenapa harus geli ?aku juga ingin kamu panggil dengan sebutan itu" Dia belai wajah cantik di depannya ini.


"Maunya,jangan harap" Arisha agak mencebik namun selanjutnya terkekeh. "Aku harus ke kampus Mas,skripsi ku harus aku selesaikan"


"Aku hanya tak mau kamu kelelahan Sayang"


"Ya gimana lagi,ini kan sudah tugas aku juga,supaya cepat selesai Mas,iya boleh ya..nanti kalau gak bisa, bisa aku ngulang taon depan" bibirnya mengerucut lucu.


"Panggil aku Sayang dulu,baru aku ijinin" Ujarnya penuh arti.


"Iih,gak mau geli tau"


"Ya udah kamu diam dirumah" Dia pura pura merajuk seperti balita.


"Idih,kaya balita aja merajuknya" Arisha mencubit gemas pipi Alvaro.


"Ayolah,panggil Sayang"


"Geli tau Mas iihh,kamu"


Alvaro terdiam


"Sayang,ijinin aku ya please" Matanya berkedip kedip lucu,bibirnya tersenyum manis,dan pernyataan Sayang dari Arisha mampu membuat Alvaro melayang seketika.


Dia menggulum senyumnya,dan


Cup


Dia kecup singkat bibir kecilnya Arisha,lalu ke kedua pipinya dan berakhir dikeningnya begitu lama.Arisha memejamkan matanya merasai hangat dan jantungnya yang berdebar tak karuan.


"Baiklah,tapi jangan cape cape ya,kalau lelah istirahat jangan lupakan vitaminnya" Ujarnya selanjutnya ,sambil melepaskan rangkulannya dan bersiap siap untuk ke bawah.


"Iya Mas,dasi kamu berantakan,sini aku benerin lagi" Alvaro mendekat ,jelas dia suka itu dia kembali menggulum senyum.


"Persiapkan nanti malam,udah lama kita gak olahraga" Selorohnya dan dapat pukulan kecil dari Arisha.


"Dasar mesum" Ujarnya ,namun dia juga ikut menggulum senyumnya dan merasa malu malu.


*


*


*


"Kamu mau kemana Sayang ?udah baikan ?"


Mereka baru tiba dibawah dan disana sudah ada Mom Ambar sedang menyiapkan sarapan.


"Aku mau ke kampus Mom,skripsi ku gak selesai selesai,aku udah baikan kok Mom.Mom maafkan tidak banyak bantu bantu"


Dia duduk disamping Mom Ambar setelah sebelumnya menyapa dan menciumnya.


"Yakin udah baik baik aja ?gak apa apa Sayang,jangan pikirin itu"

__ADS_1


"Iya Mom,Risha udah baik baik aja kok,maaf ngerepotin Mom akhir akhir ini"


"Gak apa apa,udah jangan pikirin itu,sarapan dulu yuk"


Mereka memulai sarapan pagi mereka dengan sedikit diselingi obrolan rinģan antara Mom dan Arisha tentunya,Alvaro hanya diam dan menyimak saja.


"Hai,Samsul..Emmm,aku belum sempat ucapkan makasih sama kamu Sam,Makasih ya udah nyelamatin aku tempo hari"


Mereka berdua sudah di depan,Arisha akan pergi bersama dengan Alvaro dan Sam,dibelakang disusul para pengawal,kini penjagaan Arisha begitu ketat.


"Sama sama Nona" Sahut Sam singkat,karena dapat tatapan tak enak dari Alvaro.


***


"Ingat jangan kecapean,dan jangan lupa vitamin kamu,kalau sudah selesai segera hubungi aku,Sam nanti yang akan menjemput kamu"


"Emang dia supir ?kasihan lah dia,kan ada Pak Agung dan supir lainnya"


"No,aku lebih percaya dia dibanding yang lain"


Arisha tak banyak membantah lagi "Ya udah,aku turun ya,Mas hati hati dan selamat bekerja"


Alvaro menarik tangan Arisha saat dirinya hendak turun "Sun nya mana"


"Idih,kamu mesum ..jangan kaya anak kecil deh Mas"


"Ya udah kamu jangan turun"


"Ishhhh,kamu aneh.." Rutuknya,namun tak urung mengecup singkat pipi Alvaro dan turun tiba tiba.


Alvaro tersenyum cerah,ahhh..dia bahagia kala itu.


***


Alvaro menghentikan aktivitas tangannya,dia menatap Sam dengan tak suka.


"Untuk apa dia datang kesini ?" Tanyanya dengan nada tak suka.


"Katanya ada hal penting Pak"


Alvaro terdiam,namun selanjutnya dia mengiyakan dan mempersilahkan Pak Bastian masuk,masih dengan sikap angkuhnya dia bahkan tak beranjak dari kursi kebesarannya.


"Ada perlu apa anda kesini ?bukankah kita sudah tak bekerja sama lagi" Masih dengan nada angkuh.


"Bagaimana keadaan Arisha ?dia baik baik saja kan ?"


Alvaro mengernyit dengan pertanyaan Pak Bastian. "Kenapa anda menanyakan istri Saya,anda jangan macam macam" Pekiknya dan dia berdiri dengan mata menyalang menahan emosi.


"Saya ingin tau kabar dia,kamu santai saja menantu" Ujarnya penuh penekanan kata menantu diakhir kalimatnya.


Alvaro semakin mengernyit.Dia mengikuti Pak Bastian dan duduk disofa tunggal yang ada disana.


"Maksud anda apa ?" Tanyanya tanpa basa basi.


"Bagaimana kabarnya ?Saya ingin bertemu dengannya,ingin memeluknya dan meminta maaf padanya"


Air muka Pak Bastian terlihat sendu.


"Anda tak berhak akan hal itu,dia milik ku"


"Dia juga milik ku,dia anak ku..anak yang hilang dalam dekapan ku"


Dia memejamkan mata,sekali dia membuka matanya,air matanya akan jatuh meluruh.Dia juga memperlihatkan beberapa berkas tentang bukti.

__ADS_1


"Tentu kamu tidak bodoh menantu,Saya tau kamu sedang mencari saya,coba kamu gabungkan nama keluarga ku dan nama belakang dia" Ujarnya lagi.


Alvaro terdiam,ya dia baru sadar Maswan,Arisha Candrarini Maswan,dia membeliak kala itu dia benarkan dan lebih parahnya dia menerima banyak bukti.


"Airish bukan anak ku,dia dan Arisha tidak ada ikatan darah aku.Andai dulu aku menjaganya dengan baik,andai dulu aku tak mudah percaya,andai dulu aku tak pernah meninggalkannya,semua tak akan begini.Semua salah aku,dia harus hilang dalam pelukan aku,bertahun tahun aku menunggunya kembali,Tuhan masih baik mempertemukan kami lagi.


Dia tumbuh dengan baik,dia semakin cantik,wajahnya sama persis dengan ibunya,aku sangat berterima kasih pada mereka yang sudah merawatnya dengan baik" Dia menghapus air matanya "Aku bersyukur dia menikah dengan kamu sedikitnya aku tau siapa kamu,jagalah dia dengan baik pula,kalau bisa aku masih ingin merebutnya dari kamu"


Alvaro masih terdiam mendengarkan semua pembicaraan Pak Bastian yang kini menjadi mertuanya itu.


"Dia sudah baik baik saja kan ?" Tanyanya lagi.


Alvaro mengangguk "Dia sudah membaik,kalau anda ingin bertemu dengannya datanglah ketempatku,aku tak tau alasan apa dan apa yang terjadi dimasa lalu,tapi pasti Arisha senang,namun penerimaan atau penolakan darinya anda harus siap"


Pak Bastian pun mengangguk "Rahasiakan ini dulu dari dunia luar,bukan..bukan aku tak menganggap dia sepenuhnya anak aku,hanya saja sampai sebuah masalah bisa aku selesaikan,aku akan mengakuinya pada dunia"


""Apakah bahaya sedang mengintainya ?" Tanya Alvaro khawatir.


Pak Bastian mengangguk lagi "Kejadian masa lalu,ada hubungannya dengan ibunya Airish,untuk sementara jaga dia dulu,jangan sampai kamu lengah,aku percayakan semua pada kamu"


Mereka pun sepakat untuk merahasiakan semua,asal Arisha dalam keadaan baik baik saja.


***


Alvaro pulang dilarut malam,dan Arisha masih terjaga.


"Mas,kok kamu baru pulang sih !!" Rajuknya sambil berhambur ke dalam pelukan Alvaro,dia kecup singkat pucuk kepala istrinya.


"Maaf Sayang,ada pekerjaan yang tak bisa aku tinggalkan,kenapa belum tidur ?menunggu aku ?"


Arisha mengangguk cepat dengan mengerucutkan bibirnya,Alvaro gemas di cubit sedikit bibirnya itu.


"Aku siapin air hangat ya" Arisha menawarkan diri.


"Sini dulu,mau kemana ?aku gak mau mandi" Dia kembali menarik tangan Arisha


"Idih jorok..mandi dulu sana,bau tau " Dia pura pura menutup hidungnya.


"Iyakah aku bau ?" Pekik Alvaro sambil menciumi badannya.


Arisha terkekeh,dan Alvaro tau itu wanitanya ini sedang mengerjainya.Dia gelitiki Arisha hingga tertawa terbahak bahak.


Hingga mereka kembali merangkul dan jarak keduanya terasa dekat,Alvaro tersenyum tangannya menyingkirkan anak rambut diwajah Arisha.


Ibu jarinya menyentuh bibir merah milik Arisha,lalu detik berikutnya dia menghapus jarak keduanya,hingga kedua bibirnya bertemu.Saling memanggut dan mel*mat satu sama lain.Arisha mengalungkan tangannya dileher Alvaro.Dia membalas panggutan Alvaro.


"Erghhhh.." Arisha mendesah,kala tangan besar Alvaro merayap disela sela punggungnya dan merayap ke perut lalu naik ke atas pada kedua gundukan yang Alvaro rindukan.


Alvaro semakin mengeratkan pelukannya,tangannya sudah merayap kesegala arah membuat Arisha melenguh hebat merasai guncangan ga*rah besar,satu persatu Alvaro melucuti pakaian Arisha dan dirinya,dia hempaskan tubuh polos Arisha diatas tempat tidurnya.Tangannya terus bergelya menelusuri tiap lekuk tubuh polos Arisha.


Arisha memekik hebat kala sesuatu menerobos inti tubuhnya,tubuhnya mengerang seketika,ga*rahnya membuncah,tiap hentakan yang Alvaro lakukan.


"Mas.." Dia mend*sah kala hentakan itu semakin kuat,Arisha bahkan hendak akan berteriak merasakan sensasi luar biasa itu.


Hentakan itu semakin cepat kala ga*rahnya semakin berkobar,apalagi mendengar d*s*han dan er*ngan dari bibir kecil Arisha,dan pada hentakan berikutnya segalanya meledak secara bersamaan,keduanya sama sama melepaskan apa yang mengganjal tadi.


Tubuh Alvaro ambruk seketika,dan dia peluk tubuh candu istrinya,memberikan kecupan lama dipucuk kepalanya.Arisha menenggelamkan wajahnya didada Alvaro,mereka sama sama lelahnya.


***


...Bersambung...


Serius kan aku bilang bacanya malam,aku gak bertanggung jawab loh🙊✌✌

__ADS_1


__ADS_2