
Hai aku kembali,apapun isi ceritanya enjoy aja ya😀😀.
...***...
Vano sudah sampai di sekolahnya,karena wajahnya yang tampan ,maka selama ini dia jadi most wanted di sekolah itu,menjadi incaran para cewek cantik.
"Vano.." vano membalikkan badannya ,dari yang dia dengar siapa yang memanggilnya,dia sudah tau siapa.
Vano menyunggingkan senyumnya,senyum termanisnya yang hanya ditunjukan pada cewek itu seorang.
"Jangan lari lari Ra,aku masih disini" ujar Vano,dan cewek yang bernama Inara itu menarik nafasnya yang tersenggal karena dia berlari tadi.
Dan kini dia hanya menyengir pada Vano,keduanya sudah terkenal dekat,Inara satu satunya cewek disekolah itu yang dekat dengan Vano,mereka juga tau Vano adalah cowok yang cuek,yang selalu tersenyum seadanya aja,dan hanya Inara yang memiliki senyum manisnya itu.
"Hehe,ini buat kamu,Selamat ulang tahun ya" Inara memberikan sebuah kado pada Vano.
Vano menerimanya "Makasih Ra,harusnya kamu gak usah repot repot sih"
Mereka berjalan dikoridor sekolah saling beriringan,keduanya begitu cocok ,tampan dan cantik,sama sama pintar,tapi sayang hanya satu perbedaan mereka.
"Hai,Vanp" perjalanan mereka ke kelas terhenti karena Raline dan gang menghadang mereka.
Vano menatap Raline datar,berbeda dengan tatapannya pada Inara.
"Selamat ulang tahun ya,ini buat kamu,oh ya nanti pulang sekolah kita mau adain acara buat kamu" ujar Raline,sambil mengambil posisi Inara yang tadi disebelah Vano,dia menggesernya begitu saja.
"Gak" jawab Vano singkat padat,dia risih kalau Raline seperti ini.
"Aishh,pokoknya kamu harus datang ya,kita udah repot repot lohbikin ini khusus untuk kamu" pinta Raline sambil memelas dengan tangan terselip dilengan Vano.
"Siapa suruh,aku gak minta kamu bikin itu" ujar Vano masih dingin.
"Ayolah Vano,Regan,Ares juga Juna ikut serta bikin ini buat kamu,masa kamu gak datang,acaranya dicafe pumya Kakaknya Ares tuh" Raline masih terus memelas,ah bukan lebih tepatnya memaksa.
"Terserah" Vano melepaskan tautan tangan Raline dia melangkah cepat ,lalu menggandeng tangan Inara sscepat kilat meninggal Raline dan the gang yang sedang mencak mencak.
Vano dan Inara memang belum punya ikatan apa apa,mereka masih sama sama menjalin pertemanan.Tapi Vano selalu merasa nyaman dengan Inara.
Baginya Inara cewek yang gak neko neko,lemah lembut,dan tentu buat dia nyaman.
...***...
Dikantor Sanjaya
__ADS_1
"Ini sudah siap Pak" Sam memberikan laporan bulannya pada Alvaro.
Meski berulang kali Alvaro meminta Sam berhenti untuk menjadi asistennya dan memberikan perusahaan cabang agar dia yang mengelolanya,tapi Sam selalu menolak.
Dia bilang,sampai tubuhnya renta dan tak bisa apa apa,maka dia baru akan berhenti,Anin pun mendukung itu,walau kadang waktu Sam tak banyak untuk Anin dan kedua putrinya.
Selama Sam bekerja bertahun tahun disana,dia sudah berhasil nenanam saham disana,sebagai penunjang kedua anaknya kelak.
"Baik,makasih Sam" Alvaro menjawab dengan lugas,Sanjaya corp adalah hidupnya,maka dia mengharapkan ketiga anaknya kelak yang akan menggantikan dirinya.
Walau kadang sering berdebat dengan Arisha,karena Arisha gak mau memaksa ketiga anaknya untuk mengikuti apa yang Alvaro mau,dia ingin ketiga anaknya itu berjalan dengan keinginan mereka sendiri.
Ketiganya memang sudah terlihat potensi mereka masing masing.
Vano yang paling besar selalu dipaksa untuk belajar mengenai hal hal bisnis,dan Vano tak pernah membantah,baginya perintah Alvaro adalah mutlak.
Berbeda dengan Alaska yang selalu menentang keinginan Alvaro,maka dari itu Alaska selalu bersikap sarkas pada Alvaro,dia menegaskan kalau dia bukan boneka atau robot yang diremoti oleh orang lain.
Perlakuan Alaska selama ini selalu membuat kepala Alvaro pening,selalu saja ada tingkah laku ajaib anak keduanya itu.
Alvaro mendesah kesal,kalau mengingat kelakuan Alaska,rasanya darahnya akan selalu tinggi kalau mengingat anak itu.
Sam memperhatikan raut wajah Alvaro,dia tau kalau Alvaro sudah seperti ini,pasti memikirkan Alaska,dia juga tau betul bagaimana Alaska.
...***...
Alexa kaget bukan main dengan tetibanya Alaska datang dan merangkul dia begini.
"Kamu,iih kebiasaan bikin kaget,gimana kalau aku punya jantungan" Lexa mengelus dadanya yang tadi berdegub karena kaget.
"Maaf Sayang,abis dari tadi aku panggil panggil gak nyahut," ujar Alaska masih merangkul Lexa.
"Lepasin tangan kamu iih" rengek Lexa memaksa menurunkan tangan Alaska.
Alaska menurunkan tangannya dan kini mereka jalan beriringan,karena memang mereka satu sekolah yang sama.
Dari kecil keduanya memang selalu di dekatkan,dari masa kanakkanak,Sekolah Dasar,sampai Sekolah Menengah Pertama pun mereka di dekatkan.
"Xa,tuhan itu baik ya" ujarnya tiba tiba.
"Emang kenapa ?" jawab Lexa.
"Saat aku minta bunga mawar,aku diberi taman yang indah.Saat aku minta setetes air,aku diberi lautan,eh saat aku minta malaikat,aku dikasih kamu" guyonnya dipagi hari.
__ADS_1
Alexa membulatkan matanya,bodoh dia bodoh malah menanggapi Alaska,dia menepuk dahinya.
Inilah Alaska ,cowok baru beranjak remaja itu,yang selalu menggombali Alexa,karena sesuka itu dengan cewek disampingnya itu.
"Basi iih" keluh Alexa.
Alaska hanya tertawa tawa saja,baginya menggombali Alexa adalah hal yang menyenangkan,sesuatu yang membuat hatinya bahagia.
Mereka berjalan beriringan menuju kekelas,walau Alaska terus menerus menggoda Alexa.
"Alaska,sialan geng setan kemarin menghajar fajar,di sekarang dirumah sakit" ujar Adnan salah satu teman Alaska.
"Apa ?kenapa bisa !!" wajahnya memerah,giginya bergemeletuk ,salah satu temannya dihajar musuhnya sampai masuk rumah sakit,tidak dia tak rela.
"Kemarin Fajar jalan sendirian,dan geng setan itu mengambil kesempatan itu" Daniel menambahi.
"Sialan" Alaska mengepalkan kedua tangannya,dia marah jelas marah,sangat marah.
"Persiapin nanti sepulang sekolah kita balas mereka" ujar Alaska selanjutnya.
Inilah kelakuan Alaska selama sekolah ,tawuran,dan berantem dengan anak sekolah lain,geng setan yang mereka bilang adalah geng anak sekolah SMP Bakti Jaya,mereka sudah menjadi musuh bebuyutan dengan geng mereka di SMP Angkasa.
Semua berawal karena perihal tentang cewek,maka mereka sampai bermusuhan seperti ini.
"Wohooo,beraninya kalian main keroyokan"
Dan kini mereka berada,untuk membalaskan dendam karena sudah mencelakai temannya.
"Cupu kalian,,baru segitu aja udah KO" ujar ketua geng yang Alaska sebut geng Setan.
Rahang Alaska mengeras dan terjadilah adu jotos dari keduanya,sampai polisi datang membubarkan mereka,Alaska and the geng berhasil lolos dari kejaran polisi,kalau sampai Alaska tertangkap,bisa bahaya.
Walau tetap saja dia diambang bahaya,nyatanya pihak sekolah tau perihal kejadian itu.
Plak !!
"Mas..!!"
...***...
Yuhu enjoy ya masih panjang kok,mau hujat aku boleh kok,😂😂.
...like dan coment jangan lupa👌...
__ADS_1