Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 61. Kejahatan tak akan Abadi


__ADS_3

"Risha..awas..." 


Brukk..brukk 


"Arghhh..." Sam memekik kesakitan,kala dirinya menahan dan menarik tubuh Arisha. 


Arisha memejamkan matanya dibalik pelukan Sam,dia masih mencoba menetralkan jantungnya yang sempat kaget karena kejadian beberapa saat lalu. 





"Aku pergi dulu Mas.." Pamitnya setelah baru saja tiba di depan kampusnya.


"Kabari aku kalau sudah selesai  nanti Sam yang akan menjemput kamu" 


Diciumnya pucuk kepala Arisha dengan Sayang,hari ini hari keputusan akan sidang kuliahnya Arisha,maka saat ini dirinya berada. 


Setelah pamitan pada Alvaro,dia berjalan santai masuk kampusnya dan tentu bertemu dengan Anin juga Dita. 


Mereka masih bertemu dikampus ,karena kebetulan satu jurusan,dan seperti biasa selalu berbincang apa saja yang mereka temui. 


Menceritakan juga setelah nanti mereka lulus dari kampus ini,maka tanpa sadar mereka akan berpisah. 


"Hah,jadi kamu akan kembali ke kampung Ta ?ya kita gak bisa ketemu lagi dong" 


"Hum,kakak memaksa aku untuk kerja diperusahaannya," jelas Dita,dia akan kembali ke Semarang tempat tinggal aslinya. 


Sedangkan Anin dia masih akan lanjut bekerja di Jakarta begitupun dengan Arisha ,karena kini fia sudah menikah maka dia harus ikut suami kemanapun dia membawanya. 


"Kita,pasti kangen kamu Ta" Keduanya memeluk Dita penuh kasih. 


"Aku juga pasti kangen kalian,insya Allah kapan kapan aku akan datang kesini untuk nemui kalian ,atau kalian yang kesana ya" 


Arisha dan Anin mengangguk pasrah,perkenalan mereka dulu tak akan terlupakan ,apalagi persahabatan mereka. 


Siang hari setelah selesai urusannya dikampus mereka nongkrong dicafe biasa,sambil makan siang,dan lagi lagi seperti tak ada habisnya mereka saling berbincang lagi.Emang cewek kalau udah kumpul ya pasti begitu. 


Hingga pukul dua siang,barulah mereka selesai menyelesaikan makan mereka,disebrang ternyata sudah ada Sam menunggu,seperti hari hari sebelumnya selalu Sam yang menjemput,entahlah itu perintah Alvaro sendiri 


"Duh,sumpah dia ganteng banget sih Sha,mau dong satu yang gitu ?" Anin bermanja manja pada Arisha saat melihat wajah tampannya Sam ada di depan mata mereka. 


"Kamu mau sama orang kaku kaya gitu ?" Arisha menggidikan bahunya,karena itu yang selama ini dia nilai dari diri Sam. 


"Biasanya yang Kaku itu,di dalamnya maknyos Sha ,kamu jangan salah biasanya rasa pekanya lebih dari orang yang biasa" 


Arisha memutarkan bola matanya "Ya,terserah kamu deh..Udah ah aku pulang ya" 


Arisha berpamitan pada keduanya dan akan segera menyebrang dimana Sam berada,entah dia tak sadar atau memang mobil dari arah kiri yang mengebut,dirinya pun hampir saja akan tertabrak kalau Sam tak menariknya. 

__ADS_1


"Argghhhhh.." Pekiknya dan mereka terguling guling diatas aspal.


"Kamu gak apa apa Sha ?" Sam masih menahan rasa sakit tubuhnya saat menarik Arisha tadi. 


Posisinya Arisha berada diatasnya kali ini.Arisha masih berada di posisi yang sama,dia sedang mengatur nafasnya,tubuhnya bergetar hebat kala itu,kalau tidak ada Sam,entahlah dia akan bagaimana. 


"Risha !!" Teriakan Anin dan Dita ,mampu menetralkan rasa gemetar dan ketakutan itu,dia juga baru tersadar ada di atas tubuh Sam. 


"Sam,kamu gak apa apa ?" Tanya nya panik,diapun berdiri. 


Sam berusaha bangun dia sedikit meringis kesakitan,pada punggung dan tangannya. 


Anin dan Dita sedang berusaha menenangkan Arisha,tak banyak pula mahasiswa dan siswi yang melihat mereka dan bertanya tanya. 


Sam berdiri " Kamu baik baik saja ?" Harusnya Arisha yang bertanya seperti itu,kenapa sebaliknya. 


"Aku tak apa Sam,justru kamu yang sepertinya tak baik baik saja" Arisha mencoba melihat luka luka pada Sam ,namun Sam menolak. 


"Saya,tak apa Nona,mari saya antarkan anda" Kini dia sadar Arisha adalah istri dari Bos nya. 


"Sam,kita kerumah sakit saja,kamu sedang tak baik baik saja Sam" 


"Tidak apa Nona,mari" 


Setelah sedikit tenang,Arisha pun mengikuti Sam sampai ke mobilnya. 


"Sam,makasih kamu sudah menolong aku" 


Kedua kalinya Sam menolong dirinya ,dia sangat berterima kasih pada itu. 


"Tapi kamu bukan pengawal aku loh ,pengawal yang tugasnya menjaga aku saja dia tak bisa melakukannya,makasih banyak Sam" 


"Kebetulan saja,saya yang lebih dekat dengan Anda Nona,lain kali lebih berhati hati Nona" 


"Uuhhh,aku merasa mobil itu sengaja mengebut,apa dia sengaja ingin menabrak aku ?" 


Pikirannya menjadi buruk,saat ingat beberapa waktu lagi tadi,memang benar mobil itu melaju dibatas normal dijalanan yang menurut Arisha ramai,dan rasanya itu seperti sengaja. 


*** 


"Si alan...!!!" Pekik seorang pria yang merasa dirinya gagal melakukan sesuatu. 


"Gue gagal ,ada yang menyelamatkannya tiba tiba,gue gak mau melakukan hal itu lagi," 


Dia menelepon seseorang. 


"Arghhhh,dasar pengganggu..kenapa aku tak membunuhnya saja dulu,dia tidak akan menjadi penghalang aku saat ini" Pekiknya merasa rencananya sudah gagal,untuk membunuh Arisha. 


Dia tak pernah tau,kalau kejadian puluhan tahun 


 Silam itu akan terbongkar bahkan Pak Bastian sudah mencurigainya. 

__ADS_1


Setelah sepulangnya dari makan malam itu,perasaan Anita menjadi tak keruan,dia gelisah tanpa tau harus bagaimana,kalau Pak Bastian sungguh sungguh sudah tau tentang kelakuannya. 


Maka dia kembali beralibi kalau dirinya tak enak badan malam itu,keesokannya dia pergi entah kemana,Pak Bastian curiga,maka dia mengikutinya. 


Brakk 


Pintu terbuka dengan sangat keras ,Pak Bastian muncul dengan raut wajah yang menyeramkan,setelah mendengar pembicaraan Anita tadi Pak Bastian sudah tak bisa menahan lagi,dia sudah menyimpan beberapa bukti tentang kejahatan yang Anita lakukan. 


Dia dorong tubuhAnita dan dia mencekiknya 


"Selama ini aku menampung kamu dan anak kamu,dan ini yang aku dapat selama ini aku hidup dengan wanita jahat seperti kamu,kamu membuang anakku,kamu memanipulasinya seakan itu sebuah penculikan,dan kini kamu berniat akan membunuhnya !!tidak sebelum itu,aku yang akan membunuh kamu " 


"Ma..mas le..pasin" Anita sudah sangat ketakutan,para anak buah Pak Bastian mencoba melerainya,mereka takut beliau hilaf. 


"Lepasin !!,aku tak akan melepaskan kamu,setelah apa yang kamu lakukan dulu dan sekarang,betapa bodohnya aku harus percaya kamu selama ini !!!!!!!!!!!" Suaranya menggelegar di seisi ruangan itu. 


Betapa sangat marahnya dia pada wanita di depannya ini. Jelas Marah..hidupnya sempat hancur kehilangan buah hatinya.


"Kenapa ,kenapa kamu melakukan hal ini Hah !!!!!!!!!" 


Tangannya terlepas dari lehernya,atas bantuan para anak buah Pak Bastian.Anita terbatuk batuk saat itu terlepas,tubuhnya luruh kelantai,lalu dia bersimpuh dikaki Pak Bastian. 


"Ma..mas maafkan aku,sungguh aku minta maaf 


Pak Bastian mengatur nafasnya yang masih memburu menahan amarah di dadanya,yang masih ingin disalurkan. 


"Maaf ,kata kamu maaf,kamu sudah memisahkan aku dengan Arisha puluhan tahun ,kamu memisahkan Ayah dan Anak,bahkan tanpa rasa bersalah sedikitpun dari kamu !!dan sekarang kamu akan mencoba memisahkan kita lagi dengan cara membunuhnya !!dimana hati nurani kamu sebagai seorang ibu 


Bukannya kamu juga punya seorang anak,bagaimana kalau aku melakukan hal sama kepadanya, membunuhnya juga" 


Anita menggeleng "Ti..tidak jangan lakukan itu,aku mohon jangan sentuh anak aku" 


Pak Bastian menarik rambut Anita kebelakang "Maka kamupun jangan menyentuh Arisha ,barang sedikit pun..kamu harus menanggung jawabkan perbuatan kamu" 


"Bawa dia.." Titahnya pada para anak buahnya dan mereka mengerti kemana harus membawanya pergi. 


"Ti..tidak Mas jangan..maafkan aku,aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi,aku janji tak akan mengusik Arisha lagi,aku janji" 


Pak Bastian sama sekali tak menggubrisnya , rencananya yang ingin melindungi Arisha sedikit gagal,karena ternyata Anita dan rekananya sudah lebih tau dulu. 


Padahal dia sudah menyembunyikan Arisha supaya Anita tidak tau lebih dulu ,tapi gagal..Arisha hampir saja akan terbunuh ditangan Anita. 


Tapi kini dia sudah menangkap Anita dan rekannya yang dulu bersengkongkol dengannya,penjara adalah tempat yang layak bagi keduanya. 


Kejahatannya tidak sedikit,mungkin saja seumur hidup mereka akan mendekam dipenjara itu.Kejahatan apa apapun tak ada yang Abadi.


***


...Bersambung...


Note : Maaf telat gaes..emmmm anu boleh aku ngemis gak ?buat naikin level karya aku,bisa kasih votenya atau hadiah buat AlSha 😊🙏🙏..Seikhlasnya aja🤭🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2