Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 55. Hati seorang Ayah


__ADS_3

Bugh,Bugh


pukulan bertubi tubi Alvaro layangkan pada pada sudut bibir Fian.


"Itu sebagai balasan untuk loe,yang dengan beraninya menyentuh Dia !!" Sungutnya penuh Emosi,dia remasnya dagunya "Kenapa loe masih belum puas Hah !!" Tatapan mata Alvaro begitu menyala penuh emosi.


Fian tersenyum jenaka,seakan segala pukulan yang sempat Sam dan Alvaro berikan tak cukup baginya ,buktinya dia masih bisa tersenyum.


"Dia milik ku,seharusnya dia tidak menikah dengan kamu !!kamu tak pantas untuk nya"


Bugh


Satu pukulan keras Alvaro berikan lagi padanya ,hingga dia tersungkur kelantai.


"Dia tidak akan bahagia bersama kamu,lepaskan dia segali semuanya masih terkendali"


Alvaro menginjak tangan Fian yang tergelak disana,dan Fian mengerang kesakitan.


"Mulut loe masih bisa berfungsi ternyata,gue akan robek mulut loe"


Alvaro sudah akan melayangkan pukulannya lagi pada Fian,dengan sisa kekuatan yang ada namun Sam menghadangnya.


"Lepas Sam !!"


"Tidak Pak,biar polisi yang proses dia,Anda jangan sampai terlibat lebih lagi,Nona Arisha butuh Anda"


Benar apa kata Sam.Alvaro membernahi pakaiannya dan kini duduk dikursi yang sudah Sam sediakan,dia mengatur nafas sedalam dalamnya.


"Apa saja yang dia katakan ?"


"Dia,hanya terus bilang,dia ingin melindungi Nona,Pak"


"Cih,melindungi dengan cara menyentuh dan melecehkannya lagi !!"


"Bagaimana dengan pekerja itu ?"


"Dia menghilang tanpa jejak Pak,dia hanya pekerja paruh waktu disana,dan meninggalkan identitas palsu"


Alvaro mengernyit "Kamu sudah tanyakan perihal itu padanya(tunjuknya pada Fian)"


Sam mengangguk " Sudah Pak,dia sama sekali tak mau bilang soal itu,tujuan dia membawa Nona,karena dia masih mencintai Nona dan katanya ingin melindungi dia" Jelas Sam.

__ADS_1


"Berarti dia sudah merencanakan semua dari awal ?"


"Ya Pak,dia tak mau miliknya diambil orang lain,sehingga dia marah kala tau Arisha akan menikah dengan Anda"


"Dia,tidak akan bahagia sama kamu ,dia akan tersiksa" Racau Fian yang terus berkata seperti itu.


"Aku membawanya pergi,karena ingin melindungi dia,tapi tubuhnya terlalu menggoda" Ujarnya lagi dengan terbatuk batuk karena darah yang terus keluar.


"Pastikan dia tidak akan bebas Sam,cari tau keberadaan pekerja itu"


Alvaro berdiri dan melangkah keluar dari ruangan yang seperti sebuah gudang.Sam mengiyakan apa kata Alvaro.


Langkah Alvaro terhenti dia kembali berbalik "Thanks Sam,sudah membantu menyelematkan Arisha" Ujarnya lagi.


"Itu tugas Saya melindungi Anda dan orang sekitar anda juga" Sahut Sam.


Alvaro tersenyum dan kembali melangkah.


"Hidup Arisha tidak akan tenang bersamanya,, dibelakang ada yang mengintainya dan tak suka Arisha bersama orang itu" Ujar Fian lagi sebelum dia tak sadarkan diri.


Sam menaikan kedua alisnya,dia ingin bertanya lagi pada Fian,tapi dia sudah pingsan.


Perkataan Fian,membuat Sam kepikiran ,apa mungkin ada orang ketiga ditragedi kemarin ?Pikirnya.


***


Setelah diberi obat penenang dari Dokter Edwin,Arisha masih terlelap tidur kala Alvaro baru kembali,Alvaro tak henti memandang wajah Arisha,rasa ingin melindunginya semakin besar,entah walau Fian sudah tertangkap,dia merasai masih ada yang akan menganggunya.


Suara ketukan dipintu membuyarkan lamunannya,nampak Pak Rudi disana.Alvaro mempersilahkan nya masuk.


"Nak Varo,bisa kita berbicara sebentar" Ujar Pak Rudi dan Alvaro mengiyakannya.


Teras belakang dengan suasana taman dan kolam renang adalah pilihan keduanya untuk mengobrol,harusnya hari ini Alvaro dan Arisha sedang menikmati moment layaknya pengantin,dan lusa harusnya mereka pergi untuk honeymoon,tapi semua buyar kala tregedi kemarin.


Keduanya saling menghisap Teh di depannya yang sempat di sediakan oleh pelayan.


"Kamu tau kalau Arisha bukan anak kandung Saya" Pak Rudi memulai pembicaraannya.


Alvaro nampak diam,Pak Rudi melihat ekpresi Alvaro dengan tatapan bingung,pasalnya itu terlihat biasa saja.


"Ya,saya sudah tau Pak" Sahut Alvaro,membuat Pak Rudi jadi bertanya tanya,apa mungkin Arisha yang sudah berbicara padanya.

__ADS_1


Dia menghela nafas "Meski begitu,saya menyayanginya seperti Salvia dan Shara,saya besarkan dia penuh kasih sayang,dan saya sempat berpikir egois kalau suatu hari nanti kedua orang tua aslinya datang saya tidak pernah memberikannya,Saya tak sanggup" Pak Rudi meremas kedua tangannya.


"Saya hanya berharap kini dia bahagia bersama kamu,saya sudah lepaskan tanggung jawab itu pada kamu,intinya lindungi dia dari orang orang yang mengganggunya dan bahkan dari orang yang tak menyukai kehadirannya,juga jaga dia dari hinaan dan cacian orang,karena kamu menikah dengan Arisha anak yang hanya seorang pensiunan"


Omongan Dad Ronald tadi pagi masih teriang ditelinganya,bagaiman cara dia memandang dirinya,dia tak masalah dihina,tapi tidak kalau Arisha yang ada diposisi itu.


"Kalian tuh orang miskin ,tak layak berada disini,apalagi anak anda,saya sudah mengatur anak saya untuk menikah dengan pilihan saya,dan jangan kaget kalau anak saya akan meninggalkannya,jadi sebelum itu,bawa dia pergi dari Alvaro,dasar orang miskin"


"Pak,jangan berpikir hal seperti itu,Saya tak pernah memandang dari segi itu,dari awal saya kenal dia,saya sudah tau siapa Arisha dan dari mana asalnya. Saya mencintainya Pak,maka saat itu saya memilih untuk menikahinya,mungkin kala itu saya masih belum bisa mengartikannya tapi kini Saya tau,saya menginginkannya dan saya membutuhkannya"


"Apakah kamu bisa saya percaya untuk kamu bahagiakan ?"


Alvaro memandang Pak Rudi sekilas "Bapak meragukan saya ?"


"Bukan kamu,hanya keadaan yang saya ragukan untuk bisa membuat Arisha bahagia,Saya hanya takut dia akan terluka dengan keadaan itu,perbedaan di antara kalian terlalu kentara" Ujar Pak Rudi lagi,ya dia takut..dia hanya takut.


"Pak,percayakan saya.. Saya minta maaf soal kejadian kemarin,sungguh itu diluar dugaan,tapi ke depannya saya pastikan,tidak akan terjadi lagi,akan saya lindungi dia Pak,saya pastikan itu"


Alvaro memelas dan meyakinkan Pak Rudi,kalau dia sungguh sungguh akan menjaga Arisha.


Pak Rudi menghela nafas "Kalau dia terluka lagi,saya pastikan akan mengambilnya kembali dari kamu Nak Varo"


Perkataan Pak Rudi nampak tenang,namun penuh ketegasan dan pengharapan.Dia berharap Alvaro bisa sungguh sungguh menjaga Arisha,menjauhkannya dari orang yang tak menyukainya.


***


Kediaman Pak Bastian


Hatinya gelisah,matanya tidak bisa terpejam ,pikirannya terus tertuju pada Arisha.Dia mengkhawatirkan Arisha dengan segenap jiwanya,dia bahkan terus berdoa untuk kesembuhan Arisha,terutama pada psikisnya.


Pak Bastian ingin menghajar orang itu,namun Alvaro dan anak buahnya sudah membawanya pergi,mungkin dia akan menemuinya dikantor polisi nanti.


Pak Bastian terus memandang foto yang dia punya,foto saat Arisha baru lahir kedunia,dan beberapa foto saat dia masih dalam pelukannya,dia juga memandang berkas berkas mengenai Arisha.


Pak Rudi dan Bu Anggi tercantum disana sebagai orang tuanya,setidaknya dia bersyukur ada orang baik yang mampu merawat Arisha dengan baik.


Kalau semuanya sudah terbukti Arisha benar benar anaknya,akan dia pastikan dia membalas apa yang tak pernah dia berikan pada Arisha puluhan tahun ini,dan dia akan balaskan jasa Pak Rudi dan Bu Anggi.


***


...Bersambung...

__ADS_1


Please slow ya gaes..di RL aku lebih sibuk😁


__ADS_2