
"Kamu sengaja menyiapkan ini Mas ?"
"Ya,ayo duduk"
Alvaro menggiring tangan Arisha,hingga keduanya sudah duduk berhadapan.
"Iya aku sengaja menyiapkan semua ini untuk kamu Sayang,mumpung kita ada disini kan,kesempatan untuk kita berdua"
Tangan mungil Arisha dia genggam menyalurkan betapa dia tidak ingin kehilangan Arishanya,wanita yang sudah merubah kehidupan gelapnya menjadi berwarna,wanita yang sudah meyadarkan dirinya tentang keinginannya yang tak mau menikah.
"Wah,kamu bisa romantis juga Mas,aku pikir kamu gak bisa seperti ini" celetuk Arisha.
Alvaro hanya bisa menyunggingkan senyumnya,lantas selanjutnya dia mengambil tangan mungil itu lalu dia kecup dengan lama.
"Hiduplah bersamaku selamanya Sha,menjadi istri dan ibu dari Anak ku" ujarnya penuh penghayatan dan cinta.
Arisha tersenyum bahagia,tak menyangka akan mendapatkan kebahagian sebanyak ini,hari ini hari yang tak akan terlupakan.
"Iya suamiku,kamu juga tetaplah disampingku menjadi suamiku dan Ayah untuk anakku" ungkapan tulus Alvaro,Arisha balas dengan tulus juga.
Namun di dalam hatinya masih merasa ragu,mungkin kata kata Alvaro sangat menyentuhnya,mampu membuatnya melambung tinggi sampai ke awan,namun tetap saja satu kata Ajaib yang ingin selalu Arisha dengar belum Alvaro ungkapkan.
Sehingga dia berpikir ,mungkin memang Alvaro masih belum mencintainya,hanya saja ungkapan tadi itu dia anggap sebagai permintaan dari Alvaro.
"Oh iya,kamu tutup mata dulu" Titah Avaro selanjutnya.
"Kenapa ?" Tanya Arisha bingung
"Udah tutup mata dulu Sayang" masih memerintah,dan mau tak mau Arisha menutup matanya walau masih bingung.
Alvaro berdiri dan membuka kotak yang dia simpan sedari tadi,lalu memutari tempat duduk Arisha dan kini berada dibelakang Arisha,lalu menyampirkan sebuah kalung berhias berlian yang ditaksir harganya jutaan rupiah.
"Buka mata kamu" Arisha membuka matanya dan menatap kebawah dan memegang yang Alvaro lampirkan dilehernya.
"ini.." cicitnya
Cup
Alvaro mengecup singkat pipi Arisha "Iya kalung ini untuk kamu" ujarnya
__ADS_1
"Se..serius,ini untuk aku..ini indah sekali Mas,pasti harganya mahal kan" celetuknya.
"Iya mahal,sangat mahal..tapi uangku tak akan habis karena ini Sayang" sombongnya kumat.
Arisha mencebik "Sombongnya kumat Ayahmu Nak" ujarnya sambil mengelus perut buncitnya itu.
"Emang benarkan Sayang,kamu juga tau uang aku banyak,gak akan habis begitu saja,kamu mau minta apapun juga akan aku kabulkan"
"Iya..iya..aku tau,udah ah acara romantis ini buyar gara gara kesombongan kamu Mas" cibir Arisha.
Alvaro tertawa sarkas menanggapi Arisha dan setelahnya mereka memulai makan malam bersama sama,menikmati waktu malam didepan pantai.
.
.
.
.
***
Setelah selesai berganti pakaian dengan pakaian tidur,mereka akan bergegas untuk tidur.Namun nyatanya Alvaro tak membiarkan itu terjadi.Dia bilang mumpung suasananya enak kenapa kita gak menikmatinya saja.
Dan benar saja dimalam itu,dimalam yang dingin dengan suara deburan ombak diluar sana,membuat keduanya terhanyut pada pelukan hangat dan peluh yang menghangatkan.
Dengan tanpa busana,dibawah selimut yang sama mereka saling merengkuh satu sama lain,saling memberikan kehangatan setelah beberapa waktu yang lalu keduanya sudah saling pelepasan atas pergumulan keduanya tadi.
"Mas,aku lelah.." keluh Arisha di dalam pelukan Alvaro.
Alvaro terkekeh,dia mengelap keringat yang bertebaran didahi Arisha,menyibak rambut disekitar wajah Arisha juga.
"Maaf Sayang,,perutnya sakit gak ?"
"Gak,kayanya si Baby suka ditengok kamu" selohornya dan mereka tertawa bersama sama.
"Ya udah kita tidur yuk,besok pagi kita jalan jalan lagi" Arisha mengangguk dan mereka sama sama terlelap dalam tidur mereka,saling meraih mimpi bersama sama.
Keduanya mempunyai harapan yang banyak,bisa terus begini selamanya.
__ADS_1
***
Setelah melewati dua hari satu malam di kepulauan seribu itu mereka memutuskan untuk pulang diminggu Sore,karena hari senin besok Alvaro banyak pekerjaan yang sudah menantinya.
Tak apa walau cuma dua hari itu udah cukup untuk Arisha,itu terasa sangat menyenangkan sekali,sangat menyenangkan dan tak akan terlupakan.
Dan waktu pun berlalu kehamilan Arisha semakin bertambah,Kini usianya sudah tujuh bulan,acara nujuh bulanan pun sudah dilakukan sejak satu minggu yang lalu.
Mereka juga sudah melakukan Cek up untuk kandungannya dan juga sudah tau jenis kelamin anak mereka nanti,tentu saja yang diharapkan Alvaro dan Pak Bastian,Bayi laki laki yang akan menjadi penerus kelak,dan tentu juga setelah mengetahui itu perbebatan pun terjadi antara Alvaro dan Pak Bastian.
"Pokoknya Bayi ini kelak akan menjadi penerus perusahaan Ayah" Cicit Pak bastian.
"Gak dong,aku Ayahnya dan dia akan menjadi penerus perusahaan aku" Alvaro tak mau kalah.
"Gak bisa begitu,Saya sudah tua mungkin entah kapan saya akan kembali padaNya kelak,maka saya berharap banyak akan hal ini,gak mungkin juga Saya terus melibatkan kamu"
"Saya masih sanggup kok,biar perusahaan Ayah saya yang pegang,dan Bayi ini tetap akan menjadi penerus perusahaan aku,kelak dia juga akan memegang punya Ayah kan"
Arisha sampai menutup telinganya yang bahkan menutup perutnya seakan menutup kedua telinga calon anaknya mendengar perdebatan antara Opa dan Ayahnya yang tak kunjung selesai.
"Kalian ini aneh merebutkan sesuatu yang bahkan beum lahir,hei,dia belum lahir..saat lahir pun dia masih belum bisa apa apa,kalian sudah ramai lebih dulu"
Kali ini suara Mom Ambar,dia pun sama jengkelnya kaya Arisha mendengar perdebatan mereka berdua yang aneh.
"Lagian nih ya kamu Varo,kamu masih muda..Arisha masih muda,kalian bisa kan memproduksi lagi Bayi,produksi lagi aja laki laki,kan gampang" sungut Mom Ambar emosi.
Arisha membulatkan matanya mendengar penuturan sang Mom,bagaimana bisa anaknya aja belum lahir udah disuruh hamil lagi,mereka tak tau Arisha sedang merasakan gugup karena menjelang lahiran.
"Benar tuh apa kata Mommy kamu,kalian bikin lagi aja,gampang kan.." Pak Bastian pun sama menanggapi pernyataan Mom Ambar.
"Mom,Ayah..Bayi ini aja belum lahir,kalian udah minta aku hamil lagi gak ya,,terserah deh kalian lanjutin aja perdebatan kalian yang aneh,Dan Bayi ini akan aku putuskan,dia tidak akan menjadi penerus kalian,dia akan aku bimbing menjadi seorang Boy band,Puas kalian"
Saking kesalnya Arisha mengatakan itu,dia jengah mendengar perdebatan yang itu itu saja dari mereka,dia berdiri dan melengos pergi meninggalkan ketiganya yang melongo disana.
Bahkan mereka tak berkedip,mendengar pernyataan Arisha dan masih melihat Arisha yang terus melangkah sampai hilang dari penglihatan mereka
***
...Bersambung...
__ADS_1