Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 30. Sah ? Sah...


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya Arisha Candrarini Maswan dengan mas kawin tersebut,tunai" Ucap Alvaro dengan satu kali tarikan. 


"Saksi Sah ?" 


"Sah.." 


Air mata meleleh dipipi Arisha,dia tak kuasa mengikuti sebuah takdir yang konyol,bertemu dan harus menikah tiba tiba,belum lagi belum lama dia masih mengalami keadaan sulit karena Fian. 


"Saya minta maaf dan saya minta restu untuk menikahi anak Bapak" Ujar Alvaro tegas 


Kala Pak Rudi dan Bu Anggi turut Shara ikut kesana baru tiba disebuah kampung yang masih didaerah Bandung. 


Awalnya mereka tak mengerti,ini ada apa ?tapi Alvaro dan Pak Kades sudah menjelaskan semuanya. 


"Maafkan saya Pak " Ujar Alvaro lagi. 


Pak Rudi dan Bu Anggi menghela nafas berat,mau bagaimana lagi semua sudah terjadi pikirnya,mau tak mau mereka merestui itu. 


"Bapak,Ibu.." Tangisnya Arisha semakin pecah ,kala berada dipelukan sang Ibu. 


"Sabar Nak,udah takdir kamu..kamu sudah menikah sekarang ,dan harus menerimanya dengan lapang" Ujar Bu Anggi sambil mengelus elus punggung Arisha.


Walau dengan mahar dan pakaian seadanya yang warga kasih pinjam pada Arisha ,pernikahan itu tetap terjalan.


Rasa gugup sempat menghampiri Alvaro,lebih baik bertemu berpuluh puluh klien pikirnya,tapi dia berusaha meredam rasa gugup itu menggantinya dengan keyakinan,mengucapkan janji suci dihadapan Allah bukan perkara gampang baginya.


Apalagi ditempat dan situasi yang tidak dia harapkan sebelumnya,dia hanya memberikan mahar berupa uang tunai yang dia bawa di dalam dompetnya,beserta mobil yang dia bawa juga.


⚘ Waktu berjalan ⚘


Kini Alvaro dan Arisha sudah ada dirumah keluarga Arisha,Salvia yang baru tau,menatap kaget akan kabar berita itu. 


Kini Alvaro sedang duduk berdua dengan Pak Rudi. 


"Bisa kamu jelaskan lebih detail lagi apa yang terjadi Nak Varo ?" 


Alvaro menghela nafas,"Saya Alvaro,saya kenal Arisha karena beberapa kali sempat bertemu dan sempat menjadi rekan,kami memang hanya sebatas rekan biasa saja Pak" 


Pak Rudi terdiam dan Alvaro meneruskan kejadian yang sesungguhnya pada Pak Rudi,bagaimana dia bisa memutuskan untuk menikahi Arisha. 


"Ini demi nama baik anak anda Pak,maafkan saya yang sudah mengambil keputusan sepihak,atau terburu buru" Ujanya lebih tegas lagi. 


Pak Rudi terlihat merosotkan bahunya,jelas terlihat raut wajah kecewa dan bingung,karena keadaannya memang seperti itu. 


"Apakah kamu menyukai anak Saya ?"  

__ADS_1


Pertanyaan Pak Rudi membuat Alvaro terhenyak,menyukai ?apa benar seperti itu. 


Alvaro terdiam 


"Baiklah saya tau,karena semuanya terjadi biarlah terjadi,saya cuma ingin bilang,saya tau kalian belum sama sama saling memperhatikan satu sama lain,tapi percayalah aku sebagai Bapaknya ingin yang terbaik untuk Arisha,ingin Arisha bahagia." 


Pak Rudi sempat terdiam 


"Dan Bapak minta sama kamu,untuk menjaga Anak Bapak,bahagiakan dia Nak,tuntun dia,dan tegur kalau dia ada salah" Pak Rudi menepuk bahu Alvaro,air matanya menetes tak tertahan. 


Dia sedih Arisha sudah menikah maka tanggung jawabnya sudah beralih pada sosok yang ada di depannya ini. 


"Insya Allah Pak,percayakan pada saya,meski saya belum mengenal Arisha lama dan dalam,tapi saya akan belajar untuk menjadi suami dan imam yang baik dari yang terbaik untuk Arisha" Jelas Alvaro. 


Pak Rudi bernafas lega,sepertinya dia bisa mempercayai Alvaro,karena memang Alvaro terlihat bisa dipercayai. 


"Dan Insya Allah saya akan mengadakan resepsi diJakarta nanti kalau anda berkenan Pak,mungkin tidak secara langsung,tapi untuk menghalau omongan orang,maka resepsi harus tetap dilaksanakan Pak,mengingat saya sebagai penerus perusahaan Ayah saya" Jelas Alvaro. 


"Betul juga,tapi kalau boleh juga Bapak ingin mengadakan acara disini juga Nak Varo" Pinta Pak Rudi. 


"Bisa diatur Pak,sekali lagi maafkan Saya,tapi saya janji akan menjaga anak Bapak,dan soal warga disini anggap saja mereka tau aku sebagai calon anak Bapak" 


Pak Rudi menangguk setuju.


"Hiks..hiks..ibu percayakan pada Risha,sungguh Risha gak buat macam macam,dia cuma rekan Risha aja" 


Arisha meneruskan tangisannya di pelukan sang ibu disaksikan sang Kakak Salvia.Ibu Anggi memang agak sedikit kecewa dengan kabar yang ada,bagaimana pun dia seorang ibu. 


"Bu,ibu percaya Risha kan ?kakak juga percaya Risha kan ?" Arisha terus mendesak Ibu dan Kakaknya untuk bisa percaya padanya. 


"Iya Sha,ibu percaya kamu,ini takdir kamu Sha..kamu mengenalnya dengan baik Nak ?" Ibu Anggi mengelus rambut Arisha. 


Mata Arisha sudah sembab,.sudah menangis lama "Pernah beberapa kali bertemu saja Bu,yang Arisha tau dia itu angkuh,sombong,pelit dan suka seenaknya" Arisha meluapkan rasa kesalnya dengan mengatai bagaimana Alvaro dimatanya. 


Bu Anggi dan Salvia tertawa kecil "Tapi kini dia udah jadi suami kamu Sha !!" Ledek Salvia. 


"Kakak,suami yang terpaksa karena keadaan" Sungutnya kesal dan kembali menangis. 


"Udah Sha,ini udah terjadi..gak akan kembali,janji suci udah terucap..mau gak mau kamu harus menjalaninya dengan lapang dan ikhlas,menuruti dan menghormati segala perintahnya,dia sudah menjadi imammu teman masa depanmu" Jelas Bu Anggi 


"Tapi Risha gak cinta sama dia,Risha gak suka sama dia ,Risha benci sikap dia,bagaimana bisa menjadi imam dengan sikap begitu,Risha gak mau" Dia kembali merengek dan menangis.


"Husss,cinta dan benci beda tipis loh Sha,jalani aja dulu,soal cinta nanti juga menyusul,ganteng gitu juga sayang loh dilewati Sha" Seloroh Salvia 


"Kakak iihh..dia itu Arrogant aku gak suka" 

__ADS_1


"Risha sayang,mungkin karena kamu belum mengenal dia secara dalam Sha,makanya mungkin dengan menikah kalian bisa saling mengenal satu sama lain,dan kamu akan tau sisi baiknya dia yang tidak kamu tau" Dengan bijaknya Ibu Anggi mencoba memberi pengertian pada Arisha.


Arisha terdiam 


"Sekali lagi belajar ikhlas dan menerima semuanya dengan lapang,Ibu menginginkan kamu bahagia Sha,Ibu percaya pada dia untuk bisa membahagiakan kamu Sha" Bu Anggi mengecup kening Arisha. 


"Iya Sha,berbahagialah adek ku Sayang" Salvia menimpali. 


"Bagaimana dengan kuliah Risha,risha juga masih ingin bekerja dulu,nikah muda bukan impian Risha Bu" Rengeknya lagi 


"Kan masih bisa kuliah juga Sha,memang setelah menikah gak boleh kuliah ?" Salvia yang berkata 


"Gimana kalau Tuan Arrogant itu melarang Risha ?" Pertanyaan Arisha membuat Ibu dan Salvia saling pandang. 


"Ya coba aja tanya dulu,Ibu yakin Nak Alvaro  


Gak akan melarang kamu" Bu Anggi meyakinkan Arisha 


  


Arisha tidak tau harus berbuat apa,dia hanya pasrah saja pada keadaan dan takdir yang ada,walaupun sedikit Sulit baginya. 


Kini dan kedepannya hidupnya akan bergantung pada Alvaro,dan akan semakin terjebak pada jerat Alvaro si Tuan Arrogant itu menurutnya.


"Bu bagaimana dengan warga ?bisa bisa mereka bertanggapan buruk pada keluarga kita" Sergah Salvia mengingatkan akan hal itu. 


Bu Anggi dan Arisha terdiam,benar apa kata Salvia,mereka harus bilang apa nantinya. 


"Kalian tenang saja,itu biar Bapak yang mengatur ,kalian bilang saja,Nak Alvaro calon suami Arisha" Sela Pak Rudi yang tiba tiba muncul disana. 


"Maksud Bapak ?" Tanya mereka bertiga. 


"Udah,kalian ikuti saja..anggap aja kalian belum menikah" Sergah Pak Rudi lagi. 


Bu Anggi,Salvia dan Arisha hanya bisa mengiyakan saja,walau belum mengerti . 


"Bu,Bapak mau pergi mancing dulu sama Nak Varo,sambil mau pamer punya mantu bule" Celetuknya . 


"Bapak.." Rengek Arisha. 


Bu Anggi dan Salvia hanya tertawa 


*** 


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2