Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 42. Manis


__ADS_3

"Sam lupakan apa yang tadi kamu lihat "


Mereka baru saja menyelesaikan meetingnya,dan kini mereka ada diruangan Alvaro lagi.


"Maaf saya sudah lancang tadi Pak" Ujar Sam merasa tak enak sekaligus merasa tak nyaman.


"Lupakan,oh ya tolong kamu perintahkan Neli untuk merubah pakaiannya,Rok dibawah lutut dan pakaian tidak boleh ketat atau terbuka,bukan hanya untuk dia ,untuk semua karyawan wanita disini"


Tegas Alvaro memerintahkan Sam,selama ini dia selalu cuek cuek saja tak memperdulikan semua,karena dia memang tidak pernah memperhatikan hal itu,selama ini dia selalu menutup matanya dari para wanita.


Tapi bertemu Arisha dan mengenal dia,sedikit mampu merubah dirinya,Arisha yang dia kenal Wanita aneh nan konyol itu mampu sedikit mengusik dirinya,apalagi sekarang dengan status yang sudah halal,dia merasai dirinya yang dulu kembali sebelum kejadian itu.


"Baik Pak,akan saya laksanakan..ada lagi Pak ?"


"Tidak,cukup itu saja"


Sam pun pamit keluar dan segera memerintahkan pada semua karyawan disana untuk mematuhi peraturan baru.


*


*


*


Seperti yang sudah direncanakan Mom Ambar dan Alvaro,hari ini mereka akan pergi ke Bandung,tepatnya kerumah kedua Orang tua Arisha,untuk membicarakan perihal soal resepsi.


Ya seperti dugaan juga,Dad Ronald yang masih kekeuh pada pendiriannya itu tidak mau ikut,bahkan tak memberi sama sekali tanggapan mereka,bagi Mom dan Alvaro itu tak masalah sama sekali,tidak adanya Dad Ronald tidak akan menghalangi niat mereka.


Dengan memakai satu mobil,kini mereka sedang dalam perjalanan,di dalam mobil jelas yang paling heboh adalah Mom dan Arisha,entah apa yang mereka perbincangkan.


Sampai Alvaro menatap jengah keduanya yang berisik,dia hanya diam tapi telinganya tetap menyimak keduanya.


Mereka sudah sampai ditempat tujuan mereka ,setelah melakukan beberapa jam perjalanan Jakarta-Bandung.


"Mom,Risha bilang apa kan ,ini tidak akan membuat Mom nyaman"


Arisha masih merasa tak enak,karena dia sadar kampungnya itu berada hampir dipelosok kota Bandung.


Mom Ambar merangkul Arisha "Hey,hey..gak boleh gitu ah,kemarin kan Mom udah bilang jangan mempermasalahkan semua itu"


Mom Ambar masih meyakinkan Arisha ,kalau dia merasa tak apa apa saat itu.


"Ayo Mom,Sha" Ajak Alvaro


Mereka berjalan menyusuri jalan setapak kampung Arisha,dan lagi lagi Alvaro dapat sambutan yang dia tak mengerti dari masyarakat disana,begitu juga Mom Ambar.


Arisha berusaha menjawab beberapa sapaan dari para masyarakat disana,Arisha juga memberitahu kedua Orang tuanya akan kedatangan Mom dan Alvaro kesana.


*


"Silahkan duduk Nyonya,Nak Varo" Sapa Bu Anggi


Tak seperti dugaan,Mom Ambar sama sekali tak merasa risih ada disana ,justru terlihat sangat santai ,bahkan dia bercakap ria bersama Ibu dan Bapak,walaupun tidak ada sambutan spesial dari mereka.


"Sha,pantas saja suami kamu tampan,orang Ibunya cantik begitu" Ujar Salvia,mereka sedang menyiapkan beberapa camilan dan minuman.


"Ya namanya Ibu dan anak kak,ya pasti sama lah" Sahut Arisha dia pun berjalan ke depan dan kembali ikut duduk.


"Makasih Cantik,kamu harusnya gak repot repot seperti ini" Mom Ambar mengelus rambut Arisha,Ibu dan Bapak saling pandang,mereka bahagia Arisha diperlakukan seperti itu.


"Gak apa Mom,justru kita merasa tak enak ,tak banyak menyiapkan segalanya" Sahut Arisha lagi.


"Iya maaf Nyonya,disini seadaanya saja" Ibu Anggi yang berkata.


"Ibu,jangan panggil Nyonya,kita sudah besanan loh,panggil yang layak aja"


"Saya gak berani Nyonya"


Mom Ambar tak berani membahas lagi,dan kini pembahasan berlanjut ke intinya,Mom dan Alvaro menyatakan niat mereka disana.

__ADS_1


"Kalau kita sih,gimana enaknya saja,kita setuju saja mau bagaimana juga,hanya satu yang kita pinta,disini juga di adakan sebuah syukuran" Jelas Pak Rudi.


"Kalau soal itu,kami sudah persiapkan Pak,setelah acara disana selesai,baru kita adakan disini Pak"


Pak Rudi dan Ibu Anggi pun setuju,mereka akan melangsungkan resepsi itu diawal bulan,bulan nanti dan tentu dengan banyaknya undangan.Orang tua Arisha sempat menanyakan keberadaan Dad Ronald,dan Mom Ambar hanya bisa bilang dia sibuk.


***


"Sha,kamu bahagiakan ?" Tanya Ibu Anggi.


Mom Ambar dan Alvaro masih disana,Arisha sengaja menjauh untuk bisa mengobrol dengan kedua Orang tuanya.


"Alhamdulillah Bu,Ibu bisa lihat kan bagaimana cara mereka memperlakukan Risha,mereka begitu baik,Mas Varo juga gak melarang Risha untuk tetap melanjutkan belajar dan tetap masih boleh berkerja"


Karena memang seperti itu kan kenyataannya,Arisha merasa bahagia bahagia saja,pikiran buruk sebelumnya sama sekali tak terjadi.


Pak Rudi dan Ibu Anggi pun merasa lega kala itu,mereka sudah tenang kala benar benar melepas Arisha.


Waktu beranjak petang,Mom Ambar pulang lebih dulu bersama supir yang membawa mereka tadi,dan untuk Alvaro masih berada disana dirumah Arisha.


Mereka baru menyelesaikan acara makan malam mereka,Alvaro baru selesai mandi..ini kedua kalinya Alvaro menginjakkan kakinya disana,maka dia berusaha membiasakan diri ditempat itu.


"Astagfirllah,Mas..kenapa dibuka di depan aku" Pekik Arisha,kala melihat tubuh telanjang Alvaro dikamarnya,karena Alvaro baru selesai mandi.


Alvaro cuek cuek saja dan melanjutkan acara dibajunya,karena ruangan kamar Arisha yang nampak kecil dan tak ada sekat disana,jadi ya Alvaro melakukannya disana.


"Biasakan Sha biasakan,aku kan sudah bilang nanti juga kamu akan lihat keseluruhan tubuh aku, begitu pun dengan aku tau semua yang ada diri kamu"


Alvaro tersenyum geli dan menghampiri Arisha,setelah selesai memakai celananya,dia hanya memakai boxer saja tanpa atasan lagi.


"Iya..tapi "


Ucapan Arisha terhenti kala Alvaro memeluknya dari belakang dan menyerukan wajahnya diceruk leher Arisha.


Arisha sempat terperanjat kaget "Lepasin Mas.." Desisnya meminta untuk dilepaskan.


"Mas,lepas geli.." Desis Arisha lagi.


Alvaro membalikan tubuh Arisha "Astagfirllah,Mas..akhir akhir ini mata aku ternoda kalau dekat kamu" Dengusnya


Alvaro mengernyit "Hah,aku belum nodai kamu loh,baru mau otw" Jawab Alvaro alakadarnya.Sambil senyum jenaka.


"Aisshhh,mesum kamu..bukan itu yang aku maksud,tadinya mata aku ini suci,gak pernah melihat beginian,tapi sekarang mata aku sudah tidak suci lagi dan sudah ternoda ,gara gara kamu"


Cerocos Arisha dan membuat Alvaro tertawa nyaring,sangat kentara ditelinga Arisha,lagi lagi Arisha mengerjap kaget,melihat Alvaro tertawa seperti itu.


"Omongan kamu ada ada saja Sha,harusnya kamu bangga sudah melihat tubuh berharga ini,tubuh seksi ini"


"Ishhh,Mr.Arrogant bisa sepede ini" Arisha tertawa.


"Kenapa kamu menganggap aku Arrogant ?apa aku seperti itu ?"


"Duduk yuk,bukannya kita mau saling terbuka satu sama lain" Ajak Arisha ke sofa yang ada disana.


Alvaro menurut "Mas,pakai celana panjang gih,geli aku lihat nya" Arisha mengambil selimut kecil dan menutupi kaki Alvaro yang hanya memakai boxer itu.


"Hei,aku gerah tau !!lagian lihat seksi begini juga"


"Stop jangan dibuka,kalau dibuka aku pergi nih" Decaknya Arisha,karena melihat itu Arisha jadi merasa panas dingin.


Alvaro tertawa lagi "Kamu tergodakan dengan ini" Tunjuknya kebawah,replek Arisha mencubit pinggang Alvaro.


"Aduh..duh,kdrt ini..sakit Sha" Keluh Alvaro.


"Ya udah jangan macam macam,kenapa sih Mr.Arrogant" Alvaro tertawa lagi.


"Benar ya apa kata Mom,boleh aku tau kenapa kamu berubah ?"


"Hah,berubah ?memang aku berubah jadi apa ?jadi superman ?spiderman ?atau malaikat ?"

__ADS_1


"Ya malaikat penyambut nyawa !!"


"Hahahah,hei,aku akan tanya benar benar tau" Alvaro menyubit hidung Arisha.


Arisha mengusak hidungnya,tapi dia tersenyum kala melihat dan tau sisi lainnya Alvaro.


"Apa karena wanita,dan patah hati membuat kamu berubah Mas ?"


Pernyataan Arisha membuat Alvaro terdiam,karena kenyataannya seperti itu,apa yang Mom Ambar bilang benar kalau dulu Alvaro tak seperti itu.


"Kenapa aku bisa menganggap kamu Arrogant,karena itu yang aku kenal saat pertama kali kita bertemu,kamu begitu angkuh dan sombong serta menyebalkan"


"Wow,kamu begitu terang terangan mengatai aku Nona"


"Karena itu kenyataannya Mas Varo,yang aku lihat seperti itu,apa segitu parahnya sampai kamu berubah jadi orang lain Mas ?aku tau sisi lain di diri kamu akhir akhir ini dan benar apa kata Mommy"


Alvaro mendengus "Aku tak mau membahas hal itu,biarlah kamu lihat aku begini,karena yang menilai diri aku orang lain,aku hanya berusaha bersikap begini saja"


Arisha terdiam


"Maaf kalau ada sikap aku yang masih tak enak yang aku tunjukan pada kamu" Ujarnya kemudian.


"Aku suka,aku suka kamu yang begini" Seru Arisha ,dengan tersenyum cerah.


Alvaro ikut tersenyum,lalu dia merebahkan kepalanya dipangkuan Arisha.


"Kenalilah aku sebagai Alvaro yang Arrogant,karena aku tak menjanjikan aku bisa selalu bersikap manis sama kamu"


Arisha terkekeh "Tapi akhir akhir ini,kamu begitu manis"


"Masa ?kamu lagi berusaha menggombal Sha ?"


"Tidak !!aku bicara kenyataannya,aku tak lagi melihat Alvaro yang Arrogant itu lagi"


Alvaro menatap Arisha dari bawah begitu pun dengan Arisha menatap kebawah,dan kini mereka saling pandang.


Cup


Alvaro mengecup bibir Arisha singkat,dan lagi lagi Arisha mengerjap cantik.Dengan cepat Alvaro menarik wajah Arisha dan mengecup lagi bibir itu,bibir yang sudah menjadi candu baginya.


Mengecup,mel*matnya dengan lembut,sedikit menggigit bibir bawah Arisha supaya terbuka,biar dia semakin lancar memainkan l*dahnya disana.


"Mas.." Arisha melepaskan nya lebih dulu,karena merasa pegal kepalanya,Alvaro bangun dan kini posisi duduk.


Cup


Kening Arisha dia kecup


Cup Cup


beralih ke pipi


Cup


Berakhir di bibir


"Kamu yang lebih manis ,bibir kamu sangat manis"


Arisha tersipu malu "Dicicil dulu ya,sampai kamu selesai" Ujar Alvaro,dan Arisha mengangguk malu malu.


Alvaro kembali memanggut bibir itu dengan lembut,memberikan kenyamanan pada Arisha,dan terbukti Arisha membalasnya.Mereka sama sama menikmati itu.


Mereka juga sedang berusaha memantaskan diri mereka masing masing,saling menerima satu sama lain,menyatukan dua sifat keduanya yang berbeda.


***


...Bersambung...


Makasih ya buat suportnya,insya allah nanti aku up lagi,untuk sekarang satu dulu ya🥰

__ADS_1


__ADS_2