Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 82. Cemburu menguras hati


__ADS_3

Tak disangka obrolan mereka ternyata berlanjut,nyatanya Fadlan masih berada disitu dan Alvaro juga Sam ikut duduk disana.


Arisha dan Fadlan nampak masih bercakap ria,menceritakan perihal saat sekolah dulu dan saat dikampung dulu.


Alvaro berkali kali mendengus kesal melihat itu,dia ingin bertanya siapa Fadlan itu untuk Arisha ,nampaknya mereka begitu akrab sekali,tentu hati Alvaro terasa panas ,dari tadi dia terus mengumpat dalam hati.


"Kamu harus kesana lagi,disana suasananya sudah berbeda loh,kamu pasti suka" Tutur Fadlan mengingatkan Arisha sebuah tempat yang mereka sering datangi di Bandung.


"Wah,nanti kalau udah lahiran deh,aku pasti kesana,iyaa kan Mas?" Alvaro hanya mengangguk kesal.


"Sayang,apa kamu lupa kalau kita kesini untuk mencari perlengkapan bayi kita" ujarnya sedikit agak ketus.


Arisha menepuk jidatnya " Astagfirllah,aku sampai lupa Mas,,iya ya" Ujarnya sambil tertawa.


Sedangkan Alvaro hanya bisa memutar bola matanya malas,melihat keakraban sang istri bersama pria lain nyatanya sangat membuatnya terasa kesal.


"Ya udah,aku permisi dulu Sha,kabari ya kalau sudah lahiran" Ujar Fadlan,dia pun berpamitan pada semuanya.


"Ayo Mas" Ajak Arisha,setelah kepergian Fadlan dari sana.


"Tunggu,dia siapa kamu ?kayanya akrab banget,sampai kamu lupa soal maksud kamu kesini ,bahkan aku sedikit kamu abaikan" Tuturnya masih dengan raut wajah kesal yang kentara.


Di depannya nampak Anin dan Sam yang sedang menahan tawanya melihat expresi Alvaro yang mereka yakini sedang cemburu.


"Oh,iya Mantan pacar aku waktu SMA dulu,dia sekarang udah keren,dulu masih lusuh" Jawab Arisha lurus lurus aja,tanpa tau gimna expresi Alvaro sekarang.


Wajahnya memerah dan hatinya bertambah panas,Mantan pacar ?jadi hubungan keduanya mantan pacar ?si alan !! batinya bermonolog seperti itu.


"Dia mantan kamu ?" Tanyanya lagi .


"Iya Mas,kan tadi udah aku bilang,dia tuh mantan pacar aku,kita putus karena dia harus pergi keluar kota,dan aku gak mau LDR an..jadi kita putus"


Entah harus berkata apa lagi,Alvaro mendadak bisu dia terdiam seribu bahasa,mencoba menetralkan gemuruh di dadanya mengingat saat saat tadi,Arisha dan laki laki itu berbincang dengan serunya bahkan sangat akrab sekali.


"Mas,kenapa sih ?" Tegur Arisha melihat raut wajah suaminya itu yang cemberut.


"Gak pa pa" Jawabnya singkat ,dan Arisha pun bergidik,dia mencoba menarik tangan Alvaro untuk mulai mengelilingi tempat perlengkapan bayi tentu bersama Anin dan Sam.


***


Alvaro masih nampak diam membisu,dia tak bicara sama sekali,hatinya masih tak rela melihat kejadian tadi.

__ADS_1


"Mas,lihat ini bagus gak ?" Arisha menunjuk nunjuk berbagai baju dan lainnya pada Alvaro,tapi jawaba Alvaro yang terus menerus.


"Hem" Jawabnya,tak semangat sama sekali.


Entahlah karena dia merasa cemburu saat ini,sangat cemburu yang menguras hati,apalagi melihat tawa Arisha yang riang di depan Fadlan tadim


Mereka masih mencari cari berbagai perlengkapan bayi mereka,karena sudah tau jenis kelaminnya ,maka warna yang Arisha pilih adalah biru dan putih,dari semua perlengkapan berwarna yang sama.


"Duh,ini lucu sekali Mas..lucu kan Mas" Arisha lagi lagi meminta pendapat pada Alvaro kala melihat sepatu kecil.


"Hem" Jawab Alvaro lagi ,yang masih bad mood itu.


"Mas,,kenapa sih dari tadi jawabannya,Hem..hem..hemm,kamu lagi sariawan apa ?" Arisha yang mulai menyadarinya pun ngomel ngomel pada Alvaro.


"Iya Sariawan,perih Sha" Ujarnya,tapi tangannya tertuju pada dadanya.


"Bilang aja cemburu,apa susahnya sih" Itu suara Sam yang dari tadi merasa gemas melihat kelakuan Alvaro yang sedang cemburu itu.


Arisha menoleh "Kamu cemburu ?cemburu sama kak Fadlan ?" Arisha tersenyum geli.


Alvaropun mendengus " Iya aku cemburu kenapa ?kamu bisa seakrab itu dengan dia,aku cemburu" sungutnya dengan sedikit kesal.


"Mantan juga pernah kamu cintai kan ?" Ujarnya penuh penekanan.


"Ya ampun,itu kan dulu Mas..udah ayo ah ,kita masih banyak yang harus dibeli tau"


Dengah masih hatinya bergemuruh tak menentu,Alvaro mengikuti Arisha sampai mereka pada akhirnya lelah juga,dan memilih untuk pulang saja.


Dirumah pun Alvaro masih nampak diam,setelah makan malam dia langsung beranjak keruang kerjanya,dan beraktivitas dengan berkasnya.


Sedangkan Arisha,sedang berada dikamar bayi mereka yang sudah di dekor berbagai pernak pernik khas bayi,kasur bayi sudah nampak,lemari dan lainnya sudah siap disana.


"Bagus,bagus kan Mom " Pamernya pada Mom Ambar dia sangat antusias kala itu,baju baju bayi yang dia pilih sangat sangat lucu,dia jadi tak sabar menunggu kehadiran bayi mereka.


"Iya lucu sekali sayang ,nanti Mom tambah lagi ya,Mom juga gatal ingin membeli perlengkapan cucu Mommy ini" Ujarnya tak kalah antusias dengan sambil membelai perut buncit Arisha.


Dan mereka pun bersama membereskan apa yang sudah Arisha beli tadi dengan sambil bercanda satu sama lain.


Sedangkan tempat lain dibalik ruang kerja ,nampak Alvaro yang malah terus bersandar dibalik sofanya,dengan mata memejam.


Rasa cemburunya masih menyeruak,apalagi dengan ketidak pekaan Arisha yang malah semakin memanas manasi dia soal Fadlan.

__ADS_1


Inginnya bisa berkonsentrasi pada berkasnya,tapi nyatanya tak bisa,dia malah tak semangat.


"Aishh,cemburu itu menyesakkan" Batinnya.


Pukul 22.00 malam dia baru masuk ke kamar,nampak Arisha yang baru keluar kamar mandi,dan hendak akan berbaring untuk tidur.


"Mas,baru selesai ?" Tanyanya karena dia tau sejak.tadi Alvaro sedang diruang kerjanya.


"Iya.." Jawabnya singkat,dan dia berbaring memunggingi Arisha.


Arisha mencebik kala melihat sikap Alvaro itu,namun tetiba senyumnya mengembang kala dia ingat sore tadi,saat Alvaro merajuk karena cemburu.


Dia mendekat ke Alvaro,dengan senyuman menyeringai,lalu dia peluk tubuh Alvaro dari belakangnya,dia mengerak gerakkan tangannya mengelus dada bidang Alvaro yang seperti biasa saat tidur.


"Tidur Sha" Tegur Alvaro masih tak acuh.


Tapi Arisha pura pura tak terdengar,dia tau cara apa supaya Alvaro melunak.


"Gak mau,si Bayi mau ditengok sama kamu Mas" Ujarnya dibelakang telinga Alvaro dengan sensasional


Alvaro membulatkan matanya,namun dia mencoba tak mendengarnya atau lebih pura pura.


Arisha tak gentar dengan paksa dia balikan tubuh Alvaro,lalu dia naik diatasnya dan membuat Alvaro membeliak kaget.


"Mas,dia hanya mantan aku,masa lalu aku..Maafkan sikap aku tadi sore,sungguh maaf ya"


Arisha pun memang merasa tak enak kala itu,sebagaimana pun dia masih punya perasaan.


Alvaro tersenyum,lalu membalikan lagi tubuh keduanya dengan perlahan dan kini dia yang ada diatas Arisha.


Arisha replek melingkarkan tangannya dileher Alvaro,lalu mengecup bibir Alvaro singkat.


"Kamu masa depan aku,jangan marah lagi,maafkan aku" tuturnya lagi dengan suara serak.


"Gak aku gak marah lagi,ayo mulai..bukannya si bayi mau aku tengok" Selorohnya dan Arisha tersenyum mengangguk,sebagaimana pun dia juga menginginkannya.


Dan malam itu berlangsung begitu saja,mereka saling memberi dan menerima.


***


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2