
Cup
Bibir Alvaro sudah menempel pada bibir Arisha,yang jelas membuat Arisha membulatkan matanya,Alvaro memanggut bibir bawah Arisha dengan pelan dan lembut,tapi tidak ada respon dari Arisha dia masih diam mematung.
Alvaro melepaskan pangutan itu,dan kini tatapan keduanya menyatu,ada kilatan gairah dari mata Alvaro,dia membelai bibir merah Arisha dengan lembut.
"Aku menginginkan mu malam ini" Ucapnya penuh damba ,masih mengelus bibir Arisha.Arisha mengerjap cantik,dan masih belum fokus apa yang Alvaro pinta.
Tanpa meminta jawaban Arisha,Alvaro kembali memanggut bibir merah itu,satu tangannya menekuk tekuk lehernya dan semakin memperdalam ciuman itu,Arisha berusaha melepaskan panggutan itu,tapi Alvaro malah semakin menekuk leher Arisha,dan semakin memperdalam panggutan itu,dan akhirnya tangan Arisha melemas lalu bergetar gugup dia genggam erat kedua sisi baju Alvaro.
Dia pun mulai menikmati ciuman yang Alvaro berikan,dan lama lama Alvaro semakin menuntut lebih,lalu ciumannya beralih pada leher jenjang Arisha.
Tapi Arisha menahannya ,ada raut kecewa diwajah Alvaro " Kenapa ?kamu masih belum siap ?"
"Emmmm,bu..bukan itu,hanya saja aku sed.." Arisha belum melanjutkan bicaranya ,Alvaro sudah memotongnya.
"Aku sungguh menginginkan kamu malam ini Sha" Kilatan gairah itu sangat kentara dibalik wajahnya, belum lagi adik kecilnya sudah menegang,dan terasa sesak dibawah sana.
"Maaf,aku tidak bisa" Ujar Arisha,merasa bersalah.
"Apa harus menunggu aku mencintai kamu,baru kamu akan memberikannya ?kalau aku bilang aku mencintai kamu,kamu akan percaya ?"
Arisha membulatkan matanya "Aku hanya bercanda,baiklah aku tak akan memaksa" Ujarnya kemudian.
Arisha merosotkan kedua bahunya,dia pikir apa yang Alvaro katakan sungguhan,setelahnya dia merasa bersalah,lalu melihat Alvaro berdiri dan hendak melangkah ,tapi Arisha menahannya.
"Tuan,Eh..Mas maaf bukan aku menolak,tapi sekarang aku sedang datang bulan" Jawab Arisha malu malu.
Replek Alvaro memalingkan mukanya ke Arisha "Aku kira kamu sungguh menolaknya,baiklah..kamu tidur duluan,aku butuh air dingin malam ini"
"Kamu mau mandi malam malam ?"
"Ya,aku butuh air dingin saat ini,tidurlah lebih dulu" Alvaro mengusak rambut Arisha dan kembali melangkah ke arah kamar mandi.
Setelah kepergian Alvaro,Arisha jadi mesem mesem sendiri.
"Ternyata sikap Arrogantnya tidak ada kalau disituasi seperti ini" Gumamnya dalam hati.
Ya Arisha sudah bertekad akan membuka hatinya untuk Alvaro,bagaimana pun kini mereka sudah terikat,tiap hari Bu Anggi selalu meneleponnya dan memberi wejangan padanya untuk selalu menghormati sang suami,dan Arisha belajar dari itu.
*
__ADS_1
*
*
Arisha sudah bergelung ditempat tidur bersama selimutnya,tapi ternyata dia tidak bisa tertidur,dia mencoba memejamkan matanya,namun tetap tak bisa
Sudah setengah jam lamanya Alvaro masih belum keluar juga dari kamar mandi itu,Arisha masih celingak celingukan disana,rasa takut itu bukan mengada ngada dia rasakan,karena sungguh dia merasa tak nyaman kala itu.
"Kamu masih belum tidur juga ?" Seru Alvaro,dia baru selesai menyelesaikan mandinya,masih memakai bathrobenya.
"Belum" Sahut Arisha singkat.
Alvaro mengusak rambutnya yang basah,dan berjalan mendekat pada Arisha,lalu duduk disisi tempat tidur.
"Seriusan kamu takut tidur sendiri Sha ?"
Arisha menganggukan kepalanya dan ikut terduduk ditempat tidur juga "Aku belum terbiasa" Sahutnya lagi.
Alvaro tak menjawab dia kembali berdiri dan melangkah ke arah ruang ganti pakaian,dan tak lama dia kembali tanpa memakai kaosnya lagi,lagi lagi Arisha harus menutup matanya melihat Alvaro setengah telanjang.
"Hei,Nona ..kamu masih belum terbiasa juga ?biasakan lah nanti juga akan semakin tau dan lihat tubuh aku yang lainnya" Selorohnya dengan menahan tawanya.
"Isshhhhh,aku belum bisa ,rasanya aneh saja" Lirihnya masih menutupi matanya itu.
"Iihh,Mas.." Decak Arisha sedikit kesal,namun menjadi gugup saat Alvaro ikut membaringkan tubuhnya disebelah Arisha,dan bahkan dia menarik Arisha lagi ke dalam pelukannya.
"Mas.." Arisha berusaha menarik dirinya di dalam pelukan Alvaro,tapi Alvaro menahannya..tangan kirinya dipakai untuk penopang kepala Arisha dan tangan kanannya berada dipinggang Arisha.
"Tidurlah Sha,kamu kan takut" Alvaro cuek cuek saja,semakin memperat pelukannya.
"Tapi gak gini juga,kamu membuat ku pengap,nanti aku mati muda bagaimana"
Alvaro terkekeh "Jangan dong,jangan mati dulu,nanti aku jadi duda perjaka" Kelakarnya dan membuat Arisha tertawa.
"Ya makanya jangan terlalu erat tau" Decaknya lagi,tapi kembali menenggelamkan kepalanya di dada bidang Alvaro.
"Aduh,bisa bisa aku benar benar mati muda nih,cara kerja jantungku tidak baik akhir akhir ini" Lirihnya dalam hati,dengan debaran jantung yang tak menentu.
" Shitt !! aku harus lebih banyak bersabar ini,ujian mu luar biasa Tuhan" Batin Alvaro,yang harus kembali menahan hasratnya itu.
Dan mereka pun tertidur dengan masih saling berpelukan,dan anehnya Arisha tidurnya tidak seperti sebelumnya dan tidak beraturan.
__ADS_1
***
Pagi menjelang
Arisha membuka mata lebih dulu,tidurnya semalam terasa nyaman,dan saat membuka matanya dia masih berada di depan dada Alvaro,dia mesem mesem sendiri.
"Begini rasanya ya kalau sudah menikah ,hihi..ya ampun dia kalau lagi tidur begitu terlihat manis,tidak ada angkuh dan sombongnya" Arisha bermonolog sendiri.
"Apa aku setampan itu sampai kamu melihat aku seperti itu !!" Alvaro membuka matanya dan mencengkram tangan Arisha .
Arisha terhenyak dia tidak mengira dan tidak tau kalau Alvaro sudah terbangun.
Cup
Alvaro kembali mengecup bibir Arisha,Arisha mengerjap cantik.
"Mas.." Serunya malu malu dan langsung berdiri lalu lari ke dalam kamar mandi.
Alvaro tertawa cerah dan menggelengkan kepalanya "Ah,ternyata menyenangkan juga menikah itu,tak seburuk yang dikira,aku memang harus membuka hati untuknya,menjaganya,dan tak akan aku biarkan dia pergi" Gumamnya sendiri.
"Duduklah,aku sudah siapkan sarapan untuk kamu Mas" Seru Arisha,setelah selesai mandinya dan menyiapkan keperluan Alvaro dia bergegas ke bawah dan membantu Pelayan untuk menyiapkan sarapan pagi.
"Makasih,kamu juga duduk lah,hari ini ada kelas ?" Tanya Alvaro disela sarapannya.
"Ada,tapi siangan,kenapa ?"
"Gak apa,nanti sama Pak Agus,nanti siang mungkin Mom Ambar akan kesini,Resepsi akan tetap berjalan,kamu setuju kan ?"
"Kalau aku mengatakan tidak juga,aku tidak bisa membantah" Sela Arisha.
"Hahah,ya kamu benar,kamu tak akan bisa membantah aku,aku pergi dulu" Alvaro sudah selesai sarapannya dan pamitan pada Arisha.
"Pagi Sam.." Sapa Arisha pada Sam yang sudah siap di depan untuk mengantar Alvaro.
Sam mengangguk " Pagi juga Nona.."
"Sam turunkan pandanganmu,aku pergi..hati hatilah nanti" Alvaro mengusak rambut Arisha dan pergi dari sana.
Arisha tersenyum malu.
***
__ADS_1
Cie mereka udah saling bucin😅
...Bersambung...