
Hay manteman maaf hiatusnya lama,aku baru pulih alhamdulillah bisa nulis lagi nemenin kalian😊..
Maaf ya menunggu lama🙏..Oh ya Minal Aidzin walfaidzin,Mohon maaf lahir dan Batin ya Semua🙏🙏..
Aku Crazy Up ngeganti yang kemarin gak banyak sih🤭😅..tapi semoga menghibur,dan
_Selamat Membaca_🥰
***
Berada dipenjara dengan membawa penyesalan Dad Ronald rasakan,semua perbuatan jahatnya sudah terbongkar,beliau akan menghabiskan waktunya dipenjara.Dan kini dirinya menyesal.
"Maafkan Dad,Mom..Maaf"
"Mommy merasa seperti tak mengenal Daddy,Dad seperti orang lain,kenapa materi dan sosial membutakan mata Dad" Dad Ronald menunduk
Hati Mom Ambar merasakan luka,suami yang dia harus hormati dan harus dia turuti malah mempunyai niat jahat ingin membunuh menantu dan bahkan cucunya sendiri semua dibutakan karena Harta dan Tahta.
"Sampaikan maaf Dad untuk Arisha,andai Dad tau yang sebenarnya mungkin Dad tak akan melakukan hal itu padanya"
"Seharusnya tanpa Dad tau juga ataupun kenyataannya status Arisha berbeda dengan kita Dad jangan melakukan hal itu,kita semua sama dimata Tuhan diciptakan dengan sama,hanya saja punya keberuntungan masing masing,dan kita sudah dianugerahi semua itu harusnya bersyukur jangan meminta lebih" Mom Ambar menarik nafas dalam
"Jangan sampai dibutakan akan semua itu,jangan tergoda karena kita ingin semakin tinggi,harusnya Dad bahagia melihat anak kita satu satunya mau menikah dan sebentar lagi akan hadir cucu kita,bukankah itu keinginan Dad ?"
Dad Ronald semakin menunduk saja,nasi sudah menjadi bubur,tidak akan kembali lagi.Kejahatannya sudah banyak ,kini dia harus mendekam dipenjara tanpa ada pembelaan dari siapapun,meski Alvaro yakin dengan uang bisa membuat Dad nya keluar,namun dia tidak bisa melakukannya,dia sudah terlanjur kecewa,bahkan dia masih takut.
__ADS_1
Meski Arisha pun meminta dirinya melepaskan Dad Ronald dan memaafkannya,namun Alvaro tetap tidak mau,itu tidak adil bagi yang lain,begitu katanya.
"Merenunglah disini,Mom tak bisa berbuat apa apa,kesalahan harus tetap ditanggung sendiri,sehat sehat disini Dad"
Mom Ambar merengkuh tubuh suaminya itu,suami yang sudah menemaninya puluhan tahun ini,kini terpapar oleh jarak dan waktu.
Dad Ronald tak kuasa untuk tak menangis,dia harus ikhlas menjalankan hukumannya itu,tapi sebelumnya beliau meminta ingin bisa bertemu Alvaro dan Arisha.
*
*
*
"Maafkan Saya,saya sudah dibutakan materi"
"Daddy tak perlu minta maaf,Risha sudah memaafkan Dad"
Entah terbuat dari apa hatinya Arisha,seberapa kuat Dad Ronald berusaha mencelakainya namun dia masih mau memaafkannya dan itu membuat Dad Ronald merasa malu dan semakin menyesal.
"Maaf,maafkan saya" Dia kembali menangis.
"Dad,semua orang punya kekasalahan masing masing,selama kita mengaku salah dan mau menerima konsekuensinya atas kesalahan yang kita buat itu lebih baik dari pada tidak sama sekali,sehat sehat Dad disini,insya Allah Risha dan Mas Varo akan sering datang kesini" Ucapnya semakin tulus.
Sedangkan Alvaro masih nampak diam,dia merasai masih sangat kecewa pada Daddy nya itu,namun rasa iba tetap tertera dalam benaknya.
__ADS_1
"Terima kasih sudah menerima maaf Saya,boleh saya elus perut kamu,bila dia lahir nanti jangan katakan tentang Saya" Lirihnya.
Arisha menunduk,cairan bening sudah memupuk dipelupuk matanya,lalu dia mengangguk,begitu pun dengan Alvaro yang merasa sedih,terharu.
Dad Ronald menggerakkan tangannya mengelus perut Arisha yang kini sedang bersemayam janin Alvaro yang darahnya pun bersemayam juga disana,dia kembali menangis pernah punya niat jahat untuk membunuhnya,rasa sesak dia rasakan,dan betapa jahatnya dia.
"Varo.." Kini dirinya beralih pada anak semata wayangnya,anak laki laki satu satunya yang dia asuh,yang dia didik hingga sampai sebesar ini.
Alvaro satu satunya anaknya yang dia ingini puluhan tahun silam,kehadirannya membawa kebahagiaan yang tak terkira hingga membuat obsesinya semakin besar,obesinya untuk menaikkan sebuah Tahta didalam dunia bisnis,saling bersaing untuk mendapatkan pengakuan di dalamnya.
Dan justru itu membuat dirinya semakin terjebak,sampai perbuatan jahat pun dia lakukan.
"Maafkan Daddy Nak,Dad tidak bisa menjadi panutan yang baik untuk kamu,kamu berhak marah pada Dad,Dad pantas mendapatkannya"
Alvaro menghela nafas,benar dia selalu menjadikan Daddynya sebagai panutan untuk dirinya bisa maju sampai bisa meraih segala keinginan Daddynya itu,dia selalu menurut apa kata Daddy bila menurutnya baik.
Tapi saat ini panutannya itu sudah membuatnya kecewa sangat kecewa,rasanya sangat sesak sekali.
"Dad,terimalah hukuman yang harus Dad lalui,bukan Varo tega,tapi negara kita negara hukum dan Dad pun tau sendiri,jalanilah semua hukumannya.Varo memang sangat kecewa,tapi Varo masih punya rasa untuk memaafkan Dad,merenunglah Dad"
Ketiganya menangis dan pesan dari Alvaro sebelum pulang meminta Dadnya untuk menjaga kesehatannya,bila nanti anaknya lahir dia akan tetap mengenalkannya pada Kakeknya itu,bagaiamana pun dia harus tau.
15 tahun adalah hukuman yang akan Dad Ronald jalani,itupun sudah diringankan ,menurut pada kejahatan yang dia lakukan.
***
__ADS_1
...Bersambung...
Note : Adil ya gaes likenya😉🙃