
"Jangan macam macam kamu,dia menantu kita dan dia sedang mengandung cucu kita !!"
"Cih,aku tak sudi punya cucu dari orang miskin"
"Kamu akan menyesal apa yang kamu lakukan,aku pikir kamu sudah tau informasi mengenai Arisha,kamu akan menyesali apa yang kamu lakukan,dan setelah itu terjadi jangan harap dan jangan mau meminta bantuan padaku"
"Diam kamu,bekerja sama lah Mom Sayang,ini demi kebaikan anak kita,anak kita satu satunya,aku ingin punya cucu dari bibit unggul orang berkelas tidak dari dia"
"Kalau terjadi apa apa padanya,kamu tak akan aku lepaskan !!"
"Silahkan,kamu tidak akan bisa menghentikan apa yang aku rencanakan,mungkin sekarang gagal,tapi tidak untuk esok hari,diamlah disini dan duduk manis Mom sayang"
Selama berbulan bulan Mom Ambar disekap dikamar,bahkan untuk makan saja diantar,tidak ada peluang untuk keluar dari sana,semua pelayan dan pengawal dibawah kendali suaminya.
Ponselnya pun tak dibiarkan Dad untuk dipegang Mom,dia seakan buntu,dia ingin memberi tau Alvaro soal bahaya yang mengintai Arisha.Dan dia harus berbuat sesuatu untuk lolos dari tempat itu ,harus.
***
"Kamu tinggal disini saja Sayang"
Pak Bastian pun tau soal itu,dan sama dengan Alvaro dia tidak diam,namun yang begitu mereka belum menemukan bukti kuat.
"Benar,kamu mau tinggal disini aja ?aku yakin masih ada pelaku bayaran disana,dan sebelum itu terjadi lebih baik tinggal disini dulu sama Ayah"
Arisha nampak terdiam ,benar juga apa kata suami dan Ayahnya,bahaya sedang mengintainya,dia yakin akan aman berada dirumah Ayahnya.
"Kamu bagaimana Mas ?aku gak mau jauh jauh dari kamu,aku yakin kok kamu akan menjaga aku Mas"
Semenjak hamil Arisha memang sangat manja,hampir tiap hari tak mau lepas darinya,bagaikan magnet.
"Aku harus disana untuk memantau Sayang,kamu disini sama Ayah"
"Gak mau,aku penginnya sama kamu juga disini"
Dia memeluk Alvaro dengan posesif dan membuat Alvaro juga Pak Bastian terkekeh.
"Ayah terluka,anak Ayah lebih banyak memilih pria lain"
Pak Bastian memasang wajah pura pura sakit hati
" Ayah bukan begitu,bukan begitu Ayah"
__ADS_1
Dia kini berhambur kepelukan Pak Bastian ,dan beliau semakin terkekeh.
"Iya iya,Ayah tau kok ini keinginan baby kan " Dia mengelus rambut panjang Arisha dengan sayang.
"Var,bagaimana kalau kita membuat jebakan ?kamu masih yakin kan salah satu pelayan disana masih ada yang mencurigakan ?"
"Hem,aku masih yakin Ayah,jebakan bagaimana Ayah ?"
Keduanya nampak berdiskusi serius,mereka berencana akan membuat jebakan untuk pelaku supaya cepat muncul,mereka juga memperkirakan akan apa yang mungkin akan pelaku itu lakukan dan rencanakan.
Membiarkan Arisha untuk tinggal disana,memang bukan ide bagus,tapi demi menangkap pelakunya mereka harus lakukan,dengan catatan Alvaro harus menjaganya sebaik mungkin.
***
"Mas,yakin Mas mencurigai beliau,beliau sudah lama loh bekerja disini,beliau juga sudah banyak membantu aku,gak mungkin beliau begitu Mas"
"Sayang,lihatlah gerak gerik diCctv itu,itu sudah membuktikannya,aku tak tau kenapa beliau mau melakukan hal itu,tapi aku yakin dia juga sedang terjebak karena ancaman pelaku sebenarnya,
Aku sangat kecewa padanya,beliau sudah aku percayai selama ini,tapi ini kenyataannya Sayang,rekaman ini sudah sangat jelas,betapa bodohnya aku selama ini karena terlalu mempercayainya"
Alvaro memejamkan matanya,orang yang dia percayai,orang yang dia pekerjakan lama dan dia sudah anggap sebagai orang tua,harus melakukan itu.
*
*
*
"Ada apa Non,apa yang bisa saya bantu ?"
"Bu Ema,aku pengin dibikinin sup iga enak kayanya ,bikinin ya.Sup Iga bikinan Bu Ema itu enak banget"
"Non bisa aja,baiklah saya bikinin ya Non ,Non mau nunggu disini ?"
"Aku dikamar aja Bu,nanti panggil aku ya"
Arisha menggeleng ,merasai tak mungkin Bu Ema juga ada dibalik semua itu.Tapi Cctv sudah menerangkan semuanya,bahkan dia bisa mendengar kala Bu Ema bercakap ditelepon yang Alvaro sadap,kalau orang yang ada dibalik semua itu menyuruh Bu Ema secepatnya menaruh obat perangsang kandungan dimakanan atau minuman.
Bu Ema sempat menolak,namun ancaman itu membuatnya tunduk.Bu Ema tak sepenuhnya salah,dia hanya takut,anaknya kini ada ditangan Dad Ronald,dia bingung dalam situasi itu.
Maka ini Alvaro dan Pak Bastian lakukan,guna mencari tau siapa dalang dibalik semua itu,semua kamera Cctv sudah aktif termasuk dibagian dapur yang Bu Ema tak ketahui ada cctv lain disana.
__ADS_1
Benar saja Bu Ema menaruh serbuk obat dimangkuk Sup Iga yang Arisha pinta.
Arisha menelan ludahnya,kalau saja dia tidak tau tentang semua itu mungkin saja dia sudah akan memakannya,dan mungkin dia sudah kehilangan buah cintanya dengan Alvaro.
Bu Ema menatap nanar Arisha,merasai rasa bersalah teramat dalam,dia juga berusaha meminta Arisha untuk tak memakannya,namun ada Cctv lain yang Dad Ronald simpan disana tanpa Alvaro tau.
"Aku makan ya Bu,ini terlihat sangat enak sekali" Ujarnya pura pura,padahal dia sedang menahan nafas dan sesak.
Dia hanya akan pura pura untuk memakannya,dan pura pura untuk merasa sakit,Namun
Prankk
Bu Ema menjatuhkan sendok dan mangkuk yang berisi sup itu,lalu dia duduk lemas dilantai dan menangis.Arisha kaget bukan main,dia pun ikut terduduk.
"Bu Ema"
"Jangan anda jangan memakannya,maafkan Saya Nona,maaf..anda pantas hukum saya" Dia merapatkan kedua tanganya memohon ampun pada Arisha.
Dia tau apa yang akan terjadi setelah ini,mungkin anaknya..ah tidak.
"Siapa yang ada dibalik semua ini Bu ?"
Alvaro datang bersama Pak Bastian,Bu Ema terkaget melihat adanya Alvaro,karena setau dia Alvaro sudah pergi bekerja.
Bu Ema menunduk,dia harus mengungkap itu,tapi dia bingung dan merasa takut.
"Bu Ema tenang,anak Ibu baik baik saja bersama Mom Ambar"
Bu Ema mendongkak dan menoleh ke Alvaro mencari penjelasan.
Beberapa menit yang lalu Mom Ambar mengabari kalau anak Bu Ema baik baik saja,dia juga memberi tau kalau yang ada dibalik semua ini ada Dad Ronald,Daddynya sendiri.
Kecewa,marah,sakit jelas saja Alvaro rasakan.Dan Bu Ema semakin membenarkan apa yang Mom Ambar jelaskan.
"Maaf,maafkan aku Sha,Daddy aku sendiri yang ada dibalik semua ini,maaf sudah membuat kamu ketakutan"
Alvaro menangis tersedu sedu,sakit sungguh sakit,Sang Daddy yang dia hormati dan dia sayangi itu tega melakukan hal keji bahkan pada calon cucunya sendiri.Dia tak kuasa menahan sesak di dadanya,dia pikir Daddynya tak akan mungkin melakukan hal itu.
Namun harta dan status sosial benar benar sudah membutakan dirinya.
***
__ADS_1
...Bersambung...