
Acara malam itu masih berlangsung,dari saling berdoa,dilanjut makan malam bersama,dan dilanjut acara game sanak saudara juga saling mengobrol satu sama lain,menyerukan rasa rindu pada tetua mereka Dad Ronald yang kini sudah disapa sebagai Opa.
Walaupun orang yang special hari itu sama sekali tak menikmati moment itu,baginya itu sangat meresahkan.Dan pula dia terus merasa risih karena terus diikuti Alexa,gadis manja,cerewet itu.
"Kak ini cicipi deh,kue buatan Mami memang paling enak" Alexa menjulurkan sepotong kue pada Vano.
"Gue gak suka kue,,minggir sana ,ganggu aja !" sentaknya pada Alexa,namun Alexa tak takut,dia tahu sifat Vano memang seperti itu.
"Jangan jutek jutek kak,nanti jatuh cinta sama aku loh" matanya dibuat berkedap kedip centil.
"Kamu ganggu banget tau gak sih,mana ada yanģ mau jatuh cinta sama kamu,dan kalau bicara jangan ngaco !" jarinya meluncur menyetil dahi Alexa,dan Alexa mengerang ngilu.
"Idih,KDRT" pekìknya sambil terus mengelus dahinya.
"Aku laporin loh" ancam nya.
"KDRT mulutmu,laporin aja sana"
Alexa cemberut dan saat dia hendak menjawab lagi,suara dering telepon Vano menyala.Dan Vano meninggalkan Alexa begitu saja,Alexa semakin cemberut,dia sempat melihat siapa yang menelepon Vano.
*
*
*
"Woi kak ngapain mojok disini,kenapa gak ikut gabung kesana?" tanya seorañg anak kecil yang masih bersekolah SD.
"Suka suka gue napa,ngapain juga lo kesini" jawab Alaska dengan ketus dan sarkas pada sang adik.
"Idih kasar,mana ngerokok lagi,bìlangin Mami sama Papi loh" ancamnya ,sejak melihat Alaska sedang menghisap rokok ditangannya.
"Banyak bacot lo !!" sentaknya pada Kenzio,sampai dia terhuyung ke belakang,namun Vano menahannya.
"Ska !!" rahangnya mengeras,giginya bergemeletuk,dan tatapannya tajam pada Alaska.
"Apa ?" sarkas Alaska,tanpà merasa bersalah.
"Kamu gak papa de ?kamu kesana dulu ya" ucap Vano lembut pada Kenzio.
"Zio gak papa kak,tapi lihat kak Alaska merokok" adunya pada Vano,dan Vano memalingkan atensinya pada rokok yang dipegang Alaska.
Tatapan tajam kembali Vano layangkan pada Alaska.
"Apa ?mau lo aduin ke Mami,Papi,sana aduin gak takut gue" bukan merasa takut dia malah menantang.
"Zio,pergi dulu ya," titah Vano pada Kenzio dan Zio mengangguk.
"Lo kalau mau ngerokok jangan di depan Zio,dia masih kecil" kaos atas Alaska ditarik paksa Vano,dan Vano menatap Alaska tajam.
__ADS_1
"Suka suka gue lah,gue mau kek gimana" ujarnya songong.
Vano hendak melayangkan tangannya untuk memukul Alaska,namun tak urung dia lakukan,tangannya terkepal kuat diudara,lalu dia menghempaskan Alaska begitu saja.
"Kenapa gak jadi hah ?" tantang Alaska.
"Mami dan Papi gak pernah ngajarin lo kaya gini dek," Vano menghembuskan nafasnya kasar.
"Dan Mami,Papi lebih perhatian sama lo !apa apa lo,selalu lo yang mereka banggain,kapan mereka banggain gue,kapan !!" tuturnya dengan nada tinggi.
"Maksud lo apa ?Mami,Papi selalu berlaku adil sama kita,aku,kamu juga Kenzio,kita sama dimata mereka,hanya saja perlakuan kamu yang salah Ska,kamu salah memilih teman"
"Cih !!gue tau betul siapa yang mereka sayangi,awas minggir jangan ikut campur urusan gue"
Alaska mendorong bahu Vano dan meninggalkan Vano disana dengan pikiran yang berkecamuk.
...***...
Acara semalam selesai saat tengah malam,sanak saudara Alvaro dan Arisha memilih menginap disana,dan tentang perdebatan antara Vano dan Alaska tidak ada yang tau,Kenzio sendiri tak memberitahukan perihal rokok Alaska pada Alvaro dan Arisha.
Pagi menjelang,mereka akan kembali pada aktivitas masing masing,sebelumnya mereka sarapan pagi terlebih dahulu,dan makanan sudah siap saji diatas meja makan.
"Selamat pagi Mami cantik,Oma Cantik,Papi dan semua" sapa Vano,sudah kebiasaan lelaki itu selalu menyapa kedua orang tuanya,meski dengan raut wajah datarnya.
"Selamat pagi anak Mami yang ganteng" balas Arisha sambil menciumi dahi Vano.
"Mami,aku gak ganteng dong" sela Kenzio
"Kalau Papi pasti yang paling ganteng kan ya" Alvaro yang berkata sambil menaik turunkan alisnya.
"Gak,Papi udah tua" jawab Arisha sambil cengeessan,dan semua orang disana tertawa menanggapi bualan Arisha.
"Haha,emang Papi udah tua,ble" Kenzio meledek Alvaro sambil menjulurkan lidahnya.
"Dasar ya kamu" Alvaro menatap tajam Kenzio.
"Mami lihat,Papi melototin Zio" rengek Zio.
"Papi iishh" Arisha memukul bahu Alvaro kecil dan balas melototin Alvaro,dan Alvaro tersenyum kikuk.
Dan mereka pun memulai acara sarapan mereka.Namun salah satu dari mereka baru merasa ada yang kurang.
"Alaska mana ?" tanya salah satu saudara Alvaro.
Semua orang menatap kursi makan yang kosong,dan Arisha menepuk jidatnya,dia merasa melupakan anak keduanya itu.
Lantas dia segera melangkah ke atas untuk melihat ke kamarnya Alaska.
"Ska,sayang" Arisha berusaha mengetuk ngetuk pintu kamar Alaska,namun tak ada sahutan.
__ADS_1
Ketiga kalinya baru Alaska menjawab.
"Kamu kok belum siap siap ,Mami kira kamu tadi ikut saarapan Ska" tegur Arisha,saat melihat Alaska masih memakai pakaian tidurnya,diperkirakan dia baru bangun tidur.
"Duluan ajalah Mi,nanti aku terakhir aja,mau mandi dulu" jawab Alaska.
"Yaudah cepet mandi segera siap siap ya,nanti Mami temenin kamu sarapan" Arisha mengusap rambut Alaska lembut dan dia kembali melangkah ke bawah.
"ck,gue dilupain begitu saja,kalau dia gak ngomong Mami pasti tetap gak inget gue,gue emang anak terbuang" hatinya bermonolog seperti itu,hatinya terlalu sensitiv semenjak dia mendengar percakapan Alvaro dan Opa Bastian kala itu.
Tanpa Arisha sadari,Alaska sudah bangun sejak mereka sibuk dimeja makan.
*
*
*
"Aku pergi dulu,kamu jangan terlalu memanjakan Alaska Sha,dia udah bisa sendiri" ujar Alvaro di depan teras sebelum dirinya pergi.
"Dia sama sama anak aku,anak kita Mas.Jangan beda bedakan mereka" balas Arisha.
"Vano dan Alaska memang berbeda,entah cara apalagi untuk bisa mengajarkan dia supaya seperti Vano"
"Mas,jangan paksakan Alaska,mereka punya porsi masing masing,aku gak suka kamu begini"
"Bagaimana pun mereka adalah penerus aku dan Ayah,mereka harus sama sama bisa diandalkan,aku minta kamu ajarkan dia,tekankan padanya supaya terus mau belajar"
"Aku pergi" sambungnya lagi,dan mengecup kening Arisha.Arisha hanya terdiam membisu,dia tak suka ada disituasi seperti ini.
Setelah melihat Suami dan kedua anaknya pergi begitu juga sanak saudara yang lain ikut pergi,Oma Ambarpun katanya ada urusan,begitu juga Opa Ronald.Rumah menjadi sepi.
"Aku udah selesai" ujar Alaska yang katanya dia baru selesai sarapan.
Arisha tersenyum "Ya udah belajar yang rajin ya,berangkat sama Pak Anto ya"
"Iya Mami" Alaska menyalami tangan Arisha.
"Ska,kamu mau janji gak sama Mami ?" sebelum itu Arisha menarik tangan Alaska.
"Janji apa Mi ?"
"Jangan berbuat ulah lagi,dan mau belajar" pinta Arisha lembut.
Alaska menampilkan wajah datarnya "Papi yang minta kan" ujarnya.
"Mami mohon sama kamu Ska,ikutin apa yang Papi kamu mau"
"Maaf Mi,Alaska bukan boneka" Dia melangkah begitu saja,tak menghiraukan seruan Arisha.
__ADS_1
...***...
...Like dan comentnya jangan lupa🤗...