
Tiga hari sudah Pak Bastian masih terkapar lemas di ruangan ICU,tapi Dokter menyatakan beliau Koma,jelas Arisha semakin sedih.
Maka selama itu dia berada diRumah Sakit dan menemani Pak Bastian,membantu segala ,walau hanya sekedar menemani.
Hari hari pun berlalu,Arisha pun mencoba untuk kuat dan dia terus berdo'a untuk kesembuhan sang Ayah yang baru saja dia temui.
Hari wisuda pun tiba,dimana hari yang Arisha tunggu,dia lulus dengan hasil nilai IPK yang tinggi dan dapat sambutan yang spesial,kepintarannya memang menurun dari kedua Orang tuanya terutama sang Ayah,maka disitulah dia bisa meraih gelar dengan nilai tertinggi.
Puji Syukur jelas dia panjatkan padaNya,pada pemilik semesta ini,dia juga ucapkan terima kasih pada kedua Orang tua angkatnya dan kakaknya yang ada dibalik semuanya,tak lupa pada Alvaro dan Mom Ambar,begitu pula pada Pak Bastian ,walau baru bertemu tapi dia tau ada do'a yang menyertainya.
"Ayah,Ibu aku berhasil,andai kalian ada disini" Dia menghapus air matanya merasai rasa haru yang teramat.Dirangkulnya bahu oleh Alvaro.
"Ayah pasti juga bahagia,kita berdo'a untuk kesembuhannnya" Dia kecup kening Arisha dan mengucapkan selamat pada istrinya itu.
Ya dia akan melalui hari hari ke depannya seperti biasanya,tapi do'a tak pernah putus untuk memberikan kesembuhan dan keajaiban untuk Ayahnya.
Berfose bareng dengan jubah Toga wisudanya bersama kedua Orang Tua angkatnya,kakak dan adiknya ,lalu bersama Alvaro dan Mom.
Acara dilanjutkan dengan acara makan makan disebuah restoran mewah,sebagai bentuk rasa Syukur lainnya,Anin dan Kedua Orang tuanya turut hadir disana,Arisha yang mengundangnya,begitu juga dengan Dita.
Suasana restoran menjadi ramai akan adanya mereka,saling bercakap dan berbincang bincang ria menceritakan segala hal lainnya.
***
Arisha sudah mulai bekerja diperusahaan suaminya Alvaro,dia diposisikan dibagian keuangan sesuai dengan kemampuannya.
Entah kebetulan atau memang sudah jalannya,karyawan yang sebelumnya sedang mengambil cuti melahirkan jadi dia yang akan menjadi penggantinya tentu dengan cara yang layaknya seorang karyawan.
Melewati dan melalu prosedur melamar kerjaan seperti biasanya,dia tidak mau dianggap spesial karena sebagai istri Bos perusahaan itu,dia ingin bekerja karena kemampuannya sendiri.
Tapi dasarnya memang dia pintar maka dia bisa melewati semua itu dengan cara jujur,HRD pun tak memandang Arisha sebagai seorang istri atasannya,karena itu permintaan Arisha,Alvaro pun tak memaksanya juga.
"Aku berangkat sama Pak Agung aja ya," Ujarnya disela sela sarapan mereka.
"Kenapa ?bareng aja sama aku Sha,kenapa harus sama Pak Agung"
"Lan jam pulang kita berbeda Mas,terus nanti aku pulang sama siapa,kan kamu gak mungkin bisa antar aku"
"Ada Sam.." Sahutnya datar.
Arisha memutarkan bola matanya ,lagi lagi Sam yang dia suruh,ya sudah Tiga bulan lamanya Arisha bekerja disana,awal awal Alvaro selalu bilang kalau dia yang akan mengantar jemput Arisha,nyatanya dokumen dokumen tak bisa dia tinggalkan,maka Sam lah yang selalu ada.
"Ayo.." Ajaknya.
Pernikahan mereka sudah berjalan beberapa bulan,tapi belum ada tanda tanda hamil dari Arisha ,sebenarnya Alvaro tak masalah bahkan dia tak pernah bertanya pada Arisha,begitu pun dengan Arisha sendiri yang tak menganggap pusing itu,toh kalau sudah dipercayakan Insya Allah dia akan hadir dirahimnya.
"Mas,makan siang dulu yuk"
Arisha membawa kotak makan yang dia bawa dari rumah,hubungan mereka baik baik saja,berjalan sebagaimana mestinya,walau kadang ada sedikit percecokkan,itu biasakan.Meskipun tak pernah ada kata cinta yang terlontar dari keduanya
Alvaro melirik sebentar ke Arisha yang sudah duduk manis di Sofa yang ada diruanganya,senyumnya mengembang,tapi dokumen masih menumpuk disana.
"Ayo" Tapi dia tak mau mengecewakan sang istri yang sudah berusaha menyiapkan makanan untuknya,katanya dari pada beli diluar mending makan yang ada dirumah lebih bergizi.
"Tapi suapi ya " Pintanya dengan menaikan naikan satu alisnya,dan Arisha hanya sedikit mencebik tapi tak urung dia melakukannya juga.
"Banyak banget ya,sampai lagi makan gini aja megang dokumen"
__ADS_1
"Hum,ada proyek besar Sayang,makanya aku lagi berusaha untuk menggaet mereka" Sahutnya sambil pelan pelan mengunyah.
"Pulang larut lagi dong ?"
"Iya,gak apa kan ?"
Arisha mengerucutkan bibirnya,sudah satu minggu Alvaro selalu pulang larut,dia pulang saat dirinya sudah terlelap tidur.
Alvaro menghentikan aktivitasnya,lalu melirik sebentar pada Arisha,dia tersenyum kala melihat bibir cemberut Arisha ,dia suka dan gemas kalau melihat Arisha seperti itu.
"Sayang,sini deh" Dia menepuk pahanya dan mengisyartakan Arisha untuk duduk dipangkuannya.
"Gak ah.." Tolaknya masih dengan cemberut.
Dan dengan satu tarikan Alvaro menggendong Arisha dan kini ada dipangkuannya.
"Mas.." Pekiknya seketika.
"Apa Sayang,kamu kangen aku ?" Ujarnya menggoda.
"Gak,siapa yang kangen,jangan ge er deh" Sergahnya tapi dengan raut wajahnya yang merona.
Alvaro menggulum senyum,dia belai wajah Arisha dan menaikan dagunya Arisha.
"Aku juga kangen kamu,sebentar yuk disana" Ajaknya sambil menunjuk ruang pribadinya.
Arisha memukul kecil bahu Alvaro "Apa sih,gak ya Mas,,masih siang,lagian kan bukannya kamu banyak kerjaan"
"Bisa aku handle dulu,tapi kalau kangen sama kamu,aku gak bisa nahan" Godanya lagi
"Mas,astagfirllah kamu ya,ingat ini dikantor" Desisnya mengingatkan mereka sedang dimana.
Tangannya sudah merayap tak menentu dibalik punggungnnya.
"Mas,dirumah aja ya"
"Gak bisa Sayang,nanti aku pulang malam" Ujarnya dan berlanjut melakukan aktivitas kesukaannya.
Lalu " Sam,mundurkan jadwal ku dua jam ke depan,dan bilang ke Santi ,Arisha tak enak badan" Ujarnya dibalik telepon.
Arisha membeliak ,dasar Alvaro "Mas,aku baik baik saja"
"Adik aku yang tak baik baik saja Sayang"
Dia menggendong Arisha dan memindahkannya ke ruang pribadinya yang ada disebelah.
"Mas,aku tak enak pada yang lainnya"
"Mereka tak akan berani Sayang"
"Tapi Mas..emmmpphhh" Bibirnya sudah Alvaro kunci dengan bibirnya.
Mereka melupakan aktivitas mereka masing masing,karena saat ini kenikmatan sedang mereka raih bersama sama,kenikmatan yang tiada tara yang mereka pun tak bisa mengungkapkannya dengan kata kata.
Peluh keringat membasahi keduanya,er*angan dan de*sahan saling beradu bersahutan ,dan saat puncak tiba mereka sama sama mengerang melepaskan gumpalan gairah itu.
***
__ADS_1
Seperti malam kemarin dia tidur sendiri,dan dia sudah membiasakan untuk berani tidur sendiri diruangan kamar yang luas itu.
Resiko punya suami penguasaha ya seperti itu,dia pun memejamkan matanya ,untuk meraih mimpi yang indah.
Akibat kejadian siang tadi,membuat Alvaro jadi pulang sangat larut sekali,tapi dia semangat karena sudah mendapatkan suntikan cinta dari Arisha.
Seperti biasa Sam yang selalu menemaninya
"Sam,kamu tak punya pacar?" Mereka berjalan beriringan menuju kelift dan akan segera pulang,waktu sudah menunjukan pukul 23.00 malam.
"Tidak ada Pak,belum terpikirkan" Sahutnya datar.
"Kenapa ?apa kamu tidak bosan berada disampingku terus ?"
"Tidak Pak,Saya senang berada disamping anda"
"Kok aku merinding ya kamu berkata seperti itu Sam,sudah sana cari pasangan kamu" Ujarnya,dia jadi berpikir yang aneh aneh kala itu.
Sedangkan Sam terkekeh "Belum ada yang pas Pak" Sahutnya lagi.
"Ya carilah,sana ambil cuti lagi"
"Memang mencari makanan Pak yang besok sudah bisa di dapatkan ?"
"Ah,iya benar juga kamu" Keduanya tertawa,hingga sampai dilantai dasar,dilobi kantornya dia melihat sosok yang tak mau dia temui.
"Hai,ganteng..apa kabar kamu ?duh makin kinclong aja sih kamu" Ujarnya menggoda.
"Ada apa kamu kesini ?"
"Dih,emosian mulu bisanya,sabar dong Sayang,gak rindu sama aku"
"Ck,kenapa juga aku harus rindu kamu"
"Ya aku kan mantan terindah kamu yang sulit kamu lupain,iyakan ?"
Alvaro tertawa getir "Tidak ada yang terindah,selain istri Saya"
"Hoho,iya aku lupa ya,kalau kamu sudah menikah,emmm ngomong ngomong aku kok belum mendengar istri kamu hamil sih ?"
Alvaro memutarkan bola matanya "Kita sedang menikmati masa berdua" Jawabnya.
"Hah masa berdua !!,bukan karena dia sengaja menundanya ?"
Alvaro mengenyit " Ya,coba aja kamu pikir,sudah berbulan bulan dia belum hamil,kenapa kamu tak curiga ?"
Dia tersenyum licik,mencoba memancing suasana hati Alvaro,Alvaro sempat terdiam membenarkan apa kata Wanita itu yang tak lain Airish.
"Aku yang memintanya untuk menunda,Ck..berbicara dengan kamu membuang waktu ku"
Alvaro melangkah meninggalkan Airish yang masih tersenyum penuh makna.
"Masa ?hey,Alvaro jangan lengah,perhatikan istri tercinta mu,jangan jangan dia menyembunyikan sebuah fakta,dia yang tak mau mempunyai anak dari kamu" Racaunya dengan masih tersenyum dan tertawa .
Alvaro tak menggubris racauan wanita itu,tidak dia tidak boleh terpancing oleh tipu muslihatnya ,dia lercaya Arisha tak akan berbuat sejauh itu,walau memang dulu dia pernah bilang tidak mau hamil dulu.
***
__ADS_1
...Bersambung...