Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 56. Rasa


__ADS_3

"Sha..Arisha "


Alvaro terbangun di dini hari,saat waktu jam masih menunjukan pukul 02.00,dia terhenyak kala tak melihat Arisha di sebelahnya,dengan gerakan cepat dia bangun dan mencari Arisha disekitar kamar,hinggq sampai di depan kamar mandi.


Dia mendengar gemericik air di dalamnya.


"Sha,buka pintunya Sayang" Dia berniat akan membuka pintu kamar mandi,tapi terkunci di dalam.


"Sayang,,buka pintunya" Rasa khawatir menjelar dihatinya,apalagi saat tak ada sahutan di dalamnya.


Alhasil dia pun mendobrak pintu itu,dan terbukalah walaupun dengan keadaan rusak.Dan benar saja tentang ke khawatirannya,Arisha terduduk dilantai dengan air shower menyala.


"Sha.." Alvaro menghampiri Arisha dan terduduk disana,dia mematikan air shower dan merengkuh tubuh dingin Arisha,lalu dia membeliak kala melihat wajah dan beberapa goresan ditubuh Arisha yang dipastikan bekas cakarannya sendiri.


Alvaro memejamkan matanya,dia pun ikut sakit dengan Arisha begini,dia kembali merengkuh tubuh kecil itu dan menghangkatkannya dengan handuk,dengan telaten dia membuka seluruh pakaian yang melekat pada tubuhnya.


Dia mencoba menahan nafas kala melihat tubuh polos Arisha,bukan saatnya dia memikirkan itu.


"Mas.." Arisha memang tersadar kala itu,tapi pikiran dan tatapannya nampak kosong.


"Iya Sayang,kamu gerah ?kenapa gak membangunkan aku" Alvaro memakaikan bathrobe pada tubuhnya lagi.


Dan menggendong lalu membawanya duduk di depan meja rias,dia ambil handuk kecil dan menggosok gosokkan pada rambut Arisha.


"Mas,,aku kotorkan ?" Lirih Arisha lagi,dia kembali menangis dengan menangkupkan kedua tangannya,Alvaro menghentikan aktivitasnya dan berjongkok di depan Arisha.


Dia raih kedua tangan itu,dan dia genggam erat "Aku gak tau apa saja yang dia sentuh pada tubuh aku Mas,aku ingin membersihkannya,aku malu sama kamu Mas,aku malu" Tangisnya semakin pecah,Alvaro membawanya pada pelukannya,dan mengusap usap punggungnya.


"Tubuh kamu masih milik aku Sha,selamanya tetap milik aku,aku mohon jangan punya pemikiran seperti itu,aku tak suka"


"Kalau begitu,sentuh aku Mas..hapus semua jejaknya pada tubuh aku,lakukan Mas ,lakukan"


Alvaro terhenyak akan permintaan Arisha,jelas pasti dia akan melakukannya tanpa Arisha minta,tapi dalam keadaan Arisha seperti ini bukan hal baik juga.


"Aku pasti akan melakukannya Sha,pasti karena semuanya milik aku,hanya aku yang boleh menyentuh kamu"


"Ya,kalau begitu cepat lakukan,sentuh aku..aku tak peduli kamu akan menganggap aku buruk,aku hanya ingin kamu segera menghapusnya Mas"


Arisha membuka bathrobenya di depan mata Alvaro,yang jelas membuat Alvaro menelan salivanya,jakunnya sudah naik turun menahan gejolak itu.Alvaro menutup kembali kain putih itu.


Arisha menatap nanar pada Alvaro yang tak melakukan apa apa "Kenapa Mas ?kamu juga berpikir aku sudah kotor kan ?kamu sudah tidak mau menyentuh aku kan ?"


Alvaro mendesah "Kita tidur ya,aku bantu gantiin kamu baju" Ujar Alvaro yang sudah membawa satu stel baju untuk Arisha.


Arisha menyentaknya dan menjatuhkan baju itu "Kalau kamu gak mau menyentuh aku,kenapa kamu menghentikan aku !!kenapa kamu gak membiarkan aku disana dan membersihkan tubuh aku ini !!"


Arisha kembali membuka bathrobenya dan cakaran tangannya kembali dia lakukan pada tubuhnya,Alvaro segera menghentikannya dan memeluk Arisha dengan erat.


'Aku bukan tak mau menyentuhmu Sha,tapi keadaan kamu sedang begini,aku tak bisa"


Arisha menangis kembali direngkuhan Alvaro,sampai semua reda dan Alvaro berhasil memakaikan baju tidur pada Arisha.Dia membawanya ke tempat tidur dan memeluknya erat dibawah selimut.


"Tidurlah Sha"

__ADS_1


Arisha menatap Alvaro dengan tatapan sendunya "Maafkan aku" Lirihnya.


Alvaro mengelus pipi Arisha,dia mendekat dan menghapus jarak keduanya,dia menempelkan bibirnya diatas bibir Arisha,mengecap dan mel*matnya sebentar.


"Aku tak mau melakukannya disaat kamu kesakitan begini Sha,aku takut malah membuat kamu tambah sakit bukan aku tak mau menyentuhmu,bahkan tanpa kamu pintapun aku akan menyentuhmu,hanya bukan saat diwaktu seperti ini"


Arisha membenamkan lagi kepalanya didada bidang Arisha yang lagi lagi tanpa pakaian atas.


"Maaf..maafkan aku Mas,andai aku sadar aku pasti bisa memberontak"


"Sstttt,,jangan pikirkan itu,sudah aku pastikan dia akan mendekam dijeruji besi seumur hidupnya,disini aku yang salah,tak menjagamu dengan benar,Maafkan aku"


Arisha menggeleng dia tak membenarkan apa kata Alvaro,yang harus dia lakukan adalah mencoba bangkit dari kejadian itu.


***


Satu minggu sudah Arisha yang terbaring lemah dirumah sakit,setelah kejadian malam itu badannya menggigil demam maka Alvaro segera melarikannya kerumah sakit.


Dan hari ini dia akan segera pulang,keadaannya sudah lumayan stabil dari sebelumnya,berkat dukungan dari Alvaro,keluarga dan Sahabat maka Arisha bisa sedikit tersenyum kembali.


Walaupun perasaan takut masih dia rasakan,Pak Rudi dan Bu Anggi sudah kembali pulang keBandung,setelah cukup melihat Arisha yang sedikit membaik.


"Istiraha dulu ya" Alvaro membenahi posisi bantalnya pada Arisha.


Selama satu minggu ini dengan sigap dan telaten Alvaro menjaga Arisha,bahkan satu minggu ini dia tidak datang ke kantor.


"Mas,makasih" Lirih Arisha.


Alvaro tersenyum "Ini sudah tugas aku Sha,istirahat dulu ya,aku gak akan kemana mana kok" Dia menaikan selimut pada tubuh Arisha dan mengecup dahi Arisha,sebelum dia beranjak berdiri.


Alvaro pun membalas pelukan itu,dia kembali duduk.Arisha membenamkan wajahnya dibahu Alvaro dia memejamkan matanya,merasai akan perasaannya pada Alvaro,apa yang Alvaro lakukan beberapa hari ini mampu membuat hatinya berdesir hangat.


Ada perasaan yang bergejolak di dalam hatinya, perasaan yang dia tau apa artinya,namun dia takut..dia sempat berpikir apa dia jatuh cinta lebih dulu pada Alvaro ?,dia tak peduli satu hal selamanya Alvaro akan ada untuknya,pasti.


Arisha sedikit merenggangkan pelukannya dia rangkul kedua pipi Alvaro dan mengecup bibir Alvaro singkat,jelas Alvaro kaget.


"Makasih untuk kesigapannya membantu aku" Ujarnya dengan menggigit bibir bawahnya.


Si al,kalau dalam keadaan sedang tidak sakit,Alvaro sudah akan menerkamnya,membuatnya berkeringat sepanjang hari.Pikiran kotor mulai menyelubungi Alvaro.


Alvaro mengusak rambut Arisha "Cepat sembuh dulu,nanti kita olahraga lagi" Selorohnya dan dapat pukulan kecil dari Arisha,dia tersenyum malu malu dan kembali berbaring dengan ditutupi selimut.


Alvaro terkekeh,Arisha nya sudah kembali,kejadian buruk itu mungkin masih Arisha rasakan,namun sebisa mungkin Alvaro dan orang sekitar akan membantu Arisha untuk memulihkan semuanya.


***


Pak Rudi dan Bu Anggi menangis tersedu sedu sesaat kedatangan Pak Bastian di kediaman mereka diBandung.


Ya Pak Bastian sedang mengkonfirmasi satu kebenaran yang mengusiknya beberapa minggu ini,selama Arisha dirumah sakit dia tidak bisa menemuinya sama sekali,karena Alvaro melarang keras akan hal itu.


Bahkan Alvaro menuduhnya yang tidak tidak.Ingin mengatakan kalau dia Ayah Arisha,tidak mungkin karena belum ada satu hal yang membuktikannya,maka saat ini dirinya berada.


Pak Rudi dan Bu Anggi tak bisa selamanya egois,menutup rapat dan menolak kenyataan kalau orang yang berada di depannya ini adalah Ayah kandung dari Arisha.

__ADS_1


Awalnya mereka tak percaya,tapi setelah membuktikannya dengan barang terakhir dan test DNA yang dia lakukan,membuat Pak Rudi dan Bu Anggi percaya akan hal itu.


Test DNA dilakukan setelah dua minggu,orang orangnya yang membantu kala itu.


"Terima kasih banyak,atas ketulusan kalian sudah merawat ,menjaga dan membesarkan Arisha dengan baik,Maafkan saya"


"Boleh kami tau alasan apa yang membuat Anda membuang anak anda sendiri Pak Bastian ?"


Pak Rudi tanpa basabasi lagi untuk ingin tau kenyataannya,karena dia masih belum rela memberikan Arisha kembali pada Ayah kandungnya.


"Saya tak pernah membuangnya Pak Rudi,Arisha hilang saat usianya tiga bulan,setelah ibunya pergi untuk selamanya"


Air mata mengucur deras dikedua pipi Pak Bastian,antara senang,haru,juga merasa bersalah menyelimutinya kala itu.


"Maafkan Saya,andai hari itu Saya tak meninggalkannya,mungkin dia tak akan hilang,"


"Bu,bukankah kamu melihat seorang perempuan saat Arisha di simpan dirumah kita ?"


Pertanyaan Pak Rudi membuat Pak Bastian mendongkak dan menatap keduanya.


"Iya,saya ingat jelas saat itu saya sempat mengejarnya,tapi dia keburu pergi,ah aku menyimpan sesuatu miliknya yang sempat saya lepas"


Bu Anggi beranjak ke dalam kamarnya,dan membawa sebuah barang.


"Seorang perempuan ?maksud anda yang menyimpan anak Saya disini seorang perempuan ?"


"Iya,itu keterangan dari Istri saya,karena dia yang melihatnya kala itu" Terang Pak Rudi lagi.


Bu Anggi kembali "Perempuan itu ,berambut panjang..saat itu dia memakai kerudung hanya untuk menutupi mukanya,saya hanya sempat melihatnya sekilas,dan saya sempat mengejarnya dan saya sempat menarik kalungnya,Ini"


Bu Anggi memberikan sebuah kalung yang dia sempat ditarik kala itu.Pak Bastian mengambilnya,dan melihat juga meneliti barang itu.


Dia membeliak,dia ingat kalung itu,kalung hadiah pernikahannya dengan Indri kala itu,kenapa ?dan siapa yang memakainya ?tidak mungkin indri sendiri,karena saat itu dia sudah tiada.


Tetiba pikirannya tertuju pada satu orang,ya dia ingat siapa dia,apa mungkin ?


"Apa anda masih bisa mengingat jelas Bu akan wajahnya ?"


"Mungkin,kalau saya melihat Foto" Sahut Bu Anggi.


Pak Bastian membuka ponselnya dan membuka sebuah foto,dan memperlihatkannya pada Bu Anggi.


Bu Anggi sempat menelitinya dan dia juga sempat lupa,tapi satu hal yang dia ingat,perempuan itu mempunyai tanda lahir ditangan kirinya,dan Bu Anggi sempat melihatnya juga.


"Apakah dia orangnya ?"


"Saat itu saya hanya melihat sekilas,tapi saya ingat betul tanda lahir ini sama,dan iya ini orang itu" Pekiknya saat dia kembali mengingat dengan teliti.


Rahang Pak Bastian mengeras,tangannya terkepal kuat,dulu dia sempat curiga padanya,dan bodohnya dia harus termakan semua omong kosong palsunya.


Air matanya kembali mengalir,andai saja dulu dia bisa lebih bekerja keras mencari Arisha,kejadiannya tidak akan seperti ini.


***

__ADS_1


...Bersambung...


Haha,si othor buat penasaran aja bisanya😅,,sabar gaes lagi puasa loh🙊..


__ADS_2