
"Pak,ikuti Saya..saya sedang dijalan xxxx" Itu kabar terakhir dari Sam,dan dengan Segera Alvaro mengambil mobilnya dan mengendarinya sendiri.
Demi menyelamatkan Arisha,Alvaro mengendarai kemudinya dengan kecepatan tinggi,klakson dia terus bunyikan setiap ada yang menghalangi,satu hal yang dia pikirkan adalah untuk segera sampai ditempat tujuan.
Sam sudah menyalakan GPS diponselnya dan dihubungkan pada Alvaro,sehingga dia tau dimana Sam berada.
*
*
*
"Permisi kenapa kita turun lagi kebawah ?"
Arisha merasa bingung pada pekerja hotel itu ,setelah merasa kehilangan pengawal yang diutus Alvaro,Arisha dibawa pergi lagi lewat lift dan anehnya itu bergerak ke bawah.
Tidak ada jawaban dari sang pekerja itu,dia masih terdiam membisu dan pandangannya tetap ke depan,lalu saat lift sudah menyala mereka keluar dilantai dasar.Dan pekerja itu memaksa Arisha untuk mengikutinya ke toilet secara paksa.
Jelas Arisha mencoba berontak,disana sudah ada pekerja wanita lainnya dan memaksa juga membantu Arisha melepas gaun pengantinnya dan kini hanya menyisakan pakaian santai saja.
"Siapa kalian ?lepaskan aku " Pekiknya
"Diamlah Nona,supaya saya bisa terbebas kalau Anda ikut bekerjasama,Nyawa saya juga sedang terancam" Ujar salah satu pekerja wanita disana.
Arisha mengernyit "Lepasin gak" Dia masih memaksa untuk dilepaskan.Tapi tak bisa.
Dan setelah dari sana Arisha dipaksa keluar,Arisha masih berusaha memberontak keras,dia bahkan menangis tapi para pekerja itu membiusnya hingga pingsan.Dan membawanya keluar dari sana.
Sam sempat kehilangan jejak saat menuruni lift dia curiga pada pekerja itu maka dia mengikutinya,hingga saat mengerjar mereka keluar dia hampir ketinggal jauh.Dan kecurigaan itu juga dirasakan oleh Pak Bastian,saat Arisha melangkah keluar dari tempat acara pesta.
"Si alan,lepas b*r*ngs*k"
Pukulan Sam berikan pada seorang pemuda yang dia ketahui adalah mantan pacar Arisha ,ya dia Fian yang kala itu sedang menindih Arisha dan bahkan dia sempat menyiumi wajah hampir ketubuh Arisha,namun Sam keburu datang kala itu.
"Loe gak ada kapok kapok nya b*r*ngs*k" Pukulan bertubi tubi Sam berikan lagi pada Fian.
Pak Bastian yang sudah tiba disana menangis melihat keadaan Arisha yang bajunya sudah sedikit robek ,dia menyelimuti tubuh Arisha dan menggendongnya,dia dekap tubuh kecil itu,hatinya sakit sekali.
Setelah Fian jatuh tersungkur lemas dengan luka dan darah diseluruh wajahnya,pukulan Sam berhenti karena sempat dilerai oleh anak buah Pak Bastian,Sam menghampiri Arisha.
"Sha..bangun Sha" Dia pun ikut duduk dilantai saat Pak Bastian tak kuat menahan rasa sakit.Dia tepuk tepuk kedua pipi Arisha.
Brakkk
Sebuah pintu terbuka dengan keras,Alvaro disana..matanya membulat sempurna kala melihat Arisha sedang berada di dalam pelukan Pak Bastian dan Sam yang sedang memegang kedua pipinya.
Dengan emosi Alvaro mengyingkirkan Pak Bastian dan Sam secara kasar.
"Jangan berani berani menyentuhnya" Tunjuknya pada Sam dengan tatapan tajam,begitupun pada Pak Bastian.
__ADS_1
Sam terdiam ,tapi tidak dengan Pak Bastian.
"Cepat bawa dia kerumah sakit Varo" Ujarnya masih penuh khawatir.
"Anda siapa ?jangan ikut campur hal ini,dan Saya tak suka anda menyentuhnya bahkan menatapnya seperti itu"
"Saya berhak,karena dia.." Pak Bastian berhenti,bukan waktunya untuk membicarakan hal itu.
"Siapa yang lakukan ini !!" Sentak Alvaro pada Sam.
"Dia Pak.."
Anak buah Pak Bastian sudah mengikat dan membawa Fian kehadapan Alvaro.
Matanya Alvaro semakin memerah,rahangnya mengeras,giginya bergemeletuk saling bersahutan.Dia hendak berdiri dan akan menghajar Fian,tapi Arisha sudah tersadar.
"Erghhhh..." Lirihnya sambil merasakan pusing dan sedikit sakit diseluruh tubuhnya.
"Sayang..Arisha,bangun sayang" Alvaro memeluknya dengan erat,melihat keadaan Arisha.
"M..mas" Racaunya dibalik pelukan Alvaro
"Iya Sayang,ini aku..aku ada disini,Maaf aku terlambat" Cairan bening turun dikedua pipinya, betapa menyesalnya dia terlambat kala itu.
"A..apa yang terjadi padaku Mas ?"
Dia menepiskan selimut ditubuhnya dan dia membeliak saat melihat pakaiannya yang tak beraturan itu,dia menatap Alvaro dan menggeleng juga menatap ke arah Fian,dan dia pun menangis histeris,mengartikan semuanya apa yang terjadi padanya.
"Sam,bawa Pria itu ketempat biasa sebelum polisi membawanya,aku belum kasih dia pelajaran"
Titahnya pada Sam dengan masih melangkah membawa Arisha.
"Baik Pak.."
Sam mengiyakan apa yang Alvaro perintahkan.
***
Diperjalanan Arisha terus menangis dia terus memukul mukul tubuhnya dengan kedua tangannya,kedua kalinya Fian melecehkannya.
"Sayang,jangan seperti ini"
Alvaro mencoba melerainya dengan memegang kedua tangannya Arisha.
"Mas,aku kotorkan kan,dia sudah menyentuh tubuhku kan Mas,Maafkan aku tak bisa mencegahnya Mas,maaf"
Alvaro membawa Arisha pada pelukannya lagi "Gak,Sayang..kamu tidak kotor,akan aku pastikan aku yang akan menghapus jejaknya Sha,jangan merasa seperti itu,disini aku yang salah"
Sebuah kecupan Alvaro berikan dipucuk kepalanya,dan dia semakin erat memeluk Arisha.
__ADS_1
Semua keluarga sudah menantinya dirumah,Arisha merangsek untuk membawanya kerumah saja,dan Alvaro menurutinya,dia hanya mengundang dokter pribadi saja kesana.
"Bu.." Tangisnya pecah dipelukan sang Ibu,sampai dia tak bisa menahannya lagi dan lagi tak sadarkan diri.
*
*
*
"Jangan tinggalkan dia kalau bisa temani dia Varo,jangan biarkan dia sendiri,harus ada yang menemani,aku khawatir pikirannya akan terguncang nantinya,ajak dia mengobrol dan jangan ungkit masalah yang ada,tenangkan dia dengan sebuah hiburan sebagai pengalihan"
Jelas Dokter Edwin sebagai Dokter pribadi keluarga Sanjaya.Setelah memberi sedikit obat pada Arisha beliau undur diri dari sana.
Keluarganya masih berada disana,dan memutuskan untuk tinggal disana lebih dulu,terutama Pak Rudi dan Bu Anggi,begitu juga dengan Mom Ambar yang akan ikut disana.
"Mom,Varo titip dulu Arisha sebentar ya" Ujarnya.
"Kamu mau kemana ?sudah tau siapa pelakunya ?"
"Sudah Mom,Varo akan segera membereskannya,Varo titip dulu dia Mom"
"Kamu jangan macam macam Varo,kalau memamg sudah tau siapa pelakunya,seharusnya biar pihak hukum yang bekerja"
Alvaro tersenyum getir " Tidak Mom,hanya sedikit meluapkan kekesalan saja,dia sudah menyentuh Arisha Mom,dan Varo tidak akan membiarkan dia" Tangannya terkepal erat.
"Jangan Varo" Cegah Mom Ambar.
"Titip dia Mom.." Ujarnya lagi dan melangkah keluar dari sana.
***
"Saya sudah melakukan apa yang Anda suruh Pak"
"Tapi kamu sedikit gagal,karena kamu ketahuan dan mereka sudah segera mengejar kalian,dasar bodoh !!"
"Maaf Pak"
"Pergilah jauh dari kota ini,kalau bisa dari Negara ini,jangan sampai jejak kalian diketahui mereka"
Sebuah amplop coklat tergelak dimeja ,sudah dipastikan sebuah uang yang nominalnya tidak sedikit,kedua wanita itu keluar dari sana.
"Arghhhhh,rencana sedikit gagal,tapi tak apa " Seringai licik terbit dikedua sudut bibirnya.
"Ini sebagai peringatan pertama,jauhi dan tinggalkan Alvaro"
Pria itu mengirim sebuah pesan pada ponsel Arisha.
***
__ADS_1
...Bersambung...