
Arisha menunduk,antara malu,dan merasa bersalah pada kedua sahabatnya yang kini sedang menatapnya dengan tatapan super tajam,pertanyakan apa arti dari kartu undangan yang sedang mereka pegang.
"Bisa kamu jelaskan pada kami ?" Cecar Anin dengan wajah seriusnya.
"Emmm,itu,,anu..anu itu"
"Anu..anu..kita minta penjelasan kamu Sha" Kali ini Dita yang berkata sama seriusnya dengan Anin.
"Iya seperti yang kalian lihat aku mau menikah dengan Mas Alvaro,eh bukan mau menikah,sudah menikah ..eh,anu itu"
Entah Arisha begitu gugup menghadapi keduanya seperti sedang menghadapi sidang skripsinya,dia remat terus dress bawahnya,tangannya sudah berkeringat.
"Mas ?sudah menikah ?" Pekik keduanya sama sama dan mereka saling tatap.
"Maaf,aku gak bilang sama kalian,maaf juga aku udah bohong sama kalian,aku pindah dari kossan bukan pindah ke rumah bibi ,itu tidak pernah ada"
Jantungnya hampit copot saat tatapan keduanya semakin tajam saja.
"Lalu ?"
Arisha menceritakan perihal pernikahan dadakannya bersama Alvaro itu pada mereka berdua dan tentu saja respon keduanya sudah bisa dia prediksi.
"Ya ampun Arisha,kabar baik begitu kamu sama sekali gak bilang sama kita,kita anggap kamu apa ?"
Tuhkan benar mereka ngamuk
"Ya maaf dan tadi udah aku jelasin sama kalian,jangan marah dong ya,aku traktir deh hari ini,kalian bisa makan sepuasnya,cius " Arisha memasang wajah memelasnya pada kedua sahabatnya itu,berharap mereka berhenti mengomelinya.
"Duh,aku mau deh jadi kamu Sha,tibatiba menikah dengan anak sรนltan macam suami kamu itu,gak apa tidak ada cinta juga"
"Hilih otak kamu aneh" Dita menjentikan jarinya tepat dikening Anin yang otaknya gak ada akhlak itu.
"Sakit Ta.." Rengeknya dengan mengusap keningnya.
Dan mereka kembali seperti biasanya,mengobrol dan bercakap ria,terutama sih ke kepoan keduanya akan hubungan Arisha dan Alvaro.
"Selamat ya Sha,semoga kebahagian selalu memberkatimu" Ujar keduanya sambil berpelukan satu sama lain.
***
"Hemmmm" Suara deheman dari seseorang membuyarkan keseriusan mereka yang sedang mendengar cerita Arisha.
"Samsul..Astagfirllah kamu iih ngagetin aja kaya hantu tiba tiba datang gitu"
Decak Arisha sambil mengusap dadanya yang bergemuruh cepat karena kaget.
"Maaf Nona,Saya mengagetkan anda" Ujarnya merasa bersalah.
Anin dan Dita yang sama kagetnya,tapi keduanya masih menatap Sam dengan tatapan terpesona,seakan mereka baru melihat seorang aktor korea,bahkan mereka lupa berkedip.
"Ada apa Sam ?" Arisha pun bertanya apa maksud kedatangan Sam kesana yang tiba tiba itu,masih dengan mengelus dadanya.
"Saya disuruh Pak Alvaro menjemput anda Nona"
__ADS_1
Sam memberitahu perihal kedatangannya itu.
"Hah !!kenapa kamu yang jemput ,biasanya Pak Agung ?"
"Saya kebetulan ada disekitar sini Nona,dan Pak Alvaro langsung menyuruh Saya jemput anda disini,atau silahkan anda buka ponsel anda"
Arisha membuka ponselnya benar saja ada chat dari Alvaro,mengatakan untuk ikut bersama Sam datang ke kantornya,dia menghela nafas.
"Duduk dulu Sam,makanan aku belum habis..mubajir tau kalau belum habis,sini duduk dulu..ikut kita gabung" Arisha menepuk nepuk kursi disebelahnya yang kosong.
"Ah,iya Sam ikut duduk sini..minum minum dulu ke,ayo kita ngpbrol ngobrol sekalian" Ujar Anin sambil menunjukan wajah super manisnya,begitu juga dengan Dita.
Sam pun masih bergeming ditempatnya ,tapi Dita menarik tangannya dan kini duduk disebelah Arisha.
"Mau pesan apa Sam ?" Tanya Arisha.
"Tidak Nona,sepertinya kita harus segera pergi Nona,Pak Alvaro akan menunggu anda disana"
"Bentaran dulu Napa Sam,duduk dulu disitu,biar aku dapat pemandangan enak dilihat" Ujar Anin sambil menopang kedua tangannya di atas dagunya,tapi Sam diam dengan wajah datarnya.
Dan tak lama ponsel Arisha berdering ,nama Alvaro tertera disana,Arisha pun mengangkatnya..Benar saja dia menyuruh Arisha segera ke kantornya bersama Sam.
"Gaes,aku harus segera pergi..pokoknya kalian tenang aja lusa aku kirimin baju pesta untuk kalian,dan pokoknya kalian harus datang ya"
Ujar Arisha sambil berdiri dan mencium pipi kedua temannya itu.
"Sha,bentaran napa..kita kan belum kenalan sama dia" Tunjuk Anin pada Sam.
"Kan kalian sudah tau nama dia Samsul Eh Samuel" Ralatnya sambil menutup mulut dan menahan tawanya.
"Aishhhh,ya udah kalian kenalan dulu gih,Sam kenalin mereka sahabat gak akhlak aku" Ujarnya tak berdosa sama sekali berkata begitu,sedangkan keduanya mencebik tak suka,mereka pun memperkenalkan diri mereka.
"Udah ya,see you" Pamitnya kemudian pergi bersama Sam.
***
"Mas.." Tegurnya kala baru saja masuk diruangan kantor Alvaro.
"Hai,Sayang.." Alvaro berdiri dan menghampiri Arisha,dia peluk singkat Alvaro dan memberi kecup diujung kepala istrinya kecilnya itu.
Pipi Arisha bersemu,mendapat perlakuan seperti itu dari Alvaro,dan Alvaro mengajak Arisha untuk duduk di Sofa ,ah bukan duduk lebih tepatnya Alvaro memaksa Arisha duduk dipangkuannya.
"Mas iihh kamu ya" Tegurnya merasa tak enak kala itu.
"Kenapa ?aku rindu sama kamu" Ujarnya sambil bermain di ceruk leher Arisha seperti biasa.
"Nanti ada yang masuk tibatiba lagi loh" Sergahnya.
"Udah aku kunci,oh ya gimana kuliah kamu hari ini ?"
"Emmm,lancar lancar aja..ahh gak kerasa tinggal sebentar lagi,aku lagi siapin bahan skipsi aku Mas"
"Mau aku bantu ?" Tawarnya,tangannya sudah bergelya mencari kehangatan di depannya.
__ADS_1
"Egrhhhh.." Tak sengaja Arisha melenguh saat Alvaro sudah mer*mas aset dadanya.
Alvaro terkekeh "Mas iih jangan disini,dirumah aja kenapa sih ?" Keluhnya,tak habis pikir pada suaminya ini yang selalu tak pernah puas.
"Disini ya disini,dirumah ya dirumah beda lagi,biar cepat ada Alvaro junior disini" Usapnya pada perut datar Arisha,Arisha menggigit bibir bawahnya merasa tersentuh.
"Insya Allah Mas.." Sahut Arisha yang kini sedang mengelus rahang Alvaro yang selalu ditumbuhi bulu bulu halus.
Cup
Alvaro mengecup singkat bibir ranum Arisha.
"Kamu sudah membuka hati kamu untuk aku Arisha ?"
Arisha terdiam,meski dia selalu merasai jantungnya yang sering berdebar hebat,tapi kalau bilang dia sudah mencintai Alvaro,sepertinya belum begitu.
"Aku sedang belajar Mas,kita sama sama belajarkan" Sahutnya mencoba tidak membuat Alvaro untuk tak marah,walau dia mendengar dengusan berat dari Alvaro.
"Baiklah,aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku,dan menempatkan aku di dalam lubuk hati kamu"
Ujarnya dan setelahnya dia menyergap bibir merah di depannya itu,yang selalu menggoda,memberikan lu*matan yang lembut sangat lembut,membiarkan Arisha terbuai pada cu*buannya itu.
Dan terbukti Arisha begitu menikmatinya dan perlahan membalasnya dan kedua L*dah mereka beradu disana.Tangan Arishapun sudah terlampir dikedua leher kokoh Alvaro.
Setelah puas menikmati bibir merah Arisha,Alvaro teringat tujuan dia membawa Arisha kesini,yaitu untuk menunjukan tempat kerja nanti untuk Arisha,yang akan Alvaro tempatnya disesuai dengan keahliannya Arisha,dan Sam yang mengantarnya.
Semua Karyawan Alvaro diperusahaannya itu memang belum tau kalau Arisha adalah istrinya,jadi mereka masih nampak biasa saja saat Sam membawa Arisha berkeliling disana.
Sebenarnya Arisha tak enak harus bekerja disana,walaupun keinginannya tinggi tapi dia merasa tak enak karena statusnya sebagai seorang istri dari Alvaro CEO disana.
Takut dengan beberapa pandangan mereka yang menilai hal lain bagaimana dirinya bisa bekerja disana,tapi Alvaro selalu bilang.
"Kamu tenang,.meski kamu istri aku,aku tak akan perlakukan kamu dengan spesial dan nanti kamu kerja disini pun akan tetap melalui HRD seperti yang lainnya"
Meski begitu tetap saja,dia lulus kuliah masih ada sekitar 1 bulan lebih,lebih dulu resepsi..nah mereka akan tau kan kalau dia istri dari seorang Alvaro.
"Mas,aku kerja ditempat lain aja deh ya,gak disini" Rasa tak enak masih menyelimutinya
"Gak,kamu disini aja..supaya aku bisa mengontrol kamu dari sini" Tunjuknya pada kamera CCTV.
Arisha mengerucutkan bibirnya "Udah jangan denger tanggapan orang lain,kamu nanti bekerja disini karena kemampuan kamu sendiri bukan karena aku,ok Baby"
Alvaro mencoba membuat Arisha yakin akan kemampuannya,karena Alvaro pun bisa membaca,Arisha anak yang cerdas terbukti dari beberapa nilai akademiknya dan nilai magangnya.
Dan setelah saling berdebat,Arisha pun mengalah bukan dia mengakui dia kalah dari Alvaro.Dan sore hari mereka pulang bersama sama.
***
...Bersambung...
Gaes yang pernah baca Karya aku yang pertama "Menikah Dengan Kakak Ipar" pasti tau,eps selanjutnya akan aku hadirkan pemeran Season 2 disana,hayo siapa yang masih inget sama Arkana (Arka,Aluna) ?
Tunggu di Eps selanjutnya ya,mereka akan hadir,kali aja ada yang rindu mereka ,hahahah๐๐๐ .
__ADS_1
Kalau ada yang belum baca,ayo baca yuk๐ ๐ ๐