
Rumah yang Alvaro yakin rumah Pak Kades itu sudah dikumpuli beberapa bapak bapak,ada Pak Rt,Pak Rw juga disana,dan waktu sudah menunjukan pukul 07.00 pagi.
Dini hari tadi Pak kades menyuruh Alvaro dan Arisha duduk disofa itu sampai pagi datang,karena gak memungkinan melihat waktu yang ada.Maka mereka menunggu pagi untuk mengintegrasi mereka.
"Siapa kalian ?dan sedang apa semalaman itu kalian disana ?apakah kalian pasangan halal ?" Pertanyaan mulai datang dari Pak Kades.
Alvaro dan Arisha terdiam "Jawab,atau kalian memang pasangan mesum yang sengaja memanfaatkan tempat itu ?"
"Tidak,itu tidak seperti yang anda pikirkan Pak" Arisha yang menjawab,tak suka dengan pernyataan Pak kades itu.
"Terus bisa jelaskan kalian sedang apa ?" Pak Kades masih menginterupsi mereka.
Alvaro pun menyeruakan suaranya dan menjelaskan siapa mereka,darimana mereka dan sedang apa mereka disana.
Namun para warga tak percaya,apalagi ketiga bapak bapak tadi,yang sudah berfikir buruk pada Alvaro dan Arisha,mereka masih menyakini kalau yang mereka berdua lakukan adalah hal mesum.
Ditambah saat Alvaro dan Arisha,di mintai sebuah KTP,mereka semakin yakin apa yang mereka pikirkan.
Salah satu bapak tadi memperlihatkan sebuah video yang memperlihatkan mobil Alvaro gerak gerak,sebelum mereka memergokinya,padahal itu gerak karena mereka sedang adu mulut dan itu tingkah Arisha yang sedang uring uringan tak jelas.
Sungguh kalau dibilang si al mungkin itu yang terjadi pada mereka berdua,Pak Kades meminta permintaan yang sulit untuk dilakukan.
"Kalian sudah mencoreng nama baik kampung ini,alasan apapun tak bisa dibenarkan,karena bagaimana pun kalian bukan muhrim,dan kampung ini tidak membenarkan itu semua"
Alvaro dan Arisha terdiam
"Nikahkan saja mereka Pak ?dasar anak muda jaman sekarang,tidak pernah tau aturan" Ujar salah satu warga.
Alvaro dan Arisha saling menatap dan membeliak sama sama,apa menikah ?
"Benar mereka harus dinikahkan segera,mereka sudah mengaku sepasang kekasih,jadi biar nama baik kampung ini tak tercoreng buruk karena mereka ,nikahkan mereka"
Niat ingin bisa terbebas dari berbagai tuduhan warga,Alvaro terpaksa memberitahu kalau mereka sepasang kekasih dan malah menjadi boomerang bagi dirinya dan Arisha.
Arisha menggeleng lemah "Tidak Pak,kita bukan sepasang kekasih,dia bohong..kita hanya rekan saja,dan kita tidak melakukan apa apa juga,tadi kan sudah dijelaskan oleh dia bagaimana" Arisha memasang wajah sinis pada Alvaro.
"Ck,anda jangan banyak ulah Nona,coba kalian bisa jelaskan ini ?" Kali ini sebuah foto yang mereka ambil dari depan,saat Alvaro sedang menyelimuti Arisha,terlihat sedang ciuman.
Arisha membeliak dan tatapannya semakin tajam pada Alvaro,sedangkan Alvaro memijit keningnya yang terasa pening Shit !! Hatinya mengumpat.
"Bagaimana bisa kalian jelaskan ini ?"
__ADS_1
Alvaro memang orang berkuasa,tapi dia hanya berkuasa diperusahaannya,dan ditempat ini dia bukan apa apa,dia bukan pejabat,apalagi dia bukan presiden,dia juga bukan raja,bukan pula putra mahkota yang bisa melakukan segala hal dengan sekali jentikan jari.
Alvaro kembali menjelaskan perkara yang ada dengan susah payah dia mencoba meyakini para warga disana,namun hasilnya nihil,mereka malah semakin mempojokan Alvaro dan Arisha.
Arisha terus terdiam,dia merasai bingung yang teramat dalam berada disituasi seperti ini,kenapa semua seperti ini sih !!.
Para warga terus mendesak biar mereka segera menikah,dan kalau tidak mau akan diserahkan pada kepolisian,dan semua akan semakin beruntut panjang dan merepotkan.
"Sudah Pak bawa saja mereka ke kanto polisi,sudah jelas mereka sudah berbuat mesum dan hal yang tidak senonoh,mana ada berdua dalam mobil tanpa tidak melakukan apa apa ?" Argumen salah satu warga.
"Benar Pak,biar hukum yang hukum mereka,dasar anak muda"
Dan riuh piuh sorak warga menggema disana,menuntut keduanya untuk segera memberi keputusan.
"Bagaimana ? Pilih menikah disini,atau Saya bawa ke kantor polisi ?"
"Bawa saja Pak mereka sudah meresahkan"
"Iya Pak Bawa saja"
Warga sekitar terus menginterupsi keduanya,dan Pak Kadespun mencoba meredam warga,supaya bisa tenang.
"Baik,saya akan menikahi dia "
Arisha mematung dia memastikan pendengarannya akan penuturan Alvaro yang kembali konyol ,tidak kah dia berpikir lebih jauh ?
"Tuan.. !!" Pekiknya.
"Saya akan menikahi dia disini " Ujarnya lagi,dan membuat Arisha semakin membeliakkan matanya tak karuan.
"Hei,Tuan anda ini apa apaan sih !!" Rutuknya seketika.
"Bukankah kita sudah sepakat untuk menikah kan,hari kemarin aku memang berniat akan melamar kamu ke orang tua kamu" Jelas Alvaro lagi lurus dan tegas,tidak ada kata bercanda disana
Apa yang Alvaro pikirkan ?bukannya dia tidak mau menikah ?bukankah dia bisa menolak dengan kekuasaan yang dia punya,sekali lagi dia tekankan dia tidak punya kekuasaan seperti itu.
Terus apa dan kenapa ?dia bisa memutuskan untuk menikah ?dia sendiri yang bilang kalau tak akan menikah,dipaksa sekalipun oleh sang Mom sampai beliau marah pun Alvaro masih dengan keputusannya,ada apa dengan Alvaro ?
"Baik kita nikahkan mereka hari ini" Tegas Pak Kades.
"Tuan,tolong batalkan pernyataan anda tadi,anda sudah gila apa ?" Pekik Arisha.
__ADS_1
"Semua tidak bisa aku tarik lagi,biarlah berjalan apa adanya" Jawabnya kembali tegas dan datar.
"Tidak,aku tidak mau" Rengek Arisha sudah hampir menangis.
"Berikan ponsel kamu !!" Alvaro meminta ponsel Arisha,tapi Arisha tak mau " Berikan Sha,kamu mau kita dilaporkan polisi,kalau bukan seperti ini Sha ?"
Arisha menatap nanar Alvaro,apakah iya ini memang takdirnya,kenapa,kenapa harus begini ?
"Mana Sha ponsel kamu ?" Alvaro kembali memintanya.
Arisha terpaksa memberikannya dan dia sudah lelah,melihat tatapan para warga yang nampak jijik menganggap dirinya berdosa,dia pasrah .
Terlihat Alvaro sedang melakukan sambungan telepon dengan seseorang memakai ponsel Arisha.
"Waalaikum salam Pak,maaf Pak saya Alvaro,rekan Arisha..mohon maaf bisakah Bapak datang ke alamat yang nanti akan saya berikan,ada hal mendesak saat ini,dan sekarang saya meminta restu pada Bapak"
"....."
"Bapak tak usah khawatir,Arisha sedang bersama saya,dia baik baik saja,saya meminta restu untuk menikahi anak Bapak"
"...."
"Saya bisa jelaskan nanti disini Pak,Bapak bisa datang kan ?ini sungguh mendesak "
"...."
"Saya kirimkan alamatnya"
"...."
"Baik Pak,assalamualaikum"
"Aku tidak baik baik saja Bapak !!!" Hatinya menangis.
Dia remat celana yang dia pakai,meluapkan segala emosi yang ada,menangis pun rasanya percuma.
***
Mau tau gak isi hati Alvaro ?apa benar dia sungguh sungguh menginginkan pernikahan dadakan ini ?atau hanya akal akalnya saja,supaya tidak terhindar dari masalah ?
Penasaran gak ?mau lanjut gak ?
__ADS_1
Likenya donggggggg