Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 75. Merajuk


__ADS_3

Makanan yang Arisha mau sudah tersedia diatas meja,dengan uap panas masih mengebul,seporsi pecel lele siap disantap.


Arisha begitu antusias,meski inginnya buatan sang Ibu namun tak apalah sama saja pikirnya.


"Mas,yakin gak mau..ini enak loh" Tawarnya pada Alvaro,sesaat dia sedang menikmati makanan itu.


Alvaro menaruh ponselnya di saku jaketnya,dan menggeleng "Gak,gak laper..kamu aja yang makan," ujarnya sambil hanya melihatin Arisha di depannya.


Arisha mengedikan bahunya merasa masa bodolah pikirnya dan melanjutkan makannya,betapa sangat nikmatnya pecel lele itu baginya,karena memang sangat nikmat.


"Pelan pelan makannya Sha" Alvaro meraih dagu Arisha dan mengambil tisu,lalu membersihkan mulut Arisha yang belepotan karena sambal yang kemana mana.


Arisha terdiam dan tatapan keduanya bertemu,Arisha mengedip edipkan matanya,diperlakukan seperti itu saja sudah membuat jantungnya berdebar sangat berdebar.


Alvaro yang dulu dia tau sangat Arrogant,yang angkuh,sombong dan menyebalkan akan segala perintahnya kini sudah menjadi suaminya,walau dengan cara yang tak terduga dan bahkan kini dirinya sedang mengandung darah dagingnya.


Dulu dia mengira saat Alvaro menikahinya karena terpaksa,dia berpikir mungkin itu hanya pernikaham sementara dan mungkin Alvaro akan segera menceraikanya begitu saja.


Namun segalanya berbeda,saat Alvaro menyakinkan untuk tetap menjalankan pernikahan itu,dan menjalankannya bersama sama,meski satu sama lain belum saling mencintai.


Dan kini Arisha selalu merasakan jantung berdebar tak menentu,dia merasai perhatian banyak dari Alvaro,dan kini dia sudah jatuh cinta sepenuhnya pada Alvaro,kini dia sudah terjebak akan pesonanya Alvaro,terjebak pula akan cintanya Alvaro,walau tak pernah ada pengakuannya darinya.


Kata Aku Mencintaimu,memang itu kata ajaib yang selalu ingin semua orang dengar,namun tak semua harus diutarakan,begitupun yang Alvaro lakukan,mungkin dengan tindakan sudah cukup baginya mengungkapkan segalanya.


Pletak


Satu sentilan jari pelan Alvaro layangkan pada Arisha yang nampak melamun dengan senyum senyum sendiri.


"Aishhh,sakit Mas..kenapa menyentil dahi aku" Rutuknya sambil mengelus dahinya


"Kamu malah melamun,melamunin apa sih ?jangan mikir yang macam macam loh"


"Siapa juga yang sedang mikir macam macam dih"


"Mas.."


"Hemm"


"Kamu sayang aku gak sih ?"


"Ya sayang lah," Jawab seadanya dan membuat Arisha terdiam


Dia pun tak tau apa Alvaro sudah jatuh cinta padanya,atau dia yang lebih dulu jatuh cinta pada Alvaro.Karena sejatinya dia berharap Alvaro duluan yang mengatakan kata ajaib itu.


"Kenapa sih ?" Tanya balik Alvaro.Arisha hanya menggeleng dan melanjutkan makannya.

__ADS_1


"Mas.." Panggil Arisha lagi.


"Iya Sayang"


Duh tiap Alvaro manggilnya sayang,selalu membuat dia malu malu.


"Habis..tapi mau nambah" Pintanya dengan memelas.


Alvaro membulatkan matanya merasa tak percaya,padahal tadi porsinya banyak loh,pikirnya.


"Yakin mau nambah ?belum kenyang ?"


"Belum,masih mau" Pintanya lagi.


"Ya ampun Sha,badan kamu udah gemuk loh,masih mau makan ?nanti tambah gemuk"


Pernyataan Alvaro membuat raut wajah Arisha jadi muram bahkan nyaris serem,dan Alvaro sadar dia sudah salah bicara.


"Sial,salah ngomong aku" Batinnya sambil menampol mulutnya.


Arisha pun berdiri dengan cepat,dengan kaki dihentakan,kan dia marah pada akhirnya,Alvaro sih berani bèraninya sama ibu hamil.wkwkwkwk


Dia segera bergegas mengejar Arisha dan menahan tangan Arisha " Hey,katanya mau nambah..ayo duduk lagi,boleh kok nambah"


Alvaropun mengejar,namun sebelumnya membayar tagihan makanan tadi,dengan memberikan uang merah satu lembar.


"Mas,kembaliannya" Teriak sang pedagang.


"Ambil aja Pak" Teriak Alvaro.Dia berlari mengejar Arisha yang sudah di dalam mobil dengan mode marah.


"Sayang,jangan marah dong" Goda Alvaro.


"Diam,aku gak mau bicara sama kamu,kamu nyebelin"


Rajuknya lagi.


"Kamu cantik kok,kamu gak gemuk,tadi aku asal bicara aja Sayang" Jelasnya.


"Bohong,bilang aja iya kalau aku udah gemukan,aku mau diet" Sergahnya.


"Eh,jangan..jangan diet dietan,gak boleh..ada anak kita disini,kamu tetap cantik kok,tercantik sedunia" Rayunya dan Arisha hanya mencebik.


"Bohong sih,aku gak mau gemuk..kalau aku gemuk nanti kamu gak lirik aku lagi,malah lirik cewek lain,gak aku gak mau gemuk" Rajuknya terus.


Alvaro menggenggam tangan Arisha "Sayang,kamu itu berisi dan karena ada anak kita disini,kamu yang kaya gini itu tandanya kamu sehat dan perkembangan anak kita juga bagus,jadi kamu harus tetap makan yang banyak dan tentunya makan yang sehat sehat"

__ADS_1


"Aku gak akan berpaling kok,cuma kamu satu satunya istri aku,calon Bunda anak aku,anak kita..ok jangan marah lagi dong,maafin aku ya"


"Auh ah terserah,ayo jalan..kita pulang"


Dan nyatanya mood Arisha masih belum membaik,dibilang gemuk sedikit membuat dirinya menciut begitu saja.


*


*


*


Sampai dirumah waktu sudah menunjukan pukul 00.30 malam hampir dini hari dan mereka pun sudah merasa mengantuk.


"Kalian habis dari mana ?" Suara seseorang menginterupsi mereka ,seaat mereka memasuki rumah dan ya itu Mom Ambar yang terbangun karena ingin minum.


"Eh,Mommy" Sapa Arisha lalu memeluknya.


"Kenapa sayang ?kalian dari mana sih ?malam malam begini,gak dingin apa ?" Pertanyaanya diulang lagi,tapi bukannya menjawab Arisha malah tambah merajuk.


"Mom,aku gemukan gak sih sekarang ?" Tanyanya pada Mom Ambar setelah melepaskan pelukannya.


Mom Ambar mengernyit bingung,pasalnya memang Arisha agak gemukan karena memang bawaan hamil kan,namun Mom berpaling dahulu ke Alvaro dan Alvaro mengkode supaya Mom tidak mengatakan hal yang sama seperti dirinya tadi.


"Gemuk,kata siapa kamu gemuk..kamu gak gemuk sayang,ini wajar kan kamu lagi hamil,itu artinya kamu sehat,siapa yang bilang kamu gemuk ?"


Arisha menunjuk Alvaro,dan tatapan tajam Mom Ambar layangkan,Alvaro hanya menyengir.


"Gak kok Sayang,masih terlihat normal kok,udah gak usah dipikirkan,masuk gih kalian tidur lagi ini masih tengah malam loh,diluar juga dingin"


"Ya udah deh Mom,oh iya tadi kita habis nyari makanan,tadi aku lapar Mom" Menjawab pertanyaan yang belum Mom dapatkan jawabannya.


Dan Mom Ambar pun tersenyum,sambil mengelus rambut Arisha ,lalu menyuruhnya masuk ke kamar begitu pula Alvaro.


Dibawah Mom Ambar hanya menggelengkan kepalanya,dan lalu tersenyum lucu juga bahagia melihat anak dan menantunya begitu .


Semoga kebahagiaan ini selalu dia rasakan di hari tuanya itu bersama anak ,menantu dan cucunya kelak,dia juga berharap punya cucu banyak,supaya rumah ramai.Kadang dia menyesal cuma punya anak satu.


***


...Bersambung...


Note :Bosen gak ?😄..Likenya jangan lupa


...Next👇...

__ADS_1


__ADS_2