
Tidak akan pernah ada yang tau kita akan berjodoh dengan siapa dan bahkan kita bertemu dengannya dengan cara apa dan bagaimana.
Itulah yang sempat dipikirkan Arisha Candrarini Maswan..seorang gadis yang ceria yang selalu semangat menjalankan hari harinya walaupun dia tau ada kesedihan dalam hatinya,kala dia tau bukan anak kandung dari Pak Rudi dan Bu Anggi.
Pertemuan konyol dengan Alvaro Rahsya Sanjaya adalah sebuah kesalahan baginya,bagaimana tidak dia dituntut untuk membayar sebuah perbaikan atas kerusakan yang dia perbuat,dia bertemu dengan Alvaro yang dia anggap Sombong,Angkuh nan pelit itu.Hingga akhirnya Alvaro membuat sebuah perjanjian agar Arisha tak usah bersusah payah mencari uang untuk mengganti perbaikan itu.
Tentu Saja Arisha setuju,Namun naasnya dia salah dengan perjanjian itu dia diharuskan menjadi kekasih palsu Alvaro,dia diharuskan berakting sebagai kekasihnya.Dan tanpa mereka sadari itulah awal dari kisah mereka.
Awalnya mengenal Alvaro adalah hal tersial baginya,bahkan dia merasa sudah terjebak takdir dengan Alvaro.Sebuah insiden mengharuskan dia menikah dengan Alvaro,mau tau mau dia harus menjalankannya.
Makin lama dia makin saja terjebak dengan sebuah rasa yang dia miliki namun juga dengan sebuah ketakutan,karena kejadian kejadian menakutkan dia dapatkan setelah menikah dengan Alvaro,bahkan hampir saja nyawanya akan melayang.
Dia sempat berpikir untuk lepas dari Alvaro,namun lahi lagi takdir berkata lain,Alvaro semakin mengikat Arisha dengan sebuah cinta,cinta yang bahkan dia rasakan lebih dulu.
Mengenal Arisha bagi Alvaro adalah sebuah kebahagian,dengan Adanya Arisha hidupnya serasa berwarna,dia sendiri sempat tak mau mengenal cinta tak mau menikah,tapi saat kejadian itu membuat segalanya berubah kala cinta harus ikut campur.
Dia jatuh cinta pada sosok Arisha dengan caranya,dia pun berusaha sekuat tenaga melindunginya dan tetap mempertahankannya dalam dekapannya,tak pernah terpikirkan dia akan melepaskan Arisha,meski Arisha harus merasa Terjebak akan cinta dirinya.
Dan kini mereka sama sama sudah menemukan kebahagian itu,kebahagiaan abadi mereka,ditambah hadirnya Baby Revano yang sangat menggemaskan itu.
...❤Alvaro dan Arisha❤...
***
.
.
.
.
***
...☘Wedding Samuel dan Anin☘...
"Sayang,baju aku mana ?" Teriak Alvaro menggema dikamar pribadinya.
Kini keduanya tengah bersiap siap menghadiri pesta resepsi asisten Alvaro ,Samuel dan sahabat Arisha ,Anin..Mereka meresmikan resepsinya hari ini disebuah Ballroom hotel milik Alvaro tentunya.
"Apa sih,gak harus teriak teriak juga kali Papi,kamu kebiasaan deh" Arisha selalu kesal dengan tingkah laku sang suami,yang selalu mengandalkan dirinya dalam hal apapun.
"Lagian kamu belum nyiapin baju untuk aku Mami sayang,aku harus pakai baju yang mana !!"
"Ya pilih sendiri dong,aku kan lagi urus dulu Baby Vano,aku kaya punya Baby kembar tau gak" Dengan cemberut dia berkata,namun tak ayal dia tetap melakukan tugasnya menyiapkan keperluan Alvaro sang suami manjanya.
Alvaro memeluk Arisha dari belakang,dia tempelkan dagunya diceruk leher Arisha dengan manjanya.
"Kamu cape ya Sayang,maafin aku ya selalu mengandalkan kamu" ungkapnya dia tau Arisha sedang merasa kelelahan,karna selama sebulan ini dia putuskan untuk merawat baby Vano sendiri tanpa bantuan Baby Sitter.
Arisha berbalik dan memulai memakaikan kemeja pada Alvaro,dia lalu tersenyum.
"Maafkan aku Papi,kadang lupa sama kamu,akun kadang bingung saat bersamaan kamu dan Baby Vano merengek,jadi kadang aku merasa cape.Tapi sebisa mungkin aku akan tetap melayani kamu Sayang" dia mengelus rahang Alvaro dengan lembut.
Alvaro juga tersenyum "Makin cinta sama kamu,makasih ya udah mau jadi Istri dan Ibu dari anak kita,I Love u"
"I Love u more" balas Arisha.
Dan Alvaro pun mengecup bibir ranum Arisha dengan penuh cinta,rasanya mereka sama sama sudah lega.Sudah bisa saling mengungkapkan perasaan mereka masing masing.
Setelahnya mereka bergegas untuk segera hadir dipernikahan Samuel dan Anin bersama Mom Ambar dan Pak Bastian.
Ada sedikit cerita.
Satu minggu yang lalu Alvaro dan Arisha beserta Mom Ambar dan tentu bersama Baby Vano mendatangi penjara tempat dimana Dad Ronald berada. Sudah tak ada lagi amarah yang melekat dihati mereka,bagaimana pun Revano adalah cucu Dad Ronald juga.
"Ini cucu ku ?" ujarnya dengan mata yang sudah berkaca kaca,tak kuat menahan haru melihat sang cucu yang sangat tampan di depannya ini.
"Iya ini cucu Daddy,dia tampan kan seperti aku" Alvaro pun tak bisa menahan untuk tak menangis,namun sebisa mungkin dia tetap menahannya.
Seharusnya kini dia dan sang Daddy berkumul bersama sama.
"Boleh Dad menggendongnya ?" pintanya pada Arisha.
"Cuci tangan dulu Dad" sergah Mom saat dia hendak untuk menggendong Baby Vano.Dia pun segera mencuco tangan dengan bersih.
Lalu dengan tenang Arisha memberikannya pada Dad Ronald.Dad begitu bahagia,andaikan saja dia tidak dibutakan akan sebuah materi dia tidak akan merasakan kepiluan ini.
Dia pasti akan bisa selalu menggendong Baby Vano,bermain dan mengajarkan banyak hal.padanya kelak.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Dad ?Dad sehat kan ?" Pertanyaan meluncur dari Alvaro.
Dad mendongkak "Dad masih sehat kok Varo,kalian juga harus sehat ya,jaga cucu Dad dengan baik,bila dia sudah besar ajarkan dia tentang kebaikan,katakan padanya Dad minta maaf"
Air matanya lagi lagi meluncur dipipinya,dia tak kuasa menahan itu,sedih ,pilu,merasa bersalah tentu dia rasakan,apalah daya hukum tetap hukum.Dad harus menanggung apa yang sudah dia perbuat sendiri.
Setelah puas Alvaro dan Arisha dengan menggendong Baby Vano menunggu diluar,membiarkan Mom dan Dad berbicara berdua.Meluapkan rasa rindu dibenak mereka.
Kabar terbaru dari Airish pun mereka dapatkan,Airish sudah siuman dan dia dibawa keluar negeri oleh managernya untuk mendapatkan perawatan disana,mereka sempat bertemu.Dan Airish meminta maaf pada mereka,mereka tak mau ada dendam,maka dengan memaafkan mereka akan tenang. Dan setelahnya mereka tak pernah bertemu lagi.
***
"Hai,om Samsul selamat ya atas pernikahannya Om sama Aunty" Arisha memperagakan bicara ala bayi,layaknya itu Baby Vano yang sedang bicara.
Samuel mendelik tak suka pada panggilan Arisha yang tak pernah berubah.
"Om Samuel ya Vano,bukan Samsul..kamu jangan ikut ikutan kaya Mami kamu nanti" dia mencolek hidung Baby Vano dengan gemas,yang di colek malah asyik bermimpi di dekapan sang Mami.
"Gak,Vano mau manggil Om Samsul aja,kata Mami nama Om kan Samsul" lagi lagi Arisha tak menghiraukan ocehan Samuel,dia tetap pada pendirian.
Dan Alvaro juga Anin tak kuasa untuk tak tertawa mendengar perdebatan mereka.
"Selamat Anin sayangku,akhirnya kamu berjodoh juga dengan Samsul" Dia tertawa renyah,se akan itu sebuah hiburan yang menyenangkan.
"Iish ,Samuel Sha bukan Samsul,kebiasaan kamu deh" Anin cemberut,tak rela asisten tampan yang kini menjadi Suaminya dipanggil Samsul terus,kan terasa norak.
Tapi tanggapan Arisha malah terus ketawa,setelah puas memberi selamat pada kedua mempelai,mereka berdua pun mencicipi makanan yang ada disana.
Selain itu Alvaro berbincang bincang dengan para rekanya,lain dengan Arisha yang memilih bersama Dita,dita datang bersama pasanganya juga,mereka temu kangen kala itu,saling bercerita satu sama lain.
Lalu setelahnya mereka berfoto bersama,membuat sebuah moment kenangan.Satu persatu foto terlampir,senyum bahagia menghiasi mereka,seakan mereka benar benar sudah bahagia,tapi yang namanya kehidupan pasti akan selalu ada masalah kan,tidak akan tidak pernah ada.Tapi kembali kepada diri kita,dan yakin kalau setiap masalah pasti akan selalu ada jalannya serumit apapun itu,ingat ada Tuhan kalian.
***
...💖Kebahagiaan Abadi💖...
☘ Lima Tahun Kemudian
"Om Samsul siniin Bolanya" seru anak kecil yang kini sudah tumbuh menjadi bocah menggemaskan menggema disebuah halaman rumah besar milik Alvaro dan Arisha.Itu yang Tak lain adalah "Revano Alshaka Sanjaya" putra pertama dari Alvaro dan Arisha.
Kini usianya 5 tahun sudah masuk Kober,dia tumbuh tampan tentunya seperti Alvaro.
"Samsul,,samsul..Samuel Vano,ska,ingat Samuel bukan samsul,Mami sama anak sama aja" Gerutunya tak jelas sambil mengambil bola yang menggelinding ke arahnya.
"Kata Mami juga nama Om itu Samsul bukan Samuel,ble" dengan menjulurkan lidahnya dia mengejek Samuel,dan Samuel mendelik malas padanya.
"Terserah kalian lah,asal kalian bahagia,nih" dia lempar bola yang berada ditangannya pada Revano,dan Revano kembali bermain dengan Alaska.
"Vano,Ska,Lexa sini sayang minum jus dulu yu,Mami buatin kalian jus enak ini" Seru Arisha dengan membawa nampan yang berisi jus kesukaan mereka bertiga.
Ya bertiga Lexa yang Arisha panggil adalah Alexa anak pertama dari Sam dan Anin yang usianya tak jauh dari Alaska.
"Yeah.."seru ketiganya menghampiri Arisha dengan riang gembira.
Mereka meminum jus itu dengan lahap dan dengan senang,Arisha sudah mengenalkan makanan dan minuman bergizi pada kedua putranya dan juga Alexa yang sering berada bersama dia,tak tanggung tanggung Alexa selalu memanggil dirinya Mami karena Anin masih menyibukan dirinya bekerja.
Arisha justru merasa senang,karena dia juga pengen punya anak perempuan,mungkin setelah ini dia akan program lagi Baby girls supaya keluarga mereka lengkap tentunya.
"Papi.." Seru ketiganya saat melihat kedatangan Alvaro yang baru menyusul Arisha.
"Ganteng dan cantiknya Papi,lagi pada main ya"
"Iya Papi ayo ikut bermain" Ajak Vano pada sang Papi.
"Ayo siap,lawan Papi ya"
Yeah.." Seru lagi ketiganya.
"Eh,Om ,Ayah ikutan dong" seru Sam dibelakangnya
"Ayo Om Samsul" jawab Vano sekenanya,lagi lagi Sam mendelik malas.
Alvaro dan Sam pun bermain dengan ketiga bocah tersebut.
"Lexa jangan terlalu kenyang larinya sayang" Seru Anin.
Hari itu memang weekend,mereka sedang berkumpul bersama kala itu,Anin baru saja dari kamae mandi.
"Ya,Bunda" jawab Lexa lucu.
__ADS_1
Dan tawa riang menggema disana,moment ini tidak akan pernah terlupa bagi Arisha,moment saat melihat kedua putra tumbuh dengan baiklah yang selalu dia ingat,karena waktu tak akan pernah kembali,bila mereka dewasa kelak,kita sebagai orang tua akan kehilangan itu.
Mom Ambar dan Pak Bastian tak lupa ikut serta disana,menambah keceriaan dipagi hari itu.Dan karena anak Alvaro keduanya laki lakinya,jadi Alvaro dan Pak Bastian tak perlu berebutan mereka iya kan.
***
"Mami tau gak ,aku punya berlian yang cantik dan berharga sekali"
Keduanya sedang duduk dibalkon kamar mereka,waktu sudah menjelang malam kedua putranya sudah tidur nyenyak.
"Masa ?mana berliannya ?" dia menagahkan kedua tanganya pada Alvaro.
"Ada,kamu tau gak..berlian itu sangat cantik,indah,mulus,sampai aku gak mau melepasnya,selalu aku genggam ,selalu aku lindungi,dia sangat berharga banget buat aku"
"Lebih berharga berlian itu dibanding aku ya ?" cicit Arisha sendu.
"Hem,,pokoknya berlian itu tidak ada harganya dia benar benar sangat berarti buat aku,buat hidup aku selamanya"
"Dari tadi bicara itu terus,terus mana berliannya ?" Arisha gemas.
"Yakin kamu mau tau ?"
"Maulah Papi,mana cepet pengen lihat"
"Tutup mata kamu dulu" Titah Alvaro. Dan Arisha menutup matanya.
Cup
Bukannya memberi apa yang Arisha tunggu,malah Alvaro mengecup bibirnya.
"Iih kok malah cium"
"Ya itu jawabannya,kamu berlian aku Sayang,berlian yang sangat berharga,dan akan selalu aku lindungi,akan aku gengga tangan kamu terus,akan aku peluk tubuh kamu,semua yang ada di diri kamu milik aku,dan semu yang aku miliki milik kamu,Kamu berlian yang paling tercantik seluruh dunia"
Arisha sangat bersemu,kata kata itu sangat menyentuh untuk Arisha.
"Gombal kamu Pi,udah punya anak dua aja masih gombal aja"
"Eh,apa salahnya..meski udah punya anak 11 juga gak ada salahnya Sayang"
"Iya..iya deh,Makasih ya Papi ,makasih untuk semuanya"
Mereka berpelukan,saling menghangatkan satu sama lain.
"Aku yang ucapkan makasih sama kamu,udah mau berjuang untuk aku dan anak anak kita"
"Itu udah kewajiban aku Papi"
"Nambah lagi yuk,katanya mau anak perempuan,kita mulai malam ini"
" Apaan sih" Arisha memukul lengan Alvaro dan pipinya kembali bersemu.
"Mau jalan apa mau digendong ?" godanya lagi pada Arisha.
Pipinya semakin bersemu saja " Gendong" tapi dengan manjanya dia meminta itu.
Dengan senang hati Alvaro menggendong Arisha sampai keranjang mereka,tempat yang menjadi saksi cinta mereka.
Inilah akhir bahagia untuk keduanya,tidak ada kebahagiaan lain selain bisa bersama dengan keluarga.
Salam sayang dari Alvaro dan Arisha,juga dari Revano dan Alaska💗💗..
...💕THE END💕...
***
Note : Percayalah aku nulis ini selama beberapa hari loh,tangan aku masih lemas,otak aku buntu tapi aku ingat dan sayang kalian.
Maaf tetiba End,dan maaf akhir akhir ini aku gak konsisten sama kalian,aku tau kalian bosan menunggu,tapi aku Sakit gaes..mungkin kalian bosan dengar aku sakit,ya tapi siapa juga yang mau sakit iya kan ?.
kalian tau kan virus yang lagi meresahkan belakangan ini,dan virus itu aku rasakan,sedih sih tapi Insya Allah aku kuat.
Jadi mohon maaf ya bagi yang kecewa karena tiba tiba End,kalau aku sudah sembuh total,Insya Allah aku kasih Extra Part untuk kalian,jadi jangan dulu di unfavorit ya,tau tau nanti ada Notif aja.
Oh iya,aku ucapkan makasih juga,makasih sebanyak banyaknya buat kalian yang udah nemenin Alvaro dan Arisha,katanya mereka bahagia dapat suport dari kalian,dapat like,coment,vote dan hadiah juga dari kalian.
Makasih banyak,love love sekebon buat kalian💗💗💗💖💖💖,kita ketemu lagi nanti ya.
See you🥰
__ADS_1
...⚘Lita⚘...