
Aku kembali🥰🥰,sudahkah baca Karya baruku🤭🤭.
...***...
Hari berganti hari,suasana dirumah besar itu tak sehangat sebelumnya.Setelah kejadian itu suasana rumah menjadi sepi,tidak ada tawa dan obrolan yang menyenangkan.
Sikap Arisha pada Alvaro pun tetap sama,Arisha masih selalu nampak diam,walau Alvaro selalu mengajaknya bicara lebih dulu.
Sedangkan anak anaknya bersekolah seperti biasa,melakukan aktivitas dengan biasanya.
Arisha tak kaget saat merasakan pelukan hangat dari belakang tubuhnya dan sudah melingkar diperut ratanya,bahkan hembusan nafas orang yang dia cintai terasa di bahunya.
"Kamu masih marah hem,,jangan lama lama aku tak sanggup Sha" ungkap pria itu yang tak lain Alvaro.
Arisha tak menanggapinya,dia masih tetap melalukan pekerjaannya.
"Aku lagi masak,bisa minggir dulu sebentar" ujar Arisha acuh,dan membuat Alvaro cemberut.
Diapun melepaskan pelukannya dan kembali membiarkan Arisha melakukan kegiatan paginya,nyatanya Arishanya masih marah padanya,walau keperluan Alvaro tetap Arisha penuhi.
Karena Arisha masih tau tugasnya sebagai seorang istri,dia tak akan melailaikannya begitu saja,dia tetap seorang istri dan Ibu dari ketiga anaknya.
"Selamat pagi Aunty,selamat pagi Om,selamat pagi Kak Vano"
Lengkingan suara terdengar dari arah pintu ruang makan,dan tak salah lagi itu adalah Alexa yang ikut dengan sang Ayah untuk sarapan bersama dirumah Alvaro.
Karena Alvaro harus berangkat lebih pagi,karena akan pergi keluar kota.
Makanan sudah siap saji,,semua penghuni pun sudah nampak diruang makan.
"Selamat pagi Cantik" sapa balik Arisha pada Alexa.
"Aku gak disapa ?" sergah Zio
"Eh,Selamat pagi juga Zio yang ganteng juga manis" diapun menyapa Zio,yang dia sempat lupakan lalu mencubit pipinya.
"Iishh,gak sambil dicubit juga kak,,merah nih pipinya" gerutunya pada Alexa,dan Alexa hanya menyengir.
Diapun duduk bersama Sam sang Ayah.
"Om,Samsul gak sama Aunty Anin ?" celetuk Zio.
Alexa membulatkan matanya,Zio masih selalu memanggil Ayahnya Samsul,padahal nama Ayahnya tuh keren banget Samuel,semua berawal gegara Arisha dulu.
"Gak Aunty Anin tak mau ikut Zio,dia sibuk dengan Baby Zain" bagi Sam dia sudah terbiasa dengan sebutan itu.
__ADS_1
"Ohh" Mulutnya berbentuk O.
"Ayah,kenapa mau sih disebut Samsul terus,nama Ayah kan udah keren Samuel,diganti jadin Samsul gak etis tau" gerutu Alexa selanjutnya dan membuat semua orang tertawa.
Alvaro pun menyudahi dan menyuruh semua untuk segera memakan sarapannya.
Alexa sempat melirik Alaska,yang biasanya selalu mengganggunya,namun dia melihat pagi itu Alaska nampak diam,tidak bukan pagi itu saja.
Beberapa hari ini pun Alaska nampak berbeda,dia tak pernah memberikan gombalan gombalan cereh padanya,bahkan dia jadi cuek begitu saja padanya.Entah Alexa jadi merasakan sesuatu yang aneh pada hatinya.
"Alexa berangkat dulu ya Ayah,Om,Aunty Risha"
pamitnya pada semua orang.
"Iya hati hati,ingat jangan aneh aneh selama disekolah ya" peringat Sam pada anak pertamanya itu.
"Siap Ayah" jawabnya lantang.
"Hati hati ya,Alexa,Ska,Vano,Zio jangan nakal kalian" peringat Arisha pada keempatnya anaknya,Alexa memang sudah dia anggap anak juga.
Semuanya serempak mengiyakan,Alexa dan Alaska satu mobil karena mereka satu sekolah,sedangkan Vano dan Zio karena memang searah.
"Aku berangkat ya,aku dua hari disana,pulang dari sana mau aku belikan apa ?"
Alvaro menangkup kedua bahu Arisha,Sam sudah menunggu di depan mobilnya,semua pelayan sudah beraktivitas masing masing,kini tinggal mereka berdua.
"Sha,tolong maafkan aku,aku janji tak akan memperlakukan anak anak kita seperti kemarin,aku hanya sedang emosi Sha"
Alvaro masih memohon pada Arisha nya,melihat sikap dingin Arisha sungguh sangat membuatnya tersiksa.
"Bukan itu saja kesalahan kamu,renungi apa yang harusnya kamu lakukan,anak kita bukan robot yang bisa kamu pergunakan seenak kamu,sampai kapan pun aku tak setuju akan obsesi kamu itu"
Arisha menepis kedua tangan Alvaro dengan lembut,lalu dia menarik salah satu tangan Alvaro dan mencium punggung tangan Alvaro,lalu pergi dari sana.
Alvaro bergeming ditempatnya,dia menutup kedua matanya merasakan sesak yang luar biasa.
...***...
Di dalam mobil nampak kedua remaja sedang duduk bersebelahan di jok belakang.Mereka Alexa dan Alaska.
Alexa terus melirik Alaska,yang masih nampak diam saja,tak bertanya sama sekali pada Alexa,atau sekedar berbasa basi.
"Ska,kamu sedang sariawan ya" akhirnya Alexa memulai obrolan mereka,bagaimana pun Alexa merasa hampa tanpa godaan Alaska.
Mungkin tadinya sudah terbiasa bagi Alexa.
__ADS_1
"Xa,ajarkan aku untuk belajar,aku ingin belajar dan jadi anak pintar" ujar Alaska,dia tak menanggapi pernyataan Alexa justru dia membicarkan hal lain.
Alaska menatap Alexa dan membuat Alexa gugup seketika,ditatap seperti itu oleh Alaska.
"Hem,,ka-kamu mau belajar ?tumben?" walaupun gugup Alexa masih berusaha menjawab.
"Aku ingin diakui Papi,aku ingin jadi apa yang Papi mau" tatapannya Alaska kembali beralih kejendela luar.
Alexa termenung "Ska,jangan paksakan kalau kamu tak bisa,jadilah diri kamu sendiri,lakukan apa yang kamu suka,karena aku suka kamu yang ada adanya" ujar Alexa,di ingin mengatakan semuanya namun pas akhir dia hanya mengatakan nya di dalam hati.
Alaska terdiam mencerna apa yang Alexa katakan,namun kejadian waktu itu yang membuat Maminya terluka dan bahkan sampai saat ini kedua Orang tuanya masih belum berbaikan.
"Aku hanya ingin menjadi apa yang Papi mau,aku pasti bisa kalau berusaha" ujarnya lagi.
Alexa kini yang terdiam,masalah keluarganya Alaska membuatnya merasa miris.
"Baiklah ayo aku yang akan jadi guru kamu" finalnya kemudian,Alaska menatap Alexa dan tersenyum.
"Thanks" ucapnya.
Alexa ikut tersenyum,meskipun dia kadang kesal dengan sikap Alaska dulu,namun tak dia pungkiri dia pun suka akan gombalan receh yang Alaska lontarkan,dia hanya menganggumi Revano hanya sekedar itu saja.
"Tapi Ska.." Alexa memulai lagi pembicaraan.
"Hem" jawab Alaska.
Alexa terdiam,dia ingin meminta Alaska untuk kembali seperti Alaska seperti sebelumnya,namun ditercekat dihatinya.
"Emmmm,kapan mulai belajarnya ?mau dimana ?"
dan akhirnya dia hanya bertanya itu.
"Dirumah kamu saja,nanti pulang sekolah kita kesana bareng" jawabnya.
"Ayo siap,nanti aku siapin makanan banyak untuk kamu,tapi kamu jangan berubah"
Alaska menatap Alexa dengan intens setelah dia mengatakan itu,dan Alexa yang merasa salah bicara merasa canggung luar biasa.
"Memang aku berubah ?" Tanyanya,namun dia sambil tersenyum meledek.
Alexa menggaruk tengkuknya "Emmm,i-ya..eh enggak" jawabnya gugup.
Alaska tertawa lalu mengulas surai panjang Alexa lembut "Ternyata ada yang memperhatikan aku" ujarnya masih sambil tertawa.
...***...
__ADS_1
...***...