Terjebak Cinta Mr Arrogant

Terjebak Cinta Mr Arrogant
Bab 65. Kecewa


__ADS_3

Setelah kepulangan mereka ke rumah,waktu sudah menunjukan pukul 22.00 malam,mereka langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.


"Kamu minum apa ?" Tanyanya ,dia baru saja akan keluar kamar dan melihat Arisha meminum sebuah obat.


"Vitamin Mas,udah biasa kan tiap malam aku minum ini" Jelasnya,Alvaro terdiam


"Mas,kamu mau kemana ?" Arisha bertanya kala melihat Alvaro hendak akan keluar kamar.


"Mau ke ruang kerja sebentar,kamu tidur aja duluan"


Alvaro hanya memberikan senyuman saja di depan pintu,tanpa menghampiri Arisha atau embel embel mengucapkan selamat malam.


"Masih banyak pekerjaan kah ?"


"Hum,ada yang belum aku selesaikan tadi" Kilahnya.


"Ya sudah,jangan begadang nanti,kamu juga harus jaga kesehatan Mas"


"Iya,tidurlah" Setelah bicara seperti itu,Alvaro beranjak keluar dari kamarnya.


Arisha menggigit bibir bawahnya,dia merasa Alvaro sedikit berubah setelah pulangnya dari Rumah sakit,apakah ada sesuatu yang dokter katakan saat dirinya tidak ada.


Alvaro mengurut keningnya sampai kehidung,dia merasa kepikiran terus apa yang dokter Rara katakan tadi,semuanya berkelebat dibenaknya.Apalagi melihat Arisha meminum obat tadi.


"Kalau memang kamu meminumnya,mungkin aku tak akan apa,tapi kenapa kamu tak mencoba mengatakannya Sha" Batinnya bermonolog.


Kalau iya seperti itu jelas dia akan sangat kecewa,sangat kecewa..kenapa Arisha memilih untuk menyembunyikan itu darinya,apa dia pikir dia bodoh bisa dibohongi seperti itu.


Dan kalau memang Arisha tidak mau hamil anaknya,toh dia juga tidak akan memaksanya,dia akan mengerti kalau Arisha bicara dengannya soal itu.


Dirinya berkutat dengan segala pikiran nya,dia menjadi mencurigai istrinya sendiri kalau begitu,tapi dia akan memilih diam,sampai Arisha yang berkata jujur lebih dulu.


Sampai hampir dini hari dirinya berkutat disana dengan segala pikirannya,hingga dia merasa mengantuk,dia pun beranjak untuk tidur,terlihat Arisha sudah terlelap tidur.


Dia menghela nafas,dan mengelus rambut Arisha,rasanya dia belum bisa marah kalau belum tau kebenaran yang sebenarnya,dia kecup kening Arisha seperti biasanya.


*


*


*


"Mas,kamu pulang malam lagikah ?"


Mereka sudah berada diruang makan ,untuk sarapan pagi sebelum melakukan aktivitas seperti biasanya.


"Hum,pekerjaan aku masih banyak,besok aku harus segera ke Solo untuk lihat proyek baru"


Arisha hanya manggut manggut saja,dia melayani Alvaro seperti biasanya.Saat akan berangkat untuk bekerja,Alvaro ada yang lupa dia pun kembali ke atas untuk segera mengambilnya.


Bruk,prayyyy


"Ma..maaf Tuan,saya gak sengaja" Pekik seorang pelayan perempuan yang sedang membawa pakaian kotor dan botol obat berisi beberapa obat yang terjatuh karena tabrakan tadi dengan Alvaro.


"Hati hati kalau kamu berjalan" Tegurnya,lalu dia beralih pada botol obat ditangannya.


"Kamu bawa apa itu ?" Tanyanya karena penasaran,pasalnya dia melihat pelayan itu keluar dari kamar dirinya dan Arisha.


"Iya Tuan,maafkan Saya.Emmm,ini anu.." Jawabnya penuh kegugupan.


"Kenapa diam ?apa yang kamu bawa ?" Tanya Alvaro lagi,masih bernada datar.


"Maaf Tuan,tapi saya disuruh Nona untuk membuang ini" Jelasnya,karena merasa terintimidasi.

__ADS_1


"Nona ?"


"Iya Tuan,Nona Arisha yang menyuruh saya tadi,saya disuruh membuangnya,karena hampir habis katanya"


Ujarnya lagi menjelaskan.


"Baiklah,buang saja,mungkin vitamin itu memang sudah mau habis" Alvaro tanpa curiga apapun dan bertanya lebih karena dia tau itu vitamin yang Arisha minum tadi malam,dia percaya saja.


"Tu,,tuan maaf kalau saya lancang"


Alvaro menghentikan langkahnya ,saat dia hendak turun lagi kelantai bawah,dia menaikan satu alisnya merasa bingung.


"Apa,ada yang ingin kamu katakan ?"


"Emmm,maaf Tuan setau saya dari bentuknya ini bukan Vitamin,maaf tuan saya sudah lancang"


Pelayan itu menunduk,karena memang sudah merasa lancang sudah berbicara seperti itu.


"Maksud kamu apa ?" Nadanya agak sedikit membentak "Jelaskan"


"Maaf Tuan,karena saya juga meminum yang sama,ini sejenis Pil kontrasepsi"


Mata Alvaro membeliak,tatapannya beralih kembali ke obat yang dipegang pelayan itu.


"Sini" Dia rebut obat itu,entah dia merasa percaya apa yang pelayan itu katakan,terlebih ingatannya kembali ke pembicaraan dengan dokter Rara kemarin.


Dia bergegas turun dan membawa botol obat itu,tanpa mengatakan apa apa pada Arisha dia melenggang dan segera pergi ke kantornya.


***


"Sam,cek kan itu obat apa"


Dia melemparkan botol obat itu pada Sam,dan menyuruhnya untuk mengecek itu,karena pada pasalnya dia ingin membuktikan itu,dia terhasut pada apa yang pelayan itu katakan.


Dia ingin percayai Arisha tak mungkin melakukan itu secara diam diam dari dirinya,semoga apa yang dia curigai tak pernah terjadi.


Sam pun mengangguk dan segera bergegas untuk mencari tau itu apa,dia pun pergi,Dan beberapa saat dia kembali dari apotek yang dia tanyai,raut wajahnya menjadi gelisah saat tau hasil jawabannya.


"Bagaimana Sam ?"


Sam sempat terdiam,dia tau akan ada kemarahan disini,dia tau Alvaro pasti akan kecewa dengan jawaban yang dia punya.


"Sam.." Ujarnya tak sabar ,karena melihat Sam hanya diam.


"Ini Pil Kontrasepsi Pak" Jawabnya,ragu ragu dan benar saja raut wajah Alvaro berubah menjadi dingin ,dia melihat itu sama seperti Alvaro bertemu dengan Arisha,wajah dingin itu.


***


"Bisa kamu jelaskan itu Arisha !!"


Dia lempar botol obat itu di depan mata Arisha,karena kini Alvaro dan Arisha sudah berada dirumah.


Arisha meraih botol itu dan melihatnya,dia mengernyit kala melihat botol obat vitaminya itu.


"Ini kan vitamin aku Mas,kenapa Mas ?" Tanyanya,karena Alvaro yang tibatiba bertanya seperti itu.


"Apa kamu tak akan jujur padaku Arisha ?" Raut wajahnya masih dingin dan datar,namun belum ada emosi disana.


"Jujur,aku udah jujur Mas,ini vitamin yang aku minum tiap hari Mas,kamu kenapa sih ?"


Alvaro memutarkan bola matanya "Kamu tanya aku kenapa ?Sha,sebelum aku marah lebih baik kamu bicara saja dengan jujur,aku mungkin akan mengerti itu"


Dia pegang kedua bahu Arisha,"Aku minta kejujuran kamu Sha" Tatapan matanya mengunus pada kedua mata Arisha,berharap Arisha akan jujur padanya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku katakan lagi Mas,aku udah jujur mengenai itu,itu Vitamin aku Mas"


Alvaro sedikit murka,dia mencoba bicara baik baik saja pada Arisha,tapi Arisha tetap mengatakan kalau itu vitamin.Alvaro sedikit menghentakan bahu Arisha,dia memijit keningnya.


"Mas.." Pekik Arisha,karena merasa terdorong oleh Alvaro.


"Kenapa,kenapa kamu harus bohong ?"


"Mas,aku tidak bohong"


"Kamu bohong !!kamu berbohong" Jarinya menunjuk wajah Arisha,emosinya melunjak kala itu,tapi sebisa mungkin dia redam.


Arisha menggelengkan kepalanya "Kamu aneh Mas" Desisnya dan berbalik hendak akan keluar dari kamar mereka,karena merasa obrolan mereka ngaco.


Namun Alvaro menarik tangan Arisha,dan menghempaskan tubuh Arisha ketempat tidur,lalu dia menindihnya.


"Aku hanya minta kamu jujur sekarang Sha" Ujarnya lagi.


"Mas,lepasin..aku harus jujur apa apalagi sih ?yang kamu mau itu apa ?" Dia jadi sedikit kesal dengan pernyataan pernyataan Alvaro.


"Kamu minum pil kontrasepsi,dan mengelabuinya sebagai vitamin" Arisha membeliak ,dia semakin tak mengerti apa yang Alvaro bahas.


"Jawab !!benar seperti itu ?"


"Pil kontrasepsi apa sih Mas ?aku tak mengerti apa yanh bicarakan dari tadi,jelas jelas itu vitamin"


Alvaro berdiri "Tapi kenyataannya itu Pil Kontrasepsi Arisha !!!!" Dia melempar botol obat itu kelantai secara kasar dan keras ,dia juga sudah dengan nada membentak.


Arisha memejamkan matanya,melihat Alvaro seperti itu rasanya dia jadi gugup dan takut,pasalnya dia baru melihat Alvaro semarah itu.


"Kamu tak mau hamilkan dan punya anak aku,maka ďari itu kamu meminum itu secara diam diam,dan mengelabuinya sebagai Vitamin"


Dia cengkram satu tangan Arisha dengan sedikit emosi.


Arisha menggeleng "Mas,sakit..aku tak pernah melakukannya Mas ,karena itu sungguh sungguh Vitamin yang aku minum"


"Tapi itu Pil Kontrasepsi Arisha !!aku sudah mengeceknya dan itu benar,lebih baik jujur" Dia hempaskan tangan Arisha sedikit kasar lagi.


Arisha menghela nafas berat "Mas,itu sungguh Vitamin bukan pil yang kamu maksud"


"Aku kecewa sama kamu Sha, bahkan aku sudah memberi kamu kesempatan untuk jujur" Dia tertawa miris " Tapi kamu tetap mengelah dan mengatakan itu vitamin,aku tak menyangka kamu akan menyimpan serapi ini terlebih kamu berhasil membuat aku bodoh dengan kebohongan kamu"


Arisha meraih tangan Alvaro,namun ditepis kasar "Mas,untuk apa aku berbohong,aku tidak melakukan apa yang kamu tuduhkan pada aku Mas"


"Dan kamu pikir aku percaya,setelah aku membuktikannya sendiri Arisha !!renungkanlah,dan lakukan apa yang harus kamu lakukan,aku sangat kecewa"


Alvaro melangkah untuk keluar dari sana,Arisha mengejarnya dan kembali meraih tangan Alvaro.


"Mas,aku berani bersumpah,itu Vitamin..aku tidak berbohong" Desisnya,Alvaro menatap Arisha dengan tatapan dingin dan mengiterupsi.


Dia tarik tangan Arisha dan membawanya kebawah dengan mengambil obat itu,lalu beranjak pergi keluar dan tujuannya adalah Apotek.


Sesampai disana Alvaro kembali bertanya soal obat itu,dan jawaban sang Apoteker tetap sama itu Pil kontrasepsi.Arisha membeliak dan lemas .


"Apalagi yang bisa kamu jelaskan lagi soal itu Hah !!" Bentaknya lagi pada Arisha,kini keduanya sudah dirumah.


"Mas,sungguh selama ini yang aku minum vitamin Mas,"


Alvaro tak menggubris dia kecewa sangat kecewa.Teriakan dan panggilan Arisha tak di dengarnya,dia terus melangkah keatas ,dan dia tak pergi ke kamarnya melainkan ke kamar tamu dan menguncinya disana.


Arisha menangis,kenapa seperti ini.Jelas dia ingat apa yang dia minum selama ini.


***

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2